Poster Film Batman v Superman: Dawn of Justice
  • 6.7/10
  • 27%
  • 5/10

Film Batman v Superman: Dawn of Justice (2016)

Sinopsis film Batman v Superman: Dawn of Justice

Sejak pertarungan Superman (Henry Cavill) melawan Zod yang mengakibatkan hancurnya kota Metropolis membuat banyak orang berpikir apakah ia pahlawan ataukah ia pelanggar hukum. Batman (Ben Affleck) yang kantornya terkena dampak kehancurannya menganggap bahwa Superman berbahaya untuk semua orang dan mempersiapkan diri untuk mengalahkan Superman seorang diri. Disisi lain, Lex Luthor (Jesse Eisenberg) memiliki rencana untuk menghancurkan umat manusia dan juga melawan Superman.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 23 Maret 2016
  • Durasi 151 menit
  • Sutradara Zack Snyder
  • Produser Charles Roven, Deborah Snyder
  • Produksi RatPac-Dune Entertainment, DC Entertainment, Atlas Entertainment, Cruel and Unusual Films
  • Distributor Warner Bros. Pictures
  • Genre Action, Adventure, Science Fiction
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film Batman v Superman: Dawn of Justice

Review & Ulasan film Batman v Superman: Dawn of Justice

Film yang bisa dibilang gagal dalam menciptakan tokoh antagonis

| Ditulis oleh:

Tentu sebagian besar dari kita pecinta komik masih merasakan masa-masa di mana membaca komik masih sangat menyenangkan, namun dengan dirilisnya Batman V. Superman: Dawn Of Justice sebagian besar dari kita butuh imajinasi yang lebih untuk dapat mencerna dan benar-benar menikmatinya.

Dengan kebangkitan film Batman Dark Knight oleh Cristopher Nolan, kita seolah-olah diberi angin segar dari berbagai kegagalan yang dilakukan oleh Dc Comics dan Hollywood pada tokoh-tokoh komik favorit kita. Namun sepertinya, film yang diarahkan oleh sutradara Zach Snyder ini bukan hanya merusak ekspektasi para penggemar Batman dan Superman, tapi justru malah membawanya kepada “Kejatuhan dari langit yang sangat epik.” Hal ini tentu disebabkan oleh penulis naskah, kali ini dikreditkan pada Chris Terrio dan David S. Goyer yang menggambarkan Superman menjadi semacam pahlawan laksana tuhan, yang serupa seperti kisah-kisah dewa-dewi Yunani di mana orang biasa pun bisa saja berbalik melawan dewa maupun apa yang disebut tuhan. Mencoba mengkulminasikan antagonisme antara dua tokoh superhero ini namun dengan plot yang sebenarnya terlalu sederhana: Dalam usaha menyelamatkan kota kekuatan-kekuatan gelap super lainnya, akibatnya Superman memporak-porandakan sebagian kota dan membuat sebagian orang berbalik membencinya. Termasuk Batman. Ya, memang semudah itu.

Apapun ambisinya film garapan Zach Snyder ini membawa siksaan tanpa ampun selama dua jam 30 menit bagi para penontonnya. Dari awal kesan gelap sengaja dihadirkan yang sebenarnya sangat esensial bagi film ini sejak awal. Menimbang bagaimana Nolan telah merubah Batman menjadi Dark Knight yang fenomenal. Namun di sini Zach sepertinya lebih tertarik pada ledakan-ledakan dan aksi laga yang megah ketimbang menyusun rapi dan sempurna sebuah pertempuran epik antara dua superhero favorit kita ini.

Dengan alur cerita yang beragam dan plot yang terlalu banyak ingin diisi ke dalam satu film, seperti hadirnya Lex Luthor muda yang diperankan Jesse Eissenberg, Wonder Woman, atau bahkan terdapat sepintas Aquaman di film ini dan selain aksi laga yang megah banyak sekali, terdapat scene-scene di film ini yang benar-benar tidak diperlukan. Tapi seperti biasa, Hollywood memang mencari jalan singkat untuk membuat konflik palsu antara dua superhero ini. Yah, pada akhirnya Batman yang berhasil diprovokasi oleh Luthor muda yang memegang rahasia Superman: Kryptonite, menjadi simpati dan tanpa banyak basa-basi yang sempurna, film ini pun menjadi rekonsiliasi antar superhero untuk menyelematkan umat manusia.

Dalam soal penciptaan tokoh antagonis film ini juga bisa dibilang gagal. Jesse Eissenberg terlihat seperti Lex luthor muda yang “tidak pada tempatnya”, seorang tokoh korporat yang berhasil mengorkestrasikan konflik antara Batman dan Superman namun berakhir menjadi hanyalah sebagai seorang pemurung nekat yang gila. Tak lebih dari itu.

Pada bagian pertengahan, saya agak tercengang pada satu scene di mana dalam pembayangan Batman pada satu waktu di masa depan, di mana konflik tak berujungnya dengan Superman masih berlangsung, terasa seperti thrill-ride­ yang seolah membuka mata dan mulut saya. Saya ternganga dan berharap thrill-ride yang tiba-tiba hadir ini tidak berakhir begitu saja. Namun, sekali lagi, meski di awal film ini seakan-akan dibuat agak gelap, pada akhirnya Zach Snyder seperti sedang membawa fantasi Disney ke dalam komik favorit kita dan membenamkan imajinasi kita ke dalam cerita happily ever after untuk kepentingan franchise Hollywood.

5/10

Penulis:

nocturnal mama with multiples

Trailer film Batman v Superman: Dawn of Justice

Produk Batman v Superman: Dawn of Justice

Komentar dan Review film Batman v Superman: Dawn of Justice

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi