Glass Tak Sanggup Penuhi Ekspektasi Box Office AS

| 2 komentar

Glass Tak Sanggup Penuhi Ekspektasi Box Office AS

Film terbaru M. Night Shyamalan yang menjadi sekuel Split, gagal mencapai ekspektasi Box Office di kancah domestik. Sebelumnya, media menafsirkan jika film berjudul Glass ini sanggup mencapai kisaran 50 juta hingga 70 juta USD di akhir pekan pertamanya. Namun nyatanya, pendapatan film ini hanya mampu mencapai 47 juta USD.

Split yang dibuat dengan skala produksi dan pemasaran jauh lebih kecil, faktanya sanggup mengumpulkan hingga 40 juta USD di akhir pekan pertamanya. Lantas apa yang membuat Box Office Glass tak terlalu eksplosif, padahal film ini merupakan salah satu yang paling ditunggu-tunggu di tahun 2019?

Menurut AJ Caulfield dari Looper, raihan tersebut sebenarnya tidak terlalu mengecewakan, mengingat jumlah yang tercapai tidak terlampau jauh dari prediksi minimal yang dipatok di angka 50 juta USD. Namun jika dibandingkan dengan film pendahulunya, penghasilan Glass tidak mencerminkan performa yang menjanjikan.

 

Baca juga: James Cameron Lega Dengan Pencapaian Avengers: Endgame

Panen Kritikan

Kekecewaan pra-rilis mungkin memiliki andil dalam performa Box Office Glass yang relatif datar. Banyak pihak sebelumnya optimis jika Glass akan menjadi film yang banyak dipuji dan mendatangkan hal baru di dunia superhero, mengingat dua prekuelnya, Unbreakable dan Split, sama-sama mendapat apresiasi tinggi dari para kritikus.

Selain itu, bintang-bintang yang terlibat di film ini pun tak main-main, karena Shyamalan berhasil mengumpulkan James McAvoy, Samuel L. Jackson, Bruce Willis, Sarah Paulson, dan Anya Taylor-Joy dalam satu produksi.

Sayangnya, M. Night Shyamalan gagal mengantarkan tontonan yang memuaskan para pengamat film. Beberapa hari sebelum premiere-nya, rating Glass yang dirilis di Rotten Tomatoes menunjukkan indikasi buruk di kisaran 38%. Saat berita ini ditulis pada hari Selasa (22/Januari), skor film tersebut bahkan sudah turun lagi ke 37%.

Menurut rangkuman Chris Agar dari Screenrant, aspek yang dipuji dari Glass hanyalah komitmen M. Night Shyamalan terhadap seri film ini. Sementara itu, para pengamat menghujat Plot Twist dan model narasi yang digunakan di sepanjang film. Konsensus ulasan yang dipajang di Rotten Tomatoes mengungkapkan bahwa Glass mencerminkan keterkaitan yang menarik dengan film Shyamalan lain, tapi gagal menampilkan konklusi yang memuaskan.

Walaupun begitu, rating Audience terhadap film ini ternyata cukup berbeda jauh dari rating kritikus, karena masih berada di kisaran 78%. Dapat dikatakan, Glass mungkin tidak terlalu buruk bagi para pentonton umum yang sudah benar-benar menyaksikannya. Namun karena antisipasi terhadap film ini begitu besar, maka hasil ulasan yang kurang positif mendatangkan kekecewaan yang cukup masif.

 

Belum Bisa Dikatakan Gagal

Terlepas dari berita buruk di atas, pencapaian Glass sebenarnya cukup "aman" jika dilihat dari perbandingan terhadap film-film lain. Dalam peringkat Box Office domestik akhir pekan, Glass berhasil menjadi juara, mengalahkan The Upside dan Dragon Ball Super: Broly dengan selisih hingga lebih dari 20 juta USD. Melihat daftar rival hingga beberapa minggu depan, Glass tampaknya tak akan mendapat banyak perlawanan dari film high profile lainnya.

Glass juga menjadi film Januari terlaris ketiga sepanjang masa setelah American Sniper (107. 2 juta USD) dan Ride Along (48.6 juta USD). Di jajaran film M. Night Shyamalan, Glass berperforma cukup baik dengan menjadi film ketiga terlaris setelah Signs dan The Village.

Terlebih lagi, jika dilihat dari kacamata bisnis, film ini sudah sukses karena mendatangkan keuntungan lebih dari dua kali lipat di empat hari pertamanya. Sebagai informasi, budget produksi Glass hanya sebesar 20 juta USD. Film ini bahkan berhasil mendatangkan pundi-pundi sebesar 89 juta USD dalam skala global.

Pertanyaannya, akankah Glass mampu mempertahankan posisi juaranya dan konsisten mendatangkan penonton di minggu-minggu berikutnya? Hal ini cukup meragukan, mengingat film yang bisa bertahan lama di peringkat atas Box Office biasanya ditunjang dengan rating postif dari pengamat.

Split misalnya, dapat mengumpulkan hingga 278 juta USD karena ulasan positif yang senantiasa mempertahankan ketertarikan media dan penggemar film terhadapnya. Jika Glass tak memiliki aspek tersebut, maka tingginya angka Box Office di akhir pekan perdana bisa jadi cuma berasal dari penonton yang penasaran, atau fans yang setia mengikuti film-film Shyamalan. Karena itu, gagal tidaknya film ini masih perlu dipastikan di minggu-minggu ke depan.

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

2 komentar untuk Glass Tak Sanggup Penuhi Ekspektasi Box Office AS

  • Balecter -

    Salah satu film yang paling saya tunggu, tapi kalau dilirik dari pembukaan box office di akhir trilogy film miliknya menurut saya ga menutup kemungkinan kalau eksitensi seorang Night Shyamalan akan terus naik.

    Balas
    • Astika -

      Kira-kira, akan ada sekuel lagi untuk Glass atau tidak ya? Hehehe

      Balas

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi