7 Aktor Yang Bermasalah Dengan Marvel

| Tidak ada komentar

7 Aktor Yang Bermasalah Dengan Marvel

Dengan pencapaian luar biasa yang didapat film-film Marvel, tak sulit untuk membayangkan sukacita para artis yang terpilih untuk berpartisipasi dalam dunia sinematik MCU. Namun, sehebat-hebatnya studio Marvel, tetap saja ada kekurangan yang membuat 7 aktor ini tak sudi bermain (lagi) di film superhero Marvel. Siapa sajakah mereka, dan apa masalah yang membuat ketujuh aktor ini begitu anti Marvel?

1. Edward Norton

Jauh sebelum Mark Ruffalo ditunjuk untuk memerankan Hulk, peran itu sebenarnya dipercayakan pada Edward Norton, yang membintangi salah satu film Marvel di fase pertamanya, yakni The Incredible Hulk. Namun bukannya melanjutkan tongkat estafet keberhasilan Iron Man, The Incredible Hulk justru diliputi prahara konflik berkepanjangan antara Norton dan Marvel.

Awalnya, Edward Norton memberikan persetujuan bersyarat pada Marvel sebelum ia memerankan Bruce Banner. Aktor yang populer sebagai lawan main Brad Pitt di Fight Club itu ingin memiliki kewenangan untuk menulis ulang beberapa bagian dalam film The Incredible Hulk.

Baca juga: Venom Batal Dirating Dewasa Karena Ingin Menghadirkan Spider-Man

Edward Norton di The Incredible Hulk

Karena tak ingin kehilangan bintangnya, Marvel setuju dengan syarat tersebut. Masalahnya, proses produksi yang menganut naskah aslinya sudah mulai berjalan, dan jadwal syuting yang mepet membuat sutradara Louis Letterier akhirnya memilih untuk menjalankan naskah asli dan buatan Edward Norton secara bersamaan.

Hasilnya? Marvel harus menggelontorkan biaya produksi yang membengkak untuk syuting ulang, dan agar cerita film ini bisa lebih komprehensif. Edward Norton malah merasa tak puas dengan hasil akhir The Incredible Hulk, yang kemudian memang banyak dianggap mengecewakan oleh berbagai pihak. Dalam rangkaian promosi untuk film tersebut, baik Marvel maupun Edward Norton saling menuduh satu sama lain, sehingga membuat reputasi The Incredible Hulk yang sudah buruk semakin bertambah negatif.

Kekecewaan ini bahkan sempat menurunkan antisipasi media perfilman terhadap masa depan MCU. Untungnya, Marvel kemudian berhasil merilis Captain America: The First Avenger dan film pertama Thor yang disambut baik.

 

2. Terrence Howard

Layaknya kasus Edward Norton di atas, masalah Terrence Howard vs. Marvel juga terjadi di fase pertama MCU. Sekedar informasi, Howard merupakan aktor yang disiapkan untuk menjadi pemeran War Machine. Meski belum 'mentas' sebagai tokoh superhero tersebut di film pertama Iron Man, kehadirannya sebagai Kolonel James "Rhodey" Rhodes sudah mengindikasikan jika ia kelak akan menjadi War Machine di film-film Marvel selanjutnya.

Terrence Howard di Iron Man

Terrence Howard (kiri) saat berperan sebagai Rhodey di Iron Man

Sayang, sebelum ia benar-benar mengenakan kostum War Machine, Howard sudah terdepak dari Marvel karena berselisih dengan Robert Downey Jr. Menurut pengakuan sang aktor, ia digantikan oleh Don Cheadle karena Marvel ingin membayar aktor yang lebih murah, setelah Robert Downey Jr. meminta peningkatan honor di Iron Man 2. Yang lebih mengejutkan lagi, Howard merasa dikhianati karena ia-lah yang merekomendasikan Robert Downey Jr. pada Marvel sebagai pengisi peran Tony Stark.

"Ternyata orang yang saya bantu untuk menjadi Iron Man... ketika waktunya bernegosiasi untuk film kedua, (ia) mengambil uang yang seharusnya menjadi bagian saya dan mendorong saya keluar," kata Terrence Howard.

Merasa ditusuk dari belakang, Howard pun ogah bekerja dengan bayaran yang lebih rendah untuk menuruti 'ego' Robert Downey Jr. Marvel akhirnya memilih Don Cheadle yang standar gajinya lebih sesuai dengan budget. Hingga saat ini, Cheadle dianggap sukses membawakan peran War Machine dengan baik. Sementara Howard? Baru-baru ini ia mengungkapkan jika hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan memendam kekesalan yang sia-sia. Namun pintu rekonsiliasi yang dibuka oleh Howard ini agaknya sudah terlambat, karena Marvel telah lama move on dari lini cerita Iron Man dan War Machine.

 

3. Natalie Portman

Ketika Natalie Portman pertama kali terlibat dalam MCU sebagai Jane Foster di Thor, ia baru saja mendapatkan status aktris peraih Oscar lewat performanya di Black Swan. Hal itu tentu saja menaikkan reputasi MCU dan nilai jual film pertama Thor, yang pada akhirnya juga disambut hangat oleh Audience maupun para kritikus.

Gesekan konflik mulai muncul ketika Natalie Portman merekomendasikan Patty Jenkins sebagai sutradara Thor: The Dark World. Awalnya, Marvel setuju dengan saran itu dan mulai merekrut Jenkins. Namun karena tak setuju dengan ide Jenkins yang ingin mengeksplor kisah asmara Thor dan Jane Foster lebih lanjut, Marvel memecat sutradara Wonder Woman itu, dan menunjuk Alan Taylor untuk menggantikan posisinya. Natalie Portman yang merasa tidak terima pun mengkritisi Marvel secara terbuka di beberapa kesempatan. Ia juga diisukan tidak bersemangat lagi melakoni perannya di Thor: The Dark World.

Natalie Portman di Thor: The Dark World

Kebetulan atau tidak, film itu kemudian dirilis dengan tanggapan negatif dari hampir semua pihak. Selain karena standar kualitasnya yang rendah, performa Natalie Portman memang benar-benar terlihat 'malas' dan tidak menjiwai karakternya sebagai Jane Foster. Bahkan sampai saat ini, Thor: The Dark World sering dianggap sebagai film MCU terburuk, bergantian posisi dengan Iron Man 2 dan The Incredible Hulk.

Situasi pelik ini bertambah semakin runyam setelah Portman mengkonfirmasi jika ia tak ingin kembali ke Marvel. Namun baru-baru ini, ia dikabarkan mensinyalkan keinginan kembali melakoni peran Jane Foster setelah melihat kesuksesan Thor: Ragnarok. Mungkinkah Marvel masih membuka pintu untuknya?

 

4. Mickey Rourke

Jika masalah dengan Terrence Howard terjadi sebelum penggarapan Iron Man 2, maka konflik dengan Mickey Rourke terjadi saat proses syuting berlangsung hingga setelah film ini dirilis. Aktor yang penampilannya banyak dipuji di film The Wrestler itu dipilih untuk memerankan Whiplash, salah satu Villain di Iron Man 2. Namun karena merasa penokohannya begitu dangkal, Rourke meminta izin untuk melakukan beberapa perubahan, agar karakternya bisa memiliki "kedalaman dimensi" yang lebih baik.

Marvel sudah memberikan lampu hijau untuk inisiatif tersebut, tapi entah mengapa semua usaha Mickey Rourke tak ada yang ditampilkan di final cut Iron Man 2. Situasi ini jelas memperlihatkan intervensi yang dilakukan di proses editing. Merasa dicurangi, Mickey Rourke tak segan-segan mengutarakan kebenciannya terhadap Marvel dan Iron Man 2.

Mickey Rourke di Iron Man 2

Bahkan hingga beberapa tahun semenjak rilis Iron Man 2, Rourke tetap tak pernah bosan menyuarakan kritik untuk Marvel.

"Saya tak suka dengan Marvel. Saya pernah bermain sekali di film Marvel, dan mereka memotong seluruh (perubahan yang saya lakukan)," ungkap Rourke saat menjadi bintang tamu di acara Late Night With Seth Meyers.

Menurutnya, suasana syuting di filmnya yang lain, Sin City: A Dame To Kill For, jauh lebih menyenangkan karena sutradaranya tidak "membuang-buang waktu" untuk mengambil adegan yang pada akhirnya tidak ditampilkan di film. Ini jelas merupakan sindiran terbuka untuk Marvel yang memang sering melakukan syuting 'tipuan'.

 

5. Jason Statham

Jason Statham sebenarnya tidak pernah bermain di film Marvel. Namun ia pernah mengobarkan api perang gegara menghujat film-film superhero keluaran studio saingan DC tersebut. Hal ini berawal dari Marvel yang menawarinya peran di salah satu film MCU. Tanpa berpikir panjang, aktor spesialis film action yang baru-baru ini tampil di The Meg itu langsung menolak tawaran Marvel.

Menurutnya, proposal yang diajukan Marvel sangat konyol, karena ia tak mungkin membintangi film yang bergantung pada efek CGI dan aksi Stuntman. Hal itu tentu tak sejalan dengan prinsip Jason Statham yang menekankan pentingnya melakoni semua adegan di filmnya sendiri. Dikenal sebagai pecinta adrenalin dan keseruan film action, aktor satu ini memang diakui karena berani memerankan adegan-adegan berbahaya di semua filmnya.

Jason Statham menyerang Marvel

Melihat aktor-aktor MCU yang sering menggunakan Stuntman, ia juga menyerukan hinaan berikut:

"Saya bisa menyuruh nenek saya memakai kostum dan berakting di depan layar hijau, lalu mereka (Marvel) akan menggunakan Stuntman untuk melakoni semua adegan di film."

Dengan kata lain, ia menganggap jika semua orang bisa bermain di film Marvel, karena pada akhirnya, sebagian besar adegan mereka akan digantikan oleh Stuntman. Uniknya, komentar menjatuhkan ini pernah direspon oleh Paul Bettany yang menyindir kemampuan akting Jason Statham.

"Saya mencoba dan sudah melakukan berbagai adegan sejauh yang saya bisa. Namun ada beberapa situasi yang membuat saya tidak bisa melakukannya sendiri, karena adegannya terlalu berbahaya. Bahkan produser berkata ini terlalu berbahaya untuk saya. Mungkin saja, dia (Jason Statham) perlu mempertimbangkan untuk berinvestasi pada Stuntman yang bisa benar-benar berakting," tutur aktor yang memerankan tokoh Vision di MCU tersebut.

 

6. Idris Elba

Berperan sebagai Heimdall dari film-film Thor, Idris Elba sebenarnya memiliki porsi yang cukup penting dalam MCU. Ia bahkan menjadi salah satu karakter yang kematiannya cukup ikonik di Avengers: Infinity War. Akan tetapi, salah satu aktor papan atas Hollywood ini rupanya pernah mengungkapkan kepenatannya terhadap Marvel.

Idris Elba sebagai Heimdall

Komentar Idris Elba muncul setelah rilis Thor: The Dark World yang tidak disambut baik. Ia pernah blak-blakan saat diwawancara Telegraph, dan mengungkapkan bahwa berpartisipasi dalam film tersebut adalah suatu siksaan. Rupanya, hal ini berakar dari penokohan Heimdall yang begitu buruk di Thor: The Dark World.

Heimdall memang mendapatkan screentime yang lumayan di film itu, tapi kehadirannya tidak dimanfaatkan dengan baik dalam plot. Elba yang sudah menyadari hal ini sejak saat syuting masih berlangsung, merasa jika ia tak akan berada di sana jika bukan karena terikat kontrak dengan Marvel.

Untungnya, masalah Idris Elba ini tak berakhir sama dengan kasus Mickey Rourke yang juga terganjal isu penokohan karakternya. Usai kembali dalam Thor: Ragnarok dan Avengers: Infinity War, aktor ini mengungkapkan ketertarikannya untuk kembali ke Marvel, jika suatu saat Heimdall diperlukan untuk adegan flashback atau semacamnya.

 

7. Dave Bautista

Masalah Dave Bautista sebenarnya tidak dengan Marvel, tapi lebih terhadap Disney yang saat ini menaungi Marvel. Konflik antara Dave Bautista dengan studio Disney bahkan masih berlangsung saat artikel ini ditulis. Perseteruannya tak lain dan tak bukan berpusat pada masalah pemecatan James Gunn dari kursi sutradara dan penulis Guardians of the Galaxy Vol. 3. Dave Bautista yang merasa jika pemecatan itu tak adil, segera merespon Disney dengan kritikan-kritikan tajam di akun media sosialnya.

Dave Bautista sebagai Drax

Di antara para pemain GotG dan rekan sesama artis yang menyesalkan keputusan Disney, aksi Dave Bautista ini bisa dikatakan yang paling vokal. Ia juga tidak khawatir jika Disney akan mendepaknya dari Guardians of the Galaxy Vol. 3. Sebelum itu terjadi, ia sendiri sudah menyatakan jika ia tak lagi antusias membintangi GotG 3, dan hanya hadir untuk memenuhi kewajiban kontraknya.

Lebih lanjut lagi, ia tak akan ragu-ragu untuk melanggar kontrak dan hengkang dari Guardians of the Galaxy Vol. 3 apabila Disney tidak menggunakan naskah James Gunn. Sikap antagonis yang terang-terangan dilancarkan Dave Bautista belum mendapat tanggapan formal dari Disney maupun Marvel sejauh ini. Mereka justru memutuskan untuk menunda sementara seluruh proses produksi Guardians of the Galaxy Vol. 3, dan tidak menargetkan waktu tertentu untuk bisa memulai pengerjaan film ini kembali.

Tag: , , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi