Nonton Jurassic World: Fallen Kingdom? Ketahui Dulu 5 Plus Minusnya

| Tidak ada komentar

Nonton Jurassic World: Fallen Kingdom? Ketahui Dulu 5 Plus Minusnya

Sekuel Jurassic World ini akan hadir dengan skala yang lebih besar dan lebih menegangkan, sehingga menjadikannya sebagai tontonan yang sangat pas untuk libur musim panas tahun ini. Terlepas dari adegan action, tampilan para dinosaurus yang fenomenal, dan keseruan-keseruan lainnya, ada plus minus yang sudah ramai diperbincangkan oleh para penghuni industri perfilman Hollywood setelah film ini premiere. Ingin tahu apa saja kelebihan dan kekurangan Jurassic World: Fallen Kingdom sebelum menontonnya di bioskop? Berikut kami rangkum ulasannya.

 

Plus

1. Ancaman Yang Lebih Serius

Film pertama Jurassic World menghadirkan ancaman mencekam bagi para pengunjung taman hiburan di Isla Nubar, terutama dua keponakan sang tokoh utama yang terjebak di kawasan liar. Nah, seri Fallen Kingdom ini menaikkan pertaruhan dengan menampilkan potensi lepasnya para Dinosaurus ke dunia luar.

Baca juga: Trailer The Lego Movie 2 Siratkan Petualangan Penuh Komedi

Jurassic World Fallen Kingdom

 

2. Indoraptor, Spesies Dinosaurus Yang Lebih Buas

Jenis Dinosaurus yang menjadi monster paling mengerikan di film pertama adalah Indominus Rex, yang buas dan haus darah seperti T-Rex, serta memiliki kecerdasan seekor Raptor.

Indoraptor di Jurassic World

Jurassic World: Fallen Kingdom menampilkan Indoraptor, spesies Dinosaurus yang tak kalah mengerikan dari Indominus Rex. Diyakini, monster ini lebih identik pada kecerdasan Raptor ketimbang buasnya T-Rex. Adanya jenis Dinosaurus baru tentu bisa menjadi nilai plus karena bisa menyuguhkan dinamika lain dalam petualangan Owen Grady dkk.

 

3. Masih Digawangi Chris Pratt

Berbicara tentang Owen Grady, tentu tak lengkap rasanya jika tak mendiskusikan aktor yang memerankan karakternya, yakni Chris Pratt. Sudah bukan rahasia lagi jika karir mantan suami Anna Faris itu tengah melejit. Setelah sekian lama dikenal sebagai aktor chubby yang membintangi sitkom dan drama komedi di layar kaca, bintang Chris Pratt tiba-tiba bersinar terang setelah ia membintangi Guardians of the Galaxy sebagai pemeran Peter Quill (Star-Lord).

Chris Pratt

Ia pun banyak difavoritkan sebagai aktor idaman, bukan hanya oleh para fans, tapi juga berbagai studio film yang menginginkan partisipasinya. Pasca Guardians of The Galaxy, ia lantas terlibat dalam film-film Blockbuster seperti The LEGO Movie dan Jurassic World. Film pertama Jurassic World bahkan mencetak rekor mengejutkan di Box Office, dengan menjadi film pertama yang bisa mengumpulkan pendapatan $500 juta secara global di pekan pertamanya. Begitu dahsyatnya pencapaian Jurassic World kala itu, beberapa pihak sampai khawatir jika film tersebut bakal menggoyahkan posisi Titanic sebagai film terlaris kedua sepanjang masa.

Saat Jurassic World: Fallen Kingdom rilis, nama Chris Pratt juga masih hangat diperbincangkan berkat kemunculannya di Avengers: Infinity War akhir April silam. Belum lagi, karakternya memiliki peran penting di film mega Blockbuster tersebut. Dengan demikian, jelas jika faktor Chris Pratt bisa menjadi alasan tersendiri yang membuat film ini memiliki daya tarik dan relevansi kuat.

 

4. Kembalinya Jeff Goldblum

Aktor veteran Jeff Goldblum dikabarkan akan muncul sebagai cameo di Jurassic World: Fallen Kingdom. Sebelumnya, ia pernah tampil sebagai Dr. Ian Malcolm di film klasik Jurassic Park yang menjadi ilham lahirnya Jurassic World. Meski hanya sebagai cameo, kemunculan Goldblum disambut antusias oleh para penggemar franchise Jurassic Park, karena bisa semakin memperjelas keterkaitan antara Jurassic World dan Jurassic Park.

Jeff Goldblum di Jurassic Word Fallen Kingdom

Di samping itu, nama Jeff Goldblum merupakan tambahan positif bagi sebuah film, karena figurnya begitu disukai oleh para penggemar film. Sang aktor sendiri baru-baru ini tampil dalam film Thor: Ragnarok sebagai The Grandmaster, serta menjadi pengisi suara di film animasi stop-motion Isle of Dogs.

 

5. Mengawali Sekuel-Sekuel Berikutnya

Tidak seperti film pertama Jurassic World yang tidak ditargetkan sebagai perintis franchise baru, seri Fallen Kingdom sengaja dibuat sebagai bagian dari rangkaian film-film Jurassic di era ini. Jadi bisa dikatakan, konsep cerita yang disajikan bakal memiliki skala yang lebih besar dan epic, dengan plot dan karakterisasi yang disusun secara berkesinambungan untuk film-film selanjutnya.

Franchise Jurassic World

"Kami ingin membuat sesuatu yang tak lagi acak dan episodik, (lebih ke) sesuatu yang bisa memanjang jadi beberapa film di satu seri," demikian ungkap Colin Trevorrow, sutradara Jurassic World yang turut berpartisipasi sebagai salah satu penulis Fallen Kingdom.

 

Minus

1. Tidak Terlalu Direspon Positif

Sayangnya, kelima poin plus di atas tak cukup mendukung Jurassic World: Fallen Kingdom di mata para pengamat. Setelah premiere pada 21 Mei 2018, film ini disambut dengan respon beragam yang membuatnya tak semenjanjikan premise awalnya. Padahal, berdasarkan survei yang diadakan Fandango (retailer tiket online raksasa di AS), Jurassic World: Fallen Kingdom sudah dinobatkan sebagai salah satu film paling diantisipasi di tahun 2018.

Rating film yang dibintangi Chris Pratt dan Bryce Dallas Howard itu berada di kisaran 63% saat artikel ini ditulis, lebih rendah dari Jurassic World yang mampu menembus level 71%. Alhasil, Fallen Kingdom belum mampu mendapat status Certified Fresh, dan dikhawatirkan bakal mengalami kemerosotan nilai di minggu-minggu ke depan.

Rating Jurassic World Fallen Kingdom

Sebagaimana diketahui, rating film dari situs agregator semacam Rotten Tomatoes saat ini sudah menjadi salah satu tolak ukur film yang bisa mempengaruhi performa Box Office. Penonton tak lagi sebuta dulu, ketika ulasan pengamat masih bersifat eksklusif dan tidak mudah diakses seperti sekarang. Munculnya situs-situs agregator kritik dalam hal ini sudah dianggap sebagai salah satu pemberi rekomendasi penting bagi para Audience yang ingin melihat film dengan rating tinggi.

 

2. Berpotensi Kekurangan Substansi

Salah satu plot cerita di film ini menghadirkan bencana meletusnya gunung merapi yang mengancam habitat para Dinosaurus di Isla Nubar. Colin Trevorrow dan pihak promotor tampak berniat menjadikan komponen ini sebagai bagian penting dalam film, mengingat banyaknya adegan seru yang bisa ditampilkan dari efek dahsyat sebuah bencana alam.

Jurassic World Fallen Kingdom bisa jadi film Disaster

Namun hal ini justru dikhawatirkan tidak sesuai dengan tema Jurassic World: Fallen Kingdom. Genre-nya sebagai film monster, action, dan petualangan saja sudah menjamin banyaknya aksi yang tak membutuhkan substansi cerita, apalagi jika ditambah dengan aspek Disaster yang banyak mengandalkan efek visual semata. Setidaknya, inilah hal yang disorot dalam ulasan Whatculture terhadap film ini.

 

3. Reputasi Buruk Colin Trevorrow

Tak diragukan lagi, Trevorrow merupakan figur penting yang 'melahirkan' Jurassic World ke layar lebar 3 tahun silam. Namun ketika ia kembali ke Fallen Kingdom sebagai salah satu penulis, kedatangannya tak terlalu disambut antusias.

Pertama, Colin Trevorrow diduga masih menjadi otak di balik Jurassic World: Fallen Kingdom meski ia seharusnya 'cuma' menjadi penulis. Hal ini terlihat dari porsi interview-nya yang lebih banyak ketimbang J.A. Bayona, figur yang nyata-nyata ditunjuk sebagai sutradara Fallen Kingdom.

Colin Trevorrow

Kedua, reputasi Trevorrow sebenarnya sedang didera pukulan hebat pasca kegagalan The Book of Henry, juga setelah ia didepak dari kursi sutradara Star Wars: Episode IX. Lucasfilm dikabarkan tidak puas dengan naskah dan pendekatan yang dilakukan Trevorrow, sampai-sampai mereka harus menyingkirkannya dan membawa kembali J.J. Abrams.

 

4. Meniru Film Yang Tidak Sukses

Sebagai film yang memang 'meminjam' banyak unsur cerita Jurassic Park, kemiripan Jurassic World terhadapnya tampak bisa dimaklumi.  Namun ketika Jurassic World: Fallen Kingdom membawakan premise yang tampaknya sama dengan sekuel Jurassic Park, hal ini tak disambut positif. Mengapa?

The Lost World

Alasannya jelas karena The Lost World (film sekuel Jurassic Park) bukanlah film yang cukup layak untuk disejajarkan dengan Jurassic Park. Di papan Box Office, The Lost World memang cukup sukses. Namun secara kualitas, film itu tidak ada apa-apanya dengan Jurassic Park. Buktinya bisa dilihat langsung dari perbandingan status The Lost World dan Jurassic Park di zaman ini; banyak generasi muda masih mengenal Jurassic Park, tapi hampir tidak ada di antara mereka yang mungkin mengetahui apa itu The Lost World.

 

5. Persaingan Ketat Dengan Film Musim Panas Lain

Jurassic World: Fallen Kingdom mungkin cukup menjanjikan sebagai sekuel film yang pernah mencetak berbagai rekor Box Office tahun lalu. Namun persaingannya dengan film musim panas yang tak kalah potensial bisa membuatnya menjadi tontonan nomor dua di bioskop.

Persaingan Jurassic World Fallen Kingdom dengan The Incredibles 2

Pesaing berat Jurassic World: Fallen Kingdom tak lain dan tak bukan adalah The Incredibles 2, film animasi Pixar yang sudah ditunggu belasan tahun lamanya. Dari segi pemasaran, The Incredibles 2 juga dianggap lebih sukses karena bisa memancing antusiasme yang lebih tinggi dari Fallen Kingdom. Lantas apakah kekhawatiran ini benar-benar terjadi? Kita tunggu saja bagaimana situasinya sampai akhir Juni ini. Meski Jurassic World: Fallen Kingdom sudah rilis di awal bulan, The Incredibles 2 baru meluncur tanggal 15 Juni nanti.

Tag: , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi