Poster Film Mollys Game
  • 7.6/10
  • 81%
  • 7/10

Sinopsis film Mollys Game

Kisah nyata tentang Molly Bloom (Jessica Chastain) pemain ski olimpiade yang muda dan cantik. Ia juga menjalankan permainan kartu poker eksklusif selama 10 tahun sebelum akhirnya ditangkap oleh 117 agen FBI dengan senjata lengkap. Para pemain pokernya termasuk bintang olahraga, pengusaha, Hollywood dan yang tidak ia ketahui ada diantara mereka adalah mafia Russia. Satu-satunya teman Molly sekarang adalah pengacara Charlie Jeffey (Idris Elba) yang mengetahui bahwa banyak hal lain tentang Molly selain yang dipercaya oleh publik.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 21 Februari 2018
  • Durasi 140 menit
  • Sutradara Aaron Sorkin
  • Produser -
  • Produksi The Mark Gordon Company, Pascal Pictures, Ciwen Pictures, Huayi Brothers Pictures
  • Distributor STXfilms
  • Genre Biography, Crime, Drama
  • Kelompok Umur 17+

Daftar pemain film Mollys Game

Review & Ulasan film Mollys Game

Chastain memukau dengan karakter Ratu Poker, Molly Boom, namun durasi yang terlalu lama untuk sebuah film drama membuat kita bosan menyimak narasi milik Sorkin

| Ditulis oleh:

Molly’s Game adalah film yang ditulis sekaligus disutradarai oleh Aaron Sorkin. Kita semua tahu Sorkin bisa menulis. Dia adalah penulis di balik The West Wing, The Social Network, Moneyball, The Newsroom, dan masih banyak. Gaya konfrontatif semua ceritanya memadukan keterampilan dan kecerdasan dengan cara yang mampu meyakinkan semua orang tentang bakat menulisnya. Tapi bisakah Sorkin menjadi sutradara? Film ini adalah debut pertama Sorkin untuk memulai kariernya sebagai sutradara.

Film yang diangkat dari kisah nyata seorang ratu poker terkenal di Amerika bernama Molly Bloom yang sudah menulis kisahnya di buku otobiografi berjudul Molly's Game: From Hollywood's Elite to Wall Street's Billionaire Boys Club, My High-Stakes Adventure in the World of Underground Poker ini sangat menarik karena membawa banyak nama besar yang menjadi player dan ikut bermain di dalam permainan poker milik Molly. Nama besar tersebut datang dari berbagai jenis profesi kelas atas baik itu artis Hollywood, produser, sutradara, pengusaha, bahkan mafia. Beberapa nama artis Hollywood yang terkuak ikut dalam Molly’s Game ini adalah Tobey Maguire, Leonardo Dicaprio, Matt Damon, dan Ben Afflek. Beberapa dari mereka bahkan sempat diperiksa oleh FBI. Oleh karena itu, kenyataan ini lah yang membuat film Molly’s Game ini sangat menarik untuk disimak.

Cerita berawal dari Molly kecil. Ia dilatih mati-matian oleh ayahnya (Kevin Costner) untuk menjadi seorang pemain ski kelas dunia. Tapi, pada umur 12 tahun, Molly harus merelakan tulang belakangnya dioperasi karena penyakit skoliosnya dan terpaksa harus menggunakan besi penyangga pada tulang belakangnya. Singkat cerita, Molly dewasa (Jessica Chastain) dan berhasil masuk dalam kualifikasi ski tingkat dunia. Namun, nasib berkata lain. Alih-alih menang dalam kejuaraan tersebut, Molly mengalami kecelakaan dan cedera parah sampai akhirnya harus mengakhiri karier ski di tahun 2002.

Merasa depresi, Molly memutuskan untuk mengambil cuti dari kuliah hukumnya dan setahun pindah ke Los Angeles. Begitu tiba di LA, Molly menjadi pelayan di sebuah klub ternama yang membuat dia bertemu dengan Dean (Jeremy Strong), seorang pengembang real estate yang bermulut besar. Dia mengambil kerja part time menjadi manajer untuk Dean. Ternyata Dean menjalankan bisnis poker bawah tanah. Banyak tokoh terkenal dan kaya seperti bintang film, bankir investasi, dan pemain olahraga, terlibat dalam permainan Dean. Dengan mengasisteni Dean dalam permainan poker itu, Molly dapat menghasilkan sejumlah besar uang besar hanya dari tip.

Pada awalnya, Molly tidak mengetahui sedikit pun mengenai poker. Tapi, dengan cepat Molly belajar banyak hal. Secara khusus, ia mulai merubah penampilannya dan berusaha untuk menyenangkan para player untuk mendapat banyak tip. Hal itu ia lakukan bertahun-tahun sampai akhirnya Dean sendiri merasa terancam oleh Molly karena berhasil mengendalikan semuanya dan segera memecat Molly. Molly tidak terima begitu saja di depak oleh Dean. Ia lalu menyusun strategi. Dengan semua kontak player yang ia punya, Molly memutuskan untuk membuat game poker miliknya sendiri. Dia menyewa sebuah penthouse di hotel mewah, dan mempekerjakan seorang staf untuk membantunya menjalankan permainan. Selain itu, dia menghubungi karyawan di klub dan kasino untuk mencoba dan menyebarkan berita tentang permainan pokernya. Player X (Michael Cera), bersama dengan banyak pemain lainnya, memutuskan untuk meninggalkan permainan Dean bermain untuk Molly. Molly menjadi semakin sukses, ia mendapatkan lebih banyak uang. Namun, tekanan untuk meningkatkan taruhan dalam permainannya makin besar. Harlan Eustice (Bill Camp), seorang penjudi konservatif yang menjadi semakin kompulsif, bergabung dalam permainan Molly. Meski mengalami kerugian besar, Eustice terus bermain dengan bantuan dana dari Player X. Tahu bahwa Player X mendanai Eustice, Molly menegurnya. Player X akan membuat permainan Molly menjadi tidak sehat. Player X tidak terima ditegur oleh Molly memutuskan untuk meninggalkan permainan Molly dan membawa serta semua player lain.

Molly hancur, ia pindah ke New York, dengan harapan bisa memulai permainan poker baru. Ia menyusun strategi dan berhasil menjangkau banyak orang di New York. Molly menemukan cukup banyak pemain untuk beberapa pertandingan mingguan. Meski sukses terus menerus, dia tidak mampu menutupi kerugiannya saat pemain tidak mampu membayar. Dealernya meyakinkan Molly untuk mulai mengambil persentase dari taruhan besar, yang memungkinkannya untuk memulihkan potensi kerugiannya. Disaat yang bersamaan, salah satu pemain Los Angeles-nya, Brad (Brian d'Arcy James), ditangkap oleh FBI karena didakwa menjalankan skema Ponzi. Dalam interogasinya, Brad menyeret nama Molly sampai akhirnya Molly juga ikut ditangkap oleh FBI. Tidak tanggung-tanggung, FBI juga menyita semua asset yang Molly punya. Setelah penangkapannya, Molly mulai mencari pengacara yang tepat untuk menangani kasusnya. Tanpa uang yang cukup, Molly akhirnya berhasil menggandeng Charlie Jaffey (Idris Elba) untuk mendampinginya dalam pengadilan. Apakah yang terjadi pada Molly selanjutnya?

Molly’s Game bisa memberi kita sudut pandang istimewa mengenai dunia poker yang dijalani Molly dengan taruhan yang tinggi. Dalam peran sentral, Jessica Chastain bisa dibilang cukup fenomenal. Molly Bloom adalah peran Chastain yang tipikal. Oleh karena itu, tidak heran jika ia mendapatkan nominasi Best Actress – Drama dalam 75th Golden Globe Awards. Ditambah dengan masuknya Elba, film ini semakin mempunyai nyawa dengan perdebatan cerdas yang selalu terjadi antara tokoh Molly dan Jaffey. Kedua tokoh ini adalah kartu pemenang yang dimiliki Sorkin untuk benar-benar menghidupkan film Molly’s Game ini.

Dengan adanya kelebihan di atas, bukan berarti Molly’s Game tidak mempunyai kekurangan. Cerita dalam film ini diceritakan terutama dengan kata-kata dan bukan gambar. Hampir tidak ada potongan film yang tidak didiktekan oleh narasi halus Molly. Bioskop seharusnya adalah media visual. Namun, dalam film ini, hampir terasa seolah-olah Anda bisa menonton film dengan mata terpejam dan tidak kehilangan banyak artinya. Ditambah lagi, durasi film yang telalu lama, 140 menit. Untuk ukuran film drama yang hanya berisikan narasi, film ini terasa sangat lama dan membosankan. Mungkin Sorkin harus belajar lagi untuk mengelola durasi film untuk projek selanjutnya.

7/10

Penulis:

on my way to be Fashion Designer

Trailer film Mollys Game

Komentar dan Review film Mollys Game

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi