Venom Diproyeksi Pecahkan Rekor Box Office Oktober

| Tidak ada komentar

Venom Diproyeksi Pecahkan Rekor Box Office Oktober

Dengan tingginya antusiasme para fans yang semakin terlihat menjelang rilis Venom bulan Oktober nanti, media beramai-ramai memprediksi pencapaian Box Office awal untuk film yang dibintangi Tom Hardy tersebut. Tak tanggung-tanggung, Box Office akhir pekan untuk Venom diekspektasikan mengungguli pencapaian Gravity.

Menurut estimasi Box Office Pro, Venom bisa mengumpulkan pendapatan sebesar 65 juta Dolar hingga 85 juta Dolar di akhir pekan pertamanya. Angka tersebut naik lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya, yang mematok kisaran 30 juta Dolar sampai 50 juta Dolar saja. Jika perkiraan baru ini tercapai, maka Venom bisa mematahkan rekor Gravity sebagai film dengan Box Office pembukaan terlaris di bulan Oktober. Sebelumnya, film yang dibintangi Sandra Bullock dan George Clooney itu mampu menghimpun 55.8 juta Dolar di akhir pekan pertamanya.

Meski tampak impresif, proyeksi Box Office Venom sebetulnya terbilang rata-rata untuk sebuah film yang didasarkan pada buku komik. Bahkan jika dibandingkan dengan jajaran film superhero di tahun 2018, angka 65 juta Dolar adalah pencapaian yang paling rendah. Namun jika Venom nantinya bisa menggapai 75 juta Dolar, maka ia setidaknya akan bisa sejajar dengan Ant-Man and the Wasp.

Baca juga: Venom Batal Dirating Dewasa Karena Ingin Menghadirkan Spider-Man

 

Belum Tentu Dirating Dewasa

Dengan nuansa trailer yang kelam dan premise cerita yang mengunggulkan tokoh Villain, Venom awalnya diduga akan dirating dewasa seperti Deadpool. Namun menurut kabar terbaru yang dihimpun media Screenrant, Sony sedang mengupayakan agar Venom bisa dirating PG-13 (Bimbingan Orang Tua). Motivasi utama yang mendorong Sony untuk melakukan hal ini adalah potensi crossover dengan film-film MCU. Di bawah bendera Disney, film-film MCU selama ini memang tidak ada yang dirating dewasa.

Rating film Venom

Keputusan Sony untuk mengejar rating PG-13 menimbulkan pro kontra di kalangan para fans. Mereka yang benar-benar memahami perjalanan kisah Venom dan segala kompleksitasnya, merasa jika film ini tak akan all out jika ratingnya dibatasi. Di sisi lain, ada juga yang menyambut perkembangan ini dengan optimisme, karena film dengan rating yang lebih ramah keluarga memang lebih mudah menjangkau banyak Audience.

Terlepas dari perhitungan-perhitungan tersebut, Sony mengaku sudah cukup puas dengan proyeksi Venom dan antisipasi fans terhadap film tersebut. Studio itu pun semakin mantap meluncurkan dunia sinematiknya sendiri, Spider-verse, yang tentu juga akan melibatkan Spider-Man dan berbagai tokoh Marvel yang lisensinya dimiliki Sony.

 

Spider-verse Tidak Seperti MCU

Cinematic Universe yang dikembangkan Sony dan menaungi film Venom tidak memiliki kemiripan dengan MCU, sekalipun Spider-Man juga akan terlibat dalam dunia sinematik Marvel tersebut. Pertama-tama, Spider-verse tidak memiliki figur utama yang mengawasi kesinambungan antar film, seperti halnya Kevin Feige di MCU. Setiap proyek nantinya akan menjadi tanggung jawab produser masing-masing.

Kedua, Sony akan selalu terbuka pada prospek kolaborasi dengan dunia sinematik lainnya. Mereka tidak keberatan untuk berbagi lisensi karakter-karakter tertentu yang sekiranya diperlukan di MCU. Di sisi lain, Sony juga menyambut positif kemungkinan cameo tokoh-tokoh MCU di dunia sinematik mereka.

Beberapa proyek film yang sejauh ini sudah dikembangkan Sony untuk mengisi Spider-verse adalah Morbius the Living Vampire, Kraven The Hunter, Silk, Jackpot, dan Nightwatch. Morbius sudah mendapat sutradara dan pemain utama, yakni Daniel Espinosa dan Jared Leto yang juga memerankan Joker di DCEU. Sementara itu, Kraven the Hunter baru menemukan penulis, yaitu Richard Wenk yang berpengalaman merangkai naskah The Equalizer.

 

Kesuksesan Venom Bisa Jadi Penentu

Walaupun Sony sudah tancap gas dengan proyek penciptaan Spider-Verse, kelangsungan dunia sinematik itu belum benar-benar teramankan. Jika Venom ternyata panen kritik dan tidak mampu memenuhi proyeksi Box Office, rencana pengembangan Spider-verse bisa terganjal oleh masalah tersebut.

Venom jadi penentu Spider-verse

Kemungkinan terbaiknya, Sony tetap memberikan lampu hijau agar Spider-verse bisa terus berjalan sesuai rencana, tapi publik akan menyambutnya dengan pandangan pesimis. Sementara kemungkinan terburuknya, Spider-Verse akan dihentikan total seperti halnya Dark Universe yang tiba-tiba lenyap setelah The Mummy gagal meraih atensi kritik dan penonton di AS.

Karena itu, premiere Venom pada 4 Oktober 2018 akan menjadi momen krusial bagi Sony. Apabila film tersebut memenuhi proyeksi Box Office atau bahkan bisa melampauinya, maka cita-cita Sony untuk mewujudkan Spider-Verse pun bisa semakin terealisasi. Belum lagi, MCU bisa jadi akan memenuhi harapan Sony untuk berkolaborasi lebih lanjut, apabila dunia sinematik tersebut telah menunjukkan potensi terbesarnya.

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi