Glass Diprediksi Raup 70 Juta USD Di Akhir Pekan Perdananya

| Tidak ada komentar

Glass Diprediksi Raup 70 Juta USD Di Akhir Pekan Perdananya

Film thriller terbaru M. Night Shyamalan yang juga merupakan sekuel Split, Glass, akan tayang perdana pada 18 Januari 2019. Mendekati waktu rilisnya, berbagai pengamat Box Office dan media sudah beramai-ramai memprediksi pendapatan akhir pekan petamanya. Tak tanggung-tanggung, taksiran Box Office untuk film ini mencapai 70 juta USD.

Kerap dianggap sebagai parameter awal kesuksesan film di ranah Box Office, penghasilan di akhir pekan pertama merupakan komponen penting dalam menilai performa suatu film. Biasanya, sinema Blockbuster berskala besar diproyeksi mencapai di atas 50 juta Dolar AS.

Cukup banyak pihak yang terkejut dengan prediksi Box Office akhir pekan pertama Glass yang mencapai 70 juta USD. Pasalnya, budget pembuatan film ketiga dalam trilogi Unbreakable ini hanya sekitar 20 juta USD.

Tampaknya, antisipasi besar menjadi biang di balik tingginya estimasi Box Office awal Glass. Hal itu tak lepas dari kesuksesan tak terduga yang diraih film pendahulunya di awal tahun 2017 lalu. Dibintangi James McAvoy dan Anya Taylor-Joy, Split memang menjadi film comeback Shyamalan yang berhasil dari segala sisi. Tak cuma diapreasiasi kritikus, film tersebut berhasil mengumpulkan pendapatan global sebesar 278.5 juta USD, dari budget senilai 9 juta USD saja.

Baca juga: 7 Film Superhero Anti Mainstream Yang Wajib Ditonton

Yang lebih mengejutkan lagi, adegan ending film ini mengungkapkan koneksi dengan Unbreakable, film superhero thriller besutan M. Night Shyamalan yang dibintangi Bruce Willis, dan dirilis pada tahun 2000.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Shyamalan pun segera mengikuti kesuksesan ini dengan mengumumkan film sekuel yang akan mempertemukan karakter-karakter dari Unbreakable dan Split. Tak heran, antisipasi untuk film terbaru ini begitu tinggi, terutama dengan persaingan di bulan Januari yang relatif sepi dari film-film mayor Hollywood.

Prediksi Box Office akhir pekan sebesar 70 juta USD pertama kali dilaporkan oleh media Variety, yang meyakini jika penghasilan domestik Glass bahkan bisa mencapai hingga 75 juta USD. Meski demikian, ada pula beberapa sumber yang lebih ambil aman dengan mengestimasi pendapatan awal Glass di kisaran 50 juta USD.

Sekalipun Glass gagal meraup 70 juta USD dan lebih memenuhi prediksi aman di sekitar 50 juta USD, film ini masih akan menjadi yang terlaris kedua sepanjang masa, untuk pekan liburan Martin Luther King di AS. Apapun hasilnya nanti, Glass yang pasti tak akan kesulitan mendapat profit karena budget-nya yang terjaga di kisaran 20 juta USD saja.

 

Film Pembuka Di Tahun Sarat Superhero

Fenomena rilis film superhero yang begitu berdesakan di tahun 2016 tampaknya akan berulang di tahun 2019. Pasalnya, beberapa film superhero mayor, baik dari MCU, DCEU, maupun Fox akan sama-sama dirilis di tahun depan. Itupun belum memperhitungkan rilisan minor seperti Hellboy dan Glass.

Karena itu, bisa dikatakan Glass akan menjadi appetizer yang siap memanaskan antusiasme fans superhero untuk sajian-sajian seperti Captain Marvel, Avengers: Endgame, Shazam!, Spider-Man: Far From Home, The New Mutants, Wonder Woman 1984, dan masih banyak lagi.

Meskipun Glass bukanlah film superhero konvensional layaknya Avengers maupun Wonder Woman, cukup menarik untuk melihat dinamika tokoh-tokoh berkekuatan super yang penuh konflik moral di film M. Night Shyamalan.

Glass bukan film superhero biasa

Tidak hanya menampilkan James McAvoy yang memiliki banyak kepribadian, Glass juga akan menyajikan aksi Bruce Willis sebagai tokoh heroik yang mempunyai kemampuan super dan penglihatan ke masa depan. Tak lupa, Samuel L. Jackson akan kembali hadir sebagai Mr. Glass, tokoh Villain yang memiliki kecerdasan luar biasa untuk memanipulasi orang-orang di sekitarnya. Anya Taylor-Joy pun juga akan kembali di film ini.

 

Seri Pamungkas Di Trilogi Shyamalan

Walaupun Glass menjad film superhero pembuka di tahun 2019, M. Night Shyamalan memastikan bahwa film ini akan menjadi seri terakhir dalam trilogi superhero thriller yang dirintisnya hampir 20 tahun lalu.

Dalam wawancaranya dengan Digital Spy, ia berkata:

"Saya tidak ingin mengulang-ulang ataupun menjadi oportunis. Itu bukanlah hubungan yang saya inginkan dengan para Audience. Aspirasi saya adalah untuk membuat mereka merasakan pengalaman menonton sebuah thriller original setiap kali menyaksikan film saya. Itulah tujuan saya, jadi saat ini saya bilang tidak untuk potensi sekuel Glass."

Keputusan Shyamalan ini mungkin ada benarnya, karena kualitas film yang ia garap memang terkenal sangat volatile; beberapa sangat mengagumkan hingga layak masuk nominasi Oscar, beberapa lainnya begitu buruk hingga pantas mendapatkan Razzie Awards.

Karena itu, nasib Glass sendiri sebenarnya masih menjadi pertaruhan yang belum benar-benar meyakinkan. Apabila Shyamalan bisa mempertahankan kualitasnya seperti kala menggarap Split, maka Glass tak akan kesulitan merajai Box Office di bulan Januari.

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi