10 Trilogi Film Terbaik Sepanjang Masa

| Tidak ada komentar

10 Trilogi Film Terbaik Sepanjang Masa

Banyak sekali film-film legendaris yang ada saat ini merupakan bagian dari sebuah trilogi. Sebuah survei baru-baru ini diadakan oleh Vudu Movies and TV, untuk menentukan 20 trilogi film yang paling difavoritkan oleh 2,000 responden dari Amerika Serikat. Media terkenal seperti Independent dan The New York Post yang meliput hasil survei tersebut, membeberkan10 trilogi film terbaik sepanjang masa dari penelitian tersebut.

 

10. Toy Story

Toy Story tidak hanya istimewa karena menjadi satu-satunya film animasi dalam daftar ini, tapi juga karena menjadi trilogi dengan nilai terbaik di Rotten Tomatoes. Bayangkan saja, film 'terburuk' dalam trilogi ini adalah Toy Story 2 yang mengumpulkan skor tomatometer sebesar 99%. Sementara dua film lainnya berhasil mengumpulkan nilai masing-masing 100%.

Baca juga: 12 Franchise Film Terlaris Dalam Sejarah Box Office

Berkisah tentang kehidupan para mainan yang dimiliki seorang anak laki-laki bernama Andy, film pertama Toy Story dengan sukses memperkenalkan karakter-karakternya beserta konflik yang mereka hadapi. Toy Story 2 kemudian mulai memasuki kisah yang lebih serius, ketika Woody, figur utama dari para mainan itu mulai mempertimbangkan kemungkinan untuk meninggalkan Andy. Sementara di Toy Story 3, kesan ending benar-benar terasa karena para mainan tersebut harus menghadapi kemungkinan 'dibuang' oleh Andy yang sudah beranjak dewasa.

Trilogi Toy Story

Meski Pixar telah mengumumkan rencana rilis film ke-4, mereka menampik jika film ini akan mengacaukan kesinambungan tiga film sebelumnya. Hal itu karena Toy Story 4 akan menjadi film terpisah yang ceritanya tak lagi berfokus pada Andy, melainkan kisah cinta antara Woody dan Bo Peep yang dianggap hilang di akhir Toy Story 3.

 

9. Terminator

Dibintangi Arnold Schwarzenegger, film-film Terminator merupakan tontonan klasik yang diakui sebagai salah satu gebrakan dalam evolusi efek visual di Hollywood. Meski saat ini sudah ada lebih dari tiga film Terminator, tapi susunan tiga film pertama dalam franchise ini dianggap sebagai trilogi yang berbeda dari rilis-rilis selanjutnya.

Terminator pada awalnya diperkenalkan oleh James Cameron di tahun 1984, sebagai film sci-fi yang menuturkan ancaman robot dari masa depan. Terminator sendiri adalah sebuah istilah yang diberikan untuk mewakili robot utusan sebuah korporasi yang ingin menghabisi Sarah Connor dan putranya, John Connor.

Trilogi Terminator

Film pertama Terminator banyak diapresiasi pengamat dan meraup kesuksesan di Box Office, sementara film keduanya yang juga masih disutradarai James Cameron, justru menjadi titik puncak kejayaan Terminator. Selain mengumpulkan pendapatan lebih dari 500 juta Dolar AS di tahun 1991, Terminator 2 juga menggondol beberapa Piala Oscar.

Sayangnya, film ketiga yang tak lagi ditangani oleh James Cameron tidak disambut terlalu baik. Rilis di tahun 2003, Terminator 3 gagal memberikan resolusi dan kesimpulan yang memuaskan dari 2 film sebelumnya.

 

8. Star Wars

Star Wars merupakan sebuah franchise film yang kompleks, tapi hampir semua kalangan tak akan menampik jika trilogi awalnya-lah yang menjadi bagian terbaik dari keseluruhan seri. Ya, A New Hope (1977), The Empire Strikes Back (1980), dan Return of the Jedi (1983) tetap klasik dan tak terkalahkan oleh rilis-rilis modern seperti The Force Awakens dan The Last Jedi.

Trilogi original Star Wars

Ketika A New Hope meluncur, tak banyak pihak yang menduga jika film tentang pertarungan di luar angkasa akan menjadi fenomena global yang tidak lekang oleh waktu. Namun konsep from zero to hero yang disematkan pada karakter Luke Skywalker, karakteristik Han Solo yang menawan, kisah cintanya yang penuh greget dengan Putri Leia, ditambah realisasi dunia penuh fantasi yang tercipta di ruang angkasa, membuat Star Wars tumbuh menjadi salah satu franchise terbesar sepanjang masa.

Tiga film awal Star Wars dianggap di atas rata-rata secara kualitas. Meski demikian, film keduanya, The Empire Strikes Back, mendapat kehormatan menjadi seri yang paling diapresiasi oleh berbagai kalangan.

 

7. Pirates of the Caribbean

Sama seperti Terminator dan Star Wars, Pirates of the Caribbean sebenarnya juga sudah berkembang menjadi lebih dari sekedar trilogi. Namun, jelas sekali bahwa tiga film pertama Pirates of the Caribbean memiliki keterkaitan khusus yang membuat film ke-4 dan ke-5 hanya berfungsi sebagai semacam spin-off.

Trilogi Pirates of the Caribbean

Trilogi Pirates of the Caribbean merupakan seri tak terencana yang dikembangkan setelah popularitas masif dari film pertamanya, The Curse of the Black Pearl. Tiga tahun setelah rilis film pertama, Gore Verbinski kembali ke seri ini untuk membuat Dead Man's Chest dan At World's End secara berkesinambungan. Meski angka Box Office ketiga film Pirates of the Caribbean terus melambung, tapi reputasi film-film tersebut terus menurun. Hingga saat ini, The Curse of the Black Pearl masih menjadi satu-satunya seri Pirates of the Caribbean yang bisa mendapat tanggapan positif dari para kritikus.

 

6. Die Hard

Dianggap sebagai panutan bagi film-film action masa kini, Die Hard merupakan franchise yang mempopulerkan nama Bruce Willis ke jajaran artis-artis top di Hollywood. Seri Die Hard sebetulnya sudah terdiri dari lima film, tapi dua film terakhirnya lebih dirilis sebagai sekuel tambahan ketimbang seri yang berkesinambungan dengan tiga film sebelumnya.

Trilogi Die Hard

Premise Die Hard sebenarnya simpel saja; seorang polisi yang sedang mengunjungi keluarganya di sebuah apartemen, harus berjuang dari ancaman para teroris yang menawan seisi gedung. Tak disangka, aksi polisi bernama John McClane tersebut justru menjadi penyelamat yang bisa membebaskan para tawanan.

Kesuksesan tak terduga film pertama di tahun 1988 akhirnya menginspirasi studio Fox untuk merilis Die Hard 2 (1990) dan Die Hard with a Vengeance (1995). Semua film tersebut direspon positif di Box Office, tapi film ketiga mengumpulkan review yang cukup beragam dari para pengamat.

 

5. The Lord of the Rings

Menurut Robin Parrish dari Screenrant, The Lord of the Rings merupakan sebuah trilogi dengan struktur paling sempurna. Diadaptasi dari buku karangan J.R.R. Tolkien, trilogi ini diawali dengan The Fellowship of the Ring yang mengeksplor dunia fantasi Tolkien (Middle Earth), para penghuninya, asal-usul cincin berharga yang menjadi objek rebutan di sepanjang trilogi, dan tak lupa, kronologi terbentuknya kelompok pembawa cincin yang akan berpetualang untuk memadamkan ancaman Sauron.

Trilogi The Lord of the RIngs

Nuansa di film kedua, The Towers, kemudian berubah lebih serius ketika peperangan besar akhirnya terjadi. Para penonton untuk pertama kalinya melihat betapa besar skala pasukan Sauron, dan tokoh-tokoh utama di franchise ini pun menghadapi tantangan yang lebih berbahaya juga mengancam nyawa. Semua itu kemudian memuncak pada pertarungan besar di film ketiga, The Return of the King, yang begitu suksesnya hingga berhasil membawa pulang 11 Piala Oscar dari 11 nominasi di Academy Awards.

 

4. Back to the Future

Secara naratif, film pertama Back to the Future meupakan sajian sempurna. Semua dialog, plot, dan konfliknya berkontribusi penting terhadap konklusi film. Belum lagi, tema cerita yang berfokus pada mesin waktu banyak memancing ketertarikan di masa rilisnya. Hingga saat ini, Back to the Future masih menjadi salah satu film legendaris yang diakui kehebatannya.

Trilogi Back to the Future

Ketika Back to the Future II dan III muncul, Audience masih antusias menantikan kelanjutan kisah Marty McFly dan Doc Brown. Namun sayangnya, dua film tersebut tak mampu meraih kesuksesan dalam skala yang sama dengan film pertamanya. Dalam survei yang menjadi sumber artikel ini, Back to the Future III bahkan dipilih sebagai salah satu entri paling mengecewakan dalam sebuah trilogi.

 

3. The Godfather

Drama mafia yang diperkenalkan di trilogi The Godfather merupakan salah satu tontonan klasik yang tak pernah termakan zaman. Film pertamanya yang rilis pada tahun 1972, merupakan sinema yang konsisten bersaing dengan Citizen Kane sebagai film terbaik sepanjang masa.

Dibesut Francis Ford Coppola, The Godfather mengawali kisahnya dengan mempekenalkan keluarga Corleone, suatu dinasti mafia yang berkuasa di New York. Cerita kemudian berfokus pada salah satu pewarisnya, Michael Corleone, yang awalnya enggan terlibat dalam dunia kriminal. Namun beberapa insiden akhirnya mendorongnya untuk terjun juga, bahkan menjadi kepala keluarga Corleone yang berdarah dingin.

Trilogi The Godfather

Film kedua dalam trilogi ini mendapatkan lebih banyak apresiasi, karena berhasil melukiskan sosok Michael yang benar-benar menjelma sebagai mafia tak kenal ampun. Perjalanan Michael pun berakhir di film ketiga, ketika ia merasakan ganjaran atas dosa-dosa masa lalunya. Struktur The Godfather sebagai sebuah trilogi film pun bisa dikatakan mengesankan, hampir menyamai kesempurnaan The Lord of the Rings.

 

2. Jurassic Park

Film pertama Jurassic Park benar-benar menjadi suatu fenomena ketika pertama kali dirilis di tahun 1993. Hal itu tak terlepas dari kemampuan para pembuat filmnya untuk merealisasikan dinosaurus-dinosaurus di dunia modern, dan mengemasnya dalam sebuah film petualangan mencekam juga sarat makna.

Trilogi Jurassic Park

Ide film pertama Jurassic Park diilhami dari riset genetik untuk melahirkan kembali para dinosaurus di era modern. Ketika perusahaan John Hammond berhasil melakukannya, ia pun membangun sebuah taman hiburan untuk mengundang pengunjung. Belum juga dioperasionalkan, taman hiburan itu berubah menjadi arena mimpi buruk ketika beberapa dinosaurus buas lepas kendali dan berburu mangsa. Tema ini juga menjadi konsep utama yang dibawakan di film kedua dan ketiga, dengan perbedaan hanya di latar tempat dan susunan pemainnya saja.

Tema yang repetitif itu tak pelak membuat film kedua dan ketiga Jurassic Park tak mampu menyamai prestasi film pertamanya.

 

1. Indiana Jones

Selain Star Wars, Indiana Jones menjadi franchise film favorit para responden Vudu Movies and TV yang dibintangi Harrison Ford. Trilogi awal Indiana Jones bahkan menduduki peringkat teratas di daftar ini. Tak heran, seri ini rupanya merupakan buah karya dari sutradara Steven Spielberg dan George Lucas, yang juga dikenal sebagai salah satu kreator Star Wars.

Indiana Jones sendiri adalah nama figur sentral di semua seri dalam trilogi ini. Ia merupakan seorang arkeolog yang berpetualang menemukan artefak-artefak langka, dan seringkali berhadapan dengan musuh-musuh berbahaya. Dengan karakternya yang outgoing dan gaya humor yang atraktif, tak butuh waktu lama bagi Indiana Jones untuk merebut atensi banyak penonton.

Trilogi Indiana Jones

Alhasil, baik Raiders of the Lost Ark (1981), The Templer of Doom (1984), maupun The Last Crusade (1989) meraih kesuksesan yang konsisten di semua lini. Lucasfilm sempat membuat film ke-4 bersubjudul The Kingdom of the Crystal Skull di tahun 2008, tapi entri tersebut tidak dianggap menyatu dengan trilogi awalnya, karena lebih berfokus pada kisah petualangan putra Indiana Jones.

 


Bagaimana menurut pendapat Anda? Apakah 10 seri di atas layak disebut sebagai trilogi terbaik sepanjang masa? Atau apakah Anda memiliki trilogi film favorit yang belum terdaftar di atas? Jangan ragu untuk beropini di kolom komentar di bawah ini.

Tag: , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi