Ini Dia Fakta Menarik Hobbs And Shaw

| Tidak ada komentar

Ini Dia Fakta Menarik Hobbs And Shaw

Hobbs and Shaw begitu diantisipasi bukan hanya karena dibintangi 2 aktor laga top dan menjadi spin-off dari seri kenamaan Fast & Furious. Ada lebih banyak alasan mengapa film yang sempat memicu konflik dengan Tyrese Gibson dan digugat produser Fast & Furious ini berpotensi menjadi sinema musim panas yang fenomenal. Apa sajakah itu?

 

Hobbs: Dari Ancaman Jadi Sekutu

Luke Hobbs

Ketika pertama kali diperkenalkan di Fast Five, Agen Luke Hobbs adalah petugas Diplomatic Security Service yang lurus, taat hukum, dan ambisius dalam menegakkan keadilan. Karakter seperti itu jelas menjadikan Hobbs ancaman bagi kawanan Dominic Toretto yang suka melanggar hukum.

Ketika ditugaskan mengejar Toretto dkk. hingga ke Rio de Janeiro, Hobbs pun tak ragu untuk mengerahkan segala amunisi dan kekuatannya agar bisa menghentikan aksi perampokan super yang mereka rencanakan di kota itu. Walaupun sempat bentrok dalam beberapa kesempatan, Hobbs dan Toretto justru berada di pihak yang sama pada akhir film ke-5 Fast & Furious.

Baca juga: Dora Tak Sanggup Kalahkan Hobbs And Shaw Di Box Office AS

Kebejatan Hernan Reyes, target pencurian Toretto dan gengnya, membuka mata Hobbs bahwa di dunia ini tidak hanya ada hitam dan putih, tapi juga area abu-abu yang sejak lama "dihuni" oleh Dom, Brian, dan anggota geng Fast & Furious lainnya.

Karena itu, tak heran jika Fast Five berakhir dengan Hobbs yang memberikan kesempatan kabur bagi Dom dan Brian. Di film-film berikutnya pun, Hobbs yang kemudian tak lagi menjadi agen pemerintah selalu berada di belakang kelompok Dom, untuk membantu mereka mengatasi musuh yang mengancam keamanan dunia.

 

Shaw: Dari Lawan Jadi Kawan

Deckard Shaw

Tak cuma menjadi sosok yang bertentangan dengan Dom dkk. di Fast & Furious 7, Deckard Shaw juga bertanggung jawab atas kematian salah satu teman mereka, Han. Hal itu semestinya menjadikan Shaw sebagai tokoh "tak termaafkan" di franchise ini.

Namun, manuver plot di film ke-8 yang menyangkutpautkan adiknya, Owen, mau tak mau menjadikan Deckard Shaw sebagai "kawan" yang terpaksa bekerja sama dengan Hobbs dan anggota kelompok Dom lainnya.

Meski demikian, Shaw selalu bersikeras jika dia tidak akan menjadi orang baik yang bergabung secara sukarela dalam tim Toretto. Mengingat Hobbs and Shaw dirilis setelah seri ke-8 dalam franchise Fast & Furious, maka tentu saja menarik untuk mengetahui bagaimana kelanjutan nasib Shaw yang kini "ditarik" bergabung ke sisi protagonis.

 

Frenemy Tak Biasa

Frenemy Hobbs dan Shaw

Hobbs adalah mantan agen pemerintah yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kebaikan. Sementara itu, Shaw adalah eks tentara yang membelot dan tak segan melakukan berbagai tindakan ekstrim untuk mencapai keinginannya.

Karakter Hobbs yang cenderung taat aturan dan watak Shaw yang suka bertindak dengan caranya sendiri, membuat kedua tokoh ini sangat bertolak belakang dan seringkali bersitegang. Apalagi, Hobbs dan Shaw sama-sama kuat dan memiliki keahlian setara jika beraksi menghadapi lawan.

Menariknya, kedua orang ini memiliki kemistri dan dinamika yang menggelitik jika ditempatkan dalam satu tim. Hal inilah yang terlihat pada film Fast & Furious ke-8 dan ingin dimaksimalkan di Hobbs and Shaw.

Sebuah film yang berfokus pada hubungan frenemy selalu menarik untuk diikuti, apalagi jika dua karakter yang berseteru diperankan oleh figur-figur garang seperti The Rock dan Jason Statham.

 

Memperkenalkan Keluarga Shaw

Hattie Shaw

Sejauh ini, kita sudah mengetahui setidaknya 3 anggota keluarga Shaw. Selain Owen dan Deckard Shaw bersaudara yang menjadi tokoh Villain di film ke-6 dan ke-7, ada pula karakter Helen Mirren yang menjadi ibunda keduanya.

Di Hobbs and Shaw, akan ada satu lagi saudara Shaw yang diperkenalkan di hadapan penonton. Ia adalah Hattie Shaw, seorang agen MI-5 yang juga berurusan dengan tokoh antagonis film ini. Diperankan oleh Vanessa Kirby, Hattie kemungkinan bakal memunculkan sisi kekeluargaan Shaw yang lebih mendalam.

Bagaimanapun juga, nilai-nilai kekeluargaan adalah tema yang senantiasa ditekankan di franchise Fast & Furious. Alasan ini pulalah yang memotivasi Dom dkk. untuk menjalankan aksi mereka di hampir semua seri. Dan ikatan itu juga yang membuat Deckard Shaw menjadi tokoh antagonis di film keenam, sekaligus bersedia bergabung dengan tim Dominic Toretto di film kedelapan.

 

Asal-Usul Hobbs Akhirnya Terungkap

Keluarga Hobbs

Tak cuma Shaw, film spin-off Fast & Furious ini juga akan menampilkan latar belakang Luke Hobbs yang belum terlalu banyak dieksplor. Kecuali karakter sang putri yang sekilas diperlihatkan di seri ke-8, nyaris belumk ada anggota keluarga Hobbs lain yang diperlihatkan.

Namun di Hobbs and Shaw, akan ada banyak detail yang mengungkapkan latar belakang Hobbs. Menariknya lagi, Hobbs dikisahkan memiliki keluarga besar yang cukup "tradisional", dan turut beraksi membantu Hobbs dalam mengatasi ancaman tokoh antagonis di film ini.

Kemunculan keluarga Hobbs menjadi salah satu yang paling diantisipasi, karena juga akan melibatkan Roman Reigns, kerabat Dwayne Johnson yang berkarir sebagai pegulat WWE di dunia nyata.

"Roman Reigns dan Dwayne berkolaborasi dalam suatu tim melawan sekelompok pembunuh adalah hal yang mengesankan. Ini akan memanjakan banyak fans gulat," ungkap David Leitch, sutradara Hobbs and Shaw saat diwawancara oleh Empire mengenai potensi action sequence di filmnya.

 

Idris Elba "The Black Superman"

Tokoh antagonis Hobbs and Shaw

Dengan dua aktor yang memerankan karakter super tangguh, tentu saja film ini perlu menghadirkan Villain yang tak kalah hebat. Untuk itu, terpilihlah sosok Brixton yang oleh banyak media dijuluki sebagai "The Black Superman". Mengapa demikian?

Diperankan oleh aktor populer Idris Elba, Brixton merupakan seorang anarkis dan maniak kekuatan yang ditunjang oleh serum super ala Captain America. Untuk membuat dirinya senantiasa kuat, Brixton kerap memanfaatkan teknologi dan tak pernah ragu menimbulkan kekacauan serta kehancuran di setiap jejaknya. Inilah yang kemudian membuat jalannya "bersimpangan" dengan Hobbs dan Shaw.

 

Kolaborasi Sutradara Dan Penulis Yang Gemilang

Kru Hobbs and Shaw
Kiri: David Leitch, Kanan: Chris Morgan

Tak kalah penting dari jajaran pemain dan elemen cerita adalah figur-figur di balik kamera. Dari segi ini, Hobbs and Shaw menjanjikan duet menjanjikan dari David Leitch dan Chris Morgan.

Duduk di kursi sutradara, David Leitch merupakan figur yang sebelum ini dikenal sukses membawakan film-film action ciamik macam John Wick, Atomic Blonde, dan Deadpool 2. Sementara itu, Chris Morgan sudah bersama dengan seri Fast & Furious sejak film pertama, dan bertanggung jawab menangani naskah Fast Five yang diapresiasi baik dari segi kualitas maupun Box Office.

Sejak bergabung dalam Hobbs and Shaw, David Leitch juga menunjukkan komitmen maksimal untuk menghadirkan cerita terbaik dengan kemistri ideal di antara para pemainnya. Tak diragukan lagi, aspek ini menjadikan Hobbs and Shaw sebagai spin-off yang digarap serius, bukan sekedar "pengeruk keuntungan" seperti film spin-off pada umumnya.

 

Gerbang Spin-off Fast & Furious

Spin-off wanita Fast & Furious

Pertumbuhan Marvel dengan dunia sinematiknya yang mengesankan telah lama memantik minat Universal untuk memulai strategi serupa. Setelah gagal dengan Dark Universe, studio film ini pun memanfaatkan seri film Fast & Furious yang sudah dimilikinya sejak lebih dari satu dekade silam.

Alhasil, akan ada banyak film spin-off yang nantinya diluncurkan dari Fast & Furious, dengan Hobbs and Shaw sebagai tontonan pertama yang akan menjadi indikator kesuksesan. Meski belum ada konfirmasi mengenai proyek spin-off ini, fans setidaknya sudah mendapat gambaran dari Vin Diesel sendiri, jika spin-off selanjutnya akan menampilkan aksi dari para tokoh wanita Fast & Furious.

"Ada 3 spin-off baru yang kami janjikan untuk Universal… pekan ini kami menggelar pitch meeting untuk spin-off para wanita Fast & Furious yang saya buat di tahun 2017, dan dari senyuman (produser) Samantha (Vincent), (bisa disimpulkan bahwa) semuanya berjalan lancar dan mengasyikkan," tutur Diesel dalam sebuah unggahan di akun Instagram resmi miliknya.

 

Bisa Jadi Franchise Sendiri

Franchise Hobbs and Shaw

Apabila kesuksesan Hobbs and Shaw dinilai memuaskan, tak menutup kemungkinan jika film ini tidak hanya menjadi awal dari spin-off Fast & Furious yang lain, tapi juga menjadi film perdana dari seri Hobbs and Shaw sendiri.

Terkait hal ini, David Leitch sebenarnya sudah mengkonfirmasi jika Hobbs and Shaw memang dimaksudkan untuk menjadi film pertama yang akan diikuti dengan beberapa sekuel.

"Ini merupakan cerita original, dalam perspektif tertentu. Meski sebenarnya tidak berdiri sendiri, kami bisa memulai franchise terpisah (dari Hobbs and Shaw). Jadi kami ingin membuatnya lebih sederhana, dan lebih berfokus pada pengembangan karakter. Kami akan mengatur rintangan dan dinamika antara Hobbs dan Shaw, tapi juga tak mengesampingkan elemen action yang biasa diekspektasikan dalam franchise semacam ini," ungkap David Leitch pada media Collider.


Demikian kumpulan fakta menarik yang bisa diunggulkan dari Hobbs and Shaw. Perjalanan Luke Hobbs dan Deckard Shaw untuk bisa sampai di titik ini memang terbilang cukup instan, mengingat keduanya tidak bergabung di Fast & Furious sejak awal.

Namun demikian, kuatnya penokohan yang mereka hadirkan di seri film tersebut memang tak dapat dipandang sebelah mata, sehingga tak heran jika Universal memutuskan untuk mengisahkan aksi Hobbs dan Shaw sebagai pembuka jalan bagi film-film spin-off Fast & Furious di masa depan.

Pertanyaannya, berhasilkah film Hobbs and Shaw memenuhi ekspektasi tersebut? Kita tunggu saja jawabannya dalam beberapa minggu ke depan. Bagaimanapun juga, Hobbs and Shaw muncul ketika kompetisi film musim panas di Box Office sudah agak mendingin. Jadi, peluang Hobbs and Shaw untuk menjadi yang terbaik di akhir pekan pertamanya cukup terbuka lebar.

Tag: , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi