10 Franchise Film Yang Diakuisisi Disney Dari Fox

| Tidak ada komentar

10 Franchise Film Yang Diakuisisi Disney Dari Fox

Selain X-Men, ternyata ada banyak Franchise film terkenal yang hak distribusinya diambil Disney dari tangan Fox. Mulai dari Avatar hingga Kingsman, berikut ini 10 seri film yang akan diakuisisi Disney.

Walaupun Fox sudah menyetujui penawaran Disney pada akhir tahun 2017 silam, proses merger kedua studio tersebut masih diwarnai gejolak hingga pertengahan tahun 2018. Hal itu karena perusahaan media Comcast berani menawar dengan harga yang lebih tinggi, sehingga Fox pun mengkaji ulang peretujuan awal mereka dengan Disney. Tak ingin diserobot begitu saja, Disney akhirnya menaikkan harga penawaran mereka, dari yang semula 52.4 miliar Dolar menjadi 71 miliar Dolar.

Lika-liku perang harga antara Disney dan Comcast resmi berakhir di penghujung Juli, tepatnya ketika dewan pemegang saham Fox menggelar rapat yang berujung pada persetujuan untuk penawaran Disney. Selama kemelut itu berlangsung, fokus media selalu tertuju pada potensi kolaborasi X-Men dan Avengers di MCU. Namun sebenarnya, ada begitu banyak Franchise film yang tak kalah hebat dari X-Men dan kini akan menjadi bagian dari Disney.

Baca juga: 10 Trilogi Film Terbaik Sepanjang Masa

 

1. Avatar

Avatar setelah diakuisisi Disney

Avatar merupakan film terlaris sepanjang masa, yang berhasil mengumpulkan hampir 3 miliar Dolar di Box Office global. Angka tersebut berhasil mengungguli Titanic dan hingga kini belum tersentuh, bahkan oleh film-film fenomenal yang belakangan muncul, seperti halnya Star Wars Episode VII (The Force Awakens) dan Avengers: Infinity War.

Film ini berkembang menjadi Franchise setelah pada tahun 2016 lalu, James Cameron mengkonfirmasi dimulainya proyek sekuel Avatar yang sudah bertahun-tahun tak terjamah. Film kedua ini diproyeksi rilis pada 18 Desember 2020, bertepatan dengan proses akuisisi Disney dan Fox yang sudah final.

CEO Disney, Bob Iger, sudah menginginkan lisensi Avatar sejak tahun 2011 lalu. Menurut kabar yang beredar, ia tidak hanya menginginkan profit dari segi pendapatan film, tapi juga ingin menggunakan tema Avatar untuk memperkaya wahana Disneyland.

 

2. Fantastic Four

Fantastic Four setelah diakuisisi Disney

Setelah kegagalan reboot di tahun 2015, banyak pihak tampaknya lupa dengan properti Marvel yang satu ini. Padahal, Fantastic Four merupakan salah satu kelompok superhero terpopuler di kalangan penggemar komik. Sejauh ini, Fox telah merilis 3 film Fantastic Four, dan semuanya tidak pernah berakhir memuaskan.

Jika Marvel berhasil mengolah Fantastic Four dengan sentuhan khas yang membesarkan nama MCU selama ini, maka bergabungnya Fantastic Four ke Avengers akan menjadi hal yang lebih mudah terealisasikan ketimbang kolaborasi X-Men dengan Avengers.

Meskipun begitu, perpindahan lisensi Fantastic Four dikhawatirkan terganjal oleh pemegang hak yang sebenarnya, yakni Constantin Films. Menurut penelusuran media Screenrant, Fox sebenarnya tak memiliki lisensi Fantastic Four, karena studio tersebut hanya berperan sebagai partner Constantin Films. Namun dari Press Release terbaru yang diungkapkan, lisensi Fantastic Four tampaknya sudah ada di tangan Fox.

 

3. Alien

Alien setelah diakuisisi Disney

Sempat populer di era 80-an hingga 90-an, seri film Alien kembali dimodernisasi dengan kehadiran Prometheus dan Alien: Covenant di era milenial. Franchise film sci-fi horor ini memang memiliki basis fans yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Akan tetapi, kelangsungan seri film Alien sempat diragukan, mengingat genre-nya yang terlalu kelam untuk standar Disney. Meski demikian, beberapa pihak menampik kekhawatiran ini dengan menyebutkan Miramax dan Touchstone, dua studio cabang Disney yang biasa menangani film-film berating dewasa. Sebagai informasi, argumen serupa mengenai dua studio tersebut juga digunakan untuk menepis kerisauan fans akan bergabungnya Deadpool ke Disney.

 

4. Planet of the Apes

Planet of the Apes setelah diakuisisi Disney

Hampir sama dengan Alien, Planet of the Apes juga baru saja menikmati kesuksesan modernisasi yang dilakukan Fox baru-baru ini. Bedanya, 3 film baru Planet of the Apes berhasil mendatangkan keberhasilan yang jauh lebih besar ketimbang 2 film baru Alien. Selain laris di Box Office, 2 film Planet of the Apes rutin mendapat nominasi di Academy Awards. Dengan potensi film lanjutan yang sudah masuk dalam tahap perencanaan, proyek pengembangan Franchise ini tentu masih sangat bisa dimaksimalkan lebih lanjut oleh Disney.

 

5. Star Wars Episode IV-VI

Star Wars setelah diakuisisi Disney

Disney memang sudah memiliki Lucasfilm dan berkontribusi pada rilis film-film Star Wars sejak Episode VII. Akan tetapi, lisensi untuk 3 film original Star Wars masih berada di tangan Fox. Para fans garis keras Star Wars sudah lama menyesalkan hal ini, mengingat Fox tidak merilis ulang Star Wars Episode IV, V, VI dalam format modern yang lebih ramah bagi generasi milenial. Nah, dengan akuisisi Disney terhadap Fox, diharapkan semua hak distribusi film-film awal Star Wars dapat kembali ke tangan Lucasfilm.

 

6. Die Hard

Die Hard setelah diakuisisi Disney

Franchise action klasik yang melambungkan nama Bruce Willis ini memang sudah cukup lama tidak merilis film baru. Seri terakhir yang diluncurkan di layar lebar adalah film kelima, yakni A Good Day to Die Hard yang premiere pada tahun 2013. Meski masih mampu meraup lebih dari 300 juta Dolar di Box Office global, film tersebut dihujani dengan kritikan pedas karena dianggap tidak bersubstansi.

Pengerjaan proyek film keenam diisukan sudah mulai berjalan dan sedang memasuki tahap casting. Menurut keterangan yang beredar, film kali ini ditargetkan untuk meraih kembali kejayaan Die Hard di seri-seri awalnya. Hal ini cukup menarik, mengingat distribusi Die Hard 6 sudah akan menjadi wewenang Disney.

 

7. Ice Age

Ice Age setelah diakuisisi Disney

Dengan total pendapatan mencapai lebih dari 6 miliar Dolar, Franchise Ice Age merupakan salah satu seri film animasi yang paling potensial dan sudah memiliki basis penggemar di berbagai belahan dunia. Meski film terakhirnya, Ice Age: Collision Course kurang disambut hangat oleh para pengamat, Audience masih memiliki ekspektasi besar terhadap film-film Ice Age selanjutnya.

Walaupun begitu, langkah pengambilalihan Disney atas Blue Sky Animation Studios (yang memproduksi Ice Age) hingga saat ini belum jelas. Diperkirakan, hanya ada 2 kemungkinan dari tindakan Disney terhadap Franchise ini: meloloskan rencana pembuatan Ice Age 6, atau hanya mengambil keuntungan dari branding Ice Age (dalam penjualan merchandise, konsep wahana, juga layanan streaming) semata.

 

8. Independence Day

Independence Day setelah diakuisisi Disney

Franchise Independence Day memang tidak dikenal sebagai seri film yang unggul dari sisi kualitas. Namun genre sci-fi disaster yang diusungnya membuka peluang kesuksesan besar di Box Office. Hal ini pun terbukti dari keberhasilan film pertamanya yang dibintangi Will Smith.

Meski demikian, kehadiran Independence Day: Resurgence pada tahun 2016 bisa terbilang gagal, padahal rilis film itu dimaksudkan sebagai pembuka jalan untuk film-film sekuel yang membentuk Franchise Independence Day. Karena itu, kecil kemungkinan Disney akan menghidupkan kembali seri film ini. Jika studio tersebut masih berminat dengan potensi Independence Day, maka solusinya cuma ada dua: melakukan reboot atau mengirimkannya ke layanan streaming.

 

9. The Chronicles of Narnia

Narnia setelah diakuisisi Disney

Film pertama Narnia cukup menghebohkan dunia perfilman global di tahun 2005, ketika genre fantasi masih menjadi favorit di kalangan Audience. Namun demikian, Franchise ini gagal mempertahankan kesuksesannya dengan rilis film kedua (Prince Caspian) dan ketiga (Voyage of the Dawn Treader).

Kekecewaan dari film-film tersebut membuat C.S. Lewis Company berpikir matang-matang untuk memproduksi seri selanjutnya, The Silver Chair, yang rencananya akan didasarkan pada buku ke-4 dalam seri The Chronicles of Narnia. Jika Disney tertarik untuk menghadirkan kembali keajaiban dunia Narnia di layar lebar, maka studio ini perlu menempuh jalan yang tak bisa dibilang mudah; sebelum bisa memegang hak distribusi, Disney perlu mencapai kesepakatan kompleks dulu dengan C.S. Lewis Company, karena hak pembuatan film ini sudah berpindah dari tangan Fox ke Mark Gordon Compony, TriStar, dan Entertainment One.

 

10. Kingsman

Kingsman setelah diakuisisi Disney

Satu lagi seri film action yang akan diakuisisi Disney dari Fox adalah Franchise Kingsman. Meski baru meluncurkan 2 film, Kingsman berhasil menonjolkan keunikan tersendiri yang membuatnya tetap digemari banyak penonton, meski arena perfilman saat ini sudah sarat dengan Franchise film agen rahasia seperti James Bond dan Mission: Impossible.

Film kedua Kingsman, The Golden Circle, berhasil mengumpulkan 400 juta Dolar di Box Office global. Film ketiga pun sudah direncanakan pembuatannya, dengan jajaran pemain yang semakin berkembang dari film ke film. Namun karena konsepnya yang cukup brutal, Kingsman mungkin tidak akan cocok dengan nuansa film Disney yang harus dibuat ramah keluarga.

Mengkhawatirkan? Belum tentu. Sama seperti kasus Franchise Alien, Disney bisa mengandalkan peran studio Miramax untuk menangani distribusi film-film semacam Kingsman.

 


Selain 10 film di atas, tentunya masih ada seri X-Men yang digadang-gadang akan di-reboot oleh Disney, agar ceritanya bisa tergabung dalam kesinambungan MCU. Meski demikian, rumor terbaru menyebutkan jika Disney masih akan merilis film-film X-Men yang sudah terlanjur dalam tahap produksi, yakni X-Men: Dark Phoenix dan The New Mutants.

Di luar itu, beberapa Franchise film Fox yang akan dimiliki Disney termasuk Night At the Museum, Percy Jackson, Alvin and the Chipmunks, The Maze Runner, Red Sparrow, Home Alone, The X-Files, dan The Simpson. Film-film peraih Oscar yang bernaung di bawah Fox Searchlight pun akan diakuisisi Disney dalam proses merger ini.

Di antara sekian banyak film tersebut, manakah yang membuat Anda paling antusias? Silahkan berbagi opini di kolom komentar.

Tag: , , , , , , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi