Poster Film Ziarah
  • 7.5/10

Film Ziarah (2017)

Sinopsis film Ziarah

Saat Agresi Militer Belanda ke-2 tahun 1948, Sri terpisah dengan Prawiro, suaminya. Mbah Sri menjanda hingga masa tuanya. Mbah Sri begitu berharap bisa menemukan tanah terbaik untuk pemakamannya, di samping orang yang dicintainya, tapi ia tak tahu di mana suaminya dimakamkan. Secara tidak sengaja Mbah Sri bertemu tentara veteran yang mengetahui di mana Prawiro tertembak oleh Belanda di tahun 1949. Berbekal informasi yang tidak utuh, Sri berusaha mencari makam suaminya. Bagi Mbah Sri, perjalanannya mencari makam sang suami ini tidak sekadar menjadi perjalanan menyusuri sejarah cintanya, tapi juga menyusuri luka-luka sejarah bangsanya.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 18 Mei 2017
  • Durasi 87 menit
  • Sutradara BW Purba Negara
  • Produser -
  • Produksi Purbanegara Films
  • Distributor -
  • Genre Drama
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film Ziarah

Review & Ulasan film Ziarah

Dengan ide cerita yang extraordinary, Ziarah mengajarkan nilai-nilai moral dan sejarah dalam kepingan-kepingan adagen film menggunakan Bahasa Jawa yang otentik walau dalam keterbatasan sinematografi

| Ditulis oleh:

Ziarah adalah film karya anak bangsa besutan BW Purba Negara yang sekarang ini menjadi sorotan karena mendapatkan banyak penghargaan di tingkat internasional. Ziarah masuk kedalam empat nominasi kategori penghargaan dalam acara ASEAN International Film Festival (AIFFA) 2017 dan berhasil memenangkan dua diantaranya yaitu sebagai Film Terbaik Pilihan Juri dan film dengan Skenario Terbaik. Namun, sebelum itu Ziarah juga mendapatkan penghargaan sebagai film terbaik dalam ajang penghargaan film berbeda di Filipina, Salamindanaw Film Festival 2016.

Film Ziarah bercerita tentang perjalanan janda tua bernama Mbah Sri (Ponco Sutiyem) untuk mencari makam suaminya yang gugur saat agrasi militer Belanda kedua tahun 1948. Selama ini Mbah Sri yakin jika suaminya Prawiro Sahid tidak pulang karena gugur dalam perang dan dikuburkan di makam pahlawan sehingga tiap saat ia selalu berziarah ke sana tanpa tahu pusara yang mana yang merupakan pusara suaminya. Mengapa? Karena banyak sekali pusara tanpa nama di makam pahlawan tersebut. Suatu saat ketika Mbah Sri berziarah ke makam pahlawan tersebut, ia bertemu dengan orang yang mengaku teman seperjuangan suaminya dan mengabarkan bahwa suaminya tertembak di suatu tempat dan dikuburkan di sana. Tanpa berpikir panjang, Mbah Sri langsung pergi untuk mencari tempat tersebut dengan berbekal informasi seadanya. Ia bertekad untuk menemukan makam suaminya dan berharap dapat di makamkan di sebelah pusara suaminya kelak ketika ia telah tiada. Apakah pencarian Mbah Sri akan berjalan mulus? Akan kah Mbah Sri berhasil menemukan makam suaminya?

Dalam sepanjang perjalanan Mbah Sri ini kita akan mendapat banyak pembelajaran moral dan sejarah perjuangan pahlawan untuk membela kemerdekaan. Diperkuat dengan bahasa ibu setting cerita yaitu Bahasa Jawa dalam tiap adegan menjadikan film ini sepeti film yang sangat otentik. Hal yang membuat kita baper (terbawa perasaan) lagi adalah ketika melihat tokoh utama, Mbah Sri (Ponco Sutiyem) yang usianya ternyata sudah menginjak 95 tahun tapi masih gigih dan berjalan jauh demi mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang selama ini menghatuinya. Rasanya seperti iba tetapi sekaligus kagum pada keteguhannya. Dari beliau kita akan banyak belajar tentang sabar, ikhlas, dan nilai-nilai kehidupan. Satu yang serasa kurang dalam film ini adalah sinematografinya. Pengambilan gambar yang seadanya membuat nilai film ini menjadi sedikit melemah. Tetapi di balik kekurangannya, film ini tetap menjadi film yang layak untuk ditonton.

Aktor lain dalam film ini juga merupakan aktor lokal asal Jogja seperti Rukman Rosadi, Ledjar Subroto, dan Vera Prifatamasari. Hal lain yang menarik adalah munculnya Hanung Bramatyo sebagai cameo dalam suatu adengan di film ini. Menariknya, ia mengunakan Bahasa Jawa yang kental dalam membawakan dialognya. Selain menggunakan Hanung Bramantyo sebagai cameo, film ini juga memunculkan banyak MC kondang asal Jogja seperti Alit Jabangbayi, Gundhisos, dan Afgandos sebagai cameo. Pasti semakin penasaran kan dengan film ini? Yuk segera pesan tiketnya di Bioskop Today.

7.5/10

Penulis:

on my way to be Fashion Designer

Trailer film Ziarah

Komentar dan Review film Ziarah

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi