7 Sekuel Yang Lebih Baik Dari Film Pertamanya

| Tidak ada komentar

7 Sekuel Yang Lebih Baik Dari Film Pertamanya

Sebuah sekuel biasanya dibuat untuk mengikuti kesuksesan film pertamanya. Namun meski direncanakan sebaik mungkin, nyaris semua sekuel tak bisa menandingi kehebatan film pertama. Alasannya bisa berbagai macam, entah karena ceritanya yang bergantung pada kesinambungan dengan film sebelumnya, turunnya kualitas produksi, atau bahkan absennya beberapa pihak yang membuat film pertama begitu sukses. Akan tetapi, 7 sekuel berikut ini berhasil mematahkan paradigma tersebut. Apa sajakah sekuel yang dimaksud? Mari simak sama-sama di sini.

 

1. Spider-Man 2

Trilogi Spider-Man garapan Sam Raimi merupakan salah satu seri film yang mengilhami lahirnya tren superhero masa kini. Semua itu tentunya dimulai dari film pertama Spider-Man yang rilis pada tahun 2002. Performa film tersebut sangat gemilang hingga memantapkan Sony untuk memberi lampu hijau pada penggarapan Spider-Man 2. Dengan total pendapatan $821.7 juta dan rating setinggi 89% dari Rotten Tomatoes, tak ada yang meragukan kesuksesan Spider-Man, meski tempo film tersebut dianggap terlalu lambat (untuk seukuran film superhero) dan tokoh Villain-nya tidak dilengkapi kostum yang kurang meyakinkan.

Baca juga: Sutradara Avengers Sinyalkan Masa Depan Chris Evans Sebagai Captain America

Dua tahun kemudian, Spider-Man 2 hadir menggebrak dunia perfilman dengan konsep film superhero yang tidak hanya mengandalkan kekuatan super dan adegan action, tapi juga kualitas cerita dan nilai-nilai sosial mendalam. Meski Box Office-nya masih di bawah film pertama Spider-Man (hanya $783.8 juta), Spider-Man 2 berhasil menjadi film yang lebih berkesan dengan meraih lebih banyak apresiasi, bahkan dari kritikus film non-mainstream sekalipun; rating Spider-Man 2 mencapai 93% dan formulanya telah menjadi acuan film-film superhero zaman sekarang.

Spider-Man 2

Saat ini, ketika para pengamat dan jurnalis membahas film superhero terbaik sebagai pembanding, nama Spider-Man 2 lebih banyak disebut-sebut ketimbang seri pertamanya. Bersama dengan The Dark Knight dan Iron Man, film ini praktis diakui sebagai salah satu film superhero terbaik sepanjang masa.

 

2. The Empire Strikes Back

Tak ada yang salah dengan film pertama Star Wars, A New Hope, ketika ia dirilis pada tahun 1977. Film itu bahkan dianggap sangat sukses terutama jika dibandingkan dengan ekspektasi awalnya yang sangat rendah. Ketika berita tentang konsep dan premise cerita A New Hope beredar, banyak pihak memang pesimis jika kisahnya dapat diangkat ke layar lebar dengan baik. Akan tetapi, A New Hope justru menjadi film fenomenal yang melahirkan salah satu franchise terbesar di abad ke-20 hingga saat ini.

Namun semua pencapaian A New Hope sebenarnya tidak sebanding dengan sekuelnya yang rilis tiga tahun kemudian, The Empire Strikes Back. Sama seperti Spider-Man 2, Box Office film ini memang gagal menyaingi film pendahulunya. Namun solidnya kualitas The Empire Strikes Back sebagai sebuah film berhasil melepaskannya dari bayang-bayang A New Hope. Bahkan hingga saat ini, Empire Strikes Back masih menjadi film Star Wars paling disegani dan masuk ke jajaran film terbaik sepanjang masa.

Star Wars The Empire Strikes Back

Menurut media Looper, The Empire Strikes Back bisa unggul dari A New Hope karena membawa pertaruhan yang lebih besar, menghadirkan cerita yang lebih kompleks, dan memperkenalkan karakter-karakter ikonik seperti Lando Calrissian, Yoda, Emperor Palpatine, juga Boba Fett.

 

3. Captain America: The Winter Soldier

Hingga tahun 2011, tak ada yang menduga jika karakter Captain America akan mampu menarik Audience dan bisa memimpin sebagai tokoh utama di film Blockbuster. Namun berkat kesuksesan Iron Man yang tak disangka-sangka, Marvel pun berani mengangkat kisah Captain America ke layar lebar.

Keberanian itu pun terbayar dengan kesuksesan Captain America: The First Avenger. Meski dibayangi dengan berbagai masalah teknis dan tempo cerita yang terlalu lambat, film ini dinilai cukup berhasil memperkenalkan Captain America ke dunia perfilman, dan memiliki nilai inspiratif untuk dihadirkan di hadapan para penonton.

Sekuel Captain America: The First Avenger kemudian meluncur setelah sang superhero beraksi bersama tokoh Avengers lain. Ya, The Winter Soldier adalah film kedua dari trilogi Captain America yang pada awalnya diperkirakan tak akan jauh berbeda dari film pertamanya. Namun dugaan itu akhirnya terbungkam setelah The Winter Soldier meluncur dengan format yang benar-benar fresh.

Captain America The Winter Soldier

Tidak seperti The First Avenger yang cenderung dramatis, The Winter Soldier lebih mengedepankan aksi dan konflik yang terjalin dengan begitu mengesankan. Film ini berhasil menghadirkan Steve Rogers yang berusaha menyesuaikan diri dengan dunia modern, memperkenalkan Falcon serta Winter Soldier, dan yang paling krusial, meruntuhkan eksistensi SHIELD.

 

4. The Dark Knight

Jika berbicara tentang film Batman terbaik, trilogi dari Christopher Nolan pasti akan selalu disebut-sebut oleh siapapun yang membahasnya. Sebagian besar alasannya tidak datang dari awal yang menjanjikan di film pertama atau akhir yang menghentak di film terakhir, tapi justru alur yang memikat dan kehadiran Joker di film kedua.

The Dark Knight meluncur sebagai film sekuel dari Batman Begins yang cukup diapresiasi, tapi tak terlalu berkesan jika dibandingkan dengan film keduanya. The Dark Knight jauh lebih superior dari pendahulunya karena tak lagi mengulur cerita dengan drama yang meliputi asal-usul Bruce Wayne. Film itu menampilkan Batman yang sudah menjadi pembela keadilan, dan menghadirkan Joker yang dibawakan dengan begitu sempurna oleh mendiang Heath Ledger.

Joker versi The Dark Knight

Ditambah lagi, Christopher Nolan memasukkan konflik sosial dan nilai-nilai moral yang memancing renungan dalam The Dark Knight. Padahal, unsur-unsur tersebut tak lazim ada di sebuah tontonan superhero yang biasanya mengandalkan action, efek visual, dan heroisme semata. Pencapaian The Dark Knight pun sudah dibuktikan oleh kemenangan di Academy Awards dalam kategori Best Sound Editing dan Best Supporting Actor.

 

5. The Godfather Part II

Satu lagi trilogi legendaris yang masuk dalam daftar ini adalah The Godfather. Diyakini sebagai salah satu seri film terbaik sepanjang masa, The Godfather yang meluncur antara tahun 1972 hingga 1990 konsisten mengorbitkan film-film yang dijunjung tinggi di dunia perfilman, bahkan hingga saat ini.

Michael Corleone di The Godfather Part 2

Dari tiga film yang diedarkan, The Godfather Part II diakui sebagai entri terbaik karena menjadi pemuncak cerita dalam keseluruhan seri The Godfather. Film pertamanya memang sukses menggebrak dengan tontonan mafia yang dilengkapi dengan narasi kompleks serta bobot produksi lainnya. Namun di film kedua, The Godfather baru berhasil menampilkan kebrutalan Michael Corleone sebagai seorang mafia yang sudah 'matang'. Selain itu, The Godfather Part II juga dihuni oleh Robert De Niro yang berhasil memerankan Vito Corleone muda dengan begitu baik.

 

6. Terminator 2: Judgment Day

Dibandingkan dengan pencapaian tertinggi dari sekuel-sekuel sebelumnya, Terminator 2: Judgment Day mungkin hanya mampu menandingi dari beberapa segi saja. Meski demikian, seri film Terminator merupakan tonggak penting dalam sejarah perkembangan efek visual di industri perfilman Hollywood.

Terminator 2 Judgment Day

Hal itu karena ada jurang perbedaan yang menganga antara visual film pertama Terminator dan Terminator 2: Judgment Day. Di seri perdananya, Terminator mengusung sosok robot dalam wujud manusia sebagai tokoh Villain. Namun di sekuelnya, Terminator berhasil menampilkan robot T-1000 yang bisa berubah bentuk menjadi siapapun dan melebur dalam wujud logam. Tak dapat disangkal, pencapaian ini menjadikan Terminator 2: Judgment Day sebagai film yang groundbreaking di masanya. Belum lagi, film tersebut memiliki kualitas plot dan penggarapan adegan action yang lebih berkelas dari pendahulunya.

 

7. Annabelle: Creation

Annabelle awalnya dirilis sebagai spin-off The Conjuring, tapi kemudian menjadi seri film sendiri setelah ia diikuti dengan Annabelle: Creation dan film ketiga yang rencananya akan dirilis tahun depan.

Meski diawali dengan premise yang menjanjikan, film pertama Annabelle gagal mengesankan para pengamat dan Audience kritis dengan kualitasnya sebagai film horor. Pada akhirnya, kesuksesan moderat yang diraihnya di Box Office sebagian besar bergantung pada keterkaitannya dengan The Conjuring, dan sosok boneka Annabelle yang memang sudah melegenda.

Dengan performa yang tak bisa dibilang menjanjikan itu, New Line Cinema masih bertekad merilis Annabelle: Creation yang direncanakan sebagai prekuel Annabelle. Menariknya, film kedua tersebut malah berhasil mengungguli ekspektasi dan meraih rating cukup positif dari situs-situs agregator. Film itu pun dinilai lebih relevan ketimbang pendahulunya, karena berhasil menuturkan asal-usul misteri Annabelle dengan cerita yang efektif dan meyakinkan. Belum lagi, Annabelle: Creation sukses menciptakan kesinambungan dengan film pertamanya dengan cara yang cerdas dan cukup tak terduga.

Sekuel Annabelle

Alhasil, performa baik Annabelle: Creation berhasil menghidupkan kembali franchise Annabelle dan memuluskan jalan pembuatan film-film spin-off lain yang membentuk The Conjuring Universe.

 


Demikianlah daftar sekuel yang lebih baik dari film pertamanya. Apakah Anda setuju dengan pemilihan film-film di atas, atau justru punya daftar sendiri? Silahkan share pendapat Anda di kolom komentar.

Tag: , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi