Iko Uwais Berlaga Mendampingi Mark Wahlberg Di Trailer Mile 22

| Tidak ada komentar

Iko Uwais Berlaga Mendampingi Mark Wahlberg Di Trailer Mile 22

Setelah muncul sebagai cameo dan pemeran pembantu dalam beberapa film Hollywood, aktor laga Indonesia, Iko Uwais, kembali mendapat peran dalam film action keluaran Hollywood. Tak tanggung-tanggung, karakter Iko akan menjadi salah satu peran vital dalam film yang dibintangi Mark Wahlberg ini. Bagaimana trailernya?

Dirilis dengan judul Mile 22, film ini berkisah tentang seorang agen intelijen AS yang ditugaskan menyelundupkan keluar sesosok polisi dari suatu negara. Yang menjadikan tugas ini penuh dengan tantangan adalah, polisi tersebut mengetahui sebuah rahasia penting yang diincar oleh sekumpulan pasukan khusus, dan sangat berpotensi mengancam nyawa semua orang yang terlibat dalam operasi ini. Simak kilasan ceritanya dalam trailer yang menampilkan aksi Iko Uwais dan Mark Wahlberg di sini:

Mile 22 memang bukanlah film Hollywood pertama yang dijajaki Iko Uwais, tapi ini bisa menjadi kesempatan perdananya untuk bersinar sebagai pemeran pendukung yang memiliki porsi penting dalam suatu film Blockbuster. Sebelumnya, aktor yang namanya melejit setelah membintangi The Raid dan sekuelnya itu pernah muncul dalam peran cameo di Star Wars: The Force Awakens. Ia juga pernah membintangi Beyond Skyline lewat peran yang cukup penting, tapi film tersebut lebih dianggap sebagai "B movie" ketimbang Mile 22 yang mengusung nama besar Mike Wahlberg, Lauren Cohan, dan John Malkovich.

Baca juga: Headshot menduduki peringkat pertama film Populer di Indonesia

 

Sudah Direncanakan Sekuelnya

Walaupun baru dirilis pada 17 Agustus 2018, STXfilms selaku studio yang memproduksi dan mendistribusikan Mile 22 sudah meloloskan rencana pembuatan sekuelnya. Ini merupakan langkah tak biasa dari sebuah film original yang tak diadaptasi dari sebuah novel, komik, atau sumber materi lainnya.

Ditambah lagi, STX belum mengetahui bagaimana performa Box Office Mile 22. Jika nantinya di bawah ekspektasi, akankah mereka tetap melaju dan menggarap sekuelnya? Perlu diketahui, tak sedikit film-film Hollywood yang terpaksa menghentikan proyek sekuel setelah pendapatan film sebelumnya dianggap mengecewakan. Ambil saja contohnya dari Divergent: Ascendant yang direncanakan sebagai follow-up dari seri Allegiant, juga Green Lantern 2 yang langsung dibatalkan setelah kegagalan film pertamanya.

Menurut laporan The Hollywood Reporter, STX telah merekrut Umair Aleem untuk mengerjakan sekuel Mile 22. Uniknya lagi, studio tersebut diberitakan sudah merencanakan Mile 22 sebagai franchise multimedia sejak awal, sehingga nantinya tidak hanya menjangkau sekuel di layar lebar, tapi juga spin-off berupa serial televisi dan Virtual Reality (VR). Selain mega franchise seperti Star Wars dan film-film yang diangkat dari buku komik, contoh film action yang sudah menjadi franchise multimedia adalah John Wick.

 

Didukung Rekor Positif Mark Wahlberg Dan Peter Berg

Terlepas dari kontroversi sekuel dan rencana pembuatan franchise multimedia oleh STX, Mile 22 memiliki "senjata andalan" yang tidak dimiliki oleh kebanyakan film action thriller. Kelebihan itu adalah pengalaman kolaborasi aktor utama dan sutradaranya.

Peter Berg, sutradara Mile 22, sudah 3 kali bekerjasama dengan Mark Wahlberg dalam film-film biografi yang diterima dengan sambutan relatif positif. Ketiganya adalah Lone Survivor (2013), Deepwater Horizon (2016), dan Patriots Day (2016). Lone Survivor bahkan mendapat banyak pujian dan terpilih dalam 10 film terbaik di daftar National Board of Review, serta mendapatkan 2 nominasi Academy Awards. Film tersebut mengisahkan sekumpulan tentara AS yang terjebak di wilayah musuh di Afghanistan. Sementara itu, Deepwater Horizon mengungkap kisah ledakan kilang minyak di ssemenanjung Meksiko, dan Patriots Day menampilkan insiden pengeboman di acara Boston Marathon.

Sajian Mile 22 yang merupakan film action awalnya cukup membuat media terheran-heran, karena Peter Berg dan Mark Wahlberg biasanya lebih suka membidik film yang diangkat dari kisah nyata, dengan sentuhan emosi dan inspirasi yang dramatis. Meski demikian, percobaan keduanya ini masih diapresiasi sebagai upaya untuk melangkah keluar dari zona nyaman masing-masing.

Hal tersebut terutama berlaku bagi Mark Wahlberg yang merasa perlu kembali ke dunia fiksi. Selain seri Transformers dan Daddy's Home, Wahlberg memang tampak kurang mendapat kesempatan untuk membintangi film berbobot yang tidak didasarkan pada peristiwa nyata.

Mark Wahlberg di Mile 22

Film terakhirnya, All the Money in the World, memang sukses besar meski sempat terancam oleh skandal pelecehan seksual Kevin Spacey. Akan tetapi, film itu lagi-lagi didasarkan pada kejadian nyata, sesuatu yang sudah kerap dilakoni Wahlberg sejak tahun 2013.

Seperti apa nantinya Mile 22 yang akan menjadi "angin segar" bagi Mark Wahlberg ini? Kita tunggu saja rilisnya pada pertengahan Agustus mendatang.

Tag: , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi