Mark Wahlberg Dukung Nominasi Film Populer Terbaik Di Oscar

| Tidak ada komentar

Mark Wahlberg Dukung Nominasi Film Populer Terbaik Di Oscar

The Academy of Motion Picture Arts and Sciences baru-baru ini bikin heboh dengan mengumumkan tambahan nominasi Oscar untuk film populer. Kategori ini nantinya akan mengakomodasi film-film Blockbuster yang tidak mendapat kesempatan bersaing di nominasi-nominasi utama Oscar. Meski ide tersebut disambut dengan berbagai kritikan oleh media-media perfilman Hollywood, aktor Mark Wahlberg justru menyuarakan dukungan untuk nominasi baru ini. Apa alasannya?

Dalam wawancara bersama media Variety, aktor yang sedang mempromosikan film Mile 22 itu berpendapat jika kategori khusus untuk film populer akan menjadi sinyal positif bagi banyak sinema. "Ada banyak film-film hebat di luar sana yang 'kebetulan' sangat populer tapi tidak terlalu diakui, padahal sebenarnya mereka pantas mendapatkan pengakuan," ungkap Wahlberg.

Sambil bercanda, bintang film yang pernah dua kali mendapat nominasi Oscar lewat film The Departed dan The Fighter itu mengatakan, ia mungkin sudah mendapat beberapa piala jika kategori film populer terbaik telah ada sejak dulu. Hal ini sebenarnya cukup masuk akal, mengingat Mark Wahlberg sendiri sudah berulang kali membintangi film Blockbuster, contohnya seperti film-film Transformers, Ted, dan Daddy's Home.

Baca juga: Iko Uwais Berlaga Mendampingi Mark Wahlberg Di Trailer Mile 22

Mark Wahlberg di Academy Awards

Terlepas dari opini di atas, Mark Wahlberg bukanlah nama asing di panggung penghargaan Oscar. Selain pernah tercantum dua kali dalam daftar nominasi, ia telah berulang kali muncul dalam film yang berhasil diakui menurut standar Oscar. Belum lama ini, ia bermain sebagai salah satu aktor pendukung di film All The Money in the World yang mendapatkan nominasi Oscar untuk Best Supporting Actor.

 

Academy Panen Kritik

Dengan konsep nominasi khusus untuk film Blockbuster, kategori baru dalam Academy Awards nantinya akan dilabeli sebagai Outstanding Achievement in Popular Film. Meski demikian, The Academy of Motion Picture Arts and Sciences (sering disebut sebagai Academy saja) belum membeberkan kriteria apa saja yang mereka gunakan untuk memilih dan menilai film-film dalam nominasi ini.

Sekilas, ide menambahkan nominasi khusus untuk film-film populer bisa menjadi solusi terbaik agar tontonan favorit para penonton bisa mendapat pengakuan. Bagaimanapun juga, telah lama sekali Audience mengkritik Oscar yang dirasa terlalu fokus pada film-film indie, padahal tak sedikit pula film yang panen banyak di Box Office dan memiliki kualitas tak kalah hebat.

Akan tetapi, sebagian besar media dan pengamat film justru menganggap nominasi khusus untuk film populer adalah sebuah hinaan untuk integritas semua pihak, baik Academy maupun film-film Blockbuster yang nantinya dinominasikan dalam kategori ini.

Polemik nominasi baru Oscar

Pertama, penilaian Academy jelas tak akan didasarkan pada parameter yang mereka pegang teguh selama ini, karena akan lebih mengedepankan sisi popularitas daripada kualitas. Di samping itu, banyak pihak menduga jika langkah ini dilakukan hanya untuk mengangkat popularitas Oscar di kalangan penggemar film mainstream. Untuk diketahui, rating tayangan Oscar tahun ini jeblok ke level terendah sepanjang masa, sehingga wajar jika Academy mulai panik dan melakukan cara ini untuk menarik perhatian lebih banyak penonton.

Pertimbangan kedua, masuk ke nominasi film populer terbaik tak akan menjadi pujian bagi sinema-sinema yang terpilih. Mengapa? Karena sekali lagi, nominasi ini hanya akan menandakan pencapaian mereka dari segi popularitas, bukan kualitas sinematik yang menjadi junjungan Academy dan berbagai kritikus film selama ini.

 

Dianggap Salah Buka Nominasi

Daripada mengadakan nominasi khusus film populer, Academy sebenarnya masih bisa menyelamatkan rating-nya dengan cara yang lebih 'bermartabat', yakni membuka nominasi film berdasarkan genre, atau menghargai peran pihak-pihak yang selama ini belum banyak terekspos, seperti halnya pemeran pengganti (Stuntman). Dengan demikian, film yang tercakup ke dalam nominasi Oscar bisa lebih banyak dan bervariasi, tapi Academy tidak akan mengesampingkan aspek penilaian kualitas yang masih relevan dengan standar perfilman.

Standar film Oscar

Contohnya, andaikata Oscar memiliki nominasi khusus untuk film horor, film action, film sci fi, film fantasi, dsb., maka sinema-sinema Blockbuster seperti The Conjuring, seri Mission: Impossible, dan film-film Marvel yang selama ini bisa mendapat pujian kritik sembari mengumpulkan ratusan juta Dolar di Box Office akan lebih mudah terjaring dalam radar Oscar.

Jika nantinya Academy tetap melaju dengan nominasi film populer terbaiknya, maka kredibilitas organisasi yang menggelar penghargaan Oscar itu dikhawatirkan bisa melorot tajam. Beberapa penggemar film yang aktif mengikuti perkembangan berita ini bahkan sudah mulai membandingkan Oscar dengan MTV Movie Awards yang banyak menampilkan kategori 'tidak penting'. Akankah kekhawatiran ini terwujud, atau mampukan Oscar membalik pesimisme kritik dengan standar barunya? Kita lihat saja bagaimana situasinya pada gelaran Academy Awards ke-91 awal tahun depan.

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi