Poster Film The Night Eats the World
  • 7/10

Film The Night Eats the World (2019)

Sinopsis film The Night Eats the World

Setelah terbangun di apartemennya sejak pesta semalaman, Sam (Anders Danielsen Lie) terkejut ketika ia menghadapi kenyataan yang mengerikan. Zombie-zombie memenuhi jalanan Paris dan ia satu-satunya yang selamat. Ia memblokir jalan masuk ke apartemennya dan dalam kesendirian ia berpikir berapa lama ia akan selamat, tetapi ia mulai menyadari bahwa ia bukan satu-satunya yang selamat.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 27 Februari 2019
  • Durasi 93 menit
  • Sutradara Dominique Rocher
  • Produser -
  • Produksi Haut et Court, Canal+, Ciné+, What the Film, CNC
  • Distributor WTFilms
  • Genre Horror
  • Kelompok Umur 17+

Daftar pemain film The Night Eats the World

Review & Ulasan film The Night Eats the World

Film Zombie biasa dengan cerita yang diluar kebiasaan

| Ditulis oleh:

The Night Eats the World (2019) adalah film zombie asal Perancis yang mempunyai judul asli La nuit a dévoré le monde. Film zombie berdurasi 1 jam 33 menit ini disutradarai oleh Dominique Rocher dan ditulis oleh Jérémie Guez, Guillaume Lemans, dan Rocher. Selain itu, film ini juga diadaptasi dari novel berjudul sama karya Pit Agarman. Bintangi oleh Anders Danielsen Lie, Golshifteh Farahani, Sigrid Bouaziz, dan Denis Lavant, film ini juga memenangkan beberapa penghargaan. Diantara penghargaan-penghargaan yang dimenangkan oleh film ini adalah penghargaan Film Terbaik di Canary Islands Fantastic Film Festival - Isla Calavera tahun 2018. Penasaran bagaimana cerita film ini?

Film The Night Eats the World (2019) berawal dari cerita seorang anak muda bernama Sam (Danielsen Lie) yang merupakan seorang musisi yang tinggal di Paris. Ia datang mengunjungi mantan pacarnya, Fanny (Sigrid Bouaziz), untuk mengambil kaset-kaset tape miliknya yang ikut terbawa oleh mantannya tersebut saat pindahan. Namun, kedatangannya bukan pada waktu yang tepat karena malam itu bertepatan dengan open house party yang diadakan oleh Fanny dan pacar barunya. Sam diminta Fanny untuk menunggu, tapi karena terlalu lama, Sam akhirnya mencari kasetnya sendiri di ruang yang berisi barang-barang pribadi Fanny. Namun, dalam perjalanannya kelantai atas untuk mengambil kaset, Sam berbenturan dengan gadis yang tak ia kenal dan mengalami mimisan. Karena panik, Sam akhirnya berlari ke dalam ruangan kaset tersebut berusaha menghentikan pendarahan di hidungnya, mengunci dirinya di sana, dan tanpa sadar, ia akhirnya tertidur. Keesokan paginya, Sam bangun dan menemukan gedung flat tempat party semalam hancur dengan noda darah di dinding dan tidak ada orang di dalamnya. Dia memberanikan diri ke tangga dan menemukan Fanny serta beberapa orang lain telah berubah menjadi zombie dan berusaha mengejarnya setelah ia memanggil nama Fanny. Sam lari dan mengunci diri di dalam flat. Dari jendela flat, ia menyaksikan kematian sebuah keluarga di apartemen seberang jalan yang berusaha melarikan diri ke mobil mereka tetapi keburu di habisi oleh para zombie. Gedung flat tempat Sam terjebak terdiri dari beberapa lantai. Ia mengecek semua ruangan dalam flat satu per satu. Sam menemukan hanya ada 3 zombie yang terdiri sari satu keluarga yang kemudian ia kunci. Satu zombie yang lain ia kunci di dalam lift dan sisanya aman. Ia menyimpulkan bahwa gedung flatnya adalah satu-satunya lokasi aman yang dapat ditemukan Sam. Para zombie tampaknya telah mengambil alih seluruh Paris. Mereka bergerak sangat cepat, merespons secara bergerombol terhadap setiap gerakan atau suara.

Sam tidak tahu apa yang harus dilakukan. Oleh karena itu, ia hanya bisa menunggu sambil mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. Karena tidak bisa meninggalkan flat, Sam mulai membersihkan semua flat dan mengumpulkan semua persediaan makanan, melakukan kegiatan-kegiatan menjemukan yang bisa mengatasi kebosanan yang ia rasakan. Waktu cepat berlalu hingga ternyata berminggu-minggu ia hidup seorang diri di flat tersebut. Saat musim dingin semakin dekat, ia dipaksa untuk berhadapan dengan hawa dingin dan pasokan air ke flat yang berhenti bekerja. Sam bertahan hidup dengan mengumpulkan air hujan dan menciptakan perapian. Sementara itu, kondisi mental Sam terus menurun. Dia memperhatikan suatu hari bahwa jalanan sebagian besar sudah menjadi kosong. Kebosanannya menjadikan ia melakukan hal gila. Dengan drum set yang ia temukan di salah satu flat, ia mulai menguji seberapa jauh dan seberapa banyak zombie yang tersisa dengan memainkan drum set dengan keras. Para mayat hidup kembali dalam gerombolan dan hampir naik ke flat dengan menumpuk satu sama lain. Sam yang marah terus bermain meskipun menyadari adanya bahaya. Pikirannya mulai jengkel. Malamnya setelah ia melakukan atraksi drum set gila, ia kedatangan tamu yang tak diundang. Seorang wanita bernama Sarah (Golshifteh Farahani) yang juga selamat sepertinya. Sarah mendatangi Sam setelah Sam melakukan keributan siang tadi. Lalu bagaimanakah kisah Sam selanjutnya? Akankah ia akan pergi dengan Sarah? Atau tetap bertahan di gedung flatnya menunggu bantuan yang tidak kunjung datang?

Film dengan tema zombie mungkin sudah sangat menjemukan dan banyak sekali bertebaran. Rata-rata dalam film zombie pasti selalu ada tokoh superhero dengan adegan-adegan yang menantang. Berbeda halnya dengan film zombie The Night Eats the World (2019) ini. Film ini merupakan sebuah gambaran bagaimana jika hanya seorang warga biasa yang bisa bertahan atau selamat dari virus dan kejaran zombie yang menginfeksi seluruh kota. Bayangkan hari-hari tanpa tindakan yang berarti atau The Walking Dead tanpa pemain utama dan ketegangan-ketegangan yang berarti. Inilah bagaimana film The Night Eats the World (2019) digambarkan. Sebuah film zombie biasa dengan cerita yang diluar kebiasaan. Namun, ini juga yang menjadi film ini menjadi film zombie paling inovatif setelah sebelumnya pernah muncul film zombie dengan sudut pandang yang berbeda juga berjudul Shaun of the Dead (2004) karya Edgar Wright.

7/10

Penulis:

on my way to be Fashion Designer

Trailer film The Night Eats the World

Statistik & Data

  • 27 Februari 2019
    2.41%
  • 28 Februari 2019
    2.02%
  • 01 Maret 2019
    1.52%
  • 02 Maret 2019
    1.43%
  • 03 Maret 2019
    1.44%
  • 04 Maret 2019
    1.54%
  • 05 Maret 2019
    1.56%
  • 06 Maret 2019
    0.09%
  • 07 Maret 2019
    0.01%
  • 08 Maret 2019
    0.01%
  • 10 Maret 2019
    0.01%
  • 11 Maret 2019
    0.01%
  • 12 Maret 2019
    0.01%
HariTanggal% LayarPerubahan
127 Februari 20192.41 %
228 Februari 20192.02 %
301 Maret 20191.52 %-1 %
402 Maret 20191.43 %
503 Maret 20191.44 %
604 Maret 20191.54 %
705 Maret 20191.56 %
806 Maret 20190.09 %-1 %
907 Maret 20190.01 %
1008 Maret 20190.01 %
1110 Maret 20190.01 %
1211 Maret 20190.01 %
1312 Maret 20190.01 %

Film The Night Eats the World telah tayang di bioskop Indonesia sejak Rabu, 27 Februari 2019 selama 13 hari.

Komentar dan Review film The Night Eats the World

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi