Trailer Ini Buktikan Glass Bukan Film Superhero Biasa

| Tidak ada komentar

Trailer Ini Buktikan Glass Bukan Film Superhero Biasa

Ditunggu-tunggu sejak kesuksesan Split yang menggebrak dunia perfilman awal 2017 lalu, trailer Glass akhirnya premiere di ajang San Diego Comic Con 2018. Tak cuma menjadi kelanjutan film Split yang notabene bergenre thriller, Glass juga menjadi penerus Unbreakable yang merupakan film superhero unik. Dari trailer Glass yang baru saja meluncur, tampaknya film itu lebih mengadopsi keunggulan Unbreakable sebagai tontonan superhero non-mainstream.

Dalam sinopsis resmi yang muncul sebelum trailer Glass diputar, Glass mengisahkan David Dunn (karakter Bruce Willis dari Unbreakable) yang memburu The Beast (perwujudan 'monster' Kevin Wendell Crumb dari Split). Di saat yang sama, sosok Elijah Price (Samuel L. Jackson) yang sebelumnya memanipulasi David kembali muncul. Meski sosoknya lemah, Elijah lagi-lagi berniat mengeksekusi rencana rumit yang terkait dengan rahasia David maupun Kevin. Akankah dua sosok kuat tersebut jatuh ke dalam skenario misterius Elijah?

Tak seperti dugaan banyak pihak, trailer pertama Glass justru dibuka dengan tiga karakter utama Glass yang tampaknya terpenjara di sebuah institusi kejiwaan. Melalui sudut pandang seorang psikiater yang diperankan Sarah Paulson, tiga tokoh tersebut mendapat introduksi yang mendeskripsikan kekuatan dan kegilaan mereka.

Baca juga: 10 Film Berbudget Rendah Yang Meraup Pendapatan Fantastis

Pertama, ada David Dunn yang selalu selamat dari kecelakaan fatal dan mengaku bisa melihat masa depan dengan menyentuh orang-orang di sekitarnya. Kedua, Kevin Wendell Crumb diperkenalkan sebagai penderita DID yang memiliki banyak kepribadian, dimana salah satunya adalah The Beast yang merupakan monster buas dengan kekuatan super. Terakhir, Elijah Price memperkenalkan diri sebagai Mr. Glass, sosok yang begitu lemah sampai tulang-tulangnya seperti terbuat dari kaca, tapi begitu jenius sampai ia bisa memanipulasi David Dunn dengan sedemikian rupa.

Selain kembalinya karakter-karakter tersebut, trailer Glass juga menampilkan Casey Cooke, satu-satunya korban selamat dari aksi penculikan yang dilakukan Kevin di film Split. Jika Anda pernah menonton Unbreakable dan masih ingat dengan tokoh-tokoh pendukungnya, maka Anda juga akan menemukan keluarga David Dunn dan Elijah Price di trailer Glass.

Dengan berkumpulnya karakter-karakter tersebut, bisa dipastikan jika Glass akan menjadi film pamungkas dalam trilogi Unbreakable yang dimulai belasan tahun silam.

 

Film Superhero, Tapi Bernuansa Drama Thriller

Sejak diumumkan pembuatannya, Glass sudah digadang-gadang bakal menjadi film superhero karena terkait dengan Unbreakable. Meski demikian, Split yang tak diduga-duga terhubung dengan Unbreakable lebih sesuai disebut sebagai film antihero ketimbang superhero.

Sutradara sekaligus penulis di balik trilogi film ini, M. Night Shyamalan, dikenal jago menggarap genre drama thriller dan horor dalam skala film indie. Hal ini pun tercermin dalam Unbreakable dan Split, yang sama-sama sukses dengan cara berbeda dari film superhero dan antihero kebanyakan. Alih-alih memasang nama besar Hollywood, mengandalkan efek visual, atau bertabur adegan action dan ledakan, Unbreakable dan Split justru tampil sebagai film drama yang sarat tensi psikologis dan dialog-dialog penuh makna.

Glass bukan film superhero biasa

Pendekatan inilah yang diharapkan kembali muncul dalam Glass. Dan melihat trailer pertama yang tersaji di atas, bisa dikatakan M. Night Shyamalan telah separuh jalan dalam memenuhi ekspektasi fans dan media.

 

Masih Riskan Karena Kutukan M. Night Shyamalan

Setelah sukses menelurkan film-film hit seperti Unbreakable, The Sixth Sense, dan Signs, reputasi M. Night Shyamalan jatuh selama bertahun-tahun lamanya karena film-film gagal yang ia buat. Berawal dari Lady in the Water, Shyamalan terus mendapat hujatan karena menyutradarai The Last Airbender, The Happening, dan After Earth, 3 film yang bisa dikatakan gagal total dari segala sisi dan rutin menghiasi nominasi film terburuk di Golden Raspberry Awards.

Oleh karena itu, tak ada yang menduga jika Shyamalan ternyata belum menyerah. Ia mampu bangkit dengan kembali ke area indie, tepatnya lewat film The Visit dan Split. Meski demikian, dua film bagus yang menandai comeback Shyamalan tersebut rupanya tak cukup untuk membuat publik lupa dengan catatan kelam sang sutradara di film-film sebelumnya. Ia kini dikenal sebagai sineas yang hit or miss, karena kualitas film yang dibuatnya tak pernah setengah-setengah; jika bagus maka bagus sekali, bila buruk maka bisa dikatakan hancur total.

M Night Shyamalan

Dengan reputasi seperti itu, tak heran jika banyak pihak masih merasa was-was dengan performa Glass. Akankah M. Night Shyamalan berhasil mempertahankan performa apiknya, atau justru kembali ke periode film-film buruknya? Kita tunggu saja bagaimana jadinya Glass di awal tahun depan.

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi