Syuting Joker Diwarnai Konflik Joaquin Phoenix Dan Robert De Niro

| 1 komentar

Syuting Joker Diwarnai Konflik Joaquin Phoenix Dan Robert De Niro

Tidak hanya diliputi kontroversi dari pihak lain, Joker ternyata juga mengalami masalah internal selama proses produksinya. Meski tidak sampai mengganggu jalannya pembuatan film, sutradara Joker blak-blakan jika masalah ini sempat membuatnya terjepit dalam posisi sulit.

Prahara ini berawal dari proses script reading yang biasanya dilakukan para pemain sebelum memulai proses syuting. Robert De Niro yang berperan sebagai salah satu pemain pendukung di film Joker, menuntut semua aktor untuk mengikuti proses tersebut.

Sementara itu, Joaquin Phoenix yang didapuk sebagai pemeran Joker justru menolak berpartisipasi, karena ia memang tak terbiasa dan tak menyukai aktivitas script reading.

"Bob menelepon saya dan mengatakan, 'Katakan padanya (Phoenix) bahwa ia seorang aktor dan karena itu harus hadir di sana. Saya perlu mendengar naskah film ini dibacakan, jadi kita semua harus berkumpul di satu ruangan dan melakukannya.' Di sini saya merasa berada di antara dua pilihan sulit karena Joaquin bilang, 'Tidak sudi saya melakukan script reading,' lalu Bob membalas, 'Ini yang selalu saya lakukan sebelum syuting, dan inilah yang wajib kita lakukan (sekarang)," kenang Todd Philips, sutradara Joker saat berbagi pengalamannya dengan Vanity Fair.

Baca juga: 10 Misteri Dalam Film Terkenal Yang Belum Terpecahkan

Pada akhirnya, Joaquin Phoenix mengalah dan bersedia datang ke acara script reading tersebut. Namun, ia melakukannya dengan setengah hati dan langsung pergi setelah kegiatannya selesai. De Niro sempat memanggil Phoenix untuk bicara empat mata, tapi aktor yang lebih muda tersebut menolak bertatap muka dengannya.

 

Tak Ganggu Syuting

Walaupun tampak serius, konflik antara Robert De Niro dan Joaquin Phoenix tak sampai menjalar pada kelancaran proses syuting. Hal itu karena tokoh yang diperankan keduanya memang tidak memiliki hubungan dekat yang menuntut kemistri positif.

Robert De Niro di sini berperan sebagai Murray Franklin, seorang presenter acara Talk Show yang diidolakan oleh Arthur Fleck (nama asli Joker). Namun karena satu dan lain hal, Franklin justru menjadi sosok penting yang membuat Fleck terjerumus dalam kegilaan sehingga menjelma menjadi Joker.

Robert De Niro di film Joker

Saat diwawancara, Joaquin Phoenix sendiri mengaku bahwa ia tak banyak berkomunikasi dengan Robert De Niro. "Karakternya dan karakter saya, kami tidak perlu saling bertegur sapa. Kami cuma perlu melakukan pekerjaan dan masuk dalam karakter masing-masing. Memang lebih sederhana seperti ini, karena tidak ada alasan untuk bercakap-cakap," tutur Phoenix.

Terlepas dari konfirmasi tersebut, cukup disayangkan bahwa Joaquin Phoenix yang merupakan aktor terkenal di generasi sekarang tidak menjalin kemistri apik dengan sosok legendaris seperti Robert De Niro.

Ketegangan di antara keduanya tampak hanya berakar dari masalah perbedaan cara akting saja, dimana Robert De Niro sudah terbiasa melakukan script reading sebelum memulai proses pegambilan gambar, sementara Joaquin Phoenix lebih suka melewati alur pembacaan naskah dan langsung berakting di depan kamera.

Tag: , , ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

1 komentar untuk Syuting Joker Diwarnai Konflik Joaquin Phoenix Dan Robert De Niro

  • IndoFanKor -

    Gak heran, emosi keduanya dalem banget. Keren dah nih film

    Balas

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi