Film Pemborong Nominasi Oscar 2018 Dituduh Plagiat

| Tidak ada komentar

Film Pemborong Nominasi Oscar 2018 Dituduh Plagiat

The Shape of Water, film arahan Guillermo del Toro yang mematahkan rekor peraih nominasi terbanyak di Academy Awards ke-90, kini menghadapi batu sandungan besar. Putra seorang penulis naskah mengaku bahwa film tersebut telah 'mencuri' karya ayahnya tanpa izin. Tak main-main, kasus ini telah dilaporkan ke pihak berwenang dengan tuntutan pelanggaran hak cipta.

Kemelut ini bermula dari klaim David Zindel, yang menuduh bahwa The Shape of Water telah menggunakan ide cerita dari naskah drama panggung Let Me Hear Your Whisper tanpa izin. Karya tersebut ditulis oleh mendiang ayahnya, seorang pemenang Pulitzer bernama Paul Zindel.

Layaknya fondasi cerita The Shape of Water, alur pementasan itu juga mengisahkan seorang cleaning service wanita yang bersahabat dengan makhluk air misterius. Latar tempatnya pun berada di sebuah pusat penelitian, sama seperti background di film arahan Guillermo del Toro.

Baca juga: Mark Wahlberg Dukung Nominasi Film Populer Terbaik Di Oscar

Kecurigaan David tak hanya didasari pada kemiripan cerita, tetapi juga pengetahuannya akan minat Daniel Kraus terhadap Let Me Hear Your Whisper. Kraus adalah produser The Shape of Water yang diketahui menyodorkan ide pembuatan film tersebut pada Guillermo del Toro. Kala itu, del Toro memang sedang mencari naskah tepat untuk merealisasikan keinginannya membuat film bertemakan "makhluk air misterius".

Di samping itu, Kraus ternyata pertama kali mengungkapkan minatnya untuk membuat The Shape of Water, di tahun yang sama dengan siaran Let Me Hear Your Whisper di layar kaca. Dalam berbagai sesi tanya jawab, ia juga tak segan untuk mengakui jika dirinya memang suka 'meminjam apapun' demi menyempurnakan idenya.

Lebih jauh lagi, tuduhan terhadap Kraus tidak serta merta membebaskan del Toro dari tudingan David Zindel. Menurutnya, sang sutradara berkebangsaan Meksiko itu seharusnya tahu mengenai Let Me Hear Your Whisper, jauh sebelum ia mengarahkan The Shape of Water. Sebagai informasi, del Toro adalah pengagum seniman Stephen Gammell, yang 'secara kebetulan' adalah ilustrator untuk pertunjukan Let Me Hear Your Whisper di tahun 1974.

Fox Di Sisi Guillermo del Toro

Studio The Shape of Water, Fox Searchlight, menampik adanya kemungkinan plagiasi yang dilakukan del Toro. Menurut perwakilan mereka, sutradara yang berprestasi lewat Pan's Labyrinth itu belum pernah membaca naskah atau menyaksikan pementasan Let Me Hear Your Whisper. Mereka juga menekankan bahwa del Toro selalu terbuka untuk mengakui sumber-sumber luar yang menjadi inspirasinya.

Jadi apabila Let Me Hear Your Whisper tidak menjadi referensinya, maka naskah teater itu jelas tidak ada kaitannya dengan The Shape of Water. Dengan kata lain, Fox meyakini jika kesamaan antara kedua naskah hanya kebetulan semata.

Akankah Skandal Plagiasi Mempengaruhi Prospek Oscar The Shape of Water?

Dengan begitu banyaknya film, serial televisi, dan pementasan yang bertebaran di Hollywood, adanya kesamaan cerita memang tak terhindarkan. Maka dari itu, setiap penulis naskah akan sangat berhati-hati sebelum mengajukan tuntutan pelanggaran hak cipta. Contoh terbaru dan paling terkenal dari kasus plagiasi naskah film adalah Avatar yang penah dimejahijaukan oleh sekitar 8 pelapor.

Tuduhan plagiasi tersebut tak mampu menggoyahkan dominasi Avatar. Setelah perkaranya diproses di pengadilan, film itu memenangkan sebagian besar kasus yang dituduhkan padanya. Avatar juga memborong banyak nominasi Oscar di tahun 2010, dan bahkan membawa pulang piala Best Visual Effect, Best Cinematography, serta Best Art Direction. Hingga saat ini, reputasi film garapan James Cameron itu masih bertahan, sementara gonjang-ganjing plagiasinya tak seberapa terdengar lagi.

The Shape of Water pun bisa mengulangi keberhasilan yang sama, jika film tersebut sanggup membuktikan kebenarannya. Apabila tuduhan plagiasi ini terus dibiarkan dan Fox tidak sanggup memberikan bukti atas klaimnya, maka kredibilitas The Shape of Water sebagai peraih nominasi Oscar 2018 terbanyak bisa menjadi taruhan.

Sejauh ini, film yang dibintangi Sally Hawkins itu memimpin dengan 13 nominasi, termasuk di kategori film terbaik, sutradara terbaik, aktris terbaik, aktor dan aktris pendukung terbaik, termasuk juga naskah asli terbaik. Bercermin pada tuduhan plagiasi ini, lolosnya The Shape of Water di kelompok naskah asli terbaik tentu sangat ironis.

Beberapa media perfilman Hollywood masih optimis akan peluang The Shape of Water, karena film tersebut masih bisa memenangkan Directors Guild of America Award setelah dikoyak oleh skandal ini. Apakah The Shape of Water bisa lolos seperti Avatar, atau justru terseret oleh tuduhan plagiasi ini, tentu perlu kita lihat dulu bagaimana perkembangannya dalam beberapa waktu ke depan.

Tag: , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi