6 Fakta Unik Black Panther Yang Perlu Anda Tahu

| Tidak ada komentar

6 Fakta Unik Black Panther Yang Perlu Anda Tahu

Satu lagi tontonan Marvel yang bakal menampilkan tokoh superhero baru di dunia perfilman adalah Black Panther. Mengapa film ini sangat dinantikan dan apa saja fakta menarik yang diusungnya? Mari kita simak bersama di sini.

Film superhero Marvel memang selalu memantik animo tinggi dari para penikmat film. Bukan cuma film yang dibintangi tokoh-tokoh superhero utama seperti Iron Man dan Captain Amerika, tapi juga film-film dengan tokoh 'sekunder' atau bahkan yang baru memperkenalkan karakter superhero baru di layar lebar.

Tengok saja bagaimana Doctor Strange dan Guardians of the Galaxy mengeruk banyak keuntungan dan mendapat pujian dari para pengamat. Bahkan Ant-Man yang selama ini dikenal sebagai superhero 'kelas 3' pun mengejutkan banyak pihak dengan keberhasilan tak terduganya. Kesuksesan yang sama tampaknya juga bakal didulang oleh Black Panther.

Baca juga: Trailer Black Widow Akhirnya Dirilis, Intip Aksinya Di Sini

Sempat tampil di Captain America: Civil War, karakter tersebut sukses mencuri perhatian para audience di kemunculan perdananya. Selain itu, Black Panther seolah mewakili para minoritas kulit hitam yang selama ini kurang 'diwakilkan' sebagai tokoh utama di film-film mayor berbudget besar.

Karena itu, tak heran jika film solo Black Panther yang akan rilis bulan ini digadang-gadang meraih sukses besar. Menurut survey Fandango dan hampir semua media perfilman lain, Black Panther nangkring di posisi ke-2 dalam daftar film 2018 yang paling ditunggu-tunggu. Film arahan Ryan coogler ini cuma kalah dari Avengers: Infinity War yang masih 'satu keluarga', dan sukses mengalahkan franchise-franchise besar semacam Jurassic World: Fallen Kingdom, The Incredibles 2, dan perwakilan DCEU, Aquaman.

Namun tahukah Anda? Ada 6 fakta unik yang melingkupi karakter dan peluncuran film Black Panther. Apa sajakah itu?

1. Black Panther Lebih Kaya Dari Iron Man

Tokoh T'Challa yang beraksi sebagai Black Panther adalah seorang raja di negeri Wakanda. Wakanda sendiri adalah wilayah fiksi yang terletak di benua Afrika, dengan kekayaan Sumber Daya Alam melimpah, khususnya vibranium. Jika Anda mengikuti film-film Captain America dan Avengers: Age of Ultron, Anda pasti tahu jika vibranium adalah bahan yang mendasari perisai Captain America, juga suatu komoditas langka yang nilainya tak terhingga.

Namun sayangnya, kekayaan Wakanda sengaja disembunyikan dari dunia luar untuk menghindari eksploitasi negara-negara barat. Di peta dunia, Wakanda hanya dikenal sebagai negara Afrika biasa yang sebagian besar penduduknya mengandalkan hasil tani dan ternak. Padahal, jika sudah menembus zona perlindungannya, peradaban Wakanda tak kalah maju dari negara-negara adidaya seperti AS, Inggris, dan yang lainnya.

Karena eksklusifitas itulah, banyak pihak tidak mengetahui jika Black Panther memiliki jumlah kekayaan yang hampir tak terbatas. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan sosok Iron Man yang memang seorang publik figur dan kekayaannya sudah bisa diukur.

2. Mengunggulkan Budaya Kulit Hitam

Nyaris seperti Wonder Woman yang mengangkat feminisme, Black Panther mengupas suatu kepentingan minoritas, yakni budaya kulit hitam dari segala sisi. Hampir semua pemainnya adalah aktor-aktor kulit hitam, begitu pula dengan sutradaranya Ryan Coogler. Soundtrack-nya ditangani oleh rapper terkenal Kendrick Lamar, dan latar budayanya pun didasarkan pada kearifan lokal suku asli di negara-negara Afrika.

Pemain Black Panther

Bahasa natif yang digunakan adalah Xhosa, salah satu bahasa resmi di Afrika Selatan. Untuk mendapatkan iringan musik dan desain produksi yang seorisinil mungkin, tim kreatif Black Panther bahkan melakukan observasi langsung di negara-negara Afrika. Inspirasi mereka lebih banyak terpusat pada kebudayaan negara-negara Sub-Sahara seperti Uganda, Rwanda, Burundi, Kongo, dan Ethiopia.

3. Dikawal Pasukan Wanita Tangguh

Tidak seperti pemimpin dunia lain yang mengandalkan jasa para bodyguard pria, pasukan pengawal Black Panther adalah para wanita perkasa berjuluk Dora Milaje. Tidak hanya pandai bela diri, wanita-wanita ini merupakan pejuang elit yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan selalu berkepala plontos.

Keterlibatan mereka jelas tidak hanya menjadikan Black Panther sebagai perwakilan para kulit hitam, tapi juga reprentase bagi wanita-wanita kulit hitam yang digambarkan sebagai sosok tangguh nan berkelas. Salah satu tokoh perempuan di film ini, Shuri, bahkan menuai pujian luar biasa dari para hadirin di screening awal Black Panther.

4. Memecahkan Rekor Pemesanan Tiket

Menurut data Fandango yang melayani penjualan tiket pra-rilis, Black Panther telah sukses mengungguli rekor penjualan terbanyak yang sebelumnya dipegang Batman v Superman: Dawn of Justice. Meski jumlahnya tidak disebutkan secara eksplisit, status Black Panther sebagai pemecah rekor telah divalidasi oleh Fandango sendiri.

Atas pencapaian tersebut, proyeksi opening Box Office Black Panther terus meningkat dari waktu ke waktu. Setelah sebelumnya ditargetkan meraup 90 juta USD di pemutaran perdananya, para pengamat film kini yakin jika pendapatan awal Black Panther bisa menembus 150 juta USD.

5. Terancam Disabotase Fans DC

Rivalitas Marvel dan DC memang kian memanas, terutama setelah tahun 2016-2017 diwarnai dengan perlombaan rilis film dari kedua studio tersebut. Sayangnya, film-film DC nyaris selalu gagal mensejajarkan diri dengan film Marvel di mata kritikus. Meski Box Office-nya luar biasa, DCEU dan Warner Bros. hampir selalu gagal meyakinkan para pengamat film.

Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas film seperti itu adalah skor agregat di Rotten Tomatoes. Fans DC yang tak pernah puas dengan perolehan nilai film-film DC di Rotten Tomatoes selalu menghujat situs tersebut, bahkan sempat mengadakan petisi untuk memboikotnya setelah mengetahui skor buruk Suicide Squad. Kini, beberapa fans DC kembali berulah dengan membuat posting di media sosial, untuk menyebarkan ajakan sabotase nilai Black Panther. Mereka berpendapat jika Rotten Tomatoes selalu berat sebelah dan tidak kredibel.

Padahal situs Rotten Tomatoes dimiliki oleh Fandango, yang sebagian sahamnya dipegang oleh Warner Bros. Jadi apabila ada hal-hal bias seperti yang mereka tuduhkan, bukankah seharusnya Rotten Tomatoes lebih berpihak pada film-film DC? Lalu bagaimana dengan Wonder Woman yang sukses meraup skor bagus di situs tesebut? Hmm.

6. Pengantar Avengers: Infinity War

Keterkaitan antara Black Panther dan Avengers: Infinity War tidak hanya bersumber dari waktu rilisnya yang berurutan, tapi juga berbagai komponen dalam cerita. Agar lebih mudah melihatnya, coba simak trailer Avengers: Infinity War di bawah ini.

Seperti yang Anda lihat, salah satu adegan peperangan besar tampak berlokasi di negeri Wakanda. Di samping itu, ada pertanyaan-pertanyaan seperti "kapan Winter Soldier kembali dibangunkan dan mendapat senjata baru?", "apa yang terjadi di Wakanda sehingga menjadi arena pertempuran masal?", dan "bagaimana Captain America bisa muncul di Wakanda?"

Hampir bisa dikatakan, Black Panther adalah film Marvel yang tak boleh dilewatkan jika Anda sangat menantikan Avengers: Infinity War.

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi