Box Office Hobbs And Shaw Gagal Penuhi Ekspektasi

| Tidak ada komentar

Box Office Hobbs And Shaw Gagal Penuhi Ekspektasi

Diantisipasi sebagai salah satu Blockbuster musim panas, Hobbs and Shaw justru menjadi entri dengan Box Office akhir pekan pertama terendah di seluruh franchise Fast & Furious. Merespon perolehan mengecewankan ini, salah satu aktor yang sebelum ini gencar mengkritik Hobbs and Shaw pun mengutarakan pendapatnya.

Menurut laporan Box Office Mojo, Hobbs and Shaw hanya mengumpulkan 60.8 juta di Box Office domestik, sementara pendapatannya secara global mencapai 180 juta Dolar AS saja. Dibandingkan dengan raihan 8 film Fast & Furious lainnya, angka tersebut merupakan yang terendah.

Selain itu, Hobbs and Shaw juga tidak mampu memenuhi ekspektasi analis yang sebelumnya memperkirakan angka Box Office domestik di kisaran 66 juta Dolar AS.

Dengan demikian, film yang menampilkan duet aksi The Rock dan Jason Statham ini hanya lebih baik dari Dark Phoenix (32.8 juta Dolar AS) dan Men in Black: International (30 juta Dolar AS); dua film musim panas tahun ini yang dianggap gagal di pasaran.

Baca juga: Dora Tak Sanggup Kalahkan Hobbs And Shaw Di Box Office AS

Padahal, banyak pakar berharap lebih pada Hobbs and Shaw karena film ini dihuni jajaran bintang papan atas, mulai dari The Rock dan Jason Statham, hingga Idris Elba yang dipasang sebagai tokoh antagonis. Dari segi kritik pun, Hobbs and Shaw bisa dianggap di atas rata-rata meski skornya tidak terlalu spektakuler.

Persaingan dengan film lain juga relatif longgar karena kebanyakan film high profile musim panas 2019 sudah dirilis pada Mei dan Juni lalu. Lantas apa yang membuat film ini gagal memenuhi harapan?

Menurut Chris Agar dari Screenrant, film spin-off seperti Hobbs and Shaw memang nyaris tak pernah mengungguli film-film dalam seri utamanya. Tahun lalu, Solo: A Star Wars Story juga direspon dengan sambutan dingin meski mengunggulkan kisah petualangan Han Solo, salah satu karakter paling ikonik di dunia perfilman.

Rendahnya minat fans untuk mengikuti cerita lain di samping film-film utama dalam franchise juga bisa menjadi biang di balik kegagalan Hobbs and Shaw.

 

Sempat Diejek Tyrese Gibson

Aktor pemeran tokoh Roman Pearce dalam film-film Fast & Furious, Tyrese Gibson, memang sudah lama menyuarakan rasa tidak sukanya dengan Dwayne "The Rock" Johnson karena membintangi Hobbs and Shaw. Menurutnya, pembuatan film inilah yang menyebabkan Fast & Furious 9 diundur. Ia juga menganggap The Rock egois karena lebih mengutamakan film yang lebih menyorot dirinya ketimbang sinema utama yang menampilkan seluruh tim Fast & Furious.

Karena itu, tak heran jika kabar performa Box Office Hobbs and Shaw yang mengecewakan disambut dengan sindiran dari Tyrese Gibson. Meski sudah menghapus unggahannya di media sosial, aktor tersebut sempat mengutarakan pernyataan seperti ini:

"Saya harus memberi penghormatan untuk satu hal… dia sudah mencoba… Orang-orang menyebut saya hater… dan menyerang saya karena berkata lantang… memecahkan (ikatan) keluarga jelas-jelas tidak memiliki nilai yang diperkirakan…"

Universal kini hanya bisa berharap pada pendapatan dari Box Office China yang belum terhitung, karena Hobbs and Shaw belum diputar di sana. Sudah menjadi rahasia umum jika China menyediakan basis fans terbesar bagi Fast & Furious. Maka dari itu, Universal sangat berharap jika Box Office China bisa mendorong pundi-pundi pendapatan Hobbs and Shaw untuk melampaui limit breakeven dari modalnya. Bagaimanapun juga, film yang disutradarai David Leitch ini menghabiskan budget sebesar 200 juta Dolar AS.

Tag: , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi