Poster Film Manchester by the Sea
  • 8.0/10
  • 96%
  • 8/10

Film Manchester by the Sea (2016)

Sinopsis film Manchester by the Sea

Seorang tukang ledeng di sebuah kota di Boston bernama Lee Chandler (Casey Affleck) harus kembali ke kampung halamannya setelah mendapatkan kabar bahwa saudaranya, Joseph “Joe” Chandler (Kyle Chandler) meninggal dunia. Di sana dia ternyata harus memikul tanggung jawab untuk menerima hak perwalian atas anak saudaranya tersebut Patrick Chandler (Lucas Hedges), seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun. Dia menghadapi sebuah keputusan yang berat karena persitiwa masa lalu-nya yang menghancurkan hidupnya, dan menghantuinya hingga kini.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 16 Desember 2016
  • Durasi 137 menit
  • Website http://manchesterbytheseathemovie.com/
  • Sutradara Kenneth Lonergan
  • Produser Matt Damon, Kimberly Steward, Chris Moore, Kevin J. Walsh, Lauren Beck
  • Produksi K Period Media, B Story, CMP, Pearl Street Films
  • Distributor Roadside Attractions, Amazon Studios
  • Genre Drama
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film Manchester by the Sea

Review & Ulasan film Manchester by the Sea

Sebuah elegi kehidupan yang berusaha untuk mengaduk-aduk emosi melalui akting yang bagus

| Ditulis oleh:

Jujur saja, sebenarnya saya agak kaget dan tidak bisa menerima ketika Casey Affleck dinyatakan sebagai Best Actor dalam perhelatan Academy Awards 2017 kemarin. Alasannya adalah saya melihat akting dia di film Manchester by the Sea rasanya seperti melihat Ben Affleck di film Gone Girl. Kalau pendapat anda beda ama saya sih sah-sah saja, beda pendapat adalah sebuah kewajaran 😀

Film yang memenangkan Best Original Screenplay dalam ajang Academy Awards ke-89 ini memang menyajikan cerita yang menarik menurut saya. Ya, saya memang sedang dalam keadaan sadar dan tidak di bawah tekanan ketika menyatakan: saya seperti melihat Ben Affleck di film ini. Mungkin karena garis besar cerita dalam kedua film tersebut intinya adalah sama. Seorang laki-laki yang menghadapi kebingungan, kemarahan sekaligus kesedihan. Meskipun objek yang menjadi pokok persoalan berbeda, namun secara umum mereka menghadapi situasi yang kurang lebih sama. Dan kebetulan yang memainkan peran tersebut adalah kakak beradik, dengan bentuk tubuh yang sama — atau mirip ?, raut wajah yang serupa, suara yang sama, gaya bicara yang sama dan jadinya yaaa seperti melihat orang yang sama. Jadi harap maklum ketika saya mengatakan “seperti melihat Ben Affleck”. Akhirnya, abaikan persoalan ini, karena menurut saya ketika semua itu di-mix up dengan cerita yang disajikan ya… aktingnya memang oke kok,  jadi sah-sah saja kalau aktor ini mendapat penghargaan sebagai Best Actor (Biar nggak dilempar sendal sama fans-nya Casey 😀 )

Film Manchester by the Sea ini bercerita tentang Lee Chandler yang diperankan oleh Casey Affleck yang karena masa lalunya yang menyedihkan dia pergi ke Boston untuk meninggalkan semua kesidihannya. Dia Boston dia bekerja sebagai tukang ledeng yang terkenal dengan pekerjaannya yang bagus namun memiliki temperamen yang tidak baik. Pada suatu ketika ia mendapatkan kabar dari kampung halamannya di Manchester bahwa kakaknya Joe Chandler (Kyle Chandler) meninggal dunia secara mendadak. Dia harus kembali ke Manchester untuk mengurus pemakaman kakaknya tersebut dan sekaligus dia menerima sebuah tanggung jawab yang sulit untuk dia terima, yaitu menjadi wali untuk keponakannya, Patrick Chandler (Lucas Hedges) seorang remaja yang sedang dalam masa dimana emosional yang masih labil.

Karena pengalaman kelam di masa lalu, dia merasa tidak mampu untuk menjalankan kewajibannya tersebut walaupun itu adalah amanat yang ditinggalkan oleh mendiang kakaknya.

Cerita di film ini secara umum dibangun dan bertitik berat pada karakter Lee Chandler. Mengeksplorasi setiap peristiwa yang pernah dia alami sehingga kita, para penonton dibawa dan diajak untuk memahami setiap percikan emosi yang muncul dari diri sang karakter utama. Setiap kisah masa lalunya ditampilkan dengan cukup apik, dengan flashback yang disusun dengan baik. Membuat kita bisa memahami cerita di masa lalu dan menghubungkan dengan kejadian masa kini tanpa harus kehilangan arah cerita.

Sang keponakan, yang diperankan oleh Lucas Hedges mampu menjadi pendukung cerita yang sangat bagus. Karakter remaja yang ditampilkan sangat menyebalkan namun jauh di dalam dirinya juga merasakan luka yang sama yang dirasakan pamannya. Seorang remaja yang kehilangan ayah yang menyayanginya, sekaligus “kehilangan” paman yang sangat dia idolakan. Di sisi lain berusaha untuk “menemukan kembali” pamannya yang pernah dia kenal ketika masih kecil.

Karakter Randi, yang diperankan oleh Michelle Williams juga menjadi titik pantik emosional tersendiri. Meskipun tidak banyak tampil, namun sang sutradara mampu membuat karakter ini melekat kepada karakter Lee dan menjadi salah satu alasan kehancuran hati Lee sejak awal, bahkan ketika mereka bertemu kembali sejak perpisahan mereka.

Saya menyematkan sebuah kata “elegi” dalam judul penilaian saya ini, karena film ini merupakan sebuah dramatisasi syair kesedihan dan dukacita. Meskipun ketika anda menonton film ini bahkan tidak menangis karena sedih, namun ada suatu campuran perasaan yang muncul ketika mengikuti cerita di film ini. Buat anda pecinta drama melankolis mungkin film ini akan cocok buat anda. Tidak ada the true happy ending dalam film ini. Bahkan menurut saya film ini pun tidak memberikan jawaban, apakah happy ending atau sad ending. Jadi bagaimana endingnya? Tonton aja sendiri 😀

8/10

Trailer film Manchester by the Sea

Komentar dan Review film Manchester by the Sea

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi