Fantastic Beasts 2 Catat Rekor Box Office Terburuk Dalam Sejarah Harry Potter

| 2 komentar

Fantastic Beasts 2 Catat Rekor Box Office Terburuk Dalam Sejarah Harry Potter

Meski sudah cukup lama ditunggu-tunggu, Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald tidak mampu mengungguli pencapaian film pertamanya. Torehan film ini bahkan menjadi yang terburuk dalam franchise Harry Potter. Meski tampak ekstrim, performa buruk Fantastic Beasts 2 ini rupanya sudah diekspektasikan, terutama jika melihat respon kritikus yang cenderung negatif terhadap film ini.

Menurut catatan Box Office Mojo, The Crimes of Grindelwald hanya mampu meraup 62.2 juta Dolar AS dari seluruh bioskop AS di akhir pekan pertamanya. Angka tersebut lebih rendah dari perolehan Fantastic Beasts and Where to Find Them yang sebesar $74.4 juta Dolar AS, sekaligus menjadi yang terburuk dari semua film Harry Potter sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan film-film Blockbuster musim panas tahun ini, Box Office akhir pekan Fantastic Beasts 2 juga menjadi yang paling buncit. Venom berhasil mengumpulkan 80.2 juta Dolar AS, Ant-Man and the Wasp meraih 75.8 juta Dolar AS, bahkan Solo: A Star Wars Story yang katanya flop pun masih lebih unggul dari The Crimes of Grindelwald, karena mencatatkan penghasilan sebesar 84.4 juta Dolar AS di akhir pekan perdananya.

Baca juga: Robin Hood Bernasib Mengenaskan Di Box Office AS

 

Diliputi Kontroversi, Dijatuhkan Kritisi

Percaya atau tidak, angka Box Office Fantastic Beasts 2 yang tak terlalu fenomenal ini sebenarnya sudah diproyeksi oleh berbagai pihak. Sejak masa promosinya, film ini sudah memicu beragam protes, yang diakui atau tidak, telah cukup menciderai reputasi dan potensinya.

Pertama, kritikan yang ditujukan pada film ini berkaitan dengan penunjukan Johnny Depp sebagai Grindelwald. Ketika aktor ini pertama kali muncul di akhir film Fantastic Beasts pertama, ia memang tengah diterpa skandal perceraian dengan Amber Heard dan dituduh melakukan kekerasan. Dari sini saja, sentimen publik sudah tak berpihak pada Fantastic Beasts 2. Kehadiran Depp yang dimaksudkan sebagai kejutan istimewa di Comic Con 2018 pun tidak disambut baik, karena ia justru dihujat oleh banyak fans yang hadir di panel Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald.

Johnny Depp dikritik sebagai Grindelwald

Kontroversi Johnny Depp bukanlah satu-satunya isu yang membuat pamor Fantastic Beasts turun di mata penonton. Hal ini karena para fans Harry Potter yang sebelumnya dikenal setia sampai melayangkan protes langsung pada JK Rowling. Perkaranya pun cukup pelik, karena berkenaan dengan sikap tidak konsisten sang penulis akan asal-usul karakter Nagini dan penunjukan aktris pemerannya, juga dilibatkannya karakter Profesor McGonagall di Fantastic Beasts 2.

Polemik ini pun bersimpul pada kekhawatiran para fans akan substansi film-film Fantastic Beasts berikutnya. Jika penggemar setia Harry Potter saja sampai menonton film ini karena merasa hanya sebagai 'kewajiban', apa kabar penonton umum yang tidak terlalu fanatik dengan dunia sihir JK Rowling? Jika penulis aslinya saja meragukan dan tidak bisa diandalkan untuk mempertahankan cannon, bagaimana dengan masa depan kelangsungan franchise ini?

Terlepas dari kecemasan di atas, The Crimes of Grindelwald juga tidak menghadirkan sesuatu yang istimewa dari segi kualitas. Sebaliknya, film ini justru banyak dikritik sana-sini karena kegagalannya merangkai beragam sub-plot secara koheren. Film besutan David Yates ini juga dipojokkan karena tidak memanfaatkan karakter-karakternya secara efektif.

Tak heran, rating awal untuk film ini mencapai level mediocre 55% di Rotten Tomatoes. Karena skor tersebut rilis mendahului filmnya, tak dapat dipungkiri jika aspek ini bisa memiliki peranan dalam mengurungkan niat para penonton awam yang hendak menontonnya. Saat berita ini ditulis, rating Fantastic Beasts 2 bahkan semakin melorot ke kisaran 40%.

Rating Fantastic Beasts 2

Tak Mampu Gulingkan Venom Di China

Biasanya, jika sebuah film Blockbuster gagal menimbulkan kesan signifikan di Box Office domestik, ia tak akan kesulitan mencetak rekor di Box Office internasional. Lihat saja perolehan The Mummy dan film-film Transformers sebagai buktinya.

Namun demikian, Fantastic Beasts 2 bisa menjadi pengecualian dari paradigma tersebut, karena film ini sudah gagal menimbulkan impresi di China, yang secara umum dikenal sebagai sumber pendapatan Box Office internasional paling utama. Fantastic Beasts 2 bahkan tidak mampu menggeser Venom yang masih merajai Box Office China di minggu keduanya.

Baru dirilis pekan lalu di Negeri Tirai Bambu, Venom sudah menghentak dengan raihan 111 juta Dolar AS-nya. Di pekan kedua, film yang dibintangi Tom Hardy itu masih meraih pendapatan sebesar 51 juta Dolar AS, lebih besar dari Fantastic Beasts: The Crime of Grindelwald yang hanya mendapatkan 37.5 juta Dolar AS.

Apakah ini praktis menandakan Fantastic Beasts 2 sudah tamat? Belum tentu. The Crimes of Grindelwald memang menjadi yang terburuk untuk seukuran film Harry Potter. Namun mengingat yang kita bicarakan di sini adalah tipikal film Harry Potter yang tak pernah kesulitan meraih ratusan juta Dolar di Box Office, maka standarnya tentu saja relatif tinggi.

Prospek Fantastic Beasts 2

Lagipula, pendapatan total Fantastic Beasts 2 sejauh ini sudah berhasil mengembalikan biaya produksi film yang sebesar 200 juta Dolar AS. Pembuktian sebenarnya baru akan terlihat pada performa Fantastic Beasts 2 di minggu-minggu berikutnya. Jika penurunan Box Office film ini tak sedrastis Solo, maka Warner Bros. tampaknya tak perlu berkecil hati dengan performa The Crimes of Grindelwald secara keseluruhan.

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

2 komentar untuk Fantastic Beasts 2 Catat Rekor Box Office Terburuk Dalam Sejarah Harry Potter

  • Gunawan s -

    Kasihan yah Jk. Rowling 🙁
    Memang opening box-office jadi persaingan kalau jadwalnya bareng dengan film dengan producer yang besar lainnya. Dilihat sih Jk. Rowling sudah sedikit putus asa deh jadi makin prihatin ..

    Balas
    • Astika -

      Mungkin karena desakan dari studio juga, karena harus ngejar lima film dalam waktu yang lumayan berdekatan.

      Balas

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi