Solo: A Star Wars Story Siap Menggulingkan Deadpool 2 Dari Puncak Box Office

| Tidak ada komentar

Solo: A Star Wars Story Siap Menggulingkan Deadpool 2 Dari Puncak Box Office

Mei 2018 seakan menjadi bulan paling kompetitif di industri perfilman Hollywood, tapi juga menjadi bulan paling menggembirakan bagi para fans film. Setelah kehadiran fenomenal Avengers: Infinity War, Deadpool 2 hadir menggebrak bioskop-bioskop. Kini, Solo: A Star Wars Story siap mendatangkan pemasukan fantastis yang diperkirakan bisa mengungguli performa Box Office Deadpool 2.

Menurut catatan Looper, film spin-off Star Wars yang menuturkan kisah petualangan Han Solo diprediksi meraup $130 juta sampai $150 juta di Box Office domestik akhir pekan nanti.

Sebagai perbandingan, Deadpool 2 minggu lalu menjadi juara dengan menghasilkan $125.5 juta, sebuah pencapaian mengesankan jika melihat ratingnya yang tentu saja berpengaruh pada keterbatasan jumlah Audience. Sebagaimana film-film lain pada umumnya, Deadpool 2 kemungkinan mengalami penurunan pendapatan di pekan kedua. Jika performa Solo: A Star Wars Story sesuai atau bahkan melampaui ekspektasi, maka posisi Deadpool 2 tentu akan tergeser.

Baca juga: 7 Spin-Off Yang Lebih Baik Dari Film Utamanya

 

Lebih Rendah Dari Film Star Wars Lainnya

Meski diprediksi bisa memaksa turun Deadpool yang baru sepekan di posisi nomor satu, prediksi Box Office akhir pekan untuk Solo: A Star Wars Story sebenarnya menjadi yang paling rendah jika dibandingkan dengan film-film Star Wars lain. The Force Awakens berhasil mengumpulkan $247 juta, The Last Jedi mencatatkan raihan $220 juta, sementara Rogue One yang posisinya sama-sama sebagai film spin-off masih sanggup mengumpulkan $155 juta.

Media Variety bahkan mencatat penurunan prediksi Box Office untuk film Han Solo, dari yang sebelumnya di rentang $165 juta - $175 juta, menjadi di kisaran $130 juta - $150 juta saja. Salah satu penyebab merosotnya angka proyeksi tersebut adalah momen liburan Memorial Day yang bertepatan dengan akhir pekan ini di AS. Pemerhati Box Office mencatat jika pendapatan film untuk akhir pekan Memorial Day hampir selalu menurun, karena orang-orang lebih memilih untuk menghabiskan waktu di luar bioskop.

Proyeksi Box Office Solo: A Star Wars Story

Akan tetapi, ada satu lagi penyebab yang mungkin melatarbelakangi lemahnya proyeksi Box Office Solo: A Star Wars Story, yaitu rating dari situs agregator yang kian hari kian mengecil. Setelah mendapat pujian dari reaksi awal media beberapa waktu lalu, banyak pihak memang optimis dengan potensi film ini. Namun ketika ratingnya benar-benar keluar, Solo: A Star Wars Story hanya mampu meraih skor di kisaran 74% di Rotten Tomatoes. Saat berita ini ditulis, nilainya bahkan sudah turun menjadi 70% dan belum berstatus "Certified Fresh".

Kondisi ini tentu jauh berbeda dengan deretan film Star Wars baru lain yang tak pernah kesulitan mencapai skor di atas 90%. Bahkan The Last Jedi yang dihujat fans pun masih mendapat rating 91% di Rotten Tomatoes. Tak ayal, nilai film Han Solo yang mencerminkan kesan "biasa saja" ini kembali menghadirkan keraguan akan kualitasnya.

 

Proses Produksi Penuh Masalah

Sejak pembuatan Solo: A Star Wars Story diumumkan, film ini memang sudah disambut berbagai masalah. Para penggemar Star Wars bahkan sudah merasa film ini tidak perlu ada, karena hanya memuaskan ambisi Lucasfilm untuk meraup pendapatan lebih banyak. Sebutan macam "filler" dan "cash grab" pun mulai banyak disematkan untuk film ini.

Ketika pemeran utama Han Solo muda diumumkan, para penggemar kembali menunjukkan ketidakpuasan mereka. Alden Ehrenreich yang masih menjadi nama baru di Hollywood dianggap kurang pantas untuk memerankan tokoh sepopuler Han Solo. Apalagi, karakter tersebut aslinya dimainkan oleh Harrison Ford yang sudah menjadi aktor terkenal ketika ia pertama kali memerankan Han Solo.

 

Para pemeran Han Solo

Kiri: Alden Ehrenreich. Kanan: Harrison Ford

 

Saat memasuki proses syuting pun, film ini terganjal masalah penyutradaraan. Dua sutradara yang awalnya ditunjuk untuk mengarahkan film ini, Phil Lord dan Chris Miller, didepak dari jabatan masing-masing karena beberapa alasan. Menurut insider Screenrant, keduanya ingin menjadikan Solo: A Star Wars Story seperti Guardians of the Galaxy. Pendekatan ini rupanya tidak diinginkan oleh bos Lucasfilm yang merasa tema seperti itu akan terlalu melenceng dari "karakter" sebuah film Star Wars.

Ron Howard pun akhirnya masuk menggantikan Phil Lord dan Chris Miller. Ia melakukan perubahan besar-besaran dan hampir merombak seluruh film yang sebelumnya sudah dalam progres. Alhasil, syuting ulang harus dilakukan, dan budget yang dibutuhkan Solo: A Star Wars Story pun membengkak luar biasa. Kabarnya, dana yang digelontorkan Lucasfilm untuk film ini mencapai $250 juta, melebihi dana pembuatan The Force Awakens yang sejatinya adalah film Star Wars terlaris sampai saat ini.

Berbagai masalah tersebut tak pelak membuat banyak pihak (mulai dari fans, pengamat, hingga media) sedikit was-was dengan prospek Solo: A Star Wars Story. Lantas apakah film ini memang seperti yang dikhawatirkan, atau justru bisa dinikmati seperti apa kata 70% pengamat di Rotten Tomatoes? Anda tentu saja bisa menentukannya sendiri dengan menyaksikan film Han Solo ini di bioskop kesayangan.

Tag: , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi