Trailer Baru Godzilla 2 Sinyalkan Pertempuran Para Monster Kaiju

| Tidak ada komentar

Trailer Baru Godzilla 2 Sinyalkan Pertempuran Para Monster Kaiju

Mengikuti jejak kesuksesan film pertama Godzilla di tahun 2014 silam, Warner Bros. dan Legendary Pictures siap meluncurkan sekuelnya, Godzilla: King of the Monsters, yang akan dirilis pada musim panas tahun depan. Tidak hanya menampilkan aksi Godzilla, seri kali ini juga turut diramaikan oleh kemunculan monster-monster Kaiju lain yang akan bertarung dengan Godzilla. Bagaimana kedahsyatannya?

Dirilis perdana di acara Comic Con Experience (CCXP) 2018 di Brazil, trailer baru Godzilla 2 akhirnya diunggah secara online di channel Youtube Warner Bros. Meskipun diplot sebagai film yang terhubung dengan film tahun 2014 garapan Gareth Edwards, Godzilla: King of the Monsters tidak membawa kembali para pemain utama dari film pendahulunya.

Sinema ini justru menghadirkan aktor-aktor baru, yang dua di antaranya adalah bintang terkenal Vera Farmiga dan Millie Bobby Brown. Sebelum ini, nama Vera Farmiga melejit berkat perannya sebagai paranormal Lorraine Warren di film-film The Conjuring. Sementara itu, kebintangan Millie Booby Brown bersinar terang setelah ia menjadi pemeran Eleven dalam serial TV Netflix, Stranger Things.

Baca juga: Sukses Puncaki Box Office, Godzilla 2 Justru Dianggap Mengecewakan

Lantas, bagaimanakah trailer Godzilla: King of the Monsters yang menghadirkan pertempuran hebat Godzilla dengan monster-monster Kaiju lainnya? Berikut videonya:

Dari trailer di atas, dapat terlihat bahwa kaum manusia yang sudah putus asa menghadapi kehancuran pasca kemunculan Godzilla, memiliki rencana untuk menjadikannya sebagai tameng untuk menghalau serangan monster-monster Kaiju lainnya. Namun, hal itu tentunya tak bisa berjalan semulus dugaan, mengingat Godzilla sendiri adalah monster Kaiju yang tentu sangat sulit untuk dikendalikan.

Di sinilah muncul peran Monarch, suatu perusahaan yang secara khusus meneliti kemunculan serta perilaku para monster Kaiju. Dr. Emma Russell (Vera Farmiga) yang bekerja untuk Monarch, adalah seorang paleobiologist yang akan memainkan peranan penting dalam rencana tersebut. Namun karena satu dan lain hal, kunci keberhasilan program ini mungkin terletak di tangan Madison Russell (Millie Bobby Brown), putri Emma yang sekilas tampak seperti anak remaja biasa.

Di film Godzilla: King of the Monsters, makhluk-makhluk baru yang akan muncul dan menebarkan ancaman destruktif adalah Mothra, Rodan, dan King Ghidora, monster berkepala tiga yang telah lama dikenal sebagai musuh bebuyutan Godzilla. Karena alasan ini pula, ending trailer di atas ditutup dengan dimulainya pertempuran Godzilla vs. King Ghidora.

 

Film Ketiga Dalam MonsterVerse

Walaupun Godzilla: King of the Monsters adalah film kedua Godzilla setelah di-reboot pada tahun 2014 silam, seri ini merupakan rilisan yang ketiga, jika kita memperhitungan Kong: Skull Island yang ternyata berada di dunia sinematik yang sama.

Ya, Warner Bros. dan Legendary Pictures memang sengaja membangun sebuah Cinematic Universe berbasis monster-monster raksasa, seperti halnya Godzilla dan King Kong. Mereka bahkan sudah merencanakan rilis film Godzilla vs King Kong, tepat satu tahun setelah Godzilla: King of the Monsters meluncur. Ini artinya, duel monster yang sebelumnya tak terbayangkan akan tersaji pada bulan Mei 2020.

 

Belum Menjanjikan Kualitas

Gozilla 2 awalnya sudah direncanakan untuk diarahkan oleh sutradara film pertama Godzilla, Gareth Edwards. Namun karena suatu alasan, ia digantikan oleh Michael Dougherty, yang sebelum ini hanya berpengalaman menangani film-film horor berbudget rendah seperti Trick 'r Treat dan Krampus.

Hal itu menjadi salah satu faktor yang membuat media dan penikmat film secara umum, masih sangsi dengan kualitasnya. Para penggemar monster Kaiju mungkin sudah antusias karena cuplikan pertempuran yang ditampilkan di trailer memang benar-benar memukau. Namun, belum ada substansi yang cukup untuk memperkirakan kualitas cerita dan penokohan di film ini.

Poster Godzilla: King of the Monsters

Menurut Sandy Schaefer dari Screenrant, tugas Warner Bros. dan Legendary Pictures sebenarnya cukup berat, karena film ini juga diharapkan bisa menjadi pengantar yang masuk akal bagi pertemauan Godzilla dan King Kong di tahun berikutnya.

Namun jika melihat histori prestasi Godzilla (2014) dan Kong: Skull Island (2016), maka sudah sepantasnya untuk tak berharap banyak pada kualitas Godzilla: King of the Monsters. Kedua film itu memang tidak separah film-film Transformers. Akan tetapi, Warner Bros. dan Legendary Pictures tampak sudah puas dengan respon kritik yang cenderung mediocre, asalkan nilai Box Office-nya bisa tinggi.

Pertanyaan yang lebih penting di sini adalah: apakah dua studio film besar itu berhasil melalui ujian terpenting untuk menangani koneksi antar film di dunia sinematik MonsterVerse? Kita tunggu saja jawabannya pada tanggal 31 Mei 2019.

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi