12 Franchise Film Terlaris Dalam Sejarah Box Office

| Tidak ada komentar

12 Franchise Film Terlaris Dalam Sejarah Box Office

Di era modern, dunia perfilman Hollywood hampir didominasi oleh berbagai macam franchise. Sayangnya, tidak semua franchise itu berakhir sukses, bahkan ada beberapa yang gagal setelah hanya merilis satu film. Maka dari itu, pencapaian 12 franchise film berikut tak bisa dipandang sebelah mata karena berhasil menjadi yang tersukses di tengah semakin ketatnya persaingan dalam industri perfilman.

 

12. Pirates of the Caribbean

Ketika seri Pirates of the Caribbean meluncur pertama kali di tahun 2003 dengan film pertamanya, Curse of the Black Pearl, banyak pihak meragukan potensi kesuksesannya. Bagaimanapun juga, mustahil kan film yang didasarkan pada wahana permainan bisa digemari Audience film?

Faktanya, performa ikonik Johnny Depp sebagai Kapten Jack Sparrow (yang menganugerahinya nominasi Oscar pertama), humor ciamik, dan pengembangan narasi yang meyakinkan, membuat Pirates of the Caribbean sukses melibas keraguan berbagai pihak. Franchise film ini pun berlayar menuju keberhasilan Box Office yang tak terduga sebelumnya.

Baca juga: Per 2021, Marvel Akan Rilis Film 4 Kali Setahun

Franchise Pirates of the Caribbean

Film kedua dalam franchise ini, Dead Man's Chest, bahkan sukses menduduki puncak Box Office selama berminggu-minggu dan mengumpulkan total 1.06 miliar Dolar AS dari seluruh dunia. Walaupun tidak ada satupun film sekuel yang berhasil menyamai pencapaian Curse of the Black Pearl secara kualitas (ditinjau dari rating kritiknya), film-film Pirates of the Caribbean tak pernah melempem di hadapan Audience. Film terbarunya yang merupakan seri kelima, Dead Men Tell No Tales, masih bisa meraup pendapatan 794.8 juta Dolar AS.

Secara keseluruhan, 5 film Pirates of the Caribbean yang beredar sejak tahun 2003 hingga 2017 sudah mengoleksi 4.5 miliar Dolar AS dan menduduki peringkat ke-12 dalam daftar franchise film tersukses di dunia saat ini.

 

11. Batman

franchise batman

Berbeda dari franchise superhero lain yang membutuhkan banyak tokoh untuk menarik perhatian penonton, seri film ini hanya memerlukan Batman untuk menaikkan nilai jualnya. Ya, sepopuler itulah Batman di mata para penikmat film. Tak tanggung-tanggung, kumpulan film yang mengisahkan aksi pahlawan bertopeng ini berhasil meraih total penghasilan senilai 4.9 miliar Dolar AS!

Dimulai dari tontonan yang kurang begitu berkesan di tahun 1966, perjalanan film Batman mengalami terobosan lewat karya Tim Burton di tahun 1989 yang dibintangi oleh Michael Keaton. Film itu kemudian diikuti oleh dua sekuel yang kurang disambut baik, dengan Val Kilmer dan George Clooney yang masing-masing memerankan tokoh Batman di film kedua dan ketiga.

Setelah kegagalan film Batman yang digawangi Clooney, tak banyak pihak yang menduga jika reboot Batman akan bisa mencapai kesuksesan setara dengan film garapan Tim Burton. Namun, prediksi itu dipatahkan oleh trilogi The Dark Knight besutan Christopher Nolan yang memuncak di film keduanya.

Saking fenomenalnya seri ini, dewan Academy Awards sampai melakukan perubahan struktural untuk bisa mengakomodasi The Dark Knight dalam daftar nominasinya.

Walaupun film Batman terbaru yang saat ini dikerjakan Matt Reeves dan bakal diperankan Robert Pattinson masih dalam proses penggarapan, setidaknya masih ada LEGO Batman Movie yang mengisi kekosongan film solo tokoh superhero ini, sejak berakhirnya trilogi The Dark Knight pada 2012 silam.

 

10. DC Extended Universe

DC Extended Universe

Usaha Warner Bros. untuk membuat dunia sinematik yang digawangi oleh kumpulan superhero terbaik DC memang bisa dikatakan tidak sesuai ekspektasi. Namun, franchise ini setidaknya sukses memperoleh pendapatan yang cukup untuk mengantarkannya dalam posisi ke-10 di daftar franchise film terlaris sepanjang masa.

Warner Bros. memperkenalkan DC Extended Universe (DCEU) pada tahun 2013 lewat Man of Steel, film solo Superman yang sampai saat ini masih diperdebatkan kualitasnya. Sajian itu kemudian diikuti oleh Batman v Superman: Dawn of Justice dan Suicide Squad yang performanya semakin buruk di mata kritikus. Untungnya, Wonder Woman disambut positif dan berhasil mengumpulkan pendapatan yang sangat memuaskan.

Sayang, Justice League yang ditargetkan untuk menyaingi tontonan Avengers justru underperform dari segala sisi, sehingga Warner Bros. terpaksa mengatur ulang strategi rilis film-film superhero DC yang sebelumnya sudah disiarkan. Langkah ini tampak mulai berhasil mengingat Aquaman dan Shazam!, dua film DCEU pasca Justice League, sama-sama mendapat respon positif. Aquaman bahkan berhasil menjadi film DCEU pertama yang tembus 1 miliar Dolar AS.

Secara keseluruhan, film-film DCEU di atas sudah meraih total penghasilan 5 miliar Dolar AS dan kemungkinan masih akan terus bertambah, karena Warner Bros. sudah menjadwalkan deretan film baru seperti Birds of Prey, Wonder Woman 1984, dan Suicide Squad 2 yang kini tengah digarap oleh James Gunn.

 

9. James Bond

James Bond

Tak diragukan lagi, James Bond adalah franchise film agen rahasia paling sukses sepanjang masa. "Kekekalannya" yang berawal dari dekade 1960-an dan terus berlanjut di tahun 2019 menjadikan seri film ini sebagai salah satu yang terawet dan konsisten. Penonton seakan tak pernah bosan menyimak aksi terbaru dari agen rahasia berkebangsaan Inggris ini.

Didasarkan pada seri novel karangan Ian Fleming, film James Bond pertama kali dirilis pada tahun 1962 dengan judul Dr. No. Aktor pemeran James Bond pun sudah berganti dari masa ke masa, mulai dari Sean Connery, Timothy Dalton, Roger Moore, Pierce Brosnan, hingga yang sekarang Daniel Craig. Jika ditotal secara keseluruhan, puluhan film James Bond yang sudah beberapa dekade meramaikan Hollywood telah meraup total pendapatan sekitar 5 miliar Dolar AS.

 

8. The Lord of the Rings

The Lord of the RIngs

Berbanding terbalik dari seri James Bond yang butuh banyak seri film untuk mencapai angka 5 miliar, franchise The Lord of the Rings hanya perlu 6 film untuk duduk di ranking ke-8 dalam daftar franchise film terlaris.

Trilogi awalnya yang dimulai pada tahun 2001 mengisahkan perjalanan Frodo dan kelompok Fellowship untuk menghancurkan cincin Sauron di kawah Mordor. Karena narasi dan pengaturan adegannya yang dinilai berkualitas tinggi, seri film ini pun diganjar banyak penghargaan dan meraup pundi-pundi penghasilan yang tak bisa dikatakan sedikit. Film ketiganya, The Return of the King, bahkan sukses menggondol 11 piala Oscar dari ajang Academy Awards.

Sayang, trilogi prekuel yang kemudian dirilis sesudahnya kurang diapresiasi dari segi kualitas. Meski demikian, Box Office untuk film-film ini masih bisa dikatakan memuaskan, sehingga membantu mengantarkan franchise The Lord of the Rings untuk mengoleksi pendapatan total sejumlah 5.8 miliar Dolar AS.

 

7. The Fast and the Furious

Franchise Fast and Furious

Bermula di tahun yang sama dengan film pertama The Lord of the Rings, franchise ini telah menghasilkan 8 film yang secara konsisten dibintangi oleh Vin Diesel. Genre action dengan aksi balapan mobil-mobil super keren yang diusung The Fast and the Furious terbukti memikat banyak penonton dan tak lekang oleh waktu.

Dari Los Angelese, Miami, Tokyo, hingga Rio de Janeiro, franchise ini telah mengglobal dengan setting tempatnya. Efek emosional pasca kematian salah satu aktornya, Paul Walker, seakan turut menambah nilai kekeluargaan yang amat disorot di film ketujuh dalam seri ini. Ditambah partisipasi aktor-aktor laga seperti Dwayne Johnson dan Jason Statham, tak heran bila The Fast and the Furious bisa mengumpulkan hingga 5.8 miliar Dolar AS.

 

6. X-Men

Franchise X-Men

Perjalanan film-film X-Men sejak pertama kali meluncur di tahun 2000 bisa dikatakan cukup bergelombang, terutama setelah kegagalan film ketiganya (The Last Stand) yang kemudian memicu soft-reboot dan kebingungan masal mengenai timeline yang digunakan.

Meski demikian, tak bisa dipungkiri jika franchise X-Men sukses mengorbitkan film-film yang patut diapresiasi seperti film pertama X-Men, X2, First Class, Days of Future Past, dan dua spin-off Deadpool. Selain itu, ada pula Logan yang mengisahkan perjalanan akhir Wolverine dengan begitu berkesan hingga membuat namanya berkumandang di ajang penghargaan Academy Awards.

Dengan berakhirnya masa tayang Dark Phoenix yang menjadi chapter final dalam seri X-Men keluaran 20th Century Fox, bisa disimpulkan bahwa franchise X-Men telah mengumpulkan total penghasilan sebesar 6 miliar Dolar AS; jumlah yang cukup untuk mengantarkannya di peringkat ke-6 dalam daftar fanchise film terlaris sepanjang masa.

 

5. Spider-Man

Franchise Spider-Man

Layaknya Batman, Spider-Man memiliki popularitas luar biasa yang memungkinkannya memimpin sebuah franchise solo dan meraih angka Box Office mengesankan. Dalam jangka waktu yang relatif pendek, seri ini sudah mengalami beberapa reboot dan diperankan 3 aktor berbeda.

Pertama, ada trilogi awal Spider-Man yang dibintangi Tobey Maguire. Kedua, terdapat film-film Amazing Spider-Man yang digawangi Andrew Garfield. Yang terbaru, Sony mencoba awal yang baru dengan menggabungkan Spider-Man di dunia sinematik Marvel dan memasang Tom Holland sebagai pemeran tokoh superhero ini.

Meskipun sekarang Sony sudah kembali menarik Spider-Man dari MCU, franchise solo ini akan terus hidup dengan arah baru yang kmungkinan terjalin dalam dunia sinematik baru. Bagaimanapun juga, Sony juga sudah berhasil membuktikan kepiawaiannya mengolah film superheronya sendiri melalui Spider-Man: Into the Spider-Verse yang memenangkan Piala Oscar.

Jika ditilik dari film pertamanya di tahun 2000 hingga seri Far From Home, franchise Spider-Man sudah meraup penghasilan sejumlah 6.3 miliar Dolar AS.

 

4. Star Wars

Franchise Star Wars

Di tahun 1977, George Lucas memperkenalkan sebuah film luar angkasa berjudul A New Hope yang berhasil menciptakan trend baru dalam dunia perfilman. Bersama dengan sejumlah sekuel, prekuel, dan spin-off yang kemudian dirilis menyusul A New Hope, film-film ini dikenal sebagai Star Wars dan sukses memancing banyak fans fanatik dari seluruh dunia.

Usaha Disney untuk menghidupkan kembali franchise Star Wars di generasi terkini melalui The Force Awakens pun sukses luar biasa, meski sekuelnya (The Last Jedi) tidak disambut hangat oleh sebagian besar fans Star Wars. Dengan kemunculan The Rise of Skywalker yang akan menutup trilogi terbaru dalam franchise film ini, hype untuk Star Wars tentu belum bisa dikatakan pudar.

Total Box Office yang saat ini sudah mencapai 9 miliar Dolar AS, kemungkinan masih bisa bertumbuh setelah rilis The Rise of Skywalker.

 

3. Live Action Disney

Film Live Action Disney

Tak ingin ketinggalan dengan franchise fenomenal lain, studio Disney berupaya bersaing dengan aset-aset klasiknya yang sudah lama melegenda. Untuk memodernisasi tontonan-tontonan tersebut, studio ini pun rutin menggarap versi Live Action dari kisah-kisah dongeng yang sudah lama ada.

Mulai dari Maleficent, Cinderella, hingga Beauty and the Beast, Disney sukses mentransformasikan film-film animasi legendarisnya menjadi tontonan Live Action dengan visual yang lebih kekinian.

Terhitung, sudah ada lebih dari 5 film yang dibuat berdasarkan animasi klasik Disney. Tidak semuanya bebas dari kritikan, tapi setidaknya film-film tersebut selalu sukses di kancah Box Office.

Yang terbaru, Aladdin dan The Lion King sukses mengukir rekor-rekor mengesankan dari total pendapatannya. Dengan The Little Mermaid dan Mulan yang digadang-gadang bisa menyusul kedua film sebelumnya menjadi tontonan Blockbuster, tak heran bila banyak pihak yang memperkirakan kelanggengan Live Action Disney dalam beberapa tahun ke depan.

Total pendapatan sebesar 9 miliar Dolar AS yang terkumpul hanya dalam waktu 4 tahun terakhir pun bisa dengan cepat menggelembung dalam beberapa tahun ke depan.

 

2. Harry Potter

Franchise Harry Potter

Ketika buku pertama Harry Potter meluncur, publik langsung melahapnya dengan girang. Ketika kisah Harry Potter dan sekolah sihirnya diangkat ke layar lebar, reaksi yang sama juga ditunjukkan oleh Audience yang tergila-gila dengan dunia magis kreasi J.K. Rowling.

Selama satu dekade, franchise Harry Potter mendominasi minat penggemar dunia fantasi dari berbagai kalangan. Fenomena yang mendunia ini bisa dilihat dari total pendapatan 8 film Harry Potter yang mencapai lebih dari 9 miliar Dolar AS. Bahkan 7 tahun setelah rilisnya, posisi film terakhir Harry Potter masih belum tergeser dari 12 besar film terlaris sepanjang masa.

 

1. Marvel Cinematic Universe

Franchise film Marvel

Sejak meluncur pada tahun 2008 melalui film pertama Iron Man, dunia sinematik Marvel atau yang lebih dikenal sebagai Marvel Cinematic Universe (MCU) konsisten menelurkan film-film dengan respon kritikus dan pendapatan Box Office yang di atas rata-rata. Sebagaimana yang tercermin pada franchise-franchise sebelumnya, sangat sulit untuk mempertahankan konsistensi performa dari kedua sisi itu; tapi inilah yang berhasil dihadirkan oleh MCU.

Dari 23 film yang sudah meluncur, hanya ada 3-5 film yang menurut sebagian besar pihak berada di bawah standar. Selebihnya, MCU selalu sukses menghadirkan tontonan-tontonan yang digemari semua kalangan. Avengers: Endgame bahkan sukses memuncaki daftar film terlaris sepanjang masa dengan torehan 2.796 miliar Dolar AS.

Jika dikemas dan diperhitungkan sebagai kesatuan, maka semua film MCU sudah mengumpulkan 22 miliar Dolar AS hanya dalam waktu 11 tahun! Jumlah ini tentu masih berpotensi bertambah karena Marvel sudah merencanakan deretan film baru di Phase 4 yang tak kalah fenomenal dari film-film sebelumnya.

 


Demikianlah daftar franchise terlaris sepanjang masa yang datanya dihimpun per September 2019. Urutan dalam daftar di atas bisa saja berubah, atau bahkan digantikan dengan franchise baru jika ke depan ada studio film yang berhasil menggebrak dengan seri film fenomenalnya. Namun, 10 franchise di atas setidaknya sukses mengukuhkan diri sebagai yang pertama menghuni daftar seri film tersukses di era perfilman Hollywood masa kini.

Tag: , , , , , , , , , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi