10 Film Antihero Yang Tak Kalah Menarik Dari Venom

| Tidak ada komentar

10 Film Antihero Yang Tak Kalah Menarik Dari Venom

Mengikuti perjalanan Superhero mengalahkan musuh memang menarik, tapi bagaimana jika yang berkesempatan menjadi pahlawan adalah tokoh dengan perilaku menyimpang dan memiliki kecacatan moral? Inilah yang menjadi daya tarik Antihero dalam dunia perfilman modern.

Dewasa ini, banyak film justru tak lagi berfokus pada sosok penyelamat yang mengagumkan dan tanpa cela. Beberapa karakter yang suka melanggar hukum tapi masih memperjuangkan kebaikan, malah menjadi daya tarik yang banyak dipopulerkan. Hal itu tak lain karena banyak penonton masa kini sudah terlalu bosan dengan tokoh sempurna yang sama sekali tak relatable dengan kehidupan nyata. Sebaliknya, figur utama yang penuh kelemahan semakin mudah memancing rasa simpati, dan membuat kesan suatu film jadi berkali-kali lipat lebih menarik. Tokoh seperti inilah yang disebut dengan Antihero.

Salah satu tontonan paling baru yang menampilkan lika-liku petualangan Antihero adalah Venom. Film ini mengungkapkan asal-usul Eddie Brock dan lahirnya sosok Venom, yang merupakan salah satu musuh Spider-Man paling populer. Setelah sekian lama bertarung dengan Spider-Man sebagai Super Villain, Venom kemudian justru menjelma sebagai sosok Antihero, karena ia beberapa kali berada di pihak yang sama dengan Spider-Man.

Baca juga: 10 Film Paling Viral Di Tahun 2018

Walaupun tidak disambut hangat oleh para pengamat, film Venom tetap berhasil memenuhi proyeksi Box Office dan menjadi film rilisan Oktober dengan pendapatan akhir pekan terbaik. Ini membuktikan bahwa meskipun tak direkomendasikan oleh kritikus, penonton tetap berbondong-bondong untuk menyaksikan keseruan dan keunikan Venom sang Antihero dari dunia Spider-Man.

Apabila Anda tertarik dengan perjalanan dan petualangan tokoh Antihero serupa, maka tak ada salahnya menengok 10 film berikut:

 

1. Nightcrawler

Obsesi dalam dunia jurnalistik memang bisa berakibat fatal. Dalam kasus Lou Bloom (Jake Gyllenhaal) yang menjadi tokoh utama sekaligus Antihero di film ini, obsesi tersebut tidak sebatas melanggar kode etik jurnalistik atau membuat rumor dan menciptakan skandal. Demi mendapatkan liputan dan gambar yang ia inginkan, Lou tak keberatan melakukan serangkaian pembobolan, menghalangi Ambulans, memporak-porandakan lokasi kejahatan, hingga membuat salah satu bawahannya tertembak.

Antihero dari Nightcrawler

Nightcrawler mengupas sisi gelap jurnalistik dalam batas maksimalnya. Lewat sosok Lou Bloom yang penuh cela, film ini menampilkan beragam tindakan nekat yang bisa dilakukan seorang jurnalis untuk mendapatkan pengakuan yang diidamkannya. Namun di balik sosok Sociopath Lou yang sangat agresif, ia tetap memiliki prinsip positif yang patut diperjuangkan: mengungkap info kriminal sedetail mungkin dan pentingnya berjuang sendiri dari masalah psikologis yang dialami setiap individu.

 

2. Drive

Drive merupakan salah satu film modern yang unik karena meskipun bergenre action, sinema ini sangat minim dialog. Drive disutradarai Nicolas WInding Refn, dan dibintangi oleh Ryan Gosling yang menjadi Sang Sopir (nama tidak diketahui). Sosok Sang Sopir yang pendiam menjadi kamuflase sempurna untuk menutupi kebrutalannya.

Antihero dari Driver

Kisah Drive bermula ketika Sang Sopir pulang ke apartemennya dan melihat suatu upaya pembunuhan terhadap salah seorang tetangganya. Tak tinggal diam, ia pun berupaya melindungi tetangganya, meski harus dengan menginjak kepala musuhnya hingga hancur atau melindas para penjahat dengan mobil yang ditumpanginya. Menurut Spencer Coriaty dari Screenrant, Sang Sopir adalah Antihero Modern ideal; meskipun ia banyak melakukan tindakan menyimpang, ia juga memiliki tujuan yang heroik, yaitu untuk melindungi tetangganya yang berada dalam posisi tertindas.

 

3. Trilogi The Godfather

Tokoh Michael Corleone dalam trilogi The Godfather adalah contoh sempurna dari pengembangan karakter suatu figur Antihero. Dari awal, ia sudah ditampilkan sebagai pewaris 'kerajaan' mafia yang berada dalam situasi kompleks; Michael tidak ingin menjadi penjahat, tapi ia juga berkeinginan membalaskan dendam keluarganya setelah diserang oleh kelompok mafia lain.

Pada akhirnya, Michael Corleone menjelma sebagai mafia dan mewarisi posisi sang ayah di The Godfather Part II. Setelah menunjukkan sisi kekejamannya, Michael kemudian ingin kembali ke jalan yang benar di The Godfather Part III, sehingga berhasil memancing kembali simpati penonton terhadap perjalanan kisahnya.

Antihero dari The Godfather

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa ketiga film The Godfather adalah tontonan sempurna untuk memahami sudut pandang seorang Antihero, segala kelakuan ekstrim yang bisa dilakukan ketika ia sudah benar-benar lepas dari motivasi baiknya, dan bagaimana ia mempertanggungjawabkan dosa-dosa masa lalunya ketika mulai 'tersadar'.

 

4. Deadpool

Sebelum Venom, Deadpool adalah film Antihero yang dikembangkan dari franchise Superhero dan sukses besar. Jika Venom berasal dari komik Spider-Man, maka Deadpool adalah mutan dari dunia X-Men. Status Antihero tokoh ini tak perlu dipertanyakan lagi, karena ia tak pernah menggubris aturan saat menghabisi lawan-lawannya. Deadpool juga dikenal dengan perilaku dan ucapan yang tidak senonoh, sehingga semakin menjauhkan karakternya dari sosok pahlawan tipikal yang biasanya dapat menjadi panutan bagi semua kalangan.

Antihero dari Deadpool

Motivasi mulia Deadpool belum terlalu tampak di film pertama, karena ia hanya terobsesi membalas dendam dan menyelamatkan sang kekasih dari cengkeraman musuhnya. Dimensi heroik Deadpool justru lebih banyak muncul di film kedua, ketika ia melakoni serangkaian tur untuk membunuh para kelompok mafia, bergabung bersama X-Men (meski hanya sementara), juga sukses mencegah Cable membunuh Russell Collins (Firefist).

 

5. There Will Be Blood

Jika trilogi The Godfather menampilkan evolusi Antihero dalam 3 film, maka There Will Be Blood mampu menyajikannya hanya dalam satu film. Bedanya, karakter Daniel Plainview di film ini tidak pernah tersadar dari perilaku-perilaku menyimpangnya. Kebobrokan karakternya justru mencapai puncak di akhir film.

Antihero dari There Will Be Blood

Diperankan dengan sangat apik oleh salah satu aktor legendaris masa kini, Daniel Day-Lewis, Daniel Plainview adalah seorang pengusaha minyak yang sangat ambisius. Di awal film, ia masih memiliki sisi kemanusiaan yang membuat penonton masih bisa bersimpati. Namun seiring dengan berjalannya cerita, ambisi Plainview menjadikannya gelap mata dan melakukan tindakan-tindakan tak terpuji, mulai dari mengusir putranya, membunuh salah satu rekannya, hingga mengakhiri hidup salah satu musuh bebuyutannya.

 

6. Seri Pirates of the Caribbean

Melalui film-film Pirates of the Caribbean, tokoh Jack Sparrow yang dibintangi Johnny Depp telah tumbuh menjadi salah satu karakter paling ikonik dalam dunia perfilman. Profesinya yang menjadi bajak laut telah membuktikan bahwa ia tak layak menjadi seorang pahlawan pada umumnya. Jack suka mabuk-mabukan, main wanita, dan menipu musuh-musuhnya dengan cara yang unik serta terkesan untung-untungan.

Antihero dari Pirates of the Caribbean

Namun di balik semua kelakukan tak mulia yang pernah dilakukan Jack Sparrow, ia selalu berada di pihak protagonis. Sebagian besar petualangannya memang bertujuan untuk menyelamatkan dirinya sendiri, tapi kepentingan itu selalu bertentangan dengan jalan musuh lain yang lebih brutal, atau Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang mewakili keserakahan pemerintah dunia. Dengan kata lain, Jack secara tidak langsung menjadi simbol perlawanan terhadap unjuk kekuatan yang ditampilkan oleh para penindas dan penguasa.

 

7. Kill Bill

Adegan-adegan brutal dan sadis adalah trademark yang hampir tak pernah lepas dari karya Quentin Tarantino. Nah, Kill Bill adalah salah satu film paling terkenal yang menjadi pembuktian hal ini. Lewat narasi pembukaan tokoh The Bride yang bernasib tragis, penonton sudah diajak bersimpati untuk mendukung perjalanan kisah tokoh ini sedari awal.

Antihero dari Kill Bill

Dengan demikian, tak heran apabila setiap aksi pembunuhan kejam yang dilakukan The Bride akan selalu dipertimbangkan sebagai aksi heroik. Bagaimanapun juga, lawan The Bride adalah pimpinan gembong kriminal yang lebih membahayakan, dan ia sudah berkeinginan pensiun dari dunia gelap ketika calon keluarganya dihabisi oleh musuh-musuhnya.

 

8. Léon: The Professional

Léon mungkin akan menjadi seorang Villain sejati, apabila ia tidak menyelamatkan seorang gadis cilik dari pembunuhan brutal yang telah menghabisi seluruh nyawa keluarganya. Namun demikian, justru itulah yang menjadi inti cerita Léon: The Professional.

Dikisahkan, Léon adalah seorang pembunuh bayaran paling mematikan yang secara tak terduga menjadi pelindung sekaligus mentor Mathilda, seorang anak berusia 12 tahun yang menjadi saksi kunci dari insiden pembunuhan keluarganya. Merasa nyawa gadis itu tak aman, Léon pun berusaha mengajari Mathilda untuk bisa melindungi dirinya sendiri, juga agar ia dapat membalaskan dendam keluarganya di masa depan.

Antihero dari Leon The Professional

Apapun maksud baik yang ingin disampaikan Léon, tentu saja mengajari seorang bocah untuk membunuh orang bukanlah tindakan mulia. Meskipun begitu, Léon tetap memiliki beragam sisi yang membuatnya begitu memancing simpati penonton. Melalui dinamikanya dengan si kecil Mathilda, Léon berhasil membuang image psikopat berhati dingin yang selama ini disematkan pada pembunuh bayaran seperti dirinya.

 

9. Oldboy

Oldboy merupakan film Korea Selatan yang tidak hanya diapresiasi di negaranya, tapi juga diperhitungkan oleh berbagai media film internasional. Hal ini terlihat dari banyaknya media yang menunjuk karakter utamanya, Oh Dae-su, sebagai salah satu tokoh Antihero terbaik, sejajar dengan Daniel Plainview, Michael Corleone, The Bride, dkk.

Antihero dari Oldboy

Dibesut oleh Park Chan-wook, Oldboy menampilkan perjuangan Oh Dae-su ketika ia disekap oleh sosok misterius. Selama masa penculikannya, Oh Dae-su belajar melakukan segala hal untuk bisa bertahan hidup, sekaligus merencanakan aksi balas dendam terhadap pihak yang menjerumuskannya dalam situasi ini. Upaya Oh Dae-su ini begitu meyakinkan hingga berhasil membuat banyak penonton bersimpati, terlepas dari aksi-aksi bejat yang pernah ia lakukan sebelum menjadi korban penyekapan.

 

10. Seri Mad Max

Masih ingat dengan film Mad Max: Fury Road yang pada tahun 2015 lalu menggebrak dunia perfilman? Tidak hanya sukses di Box Office, film itu berhasil menggondol 6 Piala Oscar dari ajang Academy Awards. Usut punya usut, film tersebut merupakan sekuel dari 3 film Mad Max yang sudah dibuat di era 1980-an. Tokoh utama keempat film tersebut, Max Rockatansky, merupakan sosok Antihero yang tidak kalah menarik dari 9 karakter film-film di atas.

Antihero dari Mad Max

Berawal dari pembunuhan yang dilakukan terhadap keluarganya, Max yang tadinya merupakan seorang polisi kemudian menjadi pengembara, dan tak mempedulikan aturan selama kebutuhan dan tujuannya terpenuhi. Namun ketika ia melihat penindasan dan ketidakadilan yang merajai sebuah wilayah, sisi heroiknya pun terbangkitkan kembali. Ia akan berusaha sebisa mungkin mengusir para penindas dan bandit liar melalui serangkaian aksi mengesankan.

Ini pula yang terjadi ketika Max kembali beraksi di Fury Road tahun 2015. Meski aktor pemerannya sudah berpindah dari tangan Mel Gibson ke Tom Hardy, Max tetap menjadi karakter Antihero yang berusaha sebaik mungkin melindungi kaum minoritas dari penindasan.


Dari ke-10 film di atas, manakah yang menjadi favorit Anda dan bisa dibandingkan dengan Venom? Mari diskusikan bersama di kolom komentar berikut.

Tag: , , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi