Robin Hood Bernasib Mengenaskan Di Box Office AS

| Tidak ada komentar

Robin Hood Bernasib Mengenaskan Di Box Office AS

Film adaptasi terbaru dari legenda Robin Hood mendatangkan kekecewaan besar di pekan pertamanya. Pasalnya, pendapatan film tersebut hanya sebesar 23.8 juta Dolar AS, kurang dari seperempat budgetnya yang mencapai 100 juta Dolar AS. Hal ini berbanding terbalik dengan Creed II dan Ralph Breaks The Internet yang berhasil mengukir sejarah baru.

Dilansir dari Box Office Mojo, sekuel Wreck-it Ralph merajai daftar film akhir pekan terlaris di minggu lalu, dengan pendapatan fantastis sebesar 56.2 juta Dolar AS, yang merupakan angka tertinggi kedua sepanjang masa untuk rilisan film Thanksgiving. Sementara itu, Creed II bertengger di posisi kedua dengan raihan sebesar 35.5 juta Dolar AS, yang merupakan Box Office akhir pekan tertinggi dari semua film di franchise Rocky.

Box Office Robin Hood

Baca juga: Fantastic Beasts 2 Catat Rekor Box Office Terburuk Dalam Sejarah Harry Potter

Di sisi lain, Robin Hood yang juga debut di pekan lalu, harus puas terdampar di peringkat ke-7 dengan penghasilan sebesar 9.1 juta Dolar AS saja. Film yang dibintangi Taron Egerton dan Jamie Foxx ini bahkan tak mampu menggeser posisi The Grinch, Fantastic Beasts 2, dan Bohemian Rhapsody yang sudah rilis beberapa minggu sebelumnya. Saat berita ini ditulis pada Rabu, 28 November, total pendapatan Robin Hood baru mencapai 23.8 juta Dolar AS.

Jika dibandingkan dengan budget yang mencapai 100 juta Dolar AS, angka 23.8 tentu saja sangat mengecewakan. Michael Kennedy dari Screenrant bahkan sudah pesimis jika film ini mampu balik modal. Alasannya, semua film pasti selalu mengalami penurunan pendapatan di pekan kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Jadi apabila Robin Hood gagal memaksimalkan momen terpenting di minggu pertama, maka jelas tak ada harapan bagi film tersebut untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

"Secara statistik, sangat tidak mungkin bagi film besutan Otto Bathurst ini untuk break even, apalagi sampai mendapatkan profit," demikian kata Kennedy.

 

Apa Yang Menyebabkan Kegagalan Robin Hood?

Dilihat dari daya tariknya, film ini sebenarnya sudah cukup menjanjikan. Kisahnya tidak terlalu asing karena membawakan legenda Robin Hood yang sangat populer. Bintangnya pun cukup menjual karena memasang Taron Egerton yang belakangan sukses bermain di franchise Kingsman. Untuk genre, film ini juga menghadirkan tontonan action yang biasanya banyak dicari karena menampilkan hiburan seru. Gabungan dari ketiga unsur di atas seringkali dapat menjamin pendapatan yang lumayan, setidaknya 50% dari budget di pekan pertama.

Lantas, dimana letak sumber kegagalan Robin Hood hingga berperforma jauh di bawah ekspektasi?

Pertama, minat para penonton kemungkinan sudah menurun ketika melihat review awal untuk Robin Hood. Film ini memang dirating sangat rendah di berbagai situs agregator. Di Rotten Tomatoes, Robin Hood hanya mendulang rating 11%, sementara di Metacritic, ia hanya mendapat skor 33 dari 100. Nilai film memang tidak selalu berefek pada performa Box Office suatu film. Namun jika rating-nya terlampau parah, maka faktor ini bisa memiliki andil dalam mengalihkan minat penonton.

Kedua, film ini tidak menghadirkan sesuatu yang baru dan layak ditunggu-tunggu. Kisah Robin Hood terakhir kali di-remake pada tahun 2010, dengan sutradara dan aktor yang jauh lebih high profile, yakni Ridley Scott dan Russell Crowe. Namun, film itu pun tidak terlalu berhasil dan gagal menimbulkan kesan mendalam bagi insan perfilman.

Penyebab Robin Hood Gagal

Bukannya menawarkan sesuatu yang benar-benar berbeda, film terbaru Robin Hood kali ini justru menjanjikan premise yang hampir mirip dengan garapan Ridley Scott. Sudah begitu, banyak unsur cerita di film ini yang dianggap mencontek formula beberapa film terkenal lain, seperti Rocky dan Batman Begins.

Selain kedua alasan di atas, masih ada satu faktor lagi yang membuat Robin Hood "bernasib sangat buruk", yakni ketatnya persaingan di momen libur Thanksgiving. Film ini tidak hanya debut di pekan yang sama dengan Ralph Breaks The Internet, tapi juga Creed II yang banyak ditunggu-tunggu kehadirannya. Film sekuel Wreck-It Ralph hampir selalu menciptakan isu viral di setiap promosinya, sementara Creed II sangat diantisipasi karena kesuksesan tak terduga film pertama Creed.

Robin Hood jelas tetap akan kesulitan mengalahkan dua film tersebut, sekalipun memiliki rating tinggi dan menawarkan premise baru. Kini, satu-satunya harapan untuk film ini adalah pasar internasional. Jika sambutan penonton dari negara-negara di luar AS lebih hangat, maka Lionsgate selaku distributornya bisa sedikit berharap untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik lagi.

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi