7 Film Horor Yang Menjadi Kenyataan

| Tidak ada komentar

7 Film Horor Yang Menjadi Kenyataan

Film diadaptasi dari kisah nyata memang sudah biasa, tapi bagaimana jika sebuah kisah nyata-lah yang terjadi karena sebuah film? Terlebih lagi, yang menjadi inspirasi di sini adalah film horor dengan segala aspek-aspek mengerikannya. Berikut adalah 7 film horor terkenal yang menginspirasi kejadian nyata.

1. Nightmare on Elm Street

Daripada judulnya, film ini lebih dikenal karena sosok monster pembunuhnya: Freddy Krueger yang bisa menghabisi nyawa orang-orang lewat mimpi. Nightmare on Elm Street meupakan salah satu film horor klasik yang masih menjadi favorit audience hingga kini, meski relevansinya sudah semakin berkurang dan temanya tidak serius seperti The Exorcist.

Walaupun hanya menjadi film horor tipikal, Nightmare on Elm Street sudah berkembang menjadi sebuah franchise dan memiliki banyak sekuel. Sosok ikonik monsternya, Freddy Krueger, ternyata menginspirasi Daniel Gonzalez untuk menjadi seorang pembunuh berantai seperti Krueger. Ia mengaku sering berfantasi meniru sang monster yang bisa menebar teror di penjuru kota.

Baca juga: Saksikan Para Monster Yang Menjelma Jadi Nyata Di Trailer Goosebumps 2

Film horor Nightmare on Elm Street

Di tahun 2004, Gonzalez mulai melakukan aksinya dan berniat membunuh setidaknya 10 orang. Untungnya, pihak berwajib berhasil membekuknya ketika ia 'baru' membunuh 4 orang dalam waktu 3 hari. Ia pun dijatuhi 6 kali masa hukuman seumur hidup dan dijebloskan ke sebuah rumah sakit khusus.

Pada tahun 2007, Gonzalez ditemukan tewas bersimbah darah dan disinyalir melakukan bunuh diri. Berbagai pihak memerkirakan jika Gonzalez sebenarnya adalah seorang penderita schizophrenia dan pecandu narkoba, sehingga sering berhalusinasi.

2. The Purge

Berbeda dari film sebelumnya yang sudah menjadi tontonan klasik, The Purge relatif baru dan dirilis pada tahun 2013. Film inipun tidak terkekang oleh standar horor yang menampilkan sosok monster atau arwah penasaran, karena The Purge menyajikan kondisi horor yang lebih realistis.

Bayangkan saja, apa yang terjadi jika pemerintah suatu negara melegalkan pembunuhan, penculikan, penganiayaan, dan semua tindak kriminal dalam semalam? Meski dilakukan atas dalih meminimalisir tindak kriminal di lain hari, kebrutalan yang terjadi di malam itu tetap saja mengerikan.

Film horor the purge jadi nyata

The Purge memang tidak sukses luar biasa seperti The Conjuring atau Insidious yang baru saja dikabarkan merintis film kelimanya, tapi konsepnya yang unik berhasil menumbuhkan popularitas di berbagai komunitas fanatik. Hingga tahun 2018, The Purge sudah memiliki dua sekuel yang masing-masing rilis di tahun 2014 dan 2016.

Salah satu penggemar fanatik The Purge, Jonathan Cruz, berupaya merealisasikan tema film dengan meresmikan 4 hari bebas membunuh menurut versinya sendiri. Selama 4 hari itu, ia telah membunuh 3 orang, serta melakukan perampokan dan intimidasi.

Polisi awalnya tidak mengetahui motif Cruz dan menganggap tindak kriminalnya dilakukan secara acak tanpa target yang jelas. Namun setelah mendapat pengakuan dari salah seorang temannya, barulah pihak berwajib mengetahui jika Cruz berniat melakukan "Purge" (pembersihan) selama 4 hari itu.

Pengadilan akhirnya menjatuhi Jonathan Cruz dengan 3 kali masa hukuman seumur hidup. Satu-satunya hal yang membatasi sang tersangka dari hukuman mati adalah ketersediaannya untuk mengaku bersalah.

3. Halloween

Selain Freddy Krueger, satu lagi sosok pembunuh berantai terkenal dari film horor klasik adalah Michael Myers. Film yang menjadi titik awal popularitas Jamie Lee Curtis ini pernah di-remake di tahun 2007 dengan judul sama, dan dari sinilah aksi gila seorang pemuda berusia 17 tahun berawal.

Setelah menonton film remake Halloween, Jake Evans mengaku 'terinspirasi' untuk mengikuti jejak Michael Myers yang menurutnya bisa membungkam para penindas. Evans juga sangat terkesan dengan gaya Myers yang begitu tenang saat membunuh para korbannya.

Film horor Halloween jadi kenyataan

Apa yang terjadi kemudian adalah aksi pembunuhan sadis terhadap adik perempuan dan ibunya. Beberapa jam setelah ditangkap, Evans menulis surat pengakuan yang menyatakan bahwa ia telah menonton film Halloween 3 kali, seminggu sebelum ia melangsungkan aksi pembunuhan.

Evans sempat mempertimbangkan tindakannya, tetapi memilih untuk tetap membunuh kedua anggota keluarganya karena merasa 'tertekan' dengan keberadaan mereka. Atas perbuatannya, Evans dijatuhi hukuman 45 tahun penjara.

4. American Psycho

Jauh sebelum Christian Bale dikenal sebagai Batman dalam trilogi The Dark Knight, kepiawaian aktingnya sudah diakui ketika ia berperan sebagai pembunuh gila dalam American Psycho (2000). Performa yang begitu bagus itu rupanya mampu meyakinkan Brian Douglas White untuk membunuh ibu dan kekasih baru dari mantan pacarnya.

Aksi itu sebenarnya tidak semata-mata dilakukan karena ia terinspirasi oleh perilaku sang pembunuh di film. White ingin membalas dendam karena merasa sakit hati dengan mantan kekasihnya. Namun metode pembunuhannya sama seperti cara Patrick Bateman (karakter Bale dalam American Psycho) membunuh korban-korbannya, yakni menggunakan kapak untuk kemudian memutilasi mereka.

Film horor American Psycho jadi nyata

Ia pun melontarkan kuotasi dari salah satu dialog film American Psycho dan mengunggahnya di Facebook, sebelum melakukan aksi brutalnya. Sang mantan kekasih yang saat itu juga berada di lokasi kejadian, berhasil kabur dan memanggil pihak kepolisian. Namun sebelum ia ditangkap, White sudah tewas karena luka tembak yang diduga ia sebabkan sendiri. Dengan kata lain, ia langsung melakukan bunuh diri seusai membantai 2 korbannya.

5. Saw

Jika berbicara tentang film pembunuhan, penyiksaan, dan aksi sadisme yang sengaja dibuat untuk 'menyiksa' para penontonnya, maka Saw akan keluar sebagai juara. Ketertarikan gila sang tokoh antagonis di film ini ternyata pernah ditiru oleh Matthew Tinling, seorang pria 25 tahun yang menjadi penggemar fanatik seri film Saw.

Film horor Saw jadi kenyataan

Di tahun 2012, Tinling menyiksa tetangganya dengan cara yang tidak jauh berbeda dari aksi Jigsaw; menusuk korbannya berulang kali dan mengiris tulang punggungnya. Semua itu dilakukan hanya untuk memeras sang korban, Richard Hamilton, agar ia mau memberikan akses ke rekening bank-nya. Setelah Hamilton memberikan kode PIN untuk rekening bank yang hanya berisi sekitar $311, Tinling pun menguras tabungan itu dan menggunakannya untuk membeli kokain.

Setelah ditangkap, pihak berwajib menemukan DVD Saw VI di kamar Tinling dan menggunakannya sebagai barang bukti. Atas tindakan bejatnya, Tinling dihukum seumur hidup.

6. Scream

Meluncur di tahun 1990-an, Scream merupakan primadona horor pada masanya. Sosok pembunuh sadis yang menewaskan banyak korban di film itu memang sangat ikonik dengan topeng Ghostface-nya. Tak disangka, kekejaman itu menginspirasi seorang pemuda di Belgia untuk melakukan tindakan serupa.

Film horor Scrream jadi kenyataan

Adalah Thierry Jaradin, seorang pemuda 24 tahun yang sengaja berkenalan dengan Alisson Cambier untuk mempraktekkan aksi pembunuhan di Scream. Jaradin begitu sabar dalam mereka ulang adegan pembunuhan tersebut. Ia mula-mula mengakrabkan diri dengan Cambier, kemudian mengajaknya nonton film bersama di rumah.

Saat Cambier menolak bermesraan, Jaradin tiba-tiba keluar dari ruangan dan muncul kembali dengan topeng Ghostface. Ia kemudian menusuk Cambier sebanyak lebih dari 30 kali, merebahkan jasadnya di atas kasur, meletakkan bunga mawar di mulutnya, dan menelepon ayahnya untuk mengakui tindakannya.

Pihak kepolisian cukup terheran-heran dengan ulah Jaradin, karena ia belum pernah memiliki satupun catatan kriminal yang mengindikasikan tendensi sadisnya. Tetap saja, pengadilan kemudian memutuskan untuk menjatuhi Jaradin dengan hukuman seumur hidup.

7. Interview with the Vampire

Kolaborasi fenomenal Brad Pitt dan Tom Cruise pernah terjadi di tahun 1994, ketika keduanya bermain di film horor Interview with the Vampire. Meski tidak terlalu sukses, film itu memiliki beberapa penggemar fanatik. Namun fanatisme Daniel Sterling agaknya terlalu berlebihan, karena ia berupaya meniru para vampir di film itu dengan meminum darah dari kekasihnya sendiri.

Film horor Interview with the Vampire jadi kenyataan

Kejadian bermula ketika ia dan kekasihnya, Lisa Stellwagen menonton Interview with the Vampire di bioskop. Keduanya sama-sama menyukai film itu, dan Sterling sempat berkata langsung pada Stellwagen, bahwa ia ingin membunuhnya dan meminum darahnya.

Keputusan Stellwagen untuk tidak menganggap serius ucapan Sterling ternyata salah besar, karena keesokan harinya ia ditusuk berulang kali oleh sang kekasih. Sterling pun sempat meminum darahnya, sebelum akhirnya ia diamankan oleh polisi. Untungnya, Stellwagen mampu bertahan dan tidak menjadi korban pembunuhan yang dilakukan atas dasar fanatisme terhadap Interview with the Vampire.

 

Moviegoers, menonton film dan menjadi penikmat boleh-boleh saja. Namun sebaiknya, jangan terlalu menghayati perilaku para tokoh antagonisnya, sampai terpicu untuk melakukan hal serupa. Jadikanlah pesan film sebagai renungan, dan tirulah hal yang baik-baik saja. Di luar itu, sebuah film harusnya menjadi sebuah tontonan yang menghibur, bukan inspirasi untuk melakukan tindak kejahatan. Semoga kisah-kisah di atas bisa menjauhkan Anda dari keinginan-keinginan tak baik yang bisa terpicu setelah nonton film.

Tag: , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi