10 Film Paling Kontroversial Dalam Sejarah Hollywood

| Tidak ada komentar

10 Film Paling Kontroversial Dalam Sejarah Hollywood

Entah karena dianggap tidak layak menang penghargaan, terlalu banyak adegan kekerasan, sampai memicu bangkitnya organisasi terlarang yang dikenal ekstrim, berikut adalah 10 film paling kontroversial yang pernah dirilis di industri perfilman Hollywood.

 

10. Midnight Cowboy

Di urutan ke-10, ada film yang mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya film berating X yang memenangkan piala Best Picture dari Academy Awards. Berbeda dari rating R (Restricted) yang selama ini kita kenal untuk melabeli film dengan dialog dan adegan tak senonoh seperti Deadpool, rating X ini merupakan 'kutukan' yang diberikan MPAA (Motion Picture Association of America) pada suatu film yang menampilkan hal-hal itu secara lebih eksplisit.

Baca juga: Bohemian Rhapsody Geser Halloween Dari Puncak Box Office AS

Saking ekstrimnya, rating ini sampai digunakan secara eksklusif oleh film-film porno. Karena hal ini bisa membatasi film-film komersial yang 'kebetulan' memasukkan adegan dewasa, maka MPAA kemudian mengganti rating X menjadi NC-17 (tidak diperkenankan untuk penonton di bawah 17 tahun).

Midnight Cowboy

Terlepas dari rating X yang disematkan padanya saat itu (tahun 1969), Midnight Cowboy tetap menjadi film berprestasi yang tidak hanya menggondol piala Best Picture, tapi juga memenangkan Best Director dan Best Screenplay di acara Oscar. Sampai kinipun, Midnight Cowboy tetap menjadi film yang sangat diapresiasi. Keberhasilan dan rating yang kontras inilah yang menjadikan film ini begitu kontroversial.

 

9. The Interview

Akhir tahun 2014 lalu, Sony Pictures Entertainment diretas oleh sebuah kelompok, yang mengancam akan melakukan serangkaian aksi teror jika Sony merilis film The Interview di bioskop-bioskop.

Publik pun penasaran dengan premise film ini. Setelah ditelusuri, kehebohan ternyata bersumber dari tema film The Interview yang memparodikan Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara yang terkenal kejam dan tak segan-segan menyulut konflik dengan berbagai negara adikuasa. Film komedi ini sendiri dibintangi oleh James Franco dan Seth Rogen. Keduanya berperan sebagai jurnalis dan produser sebuah acara TV yang bertugas mewawancarai Kim Jong-un.

FIlm The Interview

Karena ancaman yang dilancarkan tersebut, Sony pada akhirnya membatalkan rilis The Interview dan malah mengupload-nya di YouTube. Namun tak lama setelah mengambil keputusan itu, Sony berubah pikiran dan akhirnya tetap merilis The Interview secara terbatas di bioskop-bioskop tertentu. Beberapa pihak menganggap serius kontroversi ini, tapi ada pula yang justru mencurigai jika ini hanya salah satu trik marketing Sony belaka.

Apapun fakta di baliknya, yang jelas akhir dari kontroversi ini justru terkesan anti-klimaks. Setelah film ini dirilis, isu mengenai The Interview justru tenggelam karena secara kualitas, film ini tidaklah istimewa.

 

8. Poltergeist

Jika ada sebuah film horor yang dianggap mengalami kutukan nyata, Poltergeist ini bisa menjadi salah satu contohnya. Sejak masa syuting hingga beberapa tahun setelahnya, para pemain dan kru Poltergeist mengalami beberapa nasib buruk yang beberapa di antaranya berujung pada kematian.

Poltergeist sendiri berkisah tentang kejadian-kejadian aneh yang dialami oleh sebuah keluarga di rumah baru mereka. Awalnya, keanehan mistis itu tidak berbahaya dan justru menjadi hiburan bagi anak-anak di rumah tersebut. Namun lama kelamaan, hal tersebut berubah menjadi teror yang ternyata berkaitan dengan asal-usul lokasi rumah mereka didirikan.

Poltergeist

Menurut spekulasi yang beredar, kutukan ini bermula dari penggunaan tulang-tulang manusia sungguhan di salah satu adegan film. Beberapa kematian yang menyelimuti para pemain di tahun-tahun setelah rilis Poltergeist pun kemudian dihubung-hubungkan dengan kutukan tersebut. Terhitung, ada 2 aktris yang meninggal dalam usia muda, 2 aktor yang meninggal karena sebuah penyakit tak wajar, 1 aktor tewas terbunuh dalam suatu serangan aneh, dan 1 lagi aktor yang nyaris tewas dalam kecelakaan pesawat. Inipun belum memasukkan kesaksian para pemain dan kru lain yang merasa dihantui selama pembuatan film berlangsung.

Beberapa pihak yang tidak mempercayai teori kutukan ini menyangkal bahwa kematian-kematian aktor Poltergeist disebabkan oleh hal-hal yang rasional. Namun tetap saja, spekulasi ini tetap menjadi kontroversi besar, mengingat Poltergeist sendiri adalah salah satu film horor klasik yang sukses luar biasa, baik di papan Box Office maupun di hadapan panel kritikus.

 

7. Mother!

Mother! dibintangi oleh Jennifer Lawrence dan Javier Bardem. Film ini baru dirilis pada tahun 2017 silam, dan memancing banyak kontroversi karena skor F yang diperoleh dari hasil survei CinemaScore. Film ini sebenarnya tidak bisa dikatakan sangat buruk, karena rating kritikus masih menunjukkan skor yang terhitung positif. Hanya saja, intensitas kekerasan dan penggambaran 'Tuhan' yang dipersonifikasi sebagai sosok menjengkelkan, menjadikan film ini terlalu membingungkan dan dianggap tak layak tonton bagi Audience kebanyakan.

Mother!

Darren Aronofsky, sutradara Mother!, akhirnya terang-terangan mengakui jika film ini memang kontroversial. Meski demikian, ia tak mengkonfirmasi berbagai teori dan spekulasi yang dibuat para jurnalis maupun penonton terkait film ini.

 

6. Crash

Crash merupakan salah satu film multi-story yang mengungkap kisah beberapa karakter secara terpisah, tapi kemudian mengaitkannya dalam suatu lini cerita utama yang bertemakan rasisme dan kesenjangan sosial di Amerika Serikat. Crash menjadi kontroversial ketika ia memenangkan penghargaan utama di ajang Academy Awards ke-78, yang menurut mayoritas media dan berbagai kritikus lebih layak diberikan pada Brokeback Mountain.

Film Crash

Pihak-pihak yang tak terima dengan keputusan Academy, menuduh bahwa mereka sengaja memenangkan 'film yang lebih aman', mengingat Brokeback Mountain memang membawakan tema homoseksual yang kala itu (tahun 2006) masih dianggap terlalu progresif untuk standar Academy Awards. Meski demikian, kritikus Roger Ebert ternyata menjadi suara minoritas yang membela keputusan Academy. Perdebatan layak tidaknya Crash untuk menjadi pemenang film terbaik di Oscar itulah yang menjadikan sinema ini begitu kontroversial.

 

5. The Passion of the Christ

Film rohani yang disutradarai Mel Gibson ini tidak terlalu diapresiasi kritikus dan dituduh anti-Yahudi, tapi tetap berhasil menjadi film berating R terlaris sepanjang masa di Box Office AS. Selain itu, film ini dianggap terlalu banyak menampilkan adegan kekerasan; sebagian besar di antaranya adalah adegan menjelang dan selama penyaliban Yesus yang digambarkan dengan sangat eksplisit.

The Passion of the Christ

Mel Gibson sendiri juga menyumbangkan kontroversi. Beberapa tahun setelah film ini rilis, ia kedapatan melontarkan beberapa ujaran anti-Yahudi saat dicekal polisi. Skandal itu pun seolah mengkonfirmasi isu anti-Yahudi yang meliputi The Passion of the Christ.

 

4. Borat

Film yang aslinya berjudul Borat! Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan ini mengisahkan perjalanan seorang jurnalis Kazakhstan yang berkelana ke Amerika Serikat, dan mendokumentasikan interaksinya dengan penduduk sekitar. Film ini sangat kontroversial karena dianggap terlalu melebih-lebihkan penggambaran kemiskinan, ketidaksetaraan gender, dan perilaku bejat orang-orang Kazakhstan. Tidak hanya terbatas pada negara itu saja, penggambaran Borat dianggap menyinggung negara-negara Eropa Timur dan Timur Tengah.

Borat

Akibatnya, film ini dilarang tayang di seluruh Jazirah Arab kecuali Lebanon. Pemerintah Rusia juga tidak merekomendasikan Borat untuk ditonton oleh para penduduknya. Meski demikian, film komedi satir tersebut berhasil menjuarai tangga Box Office dan mengumpulkan total pendapatan 262 juta Dolar AS. Borat juga dinominasikan di Golden Globe serta Academy Awards, dengan pemain utamanya, Sacha Baron Cohen, berhasil memenangkan piala aktor terbaik di Golden Globe Awards.

 

3. A Clockwork Orange

Dinobatkan sebagai film Stanley Kubrick paling kontroversial, A Clockwork Orange mengisahkan seorang berandalan yang melancarkan berbagai tindakan bejat, mulai dari perampokan, pemerkosaan, hingga pembunuhan. Karena latar waktu film ini adalah London di masa depan, maka berbagai adegan kejahatan yang dilakukan tokoh utama film ini pun dibuat sedemikian rupa agar terlihat istimewa dan 'berseni',

A Clockwork Orange

Masalah mulai muncul ketika berbagai aksi kriminal yang tergambar di film ini banyak terjadi di dunia nyata. Beberapa pemuda rupanya menjadikan A Clockwork Orange sebagai inspirasi untuk merealisasikan tindakan bejat mereka. Begitu parahnya efek film ini, sampai-sampai timbul gelombang massa yang menuntut penarikan A Clockwork Orange dari peredaran. Stanley Kubricks bahkan sampai menerima berbagai ancaman pembunuhan dari pihak-pihak tak dikenal.

 

2. Citizen Kane

Meski saat ini banyak dikenal sebagai salah satu film terbaik sepanjang masa, Citizen Kane meninggalkan banyak kontroversi di masa rilisnya pada tahun 1941. Film tersebut merupakan proyek ambisius dari Orson Welles, yang bertindak sebagai sutradara, produser, penulis, sekaligus aktor utama. Kisahnya mengungkap kejayaan dan kejatuhan seorang taipan media yang dikenal ambisius dan tak kenal ampun dalam mengejar kekuasaan.

Citizen Kane

Karena berbagai referensi dalam Citizen Kane kental menyindir 2 tokoh media AS ternama di kala itu (William Randolph Hearst dan Joseph Pulitzer), maka peredaran film ini banyak diblokir dan mendapat pembatasan. Hearst yang kala itu memiliki jaringan media The San Francisco Examiner dan puluhan koran lainnya di berbagai kota besar AS, melarang publikasi iklan, berita, ulasan, dan penyebutan Citizen Kane dalam bentuk apapun. Akibatnya, film ini gagal total di kancah Box Office.

Blokade Hearst bahkan sampai merembet ke ajang penghargaan Academy Awards. Di luar dugaan, Citizen Kane yang setelah rilisnya langsung dipuji setinggi langit oleh mayoritas kritikus, gagal membawa pulang piala Best Picture. Spekulasi mengenai campur tangan Hearst akan hal ini melambung tinggi, karena film yang berhasil mengalahkan Citizen Kane di kategori ini dinilai kalah jauh dari segi kualitas.

 

1. The Birth of a Nation

Film lawas ini merupakan rajanya film kontroversial yang hingga saat ini belum tertandingi. The Birth of a Nation tidak hanya rasis, tapi juga membangkitkan organisasi KKK (Ku Klux Klan) yang dikenal sebagai kelompok ekstrimis dan menganut superioritas ras kulit putih.

The Birth of a Nation 1915

Diluncurkan pada tahun 1915, film ini berkisah tentang kebangkitan KKK dan mengantagoniskan para budak kulit hitam. Parahnya lagi, The Birth of a Nation sukses besar di Box Office meski menghadapi protes keras dari berbagai kelompok sosial. Organisasi KKK yang tadinya sudah dianggap mati sejak tahun 1871, mulai bangkit kembali sejak rilis film ini, dan berhasil mengumpulkan hingga jutaan pengikut dalam waktu singkat.

Di tahun 2016, Nat Parker mencoba membuat film dengan judul serupa, untuk menjelaskan kesalahpahaman yang banyak ditampilkan di Birth of a Nation (1915). Namun meski antisipasi untuk film ini sangatlah besar, Nat Parker gagal membuat perubahan signifikan karena ia sendiri tersangkut skandal pelecehan seksual.


Dari 10 film di atas, adakah sinema yang sudah pernah Anda tonton? Jangan ragu untuk membagikan pengalaman Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Tag: , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi