10 Film Paling Gagal Di Tahun 2018

| Tidak ada komentar

10 Film Paling Gagal Di Tahun 2018

Tahun 2018 belum lama berlalu, sehingga banyak film-film terkenal yang masih hangat di ingatan kita. Namun dari sekian banyak film yang rilis di tahun 2018, beberapa film ini mungkin akan terlewat meski sempat dipromosikan besar-besaran. Mengapa demikian? Tentu karena performanya tidak memenuhi ekspektasi. Lantas apa sajakah film tersebut? Diukur dari segi Box Office dan skala produksi serta pemasarannya, berikut adalah 10 film paling gagal di tahun 2018.

10. Solo: A Star Wars Story

Dengan budget sekitar 250 juta Dolar AS, Solo: A Star Wars Story meraih pendapatan total 392 juta Dolar AS dari Box Office global. Bukan angka yang kecil memang, tapi untuk seukuran film Star Wars yang sebelumnya dikenal selalu sukses besar, Solo bisa dikatakan menjadi seri pertama yang mengecap pengalaman pahit.

Dirilis pada bulan Mei 2018, Solo harus "bertarung" di tengah antusiasme para fans terhadap Avengers: Infinity War dan Deadpool 2 yang belum pudar. Tak cuma itu, sebagian besar fans Star Wars mengklaim bahwa mereka sengaja memboikot film ini karena huru-hara pasca The Last Jedi yang menimbulkan kekecewaan besar.

Solo: A Star Wars Story film gagal

Ditambah lagi, langkah promosi yang terkesan setengah-setengah tak banyak membantu pamor film ini. Alhasil, film standalone yang seharusnya menjadi ajang bagi Han Solo untuk bersinar pun gagal memenuhi harapan Disney, untuk mengikuti kesuksesan antologi Star Wars sebelumnya yang berjudul Rogue One.

Baca juga: Film Star Wars Akan Hiatus Setelah Rise of Skywalker

 

9. A Wrinkle in Time

A Wrinkle in Time pada mulanya merupakan salah satu film paling ditunggu-tunggu. Selain diproduksi Disney, film ini juga menjadi sinema berbudget besar pertama yang disutradarai oleh wanita kulit hitam. Dari jajaran pemain pun, A Wrinkle in Time mengandalkan nama-nama besar seperti Reese Witherspoon dan Oprah Winfrey.

Walaupun begitu, respon yang kurang hangat dari para kritikus, ditambah plot hole dan penggunaan CGI yang terlalu berlebihan, membuat film ini gagal memenuhi proyeksi Box Office-nya.

A Wrinkle in Time film gagal

Dengan budget 100 juta Dolar AS, A Wrinkle in Time hanya mampu meraup 132.7 juta Dolar AS dari Box Office global. Menurut estimasi para pakar, pendapatan film ini perlu menembus angka 400 juta Dolar AS untuk bisa profitable, terutama jika memperhitungkan tambahan biaya marketing yang konon telah melambungkan budget film ini menjadi 250 juta Dolar AS. Dengan performa yang di bawah ekspektasi, Disney diperkirakan mengalami kerugian sekitar 117 juta Dolar AS dari A Wrinkle in Time.

 

8. The Nutcracker and the Four Realms

Satu lagi tayangan Disney yang gagal memenuhi proyeksi adalah The Nutcracker and the Four Realms. Film Live Action yang dibuat dengan budget sebesar 120 juta Dolar AS ini mengumpulkan pendapatan sekitar 173.4 juta Dolar AS. Di era kejayaan film superhero seperti saat ini, kegagalan A Wrinkle in Time dan The Nutcracker and the Four Realms tampaknya membuktikan sepinya minat Audience terhadap film fantasi petualangan.

Dihuni bintang-bintang terkenal seperti Keira Knightley dan Morgan Freeman, film ini tidak mampu memaksimalkan waktu rilis yang cukup menjanjikan di bulan November.

Nutcracker and the four realms film gagal

Ulasan negatif dari para kritikus sedikit banyak menjatuhkan pamor film ini, sebagaimana terlihat dari agregator kritik Rotten Tomatoes yang hanya memberikan rating 34%. The Nutcracker and the Four Realms dinilai tidak koheren dan kehilangan "akarnya" sebagai tontonan musikal, meski spesial efeknya diakui cukup mengagumkan.

 

7. The Girl in the Spider's Web

The Girl in the Spider's Web merupakan soft-reboot sekaligus sekuel dari The Girl with the Dragon Tattoo, yang mendapatkan kesuksesan besar dengan Rooney Mara dan Daniel Craig di bangku pemain utama.

Namun karena suatu alasan, kedua aktor tersebut memutuskan tak kembali dan akhirnya digantikan oleh Claire Foy dan Sverrir Gudnason. Sutradara David Fincher yang berjasa mensukseskan The Girl with the Dragon Tattoo juga tak kembali; ia digantikan oleh Fede Alvarez, sehingga pendekatan yang dilakukan terhadap The Girl in the Spider's Web tampaknya memang tak bisa dibandingkan dengan pendahulunya.

The girl in the spider's web film gagal

Karena semua alasan di atas, tak heran jika film ini gagal mengulangi kesuksesan The Girl with the Dragon Tattoo. Meski budget untuk film ini memang sudah terbilang rendah (sekitar 43 juta Dolar AS), tapi penghasilannya pun juga begitu rendah (34.4 juta Dolar AS), hingga mencatatkan kerugian cukup signifikan bagi Sony.

 

6. The Happytime Murders

Film ini mungkin tak banyak tertangkap di radar pecinta film di Indonesia. Dibandingkan Solo: A Star Wars Story ataupun A Wrinkle in Time yang lebih ambisius, film ini memang bisa dikatakan lebih low profile. Meski begitu, budget sebesar 40 juta Dolar AS yang dikeluarkan STX untuk mendanai The Happytime Murders tetap dianggap terlampau besar, mengingat tema film ini sangat eksperimental dan berisiko.

The Happytime Murders film gagal

Usut punya usut, film ini rupanya menjadikan boneka-boneka Muppets yang biasanya dikenal ceria dan ramah keluarga, beraksi dalam genre black comedy bersama Melissa McCarthy. Banyak kritikus menilai jika kombinasi tersebut sungguh tak masuk akal dan jelas-jelas gagal. Para Audience pun sepakat dengan para pengamat. Hal ini tercermin dari angka Box Office The Happytime Murders yang cuma sebesar 27 Dolar AS.

 

5. Holmes and Watson

Dirilis sebagai parodi Sherlock Holmes di akhir tahun 2018, Holmes and Watson banyak dihujat karena komedi-komedinya yang terlalu menyimpang dan salah sasaran. Banyak kritikus menganggap film ini sebagai tontonan yang "sangat tak perlu", sehingga cukup wajar jika Holmes and Watson kemudian dinobatkan sebagai salah satu film 2018 dengan skor terburuk di Rotten Tomatoes.

Holmes and Watson film gagal

Duet Will Ferrel dan Joh C. Reilly yang biasanya cukup berhasil mengundang tawa dan minat Audience (Talladega Nights: The Ballad of Ricky Bobby, Anchorman 2: The Legend Continues), kali ini gagal mendapat apresiasi serupa. Dari budget yang mencapai 42 juta Dolar AS, Holmes and Watson hanya mendapatkan 12 juta Dolar AS. Angka yang jelas-jelas defisit itu tidak hanya disebabkan oleh buruknya kualitas film dan hujatan kritikus, tapi juga strategi pemasaran yang kurang maksimal.

 

4. Robin Hood

Tak seperti dua film sebelumnya yang tidak terlalu terekspos, Robin Hood mendapatkan banyak promosi dari distributornya, meskipun level pemasaran itu tak sebesar Solo: A Star Wars Story ataupun A Wrinkle in Time. Bintang-bintang yang terlibat dalam film ini pun cukup terkenal, yaitu Taron Egerton dari seri film Kingsman, Jamie Foxx, dan Ben Mendelsohn. Karena itu, kegagalan masif film ini menjadi berita yang cukup mengejutkan di musim libur Thanksgiving tahun 2018 lalu.

Robin Hood film gagal

Robin Hood tak mampu mengembalikan dana budget yang ditaksir di kisaran 100 juta Dolar AS. Secara global, Box Office film ini hanya tercatat sebesar 82.2 juta Dolar AS. Menurut Rebecca Rubin dari Variety, kompetisi yang ketat dan ulasan buruk dari para kritikus membuat film ini sulit berjaya. Di Rotten Tomatoes, Robin Hood memang hanya mendapat rating 16%; tidak serendah Holmes and Watson yang hanya meraih 7%, tapi cukup mengecewakan untuk film dengan skala produksi sebesar Robin Hood.

 

3. Mortal Engines

Memasuki akhir tahun 2018, Mortal Engines berhasil menyingkirkan Robin Hood dari posisinya sebagai film blokcbuster paling gagal. Dengan budget mencapai 100 juta Dolar AS, proyek ambisius garapan Peter Jackson ini hanya mampu mengumpulkan 75.1 juta Dolar AS di Box Office global. Begitu ulasan kritik untuk Mortal Engines banyak bermunculan di media, harapan film ini untuk bersaing dengan Aquaman dan Spider-Man: Into the Spider-Verse pun sirna seketika.

Tanda-tanda kegagalan film ini sebenarnya sudah bisa dirasakan sejak akhir tahun 2017, ketika Universal tampak kebingungan menentukan jadwal rilis yang tepat. Awalnya, Mortal Engines direncanakan meluncur di paruh pertama 2018, tapi kemudian diundur hingga ke bulan Desember 2018. Pada pekan pertama rilisnya, Mortal Engines sudah mengalami kesulitan menarik minat penonton, terlihat dari pendapatannya yang cuma sebesar 7.5 juta Dolar AS di bioskop domestik.

Mortal Engines film gagal

Universal tampaknya ingin memilih jalan aman dengan menghindari rilis film-film superhero mayor di paruh pertama, tapi tidak memperhitungkan risiko dari kualitas Mortal Engines yang di bawah standar; film ini hanya di-rating 27% di Rotten Tomatoes.

 

2. Welcome to Marwen

Di peringkat ke-2. ada film berbudget medium yang meskipun tidak digarap dengan skala masif seperti Mortal Engines, tapi awalnya cukup diantisipasi karena nama kondang sutradaranya, Robert Zemeckis. Dikenal sebagai sosok yang sukses mengarahkan film-film legendaris seperti Forrest Gump dan trilogi Back to the Future.

Sayangnya, figur yang dikenal cerdas menggabungkan efek spesial dalam dramatisasi cerita ini kesulitan menelurkan karya yang diminati banyak Audience dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu terlihat dari kegagalan The Walk (2015) dan Allied (2016), meskipun kedua film tersebut mengandalkan nama-nama tenar seperti Joseph Gordon-Levitt, Brad Pitt, dan Marion Cotillard.

Welcome to Marwen film gagal

Nah, Welcome to Marwen menjadi satu lagi film gagal dalam daftar karya Robert Zemeckis, karena film ini hanya mengumpulkan 4.8 juta Dolar AS dari budget sebesar 39 juta Dolar AS. Film yang dibintangi Steve Carell dan mengungkap kisah nyata seorang korban kekerasan yang ingatannya dihapus ini tidak disambut hangat di panel kritik, sebagaimana terlihat dari ratingnya yang cuma sebesar 26% di Rotten Tomatoes.

 

1. Billionaire Boys Club

Diangkat dari kisah nyata sekumpulan pemuda kaya raya yang terlibat dalam penipuan Ponzi dan tindak pembunuhan, Billionaire Boys Club merupakan salah satu proyek terakhir yang melibatkan Kevin Spacey, sebelum sang aktor diterpa skandal pelecehan seksual yang mengubur reputasinya. Dari awal, film ini memang bukan tipe Blockbuster yang dibuat dengan budget hingga ratusan juta Dolar AS, sehingga ekspektasi untuk film ini pun tak terlalu tinggi.

Hanya saja, perbandingan angka budget serta Box Office yang begitu memilukan, membuat film ini layak menempati urutan pertama dalam daftar film paling gagal di tahun 2018. Termasuk yang membintangi film ini adalah Ansel Elgort (The Faul in Our Stars, Baby Driver), Taron Egerton (seri Kingsman), Emma Roberts, Jeremy Irvine, dan Suki Waterhouse. Sementara itu, Box Office total Billionaire Boys Club hanya mencapai 2.2 juta Dolar AS, sekitar 7 kali lipat lebih rendah dari budgetnya yang senilai 15 juta Dolar AS.

Billionaire Boys CLub film gagal

Menurut laporan Business Insider, film ini bahkan hanya mengumpulkan $126 Dolar AS di hari premiere-nya. Jika dirata-rata, cuma ada sekitar 6 orang yang menonton film ini di bioskop AS pada hari perilisannya. Angka 2.2 juta Dolar AS yang terkumpul juga sebagian besar dari bioskop internasional, karena secara domestik, total pendapatan Billionaire Boys Club hanya sebesar $1,300.


Menurut Anda, apakah film-film di atas memang layak diacuhkan penonton, atau sebenarnya masih pantas mendapat kesempatan kedua?

Tag: , , , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi