Nominasi Oscar 2019 Tuai Kontroversi Gegara Black Panther

| 2 komentar

Nominasi Oscar 2019 Tuai Kontroversi Gegara Black Panther

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pengumuman nominasi Oscar selalu memancing banyak reaksi dari berbagai pihak, mulai dari media, pengamat, hingga fans film secara umum. Tahun 2019 ini, nominasi Oscar banyak mendatangkan pro kontra karena mencatutkan Black Panther di kategori Best Picture. Apa Masalahnya?

Diumumkan pada 22 Januari 2019 kemarin oleh Kumail Nanjiani dan Tracee Ellis Ross, nominasi Oscar 2019 cukup mengejutkan banyak pihak karena memberikan 7 nominasi sekaligus untuk Black Panther. Meski 6 di antaranya bukan merupakan nominasi utama, film superhero Marvel itu berhasil mendarat di 1 kategori utama yang menjadi parameter nomor satu dalam menentukan film terbaik 2018.

Ya, Black Panther tercatat sebagai salah satu kandidat pemenang piala Best Picture untuk Academy Awards ke-91 yang akan digelar 24 Februari mendatang. Menurut catatan Vox, ini merupakan capaian historis karena menjadikan Black Panther sebagai film superhero pertama yang bisa bersaing di kategori film terbaik sepanjang sejarah Oscar digelar.

Belum lagi, film ini sukses mendobrak paradigma Oscar yang cenderung memprioritaskan film indie berskala kecil. Sebagai informasi, Black Panther merupakan film Blockbuster yang mengumpulkan pendapatan hingga 1.3 miliar Dolar AS secara global.

Baca juga: Daftar Pemenang Oscar 2019 Dan Kontroversi Yang Meliputinya

 

Apresiasi Kultur Vs Penilaian Kualitas

Tanggapan kontra muncul dari mereka yang menganggap pencatutan Black Panther sebagai langkah Oscar mengapresiasi kultur masyarakat kulit hitam, yang saat ini memang tengah menjadi tren di media mainstream. Mereka berpendapat bahwa secara sinematik, Black Panther hanyalah sebah film bagus, bukan tontonan luar biasa yang layak mendapat tempat dalam kategori film terbaik tahun lalu.

Black Panther di Oscar 2019

Di sisi lain, para pendukung Black Panther beropini jika film tersebut memiliki dampak kultural yang signifikan, sehingga cukup wajar apabila Academy memperhitungkannya sebagai salah satu film terbaik. Mereka juga tidak terlalu ambil pusing, karena jika dibandingkan dengan film-film favorit kritikus seperti Roma, Green Book, dan A Star is Born, kans Black Panther untuk menggondol piala Best Picture sangatlah kecil.

Terlepas dari perdebatan itu, Academy mungkin juga sengaja memilih Black Panther karena ingin meraup atensi penonton. Bagaimanapun juga, gelaran Oscar tahun lalu cukup mengkhawatirkan karena meraih rating terendah sepanjang masa. Di samping itu, kategori film populer terbaik yang beberapa waktu lalu sempat digadang-gadang, akhirnya dibatalkan.

 

Daftar Nominasi Oscar 2019

Terlepas dari kontroversi Black Panther, Academy Awards tahun ini sebenarnya juga memiliki beberapa hal yang disesalkan, seperti absennya Bradley Cooper dari nominasi Best Director, juga ketiadaan Hereditary, Searching, dan Crazy Rich Asians di kategori apapun. Namun, masuknya Sam Elliott dan Willem Dafoe di kategori utama menjadi kabar yang dianggap positif oleh banyak kalangan. Selain itu, Roma dan The Favorite menjadi dua film yang memimpin dengan nominasi terbanyak (masing-masing 10 nominasi).

Berikut adalah daftar nominasi Oscar 2019 lebih lengkap:

Best Picture

Lead Actor

  • Christian Bale (Vice)
  • Bradley Cooper (A Star Is Born)
  • Willem Dafoe (At Eternity’s Gate)
  • Rami Malek (Bohemian Rhapsody)
  • Viggo Mortensen, (Green Book)

Lead Actress

  • Yalitza Aparicio (Roma)
  • Glenn Close (The Wife)
  • Olivia Colman (The Favourite)
  • Lady Gaga (A Star Is Born)
  • Melissa McCarthy (Can You Ever Forgive Me?)

Supporting Actor

  • Mahershala Ali (Green Book)
  • Adam Driver (BlacKkKlansman)
  • Sam Elliott (A Star Is Born)
  • Richard E. Grant (Can You Ever Forgive Me?)
  • Sam Rockwell (Vice)

Supporting Actress

  • Amy Adams (Vice)
  • Marina de Tavira (Roma)
  • Regina King (If Beale Street Could Talk)
  • Emma Stone (The Favourite)
  • Rachel Weisz (The Favourite)

Director

  • Spike Lee (BlacKkKlansman)
  • Pawel Pawlikowski (Cold War)
  • Yorgos Lanthimos (The Favourite)
  • Alfonso Cuarón (Roma)
  • Adam McKay (Vice)

Animated Feature

Animated Short

  • Animal Behaviour
  • Bao
  • Late Afternoon
  • One Small Step
  • Weekends

Adapted Screenplay

  • The Ballad of Buster Scruggs
  • BlacKkKlansman
  • Can You Ever Forgive Me?
  • If Beale Street Could Talk
  • A Star Is Born

Original Screenplay

  • The Favourite
  • First Reformed
  • Green Book
  • Roma
  • Vice

Cinematography

  • Cold War
  • The Favourite
  • Never Look Away
  • Roma
  • A Star Is Born

Best Documentary Feature

  • Free Solo
  • Hale County This Morning, This Evening
  • Minding the Gap
  • Of Fathers and Sons
  • RBG

Best Documentary Short Subject

  • Black Sheep
  • End Game
  • Lifeboat
  • A Night at the Garden
  • Period. End of Sentence.

Best Live Action Short Film

  • Detainment
  • Fauve
  • Marguerite
  • Mother
  • Skin

Best Foreign Language Film

  • Capernaum (Lebanon)
  • Cold War (Polandia)
  • Never Look Away (Jerman)
  • Roma (Meksiko)
  • Shoplifters (Jepang)

Film Editing

  • BlacKkKlansman
  • Bohemian Rhapsody
  • Green Book
  • The Favourite
  • Vice

Sound Editing

Sound Mixing

  • Black Panther
  • Bohemian Rhapsody
  • First Man
  • Roma
  • A Star Is Born

Production Design

Original Score

  • BlacKkKlansman
  • Black Panther
  • If Beale Street Could Talk
  • Isle of Dogs
  • Mary Poppins Returns

Original Song

  • "All The Stars" oleh Kendrick Lamar, SZA (Black Panther)
  • "I’ll Fight" oleh Diane Warren, Jennifer Hudson (RBG)
  • "The Place Where Lost Things Go" oleh Marc Shaiman, Scott Wittman (Mary Poppins Returns)
  • "Shallow" oleh Lady Gaga, Mark Ronson, Anthony Rossomando, Andrew Wyatt, dan Benjamin Rice (A Star Is Born)
  • "When A Cowboy Trades His Spurs For Wings" oleh David Rawlings dan Gillian Welchfrom (The Ballad of Buster Scruggs)

Makeup and Hair

Costume Design

  • The Ballad of Buster Scruggs
  • Black Panther
  • The Favourite
  • Mary Poppins Returns
  • Mary Queen of Scots

Visual Effects

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

2 komentar untuk Nominasi Oscar 2019 Tuai Kontroversi Gegara Black Panther

  • Gunawan S -

    Dari dulu selalu mengasumsikan penilaian-penilaian apa saja yang membuat film masuk kedalam nominasinya, namun setelah oscar ke-91. Nominasi oscar terlihat seperti ajang pemberi hadiah kepada sesama _-" .

    Dan kalau saya melihat-lihat ada yang menyamakan Black Panther dengan The Dark Knight, untuk ini saya makin muak. Dari sudut pandang hasil, yang terbaik adalah Black Panther hanya patut mendapatkan nominasi di best visual effect, costume design, dan sound mixing selebihnya dengan fakta 7 nominasi yang diraih -
    Ini yang disebut berlebihan _-"

    Balas
    • Astika -

      Saya sependapat. Black Panther memang film bagus, tapi tidak "sebagus itu" untuk bisa dapat nominasi Best Picture. Ada yang bilang ini cuma kompensasi Oscar saja karena Black Panther harusnya menang di kategori Best Popular Film. Tapi karena kategori itu dibatalkan jadinya ya....

      Balas

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi