10 Film Terbaik Al Pacino Yang Tak Lekang Dimakan Waktu

| Tidak ada komentar

10 Film Terbaik Al Pacino Yang Tak Lekang Dimakan Waktu

Siapa sih yang nggak tahu Al Pacino? Pria yang memiliki nama asli Alfredo James Pacino ini terlahir dengan talenta yang luar biasa. Selama karirnya yang sudah menginjak tahun ke 40, dia sudah membintangi lebih dari 50 judul film. Nah dari ke-50 film yang pernah dia bintangi, inilah 10 film yang bisa dikatakan yang terbaik dari film-film yang lainnya, meskipun setiap orang pasti punya penilaiannya sendiri-sendiri.

#10 - Donnie Brasco (1997)

Donnie Brasco adalah sebuah kisah tentang seorang agen rahasia FBI yang menyusup ke dalam sebuah kelompok sindikat. Al Pacino bermain sebagai sindikat yang ditarget oleh Johnny Depp, yang memerankan agen FBI. Permainan apik Al Pacino dalam menghidupi peran yang dia mainkan dengan sempurna membuat penonton menjadi merasa simpati untuk sang pembunuh tersebut.

#9 - Serpico (1973)

Sebuah kisah nyata tentang polisi New York yang memerangi korupsi di tubuh kepolisian. Di film ini Al Pacino sebagai pemeran utama. Film ini bersetting di New York City dalam masa tahun 1960-an dan 1970-an ketika korupsi di kepolisian adalah sebuah hal yang umum. Serpico, seorang polisi yang jujur dan tegas bahkan pada sahabatnya sekalipun. Ini adalah salah satu highlights dari karir Al Pacino karena permainannya yang luar biasa.

Baca juga: Al Pacino Digaet Bermain Di Film Once Upon A Time In Hollywood

#8 - Scent Of A Woman (1992)

Film yang bisa dikatakan family-friendly atau ramah keluarga yang ada di daftar ini, Scent Of a Woman adalah sebuah komedi-drama tentang orang buta dan seorang pemuda. Al Pacino, berperan sebagai orang tua yang pemarah. Meskipun film ini tidak dipenuhi dengan kekerasan seperti film-film lain di dalam daftar ini, Namun Al Pacino tetap memasukkan kata-kata yang "tidak senonoh" di dalamnya. Yah, dasar Pacino...

#7 - Heat (1995)

Sebuah film tentang perampokan film. Di film ini Al Pacino beradu akting dengan Robert De Niro. Sepanjang film, Pacino adalah letnan polisi yang memburu De Niro beserta gengnya. Penuh dengan tembakan, kejar-kejaran mobil, dan ledakan. Keduanya, Pacino dan De Niro mampu untuk memastikan bahwa permainan mereka tidak dibayangi oleh efek khusus.

#6 - Carlito's Way (1993)

Di sini Al Pacino bermain sebagai narapidana Puerto Rico yang berusaha untuk tetap hidup lurus saat dia sudah keluar dari penjara. Sayangnya, dia tidak dapat melarikan diri masa lalunya. Masa lalunya selalu menangkapnya, ketika ia berjuang untuk memulai lagi kehidupan yang baru. Ini adalah sebuah dark-role dan showcase yang sempurna bagi Pacino.

#5 - Dog Day Afternoon (1975)

Dog Day Afternoon adalah film pertama Al Pacino setelah sangat sukses dalam Godfather Part II. Berperan sebagai perampok bank yang berubah menjadi penyandera, Al Pacino memberikan seluruh kemampuannya dalam menghayati perannya tersebut. Ini adalah film dengan ketegangan yang tinggi dan nerve-wracking, dimana sebagian besar berkat kinerja dari Al Pacino. Meskipun, ini adalah sebuah hasil kerjasama yang apik dengan seluruh pemeran yang bermain di situ.

#4 - Glengarry Glen Ross (1992)

Glengarry Glen Ross adalah salah satu dari sedikit film yang mampu menciptakan dampak yang besar dengan aksi dan produksi yang minimalis. Film ini pada dasarnya adalah sebuah karya yang dihasilkan oleh semua orang yang terlibat, termasuk Kevin Spacy, Alec Baldwin, dan Jack Lemmon. Ini adalah sebuah kisah dari agen real estate yang takkan pernah menyerah untuk bisa menutup kesepakatan.

#3 - The Godfather Part II (1974)

Bisa dibilang adalah sekuel terbaik yang pernah dibuat – The Godfather Part II melacak awal kehidupan keluarga Corleone di tahun 1920. Sebuah kisah epik yang melanjutkan para sindikat, film mencakup beberapa dekade, termasuk 1950, di mana Michael Corleone (Al Pacino) sedang mencoba untuk memperluas kerajaan kriminal mereka.

Dalam The Godfather Part II, kita mendapati Al Pacino dan Robert De Niro; meskipun, mereka tidak dalam satu layar, karena De Niro bermain sebagai Corleone tua (yang dimainkan oleh Marlon Brando dalam setting saat ini) dalam kilas balik ke tahun 1920 dan kebangkitan keluarga Corleone di New York City.

#2 - The Godfather (1972)

The Godfather, bersama dengan sekuelnya, adalah sebuah film mafia terbaik dalam sejarah film. Marlon Brando bermain sebai seorang bos mafia tua yang perlahan-lahan memindahkan kekuasaannya ke putranya – yang dimainkan oleh Al Pacino muda. Michael (diperankan oleh Al Pacino) enggan untuk mewarisi takhta ayahnya tersebut, tapi akhirnya menyadari bahwa itu adalah satu-satunya pilihan dalam hidupnya. Ini adalah film yang membuat Al Pacino populer dan menanjak karirnya.

Al Pacino, seorang aktor yang relatif tidak dikenal, mengalahkan beberapa nama besar untuk bisa mendapatkan peran itu. Aktor-aktor lain yang pernah dipertimbangkan untuk peran Michael Corleone termasuk Robert Redford, Jack Nicholson, dan Warren Beatty. Robert De Niro juga pernah masuk dalam nominasi untuk memerankan karakter tersebut, tetapi pada akhirnya Al Pacino lah yang dipilih. Dalam hal ini De Niro masih kabagian peran karena ia bermain sebagai Don Vito Corleone dalam sekuel film ini.

#1 - Scarface (1983)

Scarface mungkin menjadi penampilan terbaik Al Pacino sepanjang karirnya. Dalam film ini mengandung kutipan yang terkenal, "Say hello to my little friend". Scarface dirilis pada tahun 1983, dan disutradarai oleh Brian De Palma. Film ini menampilkan warna dan kejahatan di Miami selama periode itu dengan berfokus pada kisah seorang imigran Kuba yang mengambil alih sebuah kartel narkoba. Dalam film ini juga terdapat penampilan yang mengesankan dari seorang Michael Pfeiffer muda.

Nah itu tadi daftar film-film terbaik yang dibintangi oleh Al Pacino. Jelas, bukan hanya itu sebenarnya, masih terdapat banyak lagi. Beberapa film yang mungkin juga kalian kenal seperti The Devil’s Advocate (1997), City Hall (1996), dan Frankie and Johnny (1991). Dalam Frankie and Johnny, kita bisa melihat Pacino bermain bersama dengan Michelle Pfeiffer dalam sebuah film tentang seorang narapidana dan seorang pelayan.

Jadi, mana yang terbaik menurut kamu?

Tag: ,

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi