15 Film Terbaik Dekade Ini Yang Lolos Dari Radar Oscar

| Tidak ada komentar

15 Film Terbaik Dekade Ini Yang Lolos Dari Radar Oscar

Setiap tahun, Academy akan memilih beberapa film terbaik untuk diperhitungkan dalam penghargaannya. Namun seleksi itu tak 100% sempurna, karena selalu ada film bagus yang terlewat dari radar Piala Oscar setiap tahunnya. Mengapa bisa demikian? Dan apa sajakah film yang termasuk dalam kategori ini?

Dilansir dari situs Screenrant, ini dia 15 film yang mendapat apresiasi tinggi tapi tak mampu menembus nominasi Oscar dalam satu dasawarsa terakhir.

15. Rush

Film bergenre drama olahraga biasanya tak kesulitan memikat para juri di Academy untuk memasukkannya dalam daftar nominasi. Namun entah mengapa, film Ron Howard yang menampilkan kisah nyata persaingan James Hunt dan Niki Lauda di arena balap Formula One ini tidak mendapat nominasi sama sekali di Piala Oscar.

Padahal, film yang dibintangi Chris Hemsworth dan Daniel Bruhl ini sudah masuk dalam nominasi bergengsi di Golden Globes Awards, tepatnya di kategori Best Picture - Drama dan Best Supporting Actor untuk Daniel Bruhl. Banyak pihak menyayangkan Oscar Snub yang satu ini, karena Rush adalah film yang mewakili performa puncak Ron Howard sebagai pengarah film, dan dibintangi dengan sangat apik oleh Hemsworth serta Bruhl.

Baca juga: 10 Film Horor Komedi Terbaik Untuk Meramaikan Halloween

 

14. The Nice Guys

Sentuhan komedi klasik yang hadir dalam film ini sangatlah solid, dengan Russell Crowe dan Ryan Gosling menjadi duo detektif di jajaran tokoh utamanya. Sayang, hype The Nice Guys kurang terasa karena gagal bersinar di Box Office. Selain itu, jadwal rilisnya di musim semi cenderung membuatnya mudah dilupakan oleh pihak Academy yang seringkali hanya memperhitungkan film-film bagus di akhir tahun.

 

13. Edge of Tomorrow

Edge of Tomorrow memiliki hampir semua formula untuk menjadi film high profile. Dibintangi aktor sebesar Tom Cruise yang dipasangkan dengan Emily Blunt, serta disutradarai oleh Doug Liman dan partner kepercayaan Cruise, Christopher McQuarrie, film sci-fi ini sebenarnya sukses menghadirkan tontonan yang menghibur dan layak diperhitungkan Academy dari segi teknisnya.

Namun lagi-lagi, hype yang kurang impresif membuat Academy gagal melihat potensi sebenarnya dari sebuah film. Dalam kasus Edge of Tomorrow, strategi pemasaran yang membingungkan dituduh menjadi biang keladinya.

 

12. The Edge of Seventeen

Setahun sebelum Lady Bird memukau para anggota Academy dengan drama komedi remajanya, The Edge of Seventeen sudah mencuri perhatian dan bahkan digadang-gadang bisa menjadi kompetitor dalam Piala Oscar. Faktanya, film yang menonjolkan Hailee Steinfeld di kursi pemain utama ini paling banter mendapat nominasi di Golden Globes Awards.

The Edge of Seventeen pada akhirnya kalah bersaing dengan film-film seperti Moonlight, La La Land, Manchester by the Sea, Fences, Hacksaw Ridge, Arrival, dan sederet film lainnya yang berkompetisi dalam Academy Awards ke-89 pada awal tahun 2017 silam.

 

11. Shutter Island

Biasanya, kombinasi Leonardo DiCaprio dan sutradara Martin Scorsese sudah menjadi jaminan Oscar yang sangat dinanti-nantikan kedatangannya. Namun respon yang cenderung beragam terhadap Shutter Island membuat film ini kurang mendapat tempat di hati para anggota dewan Academy.

 

10. Paddington 2

Sekuel film Paddington ini barangkali dihantui oleh skandal Harvey Weinstein, karena awalnya akan didistribusikan oleh The Weinstein Company yang saat itu dilanda kebangkrutan. Hal itu cukup disesalkan, mengingat Paddington 2 sebenarnya memiliki semua kualitas terbaik dari tontonan drama keluarga yang bisa bersaing di Oscar.

Hugh Grant menyebutnya sebagai film terbaik yang pernah ia bintangi di sepanjang karirnya, sementara berdasarkan rating agregat Rotten Tomatoes, Paddington 2 sempat menduduki posisi puncak dalam daftar film dengan skor tertinggi sepanjang masa.

 

9. Hunt for the Wilderpeople

Persis sebelum terjun dalam dunia sinematik Marvel sebagai sutradara Thor: Ragnarok yang eksentrik, Taika Waititi menelurkan Hunt for the Wilderpeople, film indie yang banyak disebut sebagai karya terbaiknya hingga saat ini.

Sam Neill dan Julian Dennison dari Deadpool 2 di sini muncul sebagai sepasang paman dan keponakan yang berpetualang menyusuri alam liar karena berusaha menghindar dari kejaran para penegak hukum. Sayangnya, film ini belum terdeteksi di radar Oscar meski tak sedikit kritikus yang mengakui kehebatannya.

 

8. The Dark Knight Rises

Hanya karena tak mampu menyaingi kualitas film pendahulunya, The Dark Knight, film terakhir dalam trilogi Batman versi Christopher Nolan ini harus puas menjadi Oscar Snub di awal dekade 2010-an. Padahal, The Dark Knight Rises masih memiliki banyak elemen yang membuatnya menjadi film superhero dengan kualitas mengesankan. Christian Bale, Tom Hardy, Anne Hathaway, dan Michael Caine memberikan performa terbaik mereka di sini. Iringan musik serta sinematografinya juga layak mendapat apresiasi tinggi.

Audiens tampaknya tak lagi terlalu bersemangat untuk melancarkan gerakan fenomenal seperti yang mereka lakukan untuk The Dark Knight. Sebagai informasi, The Dark Knight awalnya tak masuk dalam nominasi Best Picture. Namun karena kritikan masif dari para penggemarnya, Academy akhirnya membuat keputusan historis untuk memperbanyak cakupan film dalam nominasi Best Picture; suatu kebijakan yang masih berlaku hingga kini.

 

7. The World's End

Salah satu sutradara visioner terbaik di generasi ini, Edgar Wright, pernah membesut seri film bergenre dark comedy yang cukup terkenal, yakni The Cornetto Trilogy. Walaupun film pertama dan keduanya (Hot Fuzz dan Shaun of the Dead) diakui sangat menghibur, tak banyak pihak yang mengunggulkan film terakhirnya, The World's End. Hal ini cukup disesalkan, mengingat film ini menampilkan aksi Simon Pegg sebagai tokoh kharismatik yang sangat meyakinkan.

Menurut Chris Agar dari Screenrant, The World's End dipenuhi dengan beragam foreshadow cerdas yang membuat film ini sangat memuaskan dan mengasyikkan untuk ditonton. Edgar Wright pada akhirnya mendapat pengakuan di Oscar melalui Baby Driver. Namun demikian, tak sedikit pihak yang menilai jika ia seharusnya sudah muncul di Oscar berkat kinerjanya untuk The World's End.

 

6. Looper

Looper boleh jadi senasib dengan Edge of Tomorrow, karena merupakan sajian sci-fi yang terlupakan begitu saja oleh penilaian Academy. Film yang mengangkat kisah original dari Rian Johnson ini begitu dikagumi dari berbagai aspek, mulai dari plot yang solid, performa memuaskan dari Joseph Gordon-Levitt dan Bruce Willis, narasi yang menggebrak dengan genre bending-nya, hingga ending yang begitu menyentuh. Untungnya, meski tidak mendapat pengakuan dari Oscar, film ini masih diperhitungkan di Crtics' Choice Awards dan Writers Guild Awards.

 

5. Hereditary

Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana Hereditary muncul sebagai film horor unik yang sempat membuat berbagai media mengunggulkannya untuk mengikuti jejak Get Out. Realitanya, film berbudget rendah ini justru sama sekali tak mendapat tempat di nominasi Oscar, dan menjadi Snub paling disesalkan dari gelaran Oscar tahun ini.

Apa yang membuat Hereditary begitu spesial adalah penampilan Toni Collette yang begitu mencekam dan meyakinkan. Ia selayaknya mengisi kategori Best Actress, tapi Academy tampaknya menganggap Collette masih kurang mumpuni jika dibandingkan dengan Yalitza Aparicio (Roma), Glenn Close (The Wife), Lady Gaga (A Star is Born), Melissa McCarthy (Can You Ever Forgive Me?), dan Olivia Colman (The Favourite).

 

4. 50/50

Terinspirasi dari kisah perjuangan nyata penulis Will Reiser untuk memerangi kanker yang menggerogoti tubuhnya, 50/50 dianggap sukses dalam mengambil pendekatan komedi untuk mempresentasikan suatu isu kehidupan yang dramatis. Film ini berhasil menyeimbangkan kedua genre yang seringkali berlawanan tersebut, dan bisa mengaduk-aduk emosi penonton untuk ikut tertawa dan menangis bersama.

Joseph Gordon-Levitt yang menjadi bintang utama 50/50, dinilai mengantarkan performa hebat yang seharusnya cukup untuk mengantarkannya meraih nominasi Best Actor di Academy Awards. Sayangnya, meski mendapat pengakuan di Golden Globes, 50/50 tak memperoleh satu nominasi pun di Oscar.

 

3. Mission: Impossible - Fallout

Ketika film action seperti Mad Max: Fury Road bisa mengejutkan banyak pihak dengan serangkaian Piala Oscar yang didapatnya, maka cukup wajar untuk mengekspektasikan film keenam Mission: Impossible bisa mendapat pengakuan serupa; setidaknya bisa tercatat dalam nominasi teknis seperti Best Editing di Academy Awards.

Sayang, film yang digawangi Tom Cruise di posisi pemain utama dan Christopher McQuarrie di kursi sutradara ini tidak diperhitungkan sama sekali di Piala Oscar, meski banyak diakui sebagai salah satu film terbaik 2018, memenangkan penghargaan di Critics' Choice Movie Awards, dan meraup pendapatan Box Office sebesar 791 juta Dolar AS.

 

2. Widows

Setelah memenangkan Best Picture melalui 12 Years a Slave, Widows adalah film yang digarap oleh sutradara Steve McQueen. Sekilas, film ini memiliki komposisi solid untuk menembus nominasi atau bahkan memenangkan penghargaan di Academy Awards; Viola Davis memimpin sederetan aktor terkenal lain dengan performa akting yang menakjubkan, ditambah dengan alur drama dan bobot pesan yang sangat mengena bagi situasi sosial saat ini.

Sayangnya, seperti halnya Hereditary dan Mission: Impossible - Fallout, Widows harus puas menjadi Oscar Snubs di gelaran Academy Awards 2019.

 

1. Eighth Grade

Tak semua film drama remaja bisa mendapat pengakuan seperti Lady Bird. The Edge of Seventeen sudah membuktikannya, begitu pula dengan Eighth Grade. Bersama dengan Hereditary, Paddington 2, Mission: Impossible - Fallout, dan Widows, film ini termasuk dalam 8 sinema top yang disesalkan karena tidak masuk nominasi Oscar 2019.

Padahal, sutradara Bo Burnham diakui berhasil menggunakan jalinan narasi yang unik dan solid untuk merajut alur kisah di film ini. Elsie Fisher yang dipercaya menjadi aktris utama pun sukses membawakan karakternya dengan begitu impresif dan autentik.

 


Selain ke-15 film di atas, ada pula beberapa film lain yang juga layak diperhitungkan, seperti 10 Cloverfield Lane, Annihilation, Green Room, Scott Pilgrim vs. the World, Short Term 12, Sorry to Bother You, dan Wonder Woman.

Menurut Anda, manakah film terbaik yang benar-benar layak dianggap kecolongan di daftar nominasi Oscar?

Tag: , , , , , , , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi