Sudahkah Anda Tahu 10 Fakta Seru Incredibles 2 Ini?

| Tidak ada komentar

Sudahkah Anda Tahu 10 Fakta Seru Incredibles 2 Ini?

Dinantikan sampai 14 tahun lamanya, Incredibles 2 menjadi pengisi liburan musim panas 2018 yang bersaing dengan film-film Blockbuster lainnya. Meski demikian, film animasi Pixar itu digadang-gadang bisa menjadi pemenang utama dalam persaingan Box Office musim panas kali ini, sekalipun berhadapan dengan film high profile lain seperti Ocean's 8 dan Jurassic World: Fallen Kingdom. Nah, artikel berikut bakal membeberkan 10 fakta seru yang bisa melengkapi antisipasi Anda dalam menyambut sajian Incredibles 2.

 

1. Tidak Mengalami Penyesuaian Latar Waktu

Berjarak 14 tahun dari film pertama tak lantas membuat Incredibles 2 juga berlatar waktu 14 tahun setelah kejadian di film pertama. Sebaliknya, sekuel ini terjadi di periode waktu yang sama dengan The Incredibles, alias langsung melanjutkan kejadian dari film pertama. Padahal sebelum hal ini dikonfirmasi, banyak pihak berspekulasi jika fokus Incredibles 2 akan menyorot petualangan anak-anak Mr. Incrdible (Bob Parr) yang sudah beranjak dewasa.

Baca juga: Tom Holland Dan Chris Pratt Berduet Dalam Film Animasi Pixar Ini

Apa yang melatarbelakangi keputusan ini?

Pertama, sudah ada cliffhanger dari film pertama yang bisa 'diselesaikan'. Jika Anda masih ingat dengan The Incredibles yang ditutup dengan munculnya musuh baru, maka Anda pasti maklum dengan alasan Pixar untuk memilih menyelesaikan masalah "pemancing sekuel tersebut". Sosok musuh bernama Underminer ini mungkin bukan yang paling kuat, tapi mampu menciptakan kehancuran yang perlu segera diatasi oleh keluarga Parr.

Latar waktu The Incredibles 2

Kedua, Brad Bird sang sutradara tidak ingin membuat anak-anak Parr tumbuh dewasa. "Ide awal film akan berubah jika Anda membuat karakter-karakter tersebut dewasa. Perspektif khas anak-anak Parr akan menghilang, sehingga saya sama sekali tidak tertarik dengan premise yang mengisahkan Jack-Jack sebagai anak kuliahan. Saya ingin melihat anak-anak saya tumbuh dewasa, tapi dalam sudut pandang film ini, menurut saya akan lebih ikonik jika semuanya masih berada di situasi yang sama," jelas Brad bird.

 

2. Ditangani Sutradara Handal

Incredibles 2 masih mengandalkan sutradara yang pertama kali menghadirkan film pertamanya ke layar lebar, yakni Brad Bird. Dikenal sebagai sutradara berbakat yang mengarahkan banyak film-film besar, Brad Bird mencetak rekor gemilang sebagai pengarah The Iron Giant, The Incredibles, Ratatouille, dan Mission: Impossible - Ghost Protocol. Satu-satunya catatan tak sempurna dalam filmografi Brad Bird hanyalah Tomorrowland. Itupun tak bisa dianggap gagal total karena film yang dibintangi George Clooney tersebut masih mendapat apresiasi untuk konsep, akting, dan visualnya yang imajinatif.

Brad Bird

Pixar tak memiliki keraguan sedikitpun untuk membiarkan Brad Bird membesut Incredibles 2. Padahal, studio film animasi tersebut dikenal labil dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena kasus pemecatan sutradara awal Brave dan perombakan kru The Good Dinosaur. Dengan pengalaman Brad Bird dan kepercayaan Pixar, hampir tak ada keraguan mengenai kesuksesan Incredibles 2 sebagai tontonan menghibur nan berkualitas.

 

3. Tak Kesulitan Dapat Status "Certified Fresh"

Baru premiere dalam beberapa hari, Incredibles 2 sudah meraih status Certified Fresh dari situs agregator Rotten Tomatoes. Itu artinya, respon untuk film ini terhitung sangat positif, mengingat tidak banyak film yang berhasil mendapatkan label Certified Fresh dalam waktu singkat. Diketahui, kriteria mendapat Certified Fresh adalah berhasil mendapat rerata skor minimal 75% dari setidaknya 80 kritikus (40 kritikus untuk film Limited Release), yang 5 di antaranya merupakan Top Critic. Saat artikel ini ditulis, Incredibles 2 sudah mengumpulkan rating 94%, dengan Average Score di kisaran 7.8/10 dari 171 kritikus.

Rating awal The Incredibles 2

Konsensus ulasan yang dipilih Rotten Tomatoes mengatakan bahwa meskipun aksi keluarga Parr yang telah lama ditunggu-tunggu tidak sebagus film pertamanya, tapi Incredibles 2 sudah cukup bagus untuk memikul reputasi The Incredibles sebagai film animasi terbaik bertahun-tahun yang lalu. Well, ini tentunya bisa menjadi tambahan rekomendasi yang berkualitas dari mereka yang berpengalaman di industri perfilman.

 

4. Memecahkan Rekor Di Malam Preview

Percaya atau tidak, Incredibles 2 dengan mudahnya mengikuti jejak film-film besar tahun ini (seperti Avengers: Infinity War dan Deadpool 2), yang mengumpulkan pendapatan awal mengesankan di malam Preview-nya. Menurut laporan The Hollywood Reporter, Incredibles 2 mendapatkan $18.5 juta dari penjualan tiket Preview screening pada Kamis malam lalu (14 Juni 2018).

The Incredibles 2 sudah memecahkn rekor

Pendapatan tersebut dua kali lipat lebih besar dari rekor yang dipegang film animasi sebelumnya, yaitu Finding Dory yang meraup $9.2 juta. Incredibles 2 juga berhasil mengalahkan film Live Action ternama seperti Spider-Man: Homecoming ($15.4 juta) dan Thor: Ragnarok ($14.5 juta).

 

5. Ada Pertukaran Peran Dalam Keluarga Mr. Incredible

Jika film pertama The Incredibles mengisahkan Bob yang suka curi-curi waktu untuk beraksi kembali sebagai Superhero, maka kini giliran sang istri, Helen Parr (Elastigirl) yang menjadi Superhero utama dalm keluarganya. Karena suatu alasan, ia dipilih sebagai figur utama dalam kampanye mengembalikan peran Superhero ke masyarakat umum. Ia pun akhirnya disibukkan oleh misi-misi berbahaya yang menuntutnya menjadi penyelamat secara full-time.

Keluarga Mr. Incredible

Di sisi lain, Bob Parr sang ayah justru diserahi tugas menjaga anak-anak di rumah dan menjadi pengganti ibu rumah tangga. Pertukaran peran ini menawarkan dinamika menarik yang tentunya menandai keberanian Brad Bird untuk mengambil pendekatan baru terhadap film The Incredibles. Selain itu, tema cerita ini bertepatan dengan isu terkini yang mengedepankan peran wanita dalam masyarakat, sehingga tetap membuat film ini relevan meski latar waktunya bertahan di 14 tahun yang lalu.

 

6. Memperkenalkan The Wannabes

Dengan mencuatnya keluarga Mr. Incredible yang siap go public sebagai Superhero, muncul pula orang-orang berkekuatan super yang ingin membela kebenaran dengan kemampuan mereka. Disebut sebagai The Wannabes, kelompok Superhero baru ini bekerja di bawah DevTech, perusahaan yang identitasnya akan kita ketahui lebih jauh di film Incredibles 2.

Ada 6 Wannabes yang akan tampil, berikut ini rincian karakternya (dari kiri ke kanan sesuai gambar):

The Wannabes

  • Screech: Dengan mata burung hantunya yang besar, ia sangat fleksibel dan memiliki kepala yang bisa berputar 360 derajat. Ia pun dapat terbang dan mengeluarkan suara super yang bisa memecahkan kaca di sekitarnya.
  • He-Lectrix: Sosok yang satu ini bisa menembakkan aliran listrik dan petir dari jari-jarinya.
  • Reflux: Meski sudah renta, Reflux memiliki kekuatan yang tak bisa dipandang sebelah mata, karena bisa memuntahkan lava panas untuk menghancurkan musuh-musuhnya.
  • Brick: Sosok ini diidentifikasikan dari kekuatan supernya, yang terlihat dari otot-otot super besar dan keberanian tingkat dewa.
  • Krushauer: Keahlian Krusheaur memiliki kemampuan telekinesis yang bisa menggerakkan benda-benda tanpa perlu menyentuh mereka. Sosok ini bahkan bisa meremukkan mobil tanpa benar-benar berusaha keras.
  • Voyd: Fans berat Elastigirl ini akan disuarakan oleh aktris Sophia Bush. Ia memiliki kekuatan yang bisa menciptakan portal untuk membuat benda-benda di sekelilingnya menghilang.

 

7. Jack-Jack Punya Belasan Kekuatan

Yang menjadi fokus dalam materi promosi dan trailer Incredibles 2 adalah kekuatan Jack-Jack, anak terkecil dalam keluarga Parr yang masih bayi. Incredibles 2 akan mengeksplor lebih jauh kekuatan Jack-Jack yang sepertinya tanpa batas.

Kekuatan Jack-Jack

Jumlah kekuatannya bahkan lebih banyak dari gabungan kekuatan seluruh anggota keluarga Parr lainnya. Terhitung, ia menampilkan belasan macam kekuatan, di antaranya adalah pyrokinesis, menjadi tidak terlihat, menembakkan laser, levitasi, menggandakan diri, menembus benda-benda padat, mengendalikan arus listrik, telekinesis, teleportasi, transformasi, dan memiliki alter-ego yang menyerupai bayi iblis.

Namun mengingat Jack-Jack masih bayi dan belum bisa mengendalikan kekuatannya, sangat menarik untuk melihat bagaimana repotnya Bob mengatasi ulah Jack-Jack yang suka bermain-main dengan kekuatannya tanpa sadar.

 

8. Dibuka Dengan Film Animasi Pendek "Bao"

Saat menonton Incredibles 2 di bioskop, Anda akan mendapat bonus menyaksikan film pendek "Bao" yang diputar sebelum Incredibles 2 tayang. Jadi apabila Anda nanti masuk ke bioskop dan tidak segera menyaksikan aksi keluarga Mr. Incredible, maka jangan panik dulu karena mengira Anda memasuki ruangan bioskop yang salah.

Informasi ini penting untuk disiarkan, karena banyak penonton Indonesia yang salah paham ketika Coco dulu diputar setelah film pendek Olaf's Frozen Adventure. Kebingungan penonton ini bahkan sempat memicu beberapa aksi Walk Out, sehingga pada akhirnya membuat jaringan bioskop di Indonesia untuk mengeliminasi penayangan film Olaf sebelum Coco tayang. Padahal, keberadaan film pendek di sini bisa dianggap sebagai bonus untuk mendapatkan hiburan ekstra (kualitas Pixar) secara cuma-cuma.

 

9. Tidak Semua Pemain Bisa Kembali

Karena jauhnya jarak waktu The Incredibles dan Incredibles 2, maka pengisi suara Dash dan Jack-Jack di film pertama jelas sudah tumbuh dewasa dan tidak bisa bergabung kembali. Karena itu, meskipun Craig T. Nelson (pengisi suara Bob), Holly Hunter (Elastigirl), dan Samuel L. Jackson (Frozone) bisa kembali, ada beberapa pemain yang terpaksa digantikan oleh pengisi suara lain yang masih seumuran dengan karakter anak-anak Mr. Incredible di Incredibles 2.

Pemain The Incredibles 2

Suara Dash yang sebelumnya diisi oleh Spencer Fox sekarang 'diserahkan' pada Huck Milner. Sementara itu, karakter Jack-Jack akan diisi suaranya oleh Eli Fucile dan Nicholas Bird, setelah sebelumnya di-handle oleh Eli Fucile dan Maeve Andrews.

 

10. Edna Mode Dapat Trailer Sendiri

Sudah bukan rahasia lagi jika karakter paling ikonik dan fenomenal dari The Incredibles bukanlah anggota keluarga Parr ataupun sosok Villain-nya, melainkan Edna Mode sang perancang busana yang secara khusus membuat kostum para Superhero.

Dengan attitude ala diva berbakat yang bisa menghasilkan busana-busana terbaik, Edna Mode yang disuarakan sendiri oleh Brad Bird kemudian menjadi karakter yang banyak dibicarakan, baik untuk keperluan parodi semata maupun kajian serius mengenai signifikansi The Incredibles dan perkembangan Incredibles 2.

Karena itu, tak heran bila promosi Incredibles 2 dimulai dengan trailer yang mengingatkan para penggemar dengan keunikan sosok Edna Mode. Tak tanggung-tanggung, Pixar mendedikasikan seluruh trailer yang mengikutsertakan cameo beberapa figur ternama ini untuk sang perancang busana.

Keseriusan Pixar itu semakin memperjelas kemunculan kembali Edna Mode di Incredibles 2. Meski tidak ikut bertarung dengan Superhero lainnya, kehadiran Edna jelas akan menjadi angin segar di tengah serunya petualangan keluarga Parr dkk. Akan tetapi, Edna Mode dikabarkan tidak merancang kostum Elastigirl. Sebaliknya, ia tampak akan menjadi semacam konsultan untuk Bob yang kewalahan mengasuh ketiga anaknya.

 


Incredibles 2 bukanlah film animasi Pixar pertama yang merilis sekuel dalam waktu sangat berjauhan dari seri sebelumnya. Dua film Pixar populer lain yang juga membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun untuk mengikuti film sebelumnya adalah Toy Story 3 dan Finding Dory. Keduanya pun sukses besar baik di kancah Box Office maupun review kritik.

Dengan tercapainya status Certified Fresh dalam waktu singkat dan rekor pendapatan di malam Preview, Incredibles 2 diprediksikan tak kesulitan mengejar keberhasilan 2 film sebelumnya. Namun bedanya, Incredibles 2 bisa menghadirkan warna baru, karena film ini tidak seperti Toy Story 3 yang menyesuaikan setting waktu dengan jarak rilis sekuelnya, juga bukan seperti Finding Dory yang hanya mengulang formula keberhasilan film pertamanya.

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi