Poster Film Free Fire
  • 6.5/10

Film Free Fire (2017)

Sinopsis film Free Fire

Mengambil setting di Boston pada tahun 1978, sebuah pertemuan di sebuah gudang antara dua gang untuk jual beli senjata. Tetapi pertemuan tersebut tidak berjalan lancar dan mereka saling baku tembak. Transaksi tersebut berubah menjadi permainan untuk bertahan hidup, karena masing-masing orang memegang senjata.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 05 Mei 2017
  • Durasi 90 menit
  • Sutradara Ben Wheatley
  • Produser Andy Starke
  • Produksi Film4, BFI, Rook Films
  • Distributor A24
  • Genre Action, Crime, Drama
  • Kelompok Umur 17+

Daftar pemain film Free Fire

Review & Ulasan film Free Fire

Menarik, lucu dan cukup brutal. Sepertinya Jackie Chan akan tersaingi oleh Brie Larson

| Ditulis oleh:

Ketika saya mau menonton film ini, saya tidak cukup yakin apakah film ini akan menjadi sebuah film yang cukup menghibur ketika genre yang tercantum di sana adalah komedi, dengan adanya Brie Larson di dalamnya. Jujur saja, sebenarnya yang membuat saya mau nonton film ini adalah ya karena si Brie Larson ini. Aktris yang pernah meraih Academy Award, Screen Actors Guild Award, BAFTA Award dan Golden Globe Award sebagai Best Actress dalam penampilannya di film Room (2015) ini memang membuat saya penasaran, apakah dia mampu masuk dan bermain dalam film komedi.

Film ini diawali dengan cukup serius dan anda nggak akan sejenak lupa kalau anda sedang menonton film komedi. Hampir sepertiga awal film akan disajikan adegan yang cukup bernuansa gelap khas gangster. Sebuah adegan di sebuah sudut kota, ketika dua kelompok sedang merencanakan transaksi senjata api ilegal.

Kekocakan-kekocakan baru akan muncul setelah sepertiga film tersebut berjalan. Transisi yang ditunjukkan pun sangat halus. Tidak langsung menggebrak dengan kekonyolan-kekonyolan, tetapi sedikit demi sedikit beralih dari sebuah film yang “serius” menjadi adegan-adegan konyol.

Film ini tidak mencampuradukkan suasana, namun dengan cerdas mengalirkan suasana yang dibentuk tersebut dalam satu garis lurus. Ide nya adalah dua kelompok yang terlibat baku tembak ketika transaksi senjata ilegal, dan itu dikarenakan permasalahan pribadi dari masing-masing anggota kru. Adegan baku tembak yang seharusnya menjadi aksi yang menarik dan menegangkan justru menjadi pintu masuk unsur komedi. Dan di bagian inilah lawakan ala srimulat pun dimulai. Dagelan srimulat? Iya, saya bisa katakan itu karena memang di dalamnya sangat konyol. Konyol tapi sadis. Saya tidak punya kata-kata yang cukup pas untuk menjelaskan bagaimana film ini disajikan.

Bagi saya ini menarik, ketika di film ini memberi pemisahan yang cukup tegas, bahkan dalam akhir ceritanya pun dibuat cukup “mahal” untuk sebuah film komedi. Sebuah akhir film yang akan menjadikan masing-masing penonton memiliki sense yang berbeda, tergantung di mana dia berpijak. Dan ini adalah hal yang cerdas menurut saya.

Menurut saya film ini cukup bagus sebagai sebuah tontonan ringan. Awalnya saya bertanya-tanya kenapa film ini dimasukkan dalam kelompok 21+, apakah ada hal-hal erotis di dalamnya? Ternyata di sana ada sebuah adegan yang cukup sadis dan beberapa adegan baku tembak yang memang tidak layak ditonton anak-anak. Akan tetapi, terlepas dari semua itu, jika anda sudah berusia lebih dari 21 tahun dan cukup dewasa dalam menyikapi sebuah karya seni, maka film ini sangat layak untuk dijadikan sebuah tontonan.

Jadi apakah anda sudah noton film ini? Jika belum buruan ke bioskop dan tonton film ini. Kalau sudah, apakah menurut anda film ini bagus?

6.5/10

Trailer film Free Fire

Komentar dan Review film Free Fire

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi