7 Fakta Menarik How to Train Your Dragon

| Tidak ada komentar

7 Fakta Menarik How to Train Your Dragon

Film animasi How to Train Your Dragon kembali lagi di awal tahun 2019 ini, dengan seri ketiganya yang berjudul The Hidden World. Bagi Anda yang tertarik menyaksikan film ini di bioskop, tak ada salahnya untuk menjelajahi 7 fakta menarik seputar How to Train Your Dragon berikut.

1. Adaptasi Buku Seri Anak-Anak

Meski How to Train Your Dragon disukai oleh berbagai kalangan, tak banyak yang tahu jika film ini sebenarnya diangkat dari buku karangan Cressida Cowell. Buku sumber yang menjadi sumber adaptasi film ini pun tak sembarangan, karena merupakan buku seri anak-anak best-seller yang terjual hingga lebih dari 7 juta copy di seluruh dunia. Buku yang mulai terbit sejak tahun 2003 ini bahkan sudah menelurkan 11 sekuel.

Menariknya lagi, konten buku dan film How to Train Your Dragon berbeda hampir 100%. Kesamaan di antara keduanya mungkin hanya terletak pada konsep, nama tokoh, dan nama lokasi saja. Sedangkan cerita dan penokohan yang Anda saksikan di film pertama hingga ketiga How to Train Your Dragon sama sekali tak ada di buku sumbernya. Jadi, Anda mungkin akan kecewa jika berharap dapat menelusuri dunia animasi How to Train Your Dragon lebih dalam di bukunya.

Buku How to Train Your Dragon

Walaupun sangat menyimpang, film How to Train Your Dragon sudah mendapat "restu" dari pengarangnya. Menurut Cowell, pendekatan yang dilakukan DreamWorks selaku studio animasi yang memproduksi film ini sudah tepat untuk menjangkau berbagai kalangan. Untungnya, kepercayaan Cowell benar-benar dibayar manis dengan DreamWorks. Seluruh tim produksi mereka berhasil menjadikan How to Train Your Dragon sebagai film animasi sukses yang kini berstatus sebagai favorit mainstream.

Baca juga: Toothless Punya Pacar Dalam Trailer How To Train Your Dragon 3

Box Office film pertama How to Train Your Dragon mencapai 494.87 juta Dolar AS, sementara film keduanya sanggup mengumpulkan 621.53 juta Dolar AS. Dengan kata lain, franchise film ini mampu menembus angka 1 miliar Dolar AS hanya dengan 2 film saja. Ini merupakan pencapaian luar biasa untuk sebuah seri film animasi.

 

2. Selalu Dinominasikan Di Oscar

Tidak hanya berhasil meraup pendapatan yang mencengangkan, How to Train Your Dragon ternyata juga konsisten mendapat pujian dari para kritikus. Film pertamanya dirating 98% dari Rotten Tomatoes, sementara film keduanya mendapatkan skor 91%. Penilaian dari Metacritic pun mengindikasikan generally favorable reviews, sedangkan CinemaScore yang menyurvei opini penonton memberikan nilai A untuk kedua film How to Train Your Dragon.

Dengan demikian, wajar saja jika Academy selalu memasukkan How to Train Your Dragon ke dalam daftar nominasi Best Animated Feature. Sayangnya, film pertama How to Train Your Dragon harus mengakui keunggulan Toy Story 3 di tahun 2011. Sementara itu, film keduanya juga gagal memboyong piala Oscar, meskipun berhasil menjadi yang terbaik di Golden Globe Awards dan memenangkan 6 penghargaan di Annie Awards.

How to Train Your Dragon masuk Oscar

Meski belum mujur karena tidak pernah menjadi pemenang di Oscar, hal ini paling tidak telah membuktikan bahwa How to Train Your Dragon merupakan franchise yang tidak hanya digemari penonton, tapi juga diapresiasi oleh para pengamat film.

 

3. Astrid Hanya Ada Di Versi Film

Sebagai karakter wanita tangguh yang memiliki dinamika menarik dengan Hiccup, tak heran jika Astrid menjadi salah satu tokoh paling difavoritkan di How to Train Your Dragon. Namun tahukah Anda? Karakter menarik ini ternyata hanya jelmaan dari imajinasi para kreator film animasinya. Artinya, sosok Astrid sama sekali tak ada di buku sumbernya.

Karya Cressida Cowell memang ditujukan untuk anak-anak. sehingga tak heran bila tidak ada unsur romansa sama sekali di dalamnya; buku karangan Cowell sepenuhnya berfokus pada komedi petualangan bajak laut.

Astrid dari How to Train Your Dragon

Terkait ide di balik penciptaan karakter Astrid, Bonnie Arnold, produser film How to Train Your Dragon menyatakan:

"Kami merasa bahwa memasukkan karakter wanita tangguh adalah hal penting, karena bisa menjadi panutan dan inspirasi bagi para penonton wanita ."

America Ferrara yang ditunjuk untuk mengisi suara Astrid, mengutarakan bahwa tokoh ini bisa diumpamakan seperti figur dalam Reality Show yang memiliki prinsip "saya datang kesini bukan untuk berteman, tapi untuk menang".

 

4. Toothles Adalah Karakter Dengan Suara Terkompleks

Meskipun upaya mendapatkan aktor yang tepat untuk mengisi suara Hiccup dan Stoick cukup sulit, tapi tantangan terbesar dalam urusan suara di film ini adalah menemukan gaya suara yang cocok untuk Toothles.

Toothless

Sekedar informasi, Randy Thom selaku Sound Mixer dan Sound Designer How to Train Your Dragon sebisa mungkin memastikan agar setiap naga di film ini memiliki suara yang berbeda dan ciri khas masing-masing. Sebagai naga milik sang tokoh utama, Toothless tentunya wajib memiliki karakteristik yang jauh lebih spesial dari naga lainnya.

"Toothless merupakan tantangan terbesar bagi kami dalam hal vokalisasi, karena ia memiliki begitu banyak variasi dalam suaranya. (Pada akhirnya), suara Toothless adalah hasil kombinasi antara suara saya dengan beberapa hewan seperti gajah, kuda, dan mungkin juga harimau. Yang jelas ada banyak suara terlibat di sini," ungkap Randy Thom dalam interview-nya bersama SoundWork Collection.

 

5. Figur Toothless Sengaja Dimiripkan Dengan Stitch

Masih ingat dengan seri animasi Lilo and Stitch? Jika ya, Anda mungkin akan mengenali sedikit kemiripan wajah antara Stitch dan Toothless. Kesamaan itu ternyata bukan kebetulan semata, karena desain Toothless memang memiliki hubungan dengan Stitch.

Usut punya usut, dua sutradara How to Train Your Dragon, Dean DeBlois dan Chris Sanders, merupakan para pengarah film Lilo and Stitch. Jadi wajar saja jika keduanya memiliki pengaruh untuk menjadikan salah satu karakter penting di How to Train Your Dragon, agar memiliki wajah yang mirip dengan tokoh ikonik di film mereka lainnya.

Toothless vs Stitch

Apabila merunut sumber aslinya di buku, maka sosok Toothless sebenarnya sangat jauh berbeda dari yang ada di film. Meski ia juga merupakan spesies naga yang langka, Toothless di versi buku lebih menyerupai naga kecil yang seukuran iguana. DeBlois dan Sanders memutuskan untuk mengubah penampakan Toothless karena mereka ingin memiliki sosok naga yang bisa ditunggangi Hiccup.

 

6. Para Animator Diwajibkan Belajar Di "Sekolah Penerbangan"

Untuk mendapatkan efek yang sesempurna mungkin, kru animator How to Train Your Dragon benar-benar maksimal dalam melakukan riset. Tak tanggung-tanggung, mereka sampai harus mengikuti pendidikan di semacam sekolah penerbangan untuk belajar aerodinamika dan ilmu fisika lain yang berkaitan dengan teori pergerakan di udara.

Tujuannya tentu adalah untuk mendapatkan model pergerakan yang serealistis mungkin, mengingat How to Train Your Dragon banyak menampilkan adegan naga terbang di langit tinggi. Upaya ini jelas tak terbuang sia-sia, karena How to Train Your Dragon berhasil menampilkan animasi yang banyak diapresiasi dalam hal itu.

Belajar terbang dengan naga di How to Train Your Dragon

Para animator yang "menempuh pendidikan" juga berhasil lulus dan masing-masing mendapat gelar diploma. Bisa dikatakan, ini menjadi upaya riset yang secara tak terduga ikut menambah kredit pendidikan para kru How to Train Your Dragon.

 

7. Kurang Disambut Baik Pada Awalnya

Sebelum mencatatkan banyak prestasi di Box Office, How to Train Your Dragon ternyata mendapatkan angka yang mengecewakan di akhir pekan pertamanya. Film yang juga dibintangi Gerard Butler ini memang debut di posisi pertama, tapi penghasilan yang diraihnya tak sanggup memenuhi ekspektasi. Alhasil, How to Train Your Dragon pun terdepak dari puncak Box Office di minggu kedua.

How to Train Your Dragon awalnya tidak disambut baik

Namun karena sajiannya yang benar-benar menghibur dan menginspirasi bagi banyak pihak, How to Train Your Dragon perlahan-lahan mendapat popularitas lagi dari ulasan positif kritikus maupun penonton. Secara tak terduga, film ini pun merangsek lagi ke nomor satu di Box Office pada pekan ke-4 dan ke-5. Di era modern seperti sekarang, momen kebangkitan seperti itu sudah hampir seperti mukjizat alias tak mungkin terjadi. Namun, How to Train Your Dragon berhasil membuktikan bahwa ia memang bukan film animasi biasa.

 

Bagaimana Dengan How To Train Your Dragon: The Hidden World?

Masih disuarakan oleh Jay Baruchel, Hiccup dalam film ini akan memulai petualangan baru sebagai kepala suku Berk yang memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi rakyatnya. Meski Chris Sanders tidak kembali, Dean DeBlois kembali dipercaya sebagai sutradara di film ini. The Hidden World rencananya akan menjadi film terakhir dalam trilogi How to Train Your Dragon, dan dibuat dengan budget 129 juta Dolar AS. Selain Jay Baruchel, film ini menghadirkan bintang-bintang kelas atas lain seperti Cate Blanchett, Jonah Hill, Kit Harington, Kristen Wiig, dan Gerard Butler.

Film ketiga How to Train Your Dragon sejauh ini berhasil mengikuti jejak kedua film sebelumnya dalam hal kualitas. Meski ulasan pengamat yang masuk masih sedikit saat artikel ini ditulis, review awal untuk film ini bisa dibilang sangat positif; 100% di Rotten Tomatoes dan 82 di Metacritic (berstatus universal acclaim).

How to Train Your Dragon 3

Sayangnya, potensi untuk mendapatkan nominasi di Academy Awards tampaknya sangat kecil karena waktu rilis yang dijadwalkan di bulan Januari. Jikapun berhasil tembus ke kategori Best Animated Feature pada Piala Oscar tahun depan, film ini akan ditantang oleh film-film animasi yang tak kalah diunggulkan, yakni Frozen 2, The Lego Movie 2, Missing Link, dan tentunya Toy Story 4 yang menjadi salah satu film paling diantisipasi di tahun 2019.

Tag:

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi