Poster Film Critical Eleven
  • 6.5/10

Film Critical Eleven (2017)

Sinopsis film Critical Eleven

Anya (Adinia Wirasti) adalah Management Consultant lulusan Georgetown University sementara Ale (Reza Rahadian) merupakan anak seorang jendral yang menjadi insinyur perminyakan. Mereka bertemu pertama kali dalam pesawat dari Jakarta & Sidney. Tiga menit pertama mereka saling tertarik kemudian tujuh jam berikutnya mereka saling mengenal dan delapan menit sebelum berpisah Ale menginginkan Anya.

Setelah mereka akhirnya menikah dan tepat 5 tahun setelah perkenalan mereka mengalami masalah besar dalam rumah tangga. Mereka akhirnya mengevaluasi 11 menit pertemuan pertama mereka yang membuat mereka menjadi seperti sekarang.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 10 Mei 2017
  • Durasi 135 menit
  • Sutradara Monty Tiwa
  • Produser Chand Parwez Servia, Robert Ronny
  • Produksi Starvision, Legacy Pictures
  • Distributor -
  • Genre Drama, Romance
  • Kelompok Umur 17+

Daftar pemain film Critical Eleven

Review & Ulasan film Critical Eleven

Totally drama romantic! Monoton di awal, konflik naik dengan lambat, namun masih worth it untuk ditonton sebagai salah satu film drama romantis Indonesia tahun ini

| Ditulis oleh:

Critical Eleven adalah film drama romantis yang diadaptasi dari novel best seller karya Ika Natassa. Disutradarai oleh Monty Tiwa dan Robert Ronny, dari awal film ini sudah memiliki antusias publik begitu tinggi terutama mengingat penggemar novel karya Ika Natassa tidak sedikit jumlahnya.

Kalimat pertama yang bisa saya ucapkan mengenai Critical Eleven adalah “Totally such a perfect life!”. Kalimat itulah yang menggambarkan kehidupan Anya (Adinia Wirasti) dan Ale (Reza Rahadian) pada saat awal-awal menikah. Dua personal dengan kepribadian yang kuat, sukses secara karier dan materi, perfect secara paras dan penampilan, punya teman dan keluarga yang selalu mendukung apa pun langkah mereka, menikah, kemudian pindah ke New York dan membangunj rumah tangga yang seru.

Pertemuan tidak sengaja di pesawat dari penerbangan Jakarta menuju Sydney antara Anya dan Ale merupakan awal kisah cinta mereka. Seperti arti dari Critical Eleven sendiri yang dalam istilah penerbangan dikenal sebagai sebelas menit paling kritis di dalam pesawat, tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing. Secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. Inilah yang menjadi point dari film ini, mengadaptasi Critical Eleven pada kehidupan nyata tokoh Anya dan Ale. Tiga menit pertama setelah berekalan dengan Ale, Anya terpikat. Tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa. Delapan menit sebelum berpisah, Ale yakin dia menginginkan Anya selalu ada dalam hidupnya sampai tua.

Konflik baru dimulai setelah Anya dan Ale menikah. Mulanya semua berjalan sangat sempurna sampai akhirnya Anya hamil. Satu per satu konflik mulai bermunculan yang membuat keduanya harus bergumul untuk menyelesaikannya.

Adinia Wirasti dan Reza Rahadian berhasil membangun chemistry pasangan utama Anya dan Ale menjadi begitu hidup. Bisa dibilang film ini adalah salah satu film Indonesia yang lumayan berani untuk menampilkan banyak adegan kemesraan antar pasangan suami istri. Saya pun dibuat malu dan senyum-senyum sendiri dibuatnya. Selain acting dari actor utama, sentuhan acting para actor pendukungnya juga lumayan ciamik apalagi banyak actor pendukung dari film ini sebenarnya memang sudah merupakan actor senior dengan jam terbang tinggi seperti Widyawati, Slamet Rahardjo, Revalina S. Temat. Astrid Tiar, Hannah Al Rashid, dan Hamish Daud.

Sepanjang film kita akan disuguhi adegan-adegan manis yang siap memanjakan mata. Apalagi kamu akan melihat pemandangan indah kota New York yang menjadi salah satu setting cerita film ini.

Hanya saja dengan durasi film yang panjang dengan bagian pembukaan yang lumayan panjang tanpa ada konflik membuat kita akan merasa bosan di awal. Apalagi bagian awal cerita semua terkesan “tiba-tiba”. Sutradara serasa berusaha menjejalkan semua isi novel ke dalam film ini. Alur konflik naik sangat perlahan, namun setelah konflik muncul, semua mulai terasa sedikit tidak membosankan. Walaupun terkesan membosankan, Critical Eleven tetap bisa menjadi salah satu pilihan tontonan film drama romantic Indonesia terbaik tahun ini.

Penggemar Reza Rahardian &Adinia Wirasti siap-siap melting yhaaaa….

6.5/10

Penulis:

Fashion Designer wannabe...

Trailer film Critical Eleven

Komentar dan Review film Critical Eleven

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi