7 Film Sukses Joaquin Phoenix Si Pemeran Joker

| Tidak ada komentar

7 Film Sukses Joaquin Phoenix Si Pemeran Joker

Sebelum viral dengan perannya sebagai Joker, Joaquin Phoenix sudah malang melintang di dunia perfilman Hollywood dengan berbagai film sukses dan peran yang tak kalah menuntut.

Dilahirkan di Puerto Rico pada tahun 1974, Phoenix mengawali karir di sebuah serial televisi bersama saudaranya, River dan Summer. Pada tahun 1990-an, karir River naik daun dan ia sempat digadang-gadang menjadi aktor masa depan yang menjanjikan. Namun belum lama menikmati kesuksesan itu, River Phoenix meninggal dunia karena overdosis. Insiden kematian kakaknya itu masih membekas hingga kini di benak Joaquin.

Dalam mendalami perannya sebagai Joker, aktor yang sudah 3 kali dinominasikan di Piala Oscar ini menjalani diet ketat untuk menurunkan berat badannya hingga 52 pon (sekitar 23.5 kg). Penurunan itu begitu drastis hingga mempengaruhi kesehatan mentalnya.

Tak jarang, ia tiba-tiba keluar dari adegan syuting dan membuat lawan mainnya kebingungan. Hanya Robert DeNiro yang memaklumi keanehan tersebut, meski ia sempat berselisih dengan Joaquin Phoenix karena perkara script-reading.

Baca juga: 7 Spin-Off Yang Lebih Baik Dari Film Utamanya

Secara komersial, Joker menjadi tontonan sukses dan berhasil mencetak rekor Box Office hingga mengalahkan Venom. Kehadirannya pun bisa dianggap viral di bioskop-bioskop dunia, termasuk di Indonesia. Walaupun respon kritik dan media cenderung terbelah karena ada yang mengkhawatirkan aspek toleransi kekerasan dan kejahatan di film ini, tapi akting Joaquin Phoenix secara universal diakui sebagai sisi yang tak tak dapat dipungkiri kualitasnya.

Bagi Anda yang terkesan dengan penampilan Phoenix sebagai Joker dan penasaran dengan peforma akting lainnya dari sang aktor, 7 film ini bisa menjadi rekomendasi yang membuktikan bahwa aktor ini memang memiliki bakat luar biasa.

1. Walk The Line

Walk The Line

Joaquin Phoenix berperan sebagai Johnny Cash di film ini, seorang musisi legendaris yang populer di era 1950-an. Diangkat dari kisah nyata kehidupan Cash sendiri, Walk The Line menuturkan perjalanan karir sang musisi dengan seluk-beluk dan segala asam manisnya.

Mulai dari ketika ia masih kesulitan menghidupi keluarga kecilnya, hingga setelah ia sukses dan mulai mengalami masalah kecanduan, juga hubungan perselingkuhanya dengan June Carter yang menjadi rekan duetnya.

Walk The Line secara keseluruhan merupakan film berkualitas dan salah satu kontender Oscar. Joaquin Phoenix mendapatkan nominasi Best Actor-nya melalui film ini. Ia juga menyanyikan sendiri semua lagu Johnny Cash yang menjadi soundtrack Walk The Line.

2. You Were Never Really Here

You Were Never Really Here

Disebut-sebut sebagai salah satu film terbaik Joaquin Phoenix, You Were Never Really Here sayangnya kurang begitu dikenal jika dibandingkan dengan film berprestasi lain yang meramaikan tahun 2017 lalu. Padahal, Phoenix menyabet gelar aktor terbaik di Festival Film Cannes lewat film ini.

Tak jauh berbeda dari Joker, peran sang aktor di film ini juga menuntutnya untuk menjadi seorang penderita penyakit mental. Bedanya, karakter Phoenix di You Were Never Really Here adalah seseorang yang didera trauma berat. Ia menyibukkan diri dengan menyelamatkan gadis-gadis korban penculikan. Caranya yang amat brutal dalam melakukan tindakan itu memicu telaah menarik terhadap tindakan yang semestinya bersifat heroik.

3. Gladiator

Gladiator

Walaupun tidak berperan sebagai karakter utama, Joaquin Phoenix berhasil memerankan tokoh antagonis dengan sangat baik di film fenomenal ini. Ia menjadi Commodus, kasar Romawi yang terkenal brutal dan berjiwa psikopat.

Totalitasnya berhasil memancing rasa benci penonton terhadap Commodus, sehingga ketika ia dipecundangi oleh tokoh Russell Crowe yang menjadi protagonis di Gladiator, banyak pihak menganggapnya sebagai salah satu kemenangan paling memuaskan dalam sejarah film.

Kesuksesan Gladiator pada akhirnya tak perlu diragukan lagi. Film arahan Ridley Scott ini meraup total 460 juta Dolar AS dari budget 103 juta Dolar AS. Film tersebut juga mendapat 5 Piala Oscar dan bahkan menyabet gelar Best Picture di ajang tersebut; sebuah prestasi tertinggi dalam industri perfilman. Bisa dikatakan, Gladiator merupakan salah satu tontonan terbaik dalam era film-film kolosal di awal dekade 2000-an silam.

4. Her

Her

Dalam film ini, Joaquin Phoenix mencoba genre drama romantis. Namun bukan Joaquin Phoenix namanya jika tidak ada sentuhan unik yang membuatnya berbeda dari aktor kebanyakan.

Alih-alih membintangi film romansa sebagai protagonis tampan yang mengarungi lika-liku drama tipikal dengan pasangannya, Phoenix berperan sebagai pria paruh baya yang jatuh cinta dengan suara wanita di mesin operatornya. Lewat film berjudul Her ini, Phoenix kembali diganjar nominasi Best Actor, kali ini di ajang Golden Globe Awards.

Scarlett Johansson yang menjadi pengisi suara si wanita operator juga diakui kepiawaiannya lewat film ini, dan mendapat beberapa nominasi yang membuktikan performa gemilangnya. Uniknya, lewat film Her inilah Joaquin Phoenix bertemu dengan tunangannya saat ini, yaitu aktris Rooney Mara.

5. The Master

The Master

Tak kalah berprestasi dari film sebelumnya, The Master juga membuktikan bahwa Joaquin Phoenix tidak pernah sembarangan memilih film-film yang dibintanginya.

Di sini, ia bermain sebagai veteran Perang Dunia II yang depresi berat dan sering melakukan aksi kekerasan di luar kendali. Ketika ia bertemu dengan seorang pemimpin kelompok beraliran sesat, ia pun mendedikasikan seluruh kesetiannya terhadap kelompok tersebut, dan menganggap sang pemimpin sebagai master yang membimbingnya.

The Master dirilis pada tahun 2012 dan dianggap sebagai salah satu film terpenting di abad ke-21. Walaupun pendapatannya gagal menutupi biaya pembuatannya, film ini tak kesulitan menyabet berbagai penghargaan dan nominasi dalam berbagai sektor, mulai dari Joaquin Phoenix yang kembali mendapat nominasi Best Actor di Piala Oscar, hingga Amy Adams yang juga dijagokan sebagai Best Actress untuk yang keempat kalinya.

6. The Immigrant

The Immigrant

Diapresiasi karena visualnya yang memukau, The Immigrant adalah film yang lebih fokus pada kisah perjuangan seorang wanita pendatang di kota New York.

Joaquin Phoenix di sini berperan sebagai seorang pria berpengaruh yang memanfaatkan kepolosan si wanita, tapi pada akhirnya jatuh cinta kepadanya. Kisah mereka semakin rumit manakala hadir seorang pria baik-baik yang bersedia menolong si wanita untuk bertemu kembali dengan saudarinya.

Walaupun tidak menjadi karakter psikopat ataupun tokoh dengan kelainan emosi tertentu, penampilan Joaquin Phoenix tetap diakui efektif di The Immigrant. Ia tak kesulitan bersanding dengan Marion Cotillard yang menampilkan performa terbaiknya sebagai si wanita, ataupun Jeremy Renner yang menjadi pesaingnya dalam memperebutkan hati si wanita.

The Immigrant boleh jadi tak secemerlang film-film Joaquin Phoenix lainnya di musim penghargaan, tapi film ini masih mendapat pengakuan positif dan memenangkan beberapa prestasi bergengsi di ajang penghargaan minor seperti Boston Society of Film Critics Award dan Toronto Film Critics Association.

7. The Village

The Village

The Village merupakan salah satu film M Night Shyamalan yang kontroversial karena plot twist pada endingnya. Ada yang menganggap kejutan tersebut sukses, tapi ada pula yang menganggapnya sebagai plot twist gagal karena sangat mengurangi suspense ataupun nilai-nilai yang ditampilkan di sepanjang film.

Di film ini, Joaquin Phoenix berperan sebagai seorang penduduk desa yang mendapat teguran karena ingin melanggar salah satu aturan sakral. Sayang, karena karakternya mengalami insiden penusukan di tengah film, keterlibatan Phoenix cenderung pasif di sebagain durasi The Village. Meskipun begitu, kesuksesan yang cukup luar biasa dari film ini patut membuatnya disandingkan dengan film-film berprestasi yang pernah dibintangi Joaquin Phoenix.

Di kancah Box Office, The Village mengumpulkan 256.7 juta Dolar AS dari budget senilai 60 juta Dolar AS saja. Film ini juga mendapat nominasi Oscar untuk kategori Best Original Score, dan mendapat banyak sanjungan untuk desain produksi dan kostumnya. Saking populernya The Village kala itu, film ini menjadi salah satu tema parodi utama dalam film Scary Movie 4.

Honorable Mentions

Selain ketujuh film di atas, masih banyak deretan film Joaquin Phoenix lain yang diakui kesuksesannya, baik secara mainstream maupun non-mainstream. Di antaranya adalah Signs, Hotel Rwanda, Inherent Vice, dan Irrational Man.

Signs menandai kerja sama pertamanya dengan M Night Shyamalan sebelum The Village, dan menjadi film yang mendapatkan pendapatan menakjubkan di masanya. Sementara itu, meski sangat dikenal sebagai film berkualitas di tahun 2004, Hotel Rwanda hanya menampilkan Joaquin Phoenix dalam peran minor.

Melalui Inherent Vice dan Irrational Man, Joaquin Phoenix sebenarnya memperoleh citra publik yang kurang lebih sama dengan peran-perannya di film The Master dan The Immigrant. Di Inherent Vice, ia mendapat nominasi Golden Globe atas perannya sebagai seorang pecandu sekaligus detektif swasta yang menyelidiki 3 kasus kriminal.

Sementara itu, Irrational Man merupakan film besutan Woody Allen yang ia bintangi bersama Emma Stone. Sayang, film itu kurang mendapat sambutan hangat di panel kritik, dan kurang begitu dikenal di kalangan audience mainstream.


Bisa dikatakan, Joaquin Phoenix adalah aktor berbakat yang cukup konsisten membintangi film-film sukses. Media dan sineas perfilman di Hollywood bahkan sudah mengenal namanya sebagai aktor yang bisa diandalkan untuk peran-peran yang menantang secara psikologis.

Tak heran, Todd Philips langsung berpaling padanya begitu ia gagal membidik Leonardo DiCaprio untuk memerankan Joker. Dengan keberhasilan luar biasa Joker saat ini, bisa dikatakan performa akting Joaquin Phoenix menjadi faktor krusial yang bisa menyeimbangi kontroversi dari pesan moral di film ini.

Tag: ,

Penulis:

Online content writer yang sedang mencari pelarian dan akan selalu punya ketertarikan lebih dengan industri perfilman.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi