Rilis Wonder Woman 1984 Diundur Ke Tahun 2020

| Tidak ada komentar

Rilis Wonder Woman 1984 Diundur Ke Tahun 2020

Kabar buruk bagi Anda yang menantikan sekuel Wonder Woman, rilis film tersebut akan ditunda sampai 7 bulan dari rencana awalnya. Penyebab di balik keputusan ini masih ambigu, meskipun sudah ada dugaan kuat jika Warner Bros. sengaja ingin menghindari persaingan langsung dengan film-film unggulan akhir tahun.

Sebelumnya, Wonder Woman 1984 memang direncanakan meluncur pada November 2019. Dengan perubahan terbaru ini, maka film sekuel tersebut baru akan tayang perdana pada 5 Juni 2020. Gal Gadot selaku aktris utama pemeran Wonder Woman mengumumkan kabar ini melalui akun Twitter-nya.

Dari keterangan tersebut, Gal Gadot hanya menyebutkan "perubahan lanskap" sebagai hal positif yang membuat perilisan Wonder Woman 1984 harus ditunda. Namun, "lanskap" apa yang dimaksud di sini masih menjadi pertanyaan besar. Bisa saja tim produksi ingin melakukan perubahan besar yang menuntut syuting ulang dalam jangka waktu lama, tapi bisa juga hal itu datang dari keputusan Warner Bros. untuk mengubah strategi perilisan Wonder Woman.

Apabila syuting ulang terpaksa dilakukan, maka hal ini bisa menimbulkan kecurigaan terhadap proses produksi yang tak berjalan lancar. Sebagaimana diketahui, film-film besar yang biasanya harus melakukan reshoot cenderung tidak mendapat respon positif. Salah satu contoh mudahnya adalah Solo: A Star Wars Story. Namun demikian, ada pula beberapa pengecualian di mana film yang sebelumnya melakukan reshoot justru sukses besar. Contohnya? Ambil saja dari kasus Rogue One.

 

Hindari Persaingan Dengan 3 Film Ini

Alih-alih berpandangan negatif, Cooper Hood dari Screenrent menafsirkan jika perubahan jadwal tayang Wonder Woman 1984 lebih berkaitan dengan strategi Warner Bros. untuk mencegah persaingan Box Office yang ketat. Di bulan November 2019, kuota rilis film unggulan memang sudah dipenuhi dengan berbagai sinema dari studio-studio besar. Tiga yang paling menonjol adalah Live Action Sonic and the Hedgehog, Terminator 6, dan Frozen 2.

Selain itu, ada pula Kingsman 3 yang akan berkompetisi di bulan November 2019. Fox juga kabarnya telah mengunci tanggal 22 November 2019 sebagai waktu rilis salah satu film superhero Marvel-nya. Menurut rumor yang beredar, film tersebut kemungkinan adalah X-Force atau Gambit. Media perfilman akan benar-benar menyoroti film Fox di periode ini, karena sinema tersebut kemungkinan akan dirilis di bawah bendera Disney. Sekedar informasi, finalisasi merger Fox dan Disney akan rampung pada awal tahun 2019.

Dari skala potensi Box Office, Wonder Woman 1984 memang punya daya saing yang cukup bagus dengan film-film di atas. Akan tetapi, pendapatan yang terkumpul tentu tak akan semaksimal pundi-pundi yang diraih di pekan sepi persaingan. Dengan mengambil start di awal musim panas, sekuel Wonder Woman akan punya kesempatan "memimpin klasemen" lebih dulu.

Dengan demikian, Wonder Woman 1984 akan mampu mengamankan pendapatan signifikan di minggu-minggu perdananya, sebelum film musim panas lain yang tak kalah heboh masuk ke papan persaingan pada akhir Juni hingga penghujung Juli.

 

Atur Tempo 2 Film Per Tahun

Perubahan jadwal ini tidak hanya berimbas pada antisipasi terhadap satu film saja. Mengingat Wonder Woman adalah bagian dari dunia sinematik DC, maka mundurnya film ini ke tahun 2020 menjadikan rilis film superhero DC di tahun 2019 menjadi 2 sinema saja. Itupun jika kita memperhitungkan Joker sebagai tontonan klasik yang masuk dalam standar DCEU.

Namun mengingat Joker sudah dirintis sebagai film non-DCEU yang akan menampilkan pendekatan berbeda, maka fans DC tampaknya cuma bisa mengantisipasi Shazam! sebagai tontonan konvensional yang menghibur. Sementara di tahun 2020, Wonder Woman 1984 bukanlah satu-satunya film superhero DC yang sudah dipastikan rilisnya, karena Warner Bros. juga sudah memastikan satu tempat untuk Birds of Prey di tahun tersebut.

Wonder Woman 2 meluncur di tahun 2020

Strategi ini bisa menjadi berita buruk sekaligus berita bagus untuk para penggemar setia. Berita buruknya, fans tentu harus lebih bersabar untuk menyaksikan rilis film superhero DC di bioskop. Namun demikian, pengaturan ini juga bisa menjadi pertanda baik, karena memperlihatkan bahwa Warner Bros. tak lagi berlomba mengejar MCU dengan menargetkan kuantitas saja.

Mereka tampak lebih berhati-hati merencanakan alur dunia sinematik DC setelah kegagalan Justice League akhir tahun lalu. Salah satu buktinya adalah keputusan vital baru-baru ini yang cukup mengejutkan, yakni ditundanya (lagi) film solo The Flash karena adanya perubahan naskah.

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi