Lisbeth Salander Kembali Dalam Trailer The Girl in the Spider's Web

| Tidak ada komentar

Lisbeth Salander Kembali Dalam Trailer The Girl in the Spider's Web

Masih ingat dengan tokoh hacker sangar di The Girl with the Dragon Tattoo? Ia akan kembali dalam sekuel berjudul The Girl in the Spider's Web, tapi diperankan oleh aktris yang berbeda. Bagaimana penampilan Claire Foy yang didapuk menggantikan Rooney Mara sebagai pemeran Lisbeth? Berikut ini cuplikan trailernya.

 

Sinopsis film:

Baca juga: 10 Film Paling Gagal Di Tahun 2018

Sebagai chapter berikutnya dalam saga film Millenium, The Girl in the Spider's Web mengisahkan petualangan Lisbeth Salander dan Mikael Blomkvist yang kali ini menginvestigasi suatu kasus kompleks; melibatkan mata-mata, penjahat cyber, dan pejabat korup. Parahnya lagi, tidak sedikit dari oknum-oknum tersebut yang rela membunuh untuk melindungi rahasia masing-masing.

 

Dirombak Besar-besaran

Tidak hanya dirilis sebagai sekuel, Sony menjadikan The Girl in the Spider's Web sebagai soft reboot dari film pertamanya. Hal ini karena semua figur vital di The Girl with the Dragon Tattoo memutuskan untuk tidak kembali ke film kedua. Selain Rooney Mara yang digantikan Claire Foy, pemeran Mikael Blomkvist juga bertransisi dari Daniel Craig ke Sverrir Gudnason. Sementara di jajaran kru, sutradara David Fincher digantikan oleh Fede Álvarez, dan posisi penulis Steven Zaillian diambil alih oleh tim yang terdiri dari Steven Knight, Jay Basu, serta Fede Álvarez sendiri.

Perubahan besar ini cukup mengejutkan, mengingat film pertama begitu sukses dan banyak diperbicangkan di tahun 2011. The Girl with the Dragon Tattoo bahkan dianugerahi Piala Oscar lewat kategori Best Editing, sementara Rooney Mara dinominasikan sebagai aktris terbaik di ajang penghargaan yang sama.

Rooney Mara dan Daniel Craig

Rooney Mara dan Daniel Craig saat bermain di The Girl with the Dragon Tattoo

Tidak banyak spekulasi media yang berhembus seputar kepergian Rooney Mara, Daniel Craig, dan David Fincher dari franchise ini. Ketiganya tampak mengunci rapat-rapat alasan mereka untuk tak lagi terlibat dalam seri Millenium. Meski demikian, melalui wawancara EW dengan sutradara Fede Álvarez, publik setidaknya sudah tahu alasan yang diusung dari pihak Sony.

Menurutnya, ada banyak perdebatan mengenai pergantian aktor di internal Sony. Semua itu tak mengalihkan komitmen Álvarez untuk bersikeras memiliki jajaran pemain baru yang sesuai dengan ide kreatifnya. Dengan kata lain, Fede Álvarez merupakan salah satu pihak yang menyebabkan pergantian pemain dari The Girl with the Dragon Tattoo.

"Sebagai sutradara, saya tidak suka menangani pemain-pemain dari sutradara lain. Sejauh saya mengagumi Fincher sebagai seorang pembuat film, saya rasa Rooney Mara akan selalu menjadi Lisbeth versinya, bukan begitu? Dan (itulah mengapa) saya ingin menemukan Lisbeth versi saya sendiri," demikian tutur Álvarez.

 

Lebih Mengedepankan Action Thriller

Setelah banyak figur utamanya memilih hengkang, banyak pihak awalnya meragukan prospek kelangsungan seri film yang diadaptasi dari rangkaian novel Stieg Larsson ini. Namun, penunjukan Claire Foy sebagai Lisbeth Salander mampu memberi sedikit harapan, mengingat ia adalah aktris yang tak kalah kompeten dibanding Rooney Mara. Foy bahkan baru mendapat gelar sebagai aktris terbaik di Emmy Awards berkat performanya sebagai Ratu Elizabeth II di serial The Crown.

Di samping itu, sutradara Fede Álvarez juga memiliki filmografi yang cukup baik. Meski relatif berstatus pendatang baru, 2 film mayor yang sebelum ini dibesutnya cukup banyak menyita perhatian. Don't Breathe bahkan menjadi film thriller kuda hitam yang secara mengejutkan sanggup merajai Box Office dan diapresiasi positif oleh para kritikus.

Untuk saat ini, belum terlalu banyak perbedaan yang bisa dikenali dari nuansa The Girl with the Dragon Tattoo dengan The Girl in the Spider's Web. Akan tetapi. Sandy Schaefer dari Screenrant mampu menyimpulkan bahwa dari trailer yang baru saja dirilis, The Girl in the Spider's Web tampak lebih banyak menampilkan unsur action thriller, ketimbang lika-liku investigatif yang menjadi tema utama di The Girl with the Dragon Tattoo.

Trailer The Girl in the Spider's Web

Menurut Schaefer, hal itu sudah sesuai dengan gaya dan ciri khas masing-masing sutradara. David Fincher memang dikenal sebagai "pendongeng" yang suka merealisasikan cerita melalui penjabaran situasi dan narasi. Sementara itu, jika dilihat dari sajian Don't Breathe dan remake Evil Dead, Fede Álvarez terlihat lebih suka menekankan thriller brutal.

Apakah adaptasi Fede Álvarez bisa menyaingi kesuksesan The Girl with the Dragon Tattoo, atau justru dianggap gagal dan tak mampu keluar dari bayang-bayang kesuksesan film pertamanya? Jawabannya tentu baru akan tersaji setelah The Girl in the Spider's Web premiere pada 9 November 2018 mendatang.

Tag:

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi