Poster Film Bukaan 8
  • 7.5/10

Bukaan 8

Sinopsis film Bukaan 8

Bercerita tentang pasangan suami istri Alam (Chicco Jerikho) dan Mia (Lala Karmela) yang tengah menghadapi kelahiran anak pertama mereka. Awalnya mereka bertemu didunia maya dan hubungan merekat tidak direstui keluarga karena Alam hanya bermain Media Sosial saja kerjaannya.

Alam dianggap sebagai laki-laki yang tidak bisa diandalkan oleh keluarga besar Mia. Dia berusaha membuktikan diri saat kelahiran anak pertamanya kepada Ambu (Sarah Sechan) dan Abah (Tio Pakusadewo), bahwa dia adalah seorang suami impian dengan berusaha agar Mia dapat melahirkan dirumah sakit terbaik. Ternyata uang yang sudah disiapkan Alam tidak cukup karena promo persalinan dirumah sakit tersebut sudah selesai.

Adegan selama kredit film: Tidak
Adegan setelah kredit film: Tidak

  • Info film: Rilis 23 Februari 2017 dengan durasi 90 menit
  • Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
  • Produser: Angga Dwimas Sasongko, Chicco Jerikho
  • Produksi: Visinema Pictures
  • Distributor: -
  • Genre: Comedy, Drama
  • Kelompok Umur: 13+

Daftar pemain film Bukaan 8

Review & Ulasan film Bukaan 8

Film Drama Komedi yang Ingin Mengatakan Kepada Anda Tentang Sebuah Tanggung jawab

| Ditulis oleh:

Film ber-genre komedi sepertinya merupakan film yang sulit untuk bersaing di Indonesia. Mereka harus benar-benar menawarkan komedi yang tidak murahan. Kita bisa lihat, bahkan komedian sekelas Indro Warkop pun gagal mempersembahkan film komedi yang berkualitas. Oke, memang film tersebut jumlah penonton yang fantastis, namun jika dilihat dari kualitas film itu sendiri, saya rasa banyak yang sepakat kalau film Warkop DKI Reborn: Part 1 termasuk gagal.

Hal ini rupanya tidak menyurutkan sineas-sineas muda lainnya untuk tetap berkarya dan menyuguhkan film ber-genre komedi buat kita. Ada yang sukses dan ada pula yang hanya numpang lewat. Mari kita lihat film Hangout-nya Raditya Dika. Film tersebut juga meraih jumlah penonton yang cukup banyak. Bahkan hingga mencapai 2 juta penonton. Begitu pula dengan Cek Toko Sebelah karya Ernest Prakasa yang bahkan saat ini sudah mengungguli pencapaian Hangout. Hangout dan Cek Toko sebelah memang dua film yang berbeda kualitas, namun mendapatkan pencapaian yang sama-sama luar biasa.
Hangout didukung dengan marketing dan jumlah fans Raditya Dika yang membludak dan militan, tentu saja menjadikan angka tersebut sangat mudah diraih. Bandingkan dengan Cek Toko Sebelah, yang bahkan pada saat awal-awal penayangan pun antrian tiket tidak separah ketika Hangout diputar. Namun akhirnya, kualitas memang yang kemudian berbicara.

Sama halnya yang saya amati dengan film Bukaan 8 ini. Awalnya saya agak pesimis, apakah film ini akan bisa menghadirkan sesuatu yang berkualitas? Mengingat mereka yang terlibat di dalamnya, bahkan tidak pernah kita dengar banyak berkecimpung dalam dunia komedi.

Film Bukaan 8 ini bercerita tentang pasangan muda, Alam yang diperankan oleh Cicco Jericho dan Mia yang diperankan oleh Lala Karmela, yang menantikan kelahiran anak pertama mereka. Alam dan Mia dikatakan sebagai pasangan milenial, sebuah istilah yang ingin mengatakan bahwa mereka hidup dan menghidupi tren masa kini, yang jamak disebut sebagai jaman milenium. Trend dimana manusia bisa bekerja dan bersosialisasi di dunia maya. Film ini bercerita, bagaimana si Alam ini ingin menunjukkan kepada keluarganya dan terutama kepada keluarga istrinya kalau dia bisa menjadi laki-laki yang bertanggung jawab. Di sisi lain, keluarga dari istrinya ingin Mia mendapatkan penanganan yang layak dengan memasukkan Mia ke kelas VIP. Konflik yang muncul diantara mereka nyatanya mampu menampilkan kekonyolan-kekonyolan sendiri. Kalau saya boleh katakan, kekonyolan dan kelucuan tersebut mampu muncul bahkan secara natural, jauh dari kesan dipaksakan.

Kekuatan dalam film ini ada pada sisi cerita yang ditampilkan. Mereka tidak hanya mengejar sisi komedi dan berusaha membuat penonton tertawa, tetapi mereka juga menyuguhkan sebuah kekuatan cerita yang dibangun dengan apik dengan latar belakang permasalahan yang mampu diangkat dan dibangun dengan baik pula. Film ini memang sarat dengan pesan tersembunyi, yang disajikan secara mengalir dan bahkan tanpa kesan menggurui.
Dengan topik cerita yang diangkat dari kehidupan nyata atau permasalahan orang-orang kebanyakan, membuat film ini sangat mudah diikuti dan tentu juga mudah untuk masuk dalam dunia imajinasi penontonnya.

Tentu saja film ini tidak lepas dari kekurangan. Contohnya, kejanggalan akting Tio Pakusadewo. Bagaimana mungkin seorang dengan tangan kanan yang terkena serangan stroke kemudian bisa mengayuh kursi roda? Mungkin ada banyak hal-hal aneh dan ajaib lainnya yang bisa kita temukan. Namun rupanya keanehan dan kejanggalan tersebut tidak mengurangi esensi dari keseluruhan film yang ingin ditampilkan.

Jadi apakah film ini bagus? Menurut saya film ini cukup bagus dan sangat layak untuk ditonton. Bahkan layak jika menjadi sebuah tontonan keluarga. Jadi, nggak usah ragu lagi deh, film ini sangat layak ditonton. Kalian akan mendapatkan paket lengkap dalam film ini, ada drama, komedi dan sedikit action.. 🙂

Rating Film 7.5/10
1 1 1 1 1 1 1 0.5 0 0

Trailer film Bukaan 8

Komentar dan Review film Bukaan 8

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi