7 Film Dengan Plot Twist Gagal

| Tidak ada komentar

7 Film Dengan Plot Twist Gagal

Tahukah Anda? Iron Man 3, Spectre, dan Star Trek Into Darkness ternyata punya kesamaan yang tak patut dibanggakan. Bermaksud mengesankan penonton dengan kejutan Plot Twist, ketiga film tersebut justru 'hilang arah' setelah menampilkan Plot Twist. Bagaimana bisa hal itu terjadi? Apa saja film lain yang gagal memasukkan Plot Twist dengan baik?

Salah satu sensasi nonton film paling menyenangkan adalah saat kita selalu penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Alhasil, kejutan cerita atau Plot Twist yang begitu tak disangka-sangka hampir selalu menjadi highlight yang disambut antusias. Beberapa film bahkan tak bisa dikatakan istimewa jika bukan karena Plot Twist-nya.

Ingat dengan pengakuan Darth Vader yang mengungkap jati dirinya sebagai ayah Luke Skywalker di The Empire Strikes Back? Atau momen ketika Bruce Willis menyadari dirinya telah tiada di The Sixth Sense? Atau yang lebih mencengangkan lagi, saat tokoh yang diperankan Brad Pitt di Fight Club ternyata cuma khayalan dari si karakter utama?

Baca juga: Danny Boyle Disunting Untuk Menyutradarai Film James Bond Berikutnya

Semua itu adalah contoh-contoh Plot Twist yang hingga kini diakui sebagai kejutan cerita paling spektakuler dan memuaskan. Ketiganya bisa memenuhi karakteristik Plot Twist yang baik: bisa menjawab semua teka-teki dan kejanggalan dari awal film, mengejutkan, dan masih masuk akal ketika kita menalarnya kembali.

Jika sebuah film tidak bisa melengkapi satu saja ciri Plot Twist yang baik, maka ia bisa dikatakan telah gagal. Perkara Plot Twist ini sangat sensitif, karena jika lemah sedikit saja, maka justru bisa terkesan sangat dipaksakan dan dibuat-buat.

Film-film Hollywood telah banyak mengambil risiko Plot Twist. Ada yang berakhir dengan spektakuler seperti The Sixth Sense dan Fight Club, ada pula yang malah gagal seperti 7 film berikut.

1. Planet of the Apes

Kisah Planet of the Apes memang telah berulang kali diangkat ke layar lebar, tapi film arahan Tim Burton yang rilis tahun 2001 ini dianggap sebagai yang paling gagal. Banyak alasan yang mendasari performa buruk film tersebut, tetapi hampir semua pihak sepakat jika Plost Twist gagalnya-lah yang mengarahkan Planet of the Apes ke jurang kehancuran.

Plot Twist gagal Planet of the Apes

Awal Mula Plot Twist

Seorang astronot (Mark Wahlberg) mengalami kecelakaan dan tersedot ke sebuah Lubang Cacing (wormhole), yang kemudian membuatnya terdampar di sebuah planet asing. Ia semakin terkejut ketika mengetahui bahwa planet tersebut dikuasai oleh para simpanse dengan intelejensi tinggi, yang bertindak sebagai diktator dan memperbudak umat manusia.

Plot Twist

Setelah melalui perjuangan berbahaya dan penuh rintangan, sang astronot akhirnya berhasil kembali ke bumi. Namun ternyata, para simpanse yang memperbudaknya tampak telah menguasai bumi.

Mengapa Plot Twist Gagal?

Terlalu dipaksakan dan tidak masuk akal. Plot Twist film ini tidak menjawab apa-apa dan terlihat dimasukkan hanya untuk membuat penonton terkejut. Jika dipikir-pikir, bagaimana para simpanse itu bisa mengikuti sang astronot ke bumi, lalu pergi ke masa lalu untuk memulai penjajahan?

Di sini, Tim Burton tampak 'menyerahkan' semuanya pada misteri Lubang Cacing yang memang bisa membengkokkan logika ruang dan waktu. Akan tetapi, solusi yang seperti itu jelas terkesan 'malas' dan 'mengkhianati' perhatian penonton yang sedari awal sudah mendukung perjuangan sang astronot.

2. Iron Man 3

Dilihat dari kualitas dasarnya, tak ada yang salah dengan Iron Man 3. Film solo terakhir Tony Stark ini bahkan mendapat sanjungan dari pengamat dan sukses meraih pendapatan besar.

Namun di kalangan fans Marvel, Iron Man 3 sering dianggap sebagai film terburuk MCU, karena mereka tidak suka dengan Plot Twist yang mengorbankan kegarangan Mandarin. Ia merupakan salah satu karakter yang 'seharusnya' menjadi musuh utama Iron Man. Selain kejutan tidak menyenangkan itu, Iron Man 3 juga punya Plot Twist lain, yang kali ini juga diamini oleh para kritikus karena saking janggalnya.

Plot Twist gagal Iron Man 3

Awal Mula Plot Twist

Di masa lalunya, Tony Stark pernah terlibat dengan seorang ilmuwan wanita bernama Maya. Perempuan tersebut tiba-tiba muncul menolong Pepper saat rumah Stark diserang.

Plot Twist

Setelah mengakui penyesalannya bekerja di perusahaan saingan Stark, Maya berkhianat dan menyerahkan Pepper pada Killian yang menjadi musuh utama di Iron Man 3. Namun sebelum sang musuh berupaya melukai Pepper, Maya tiba-tiba berubah pikiran dan berusaha melawan Killian.

Mengapa Plot Twist Gagal?

Sangat tidak masuk akal karena sama sekali tidak ada latar cerita yang mendasari motif Maya. Jika ia merasa iri atau cemburu pada Stark, tidak ada satupun pertanda yang diperlihatkan di sepanjang film. Rasa simpati yang biasanya bisa memicu tokoh antagonis untuk berganti pihak pun tidak diperlihatkan oleh Rebecca Hall, sang aktris pemeran Maya.

Bertahun-tahun setelah rilis Iron Man 3 dan deretan film-film Marvel yang sukses luar biasa, kegagalan Plot Twist ini masih menjadi catatan hitam yang tak bisa dihilangkan dari perjalanan MCU. Disinyalir, studio tersebut sebenarnya bermaksud menjadikan Maya sebagai musuh utama, tapi merubah rencana karena khawatir akan penjualan merchandise yang kurang laris.

3. The Village

The Village merupakan film M. Night Shyamalan ketika ia masih berada di puncak popularitas. Sebelum merilis film ini, sutradara yang dikenal sebagai rajanya Plot Twist ini baru saja menelurkan film-film hits seperti The Sixth Sense, Unbreakable, dan Signs. Ketiganya memuat Plot Twist menakjubkan yang memancing banyak diskusi. The Sixth Sense bahkan berhasil meraih nominasi Oscar dan memicu tren Plot Twist di film-film awal 2000-an.

Plot Twist gagal The Village

Awal Mula Plot Twist

Seorang tunanetra yang hidup di sebuah desa terpencil harus menghadapi rasa takutnya untuk keluar dan mencari pertolongan. Masalahnya, desa yang ditinggalinya dihuni oleh komunitas garis keras. Para tetua yang memimpin desa itu percaya jika ada monster mengerikan yang tinggal di hutan. Padahal, hutan tersebut adalah satu-satunya hal yang memisahkan desa terpencil mereka dengan dunia luar.

Plot Twist

Monster yang ditakuti sebenarnya tidak ada. Penampakan yang dianggap sebagai bukti keberadaan monster adalah para tetua yang mengenakan kostum. Mereka sengaja melakukan hal itu untuk menakut-nakuti penduduk dan mencegah mereka keluar dari desa.

Mengapa Plot Twist Gagal?

The Village adalah sebuah film horor. Jadi ketika monster yang ditakutkan terungkap sebagai para orang tua di dalam kostum, semua ketegangan dan keseriusan dari awal cerita terkesan konyol. Inilah salah satu contoh Plot Twist yang bukannya mendukung dan menyempurnakan film, tapi justru menjadi biang kegagalan.

4. Vanilla Sky

Diadaptasi dari film Spanyol, Vanilla Sky sampai saat ini menjadi salah satu film Tom Cruise paling absurd. Meski dibintangi artis-artis terkenal pada zamannya dan menyajikan visual yang mengesankan, film ini gagal menciptakan impresi yang baik. Plot Twist gagal yang dimasukkan di dalamnya turut memperparah keadaan.

Plot Twist gagal Vanilla Sky

Awal Mula Plot Twist

Hidup seorang playboy kaya tiba-tiba berubah total setelah ia mengalami kecelakaan parah. Tidak hanya mengancam keselamatannya, kecelakaan tersebut menorehkan luka permanen yang membuat wajahnya tak bisa dikenali. Di titik terendah itu, ia kemudian mengalami kejadian-kejadian aneh yang memberinya berbagai pelajaran hidup.

Plot Twist

Semua hal yang terjadi pasca kecelakaan sang playboy tidak pernah ada. Tokoh yang diperankan Tom Cruise bunuh diri tak lama setelah mengalami kecelakaan. Ia meninggalkan wasiat untuk dibekukan, sehingga alam bawah sadarnya tetap bisa memasuki dunia simulasi (Virtual Reality) yang ia rancang sendiri. Dengan kata lain, semua plot yang terjadi setelah kecelakaan, tempat dan tokoh yang berinteraksi dengannya, tidaklah lebih dari sekedar imajinasi.

Mengapa Plot Twist Gagal?

Vanilla Sky bisa menjadi film yang benar-benar menarik jika mempertahankan kisah sang playboy yang perlahan-lahan bisa menerima kehidupan barunya. Ada banyak pelajaran hidup yang tentunya bisa diambil dari situ. Namun dengan Plot Twist yang ditambahkan, penonton jadi gagal bersimpati dengan sang tokoh utama. Pada akhirnya, ia masih menjadi playboy egois yang tak ingin menderita di dunia fana. Dengan kekuasaan dan kekayaan yang dimilikinya, ia memilih lari dari kenyataan lewat suatu cara yang membuat Vanilla Sky tak konsisten dengan genre awalnya.

5. Star Trek Into Darkness

Sebagai film kedua dari seri terbaru Star Trek di generasi ini, Star Trek Into Darkness tentu saja meraih atensi yang tak biasa. Terlebih lagi, film ini menampilkan Benedict Cumberbatch yang tengah bersinar terang berkat performanya di serial Sherlock. Namun demikian, Star Trek Into Darkness gagal mempertahankan antusiasme dan meninggalkan jejak penting di tahun-tahun setelah rilisnya. Plot Twist yang memancing kemarahan adalah salah satu alasannya.

Plot Twist gagal Star Trek Into Darkness

Awal Mula Plot Twist

Kapten Kirk (Chris Pine) dan kru USS Enterprise menjalankan misi untuk menangkap teroris yang bernama John Harrison.

Plot Twist

John Harrison mengaku jika ia sebenarnya adalah Khan, pemimpin sebuah klan berkekuatan super yang masih 'ditidurkan'.

Mengapa Plot Twist Gagal?

Setelah sekian lama bersikeras menampik semua kecurigaan media dan fans tentang kemunculan Khan, studio film Star Trek membuat kesalahan besar dengan menjadikannya sebagai Plot Twist. Jika memang dirahasiakan, studio seharusnya tidak mengkhianati kepercayaan publik dan menampilkannya sebagai Plot Twist. Tak heran jika banyak fans merasa marah dan ditipu dengan publisitas studio yang keliru.

Ditambah lagi, kemunculan Khan di film kedua ini sebenarnya tak masuk akal. Para kru USS Enterprise yang baru terbentuk di film pertama belum pernah mendengar siapa Khan, tapi di film kedua, Kirk dkk. seolah-olah sudah mengincar Khan seumur hidup mereka.

6. The Cloverfield Paradox

Dimaksudkan sebagai entry ketiga dari seri Cloverfield, The Cloverfield Paradox justru tampil berantakan karena terlalu memaksakan diri sebagai penghubung film-film sebelumnya. Plot Twist yang dimasukkan terlalu banyak, sehingga cerita yang ditampilkan jadi tidak ada kejelasan sama sekali.

Plot Twist gagal The Cloverfield Paradox

Awal Mula Plot Twist

Sebuah eksperimen di luar angkasa memicu kecelakaan fatal, yang mengakibatkan terbukanya gerbang ke dunia paralel dan mendaratkan sekelompok astronot di sana.

Plot Twist

Ada terlalu banyak Plot Twist yang terjadi. Intinya, setelah terdampar di dunia paralel, para kru pesawat luar angkasa mengalami berbagai kejadian aneh. Di saat yang sama, gerbang antar dunia yang masih terbuka membuat monster-monster raksasa melintas ke bumi dan meneror penduduk dunia.

Mengapa Plot Twist Gagal?

Terlalu dipaksakan. Esensi film-film Cloverfield sebenarnya adalah penjelmaan naskah-naskah film 'buangan' yang dianggap memiliki potensi. Hubungan antar film hanyalah sebuah nilai plus yang tanda-tandanya tak wajib dimunculkan. 10 Cloverfield Lane sukses memaksimalkan hal itu, tapi tidak demikian halnya dengan The Cloverfield Paradox.

JJ Abrams tampak terlalu berupaya untuk menciptakan keterkaitan antar film Cloverfield. Akibatnya, ada terlalu banyak unsur cerita yang asal tempel dan tidak dieksplor dengan matang; satu Plot Twist yang muncul di tengah cerita belum selesai dicerna, sudah muncul Plot Twist lain yang tak kalah absurd. Namun paling tidak, penonton kini sudah mendapat gambaran lebih jelas tentang kedatangan monster-monster yang muncul di film pertama dan kedua.

7. Spectre

Mengikuti kesuksesan Skyfall, studio MGM berusaha keras untuk merilis sekuel yang setidaknya bisa mengulangi keberhasilan film tersebut. Ambisi ini terlihat jelas ketika promo Spectre dimulai. Selain promosi besar-besaran, waktu rilis dan segmentasi film benar-benar sengaja dirancang untuk mendapat atensi kritik dan penonton yang sebesar-besarnya. Sayang, harapan hanya tinggal harapan. Spectre justru menjelma menjadi film yang dinilai terlalu over the top, dengan Plot Twist yang terlalu dipaksakan dan tak masuk akal.

Plot Twist gagal Spectre

Awal Mula Plot Twist

Misi James Bond kali ini adalah membongkar sebuah organisasi kejahatan besar bernama Spectre, yang dikepalai oleh Franz Oberhauser (Christoph Waltz). Menariknya, sosok tersebut terhubung dengan masa lalu James Bond yang masih berbalut misteri.

Plot Twist

Franz Oberhauser adalah Blofeld yang juga saudara tiri James Bond. Karena sentimennya terhadap sang Agen 007, ia menjadi otak di balik semua tindak kejahatan yang melatabelakangi misi Bond, dari era Casino Royale hingga Skyfall.

Mengapa Plot Twist Gagal?

Sama seperti masalah The Colverfield Paradox, kreator Spectre ingin menghubungkan semua film-film sebelumnya (James Bond era Daniel Craig) dengan 'cara unik' dan menampilkannya sebagai kejutan. Spectre memang dimaksudkan sebagai konklusi dari film James Bond Daniel Craig.

Namun demikian, menghubungkan film-film Bond dengan kesimpulan yang tergesa-gesa tampak seperti melompat dari titik A ke poin Z. Keterkaitan yang ditunjukkan banyak yang tidak masuk akal dan malah memunculkan Plot Hole di film-film sebelumnya. Terungkapnya Oberhauser sebagai Blofeld pun sama sekali tidak didasari latar cerita yang jelas, sehingga film ini bisa dikatakan mengulang kesalahan Star Trek Into Darkness yang asal menggabungkan dua tokoh berbeda dalam satu persona.

Setujukah Anda dengan daftar di atas? Apakah Anda memiliki pilihan film lain yang gagal menyajikan Plot Twist? Silahkan berbagi pengalaman dan opini di kolom komentar di bawah ini.

Tag: , , , , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi