Fakta Seru Para Pemain It: Chapter 2

| Tidak ada komentar

Fakta Seru Para Pemain It: Chapter 2

It: Chapter 2 merupakan salah satu film paling ditunggu-tunggu di tahun 2019. Jadi, tak heran bila kedatangannya di bioskop awal September ini sangat disambut antusias oleh para penggemar film horor. Namun, sudah tahukah Anda mengenai fakta-fakta seru dari para aktor pemeran It: Chapter 2?

 

Bill Skarsgård: Berasal Dari Keluarga Aktor

Bill Skarsgard pemeran badut It

Saat berbicara mengenai bintang utama It: Chapter 2, siapa lagi yang paling pantas mendapat predikat itu selain Bill Skarsgård, pemeran Pennywise si badut mengerikan? Audience mainstream mungkin baru mengenalnya setelah memerankan Pennywise di film pertama It, tapi nama keluarga Bill sesungguhnya sudah familiar di industri Hollywood sejak lama. Bagaimana bisa?

Usut punya usut, Bill merupakan putra dari aktor senior Stellan Skarsgård yang sudah merintis karir sejak 1968 dan masih aktif hingga saat ini. Di era modern, Stellan bahkan membintangi franchise besar seperti Pirates of the Caribbean dan MCU (sebagai Dr. Erik Selvig).

Baca juga: It: Chapter 2 Catatkan Rekor Mengesankan Di Box Office

Selain Bill dan ayahnya, keluarga Skarsgård juga memiliki seorang aktor ternama lagi, yakni Alexander Skarsgård. Meski sempat menjadi lakon dalam film The Legend of Tarzan, kakak Bill Skarsgård tersebut paling dikenal berkat performanya di beberapa TV Series seperti True Blood dan Big Little Lies. Untuk perannya di Big Little Lies, bintang kelahiran 1976 ini bahkan mengoleksi piala aktor pendukung terbaik dari Primetime Emmy Award, Screen Actors Guild Award, dan Golden Globe Award.

Dua anggota "dinasti" Skarsgård lain yang mentas sebagai aktor adalah Gustaf dan Valter. Secara keseluruhan, dari 8 anak laki-laki yang dimiliki oleh Stellan Skarsgård, 4 di antaranya menjadi aktor Hollywood.

 

Jeremy Ray Taylor: Hidup Berpindah-pindah

Pemeran Ben dalam It

Boleh jadi, jalinan cerita di film pertama It dan terbentuknya The Losers Club dimulai dengan kehadiran Ben Hanscom sebagai anak baru di kota Derry. Jika bukan karena posisinya sebagai korban bully dan semangatnya untuk menyelidiki misteri masa lalu di tempat tinggal barunya, Bill dan kawan-kawan tak akan terinspirasi untuk menelusuri jejak Pennywise dan menghadapinya secara langsung.

Tak banyak yang tahu jika ternyata aktor muda pemeran Ben Hanscom juga cukup unik, karena ia tidak memiliki masa kecil ideal layaknya anak-anak lain seusianya. Karena ibunya berprofesi sebagai manajer grup musik yang kerap mengadakan tur di berbagai kota, Jeremy yang merupakan anak bungsu dari 6 bersaudara sering ikut dibawa ke berbagai tempat dan secara praktis "hidup di jalan". Ia pun tidak menempuh pendidikan di sekolah tertentu, melainkan menjalani homeschooling yang diprogramkan oleh ibunya.

 

James McAvoy: Sempat Bercita-cita Jadi Pendeta

James McAvoy di It: Chapter 2

Bill Denbrough adalah salah satu protagonis utama yang menjadi fokus dalam film pertama It. Rasa bersalahnya pasca kematian sang adik membuatnya berani menghadapi teror Pennywise yang mengancam jiwa.

Dalam versi dewasanya, ia diperankan oleh James McAvoy, salah satu aktor ternama yang sudah malang melintang di dunia perfilman Hollywood, baik sebagai pemeran Professor X muda di film-film X-Men, Tumnus si satyr di film pertama Narnia, hingga Kevin si pemilik banyak kepribadian di film Split dan sekuelnya.

Salah satu fakta seru dari James McAvoy mungkin datang dari impiannya di masa kecil. Ia mengaku bahwa dulu pernah bercita-cita untuk menjadi pendeta, tapi kemudian sadar jika keinginannya itu tidak dilatarbelakangi oleh alasan religius apapun.

"Saya tersadar jika sebenarnya saya hanya ingin berkelana ke berbagai tempat, dan ingin memanfaatkan keuntungan menjadi pendeta (misioner) agar bisa mendapatkannya secara gratis. Akhirnya saya paham ada cara lain untuk mencapainya," ungkap McAvoy.

 

Finn Wolfhard: Pentolan Band Indie

Finn Wolfhard di It: Chapter 2

Finn Wolfhard barangkali menjadi salah satu aktor muda paling menjanjikan saat ini. Selain kesuksesannya bermain di film-film It, ia juga dikenal luas lewat perannya di serial TV Stranger Things. Setelah It: Chapter 2, Finn juga masih memiliki segudang proyek film menjanjikan seperti The Goldfinch, The Addams Family, The Turning yang diproduksi Steven Spielberg, dan film Ghostbusters terbaru.

Dengan kesibukannya bermain di berbagai film tersebut, tak banyak yang menduga jika ia masih memiliki waktu luang untuk beraktivitas di dunia musik. Ya, Finn Wolfhard ternyata juga mendirikan band indie bernama "Calpurnia", dan berperan sebagai vokalis sekaligus gitaris utamanya.

Tak main-main, band ini sudah menelurkan 7 single dan aktif mengadakan konser di berbagai kota di AS selama 2 tahun belakangan. Finn juga pernah diundang di acara Jimmy Kimmel bukan untuk membicarakan film terbarunya, tapi untuk tampil bersama Calpurnia.

 

Jessica Chastain: From Nothing To Something

Jessica Chastain di It: Chapter 2
Mandatory Credit: Photo by James Gourley/BEI/REX/Shutterstock (8770836zd) Jessica Chastain The Costume Institute Benefit celebrating the opening of Rei Kawakubo/Comme des Garcons: Art of the In-Between, Arrivals, The Metropolitan Museum of Art, New York, USA - 01 May 2017

Tak jauh berbeda dari James McAvoy, Jessica Chastain yang baru bergabung di It: Chapter 2 sebagai versi dewasa Beverly merupakan aktris tenar yang sudah membintangi berbagai film populer. Ia bahkan sudah dianugerahi piala Golden Globe dan mendapat nominasi Oscar. Faktanya, kesuksesan itu dipupuk dari perjuangan berat di masa muda.

Jessica Chastain mengakui bahwa ia hidup sengsara sejak kecil, dan tumbuh sebagai remaja yang kesepian dan terasingkan dari teman-teman sepergaulannya. Satu-satunya hal yang membantunya melalui masa-masa sulit itu adalah passion-nya terhadap dunia akting, terutama drama-drama panggung karya Shakespeare. Ia pun sering absen dari sekolah hanya untuk membaca naskah Shakespeare dan memahami maknanya. Tak ayal, hal ini membuatnya gagal lulus sehingga harus mengikuti program khusus agar bisa mendapat ijazah SMA.

Yang menakjubkan, prestasi akademik yang minim ternyata tak membuat Chastain terpuruk di bangku kuliah. Mengandalkan bakat akting yang dimilikinya, Chastain kemudian berhasil masuk ke salah satu sekolah seni paling prestisius di Amerika Serikat, Juilliard School, melalui program beasiswa yang digalang oleh mendiang aktor Robin Williams. Dari sinilah nama Jessica Chastain mulai dikenal luas hingga akhirnya ia sukses menghiasi film-film high profile di Hollywood.

 

Wyatt Oleff: Bagian Dari MCU

Pemeran Stanley Uris di film It

Memerankan Stanley Uris yang sering tertekan karena tuntutan standar sang ayah, Wyatt Oleff ternyata sudah bersinar bahkan sebelum ia bergabung dalam film pertama It. Beberapa tahun sebelum teken kontrak dengan Warner Bros., aktor muda ini rupanya pernah memainkan tokoh yang sangat bertolak belakang dari Stanley, yakni Peter Quill cilik.

Para penggemar MCU dan Guardians of the Galaxy secara khusus tentu sudah paham betul bagaimana uniknya Peter Quill. Wyatt sering muncul pada adegan-adegan flashback di film pertama Guardians of the Galaxy, dan sedikit tampil dalam sekuelnya. Apakah ia akan kembali dipasang sebagai versi muda Chris Pratt di Guardians of the Galay Vol. 3? Kita tunggu saja bagaimana perkembangannya.

 

James Ransone: Jagoan Di Dunia Nyata

Pemeran Eddie di It: Chapter 2

Di awal film pertama It, Eddie Kaspbrak merupakan tokoh protagonis yang dikenal akan sikap paranoidnya terhadap banyak hal. Ia juga sangat cerewet dan sering bertengkar dengan Richie (Finn Wolfhard) yang suka bertingkah jahil. Namun di akhir film, Eddie justru menemukan keberaniannya untuk membantu The Losers Club menghadapi Pennywise, dan bisa melepaskan diri dari pengaruh ibunya yang overprotective.

Aksi heroik Eddie dkk. di adegan klimaks It ternyata juga pernah dialami oleh James Ransone, aktor yang ditunjuk untuk memerankan Eddie versi dewasa.

Di tahun 2006, James kedapatan memanggil 911 setelah mendengar teriakan tetangganya. Tak ingin tinggal diam, ia juga berlari ke sumber suara untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi tetangganya. Bersenjatakan alat buatannya sendiri, James mengejar seorang penjahat yang menyerang tetangganya dan sempat terlibat baku hantam.

Sayang, penjahat itu kabur sebelum polisi datang ke lokasi kejadian. Meskipun begitu, aksi James setidaknya mampu menghalau serangan sang penjahat sehingga tetangganya tidak menjadi korban pada malam itu.

 

Nicholas Hamilton: Maksimal Mendalami Peran

Pemeran Henry Bowers di film It

Berkebalikan dari karakter Henry Bowers yang diperankannya, Nicholas Hamilton sebenarnya adalah anak baik-baik yang hobi menunjukkan rasa cintanya terhadap sang anjing kesayangan. Lantas bagaimana ia bisa memerankan tokoh Henry Bowers yang begitu jahat dan menyebalkan dengan sangat meyakinkan?

Jawabannya terletak pada riset mendalam yang ia lakukan. Untuk bisa menjelma jadi Henry Bowers, Nicholas mengaku serius membaca novel It dan menyaksikan versi miniserinya, lalu memperhatikan dengan seksama bagaimana aktor Jarred Blancard memerankan Henry Bowers dalam tayangan tersebut.

"Saya sebenarnya takut badut. (Namun) kesempatan untuk memperlihatkan sisi psikopat saya ternyata cukup menyenangkan," tuturnya saat diwawancara Variety. Keberhasilan Nicholas dari kisah ini membuktikan bahwa banyak-banyak membaca dan melakukan riset tidak lantas menjadikan seseorang menjadi anak cupu, tapi justru bisa menjadikannya sebagai berandalan yang meyakinkan.

 

Isaiah Mustafa: Fans Berat Komik Superhero

Siapa bilang fanboy superhero hanya terdiri dari cowok-cowok tanggung yang seringkali berpenampilan culun? Isaiah Mustafa yang dikenal dengan image macho-nya berhasil membuktikan jika hal itu hanyalah mitos. Aktor yang didapuk untuk memerankan Mike Hanlon versi dewasa ini tak pernah segan mengakui ketertarikannya dengan buku komik dan dunia superhero.

Ia bahkan masih berambisi untuk memerankan Luke Cage, karakter legendaris Marvel yang dikenal akan kekuatan besarnya, meski Netflix sudah pernah menayangkan TV Series-nya dengan aktor lain. Menariknya lagi, obsesinya dengan dunia superhero ternyata adalah hal krusial yang membantunya masuk ke industri perfilman.

Usut punya usut, modal yang ia gunakan untuk berkarir menjadi aktor berasal dari hadiahnya pasca memenangkan kontes The Weakest Link. Ia menjawab pertanyaan dengan benar karena sukses mengaitkan jawaban tersebut dengan nama Victor Von Doom, salah satu karakter Villain paling fenomenal dari Marvel.

 


Itulah sekelumit fakta seru mengenai berbagai bintang yang turut berpartisipasi di It: Chapter 2. Tua ataupun muda, superstar ataupun bukan, semuanya memiliki kisah menarik yang bisa menjadi inspirasi bagi semua orang.

Sekarang pertanyaannya, sudahkah Anda nonton It: Chapter 2 di bioskop? Jika ya, tak ada salahnya berbagi kesan di kolom komentar di bawah ini.

Tag: , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi