Poster Film Green Book
  • 8.3/10
  • 82%
  • 8/10

Sinopsis film Green Book

Dr. Don Shirley (Mahersala Ali) merupakan pianis terkenal keturunan Afrika-Amerika yang akan mengadakan konser pada tahun 1962. Ia membutuhkan supir dan bodyguard sehingga ia merekrut Tony Lip (Viggo Mortensen) yang berasal dari Bronx. Walaupun mereka berbeda, tetapi 2 pria ini dapat menjalin persahabatan diera dimana rasis masih merajalela.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 30 Januari 2019
  • Durasi 130 menit
  • Sutradara Peter Farrelly
  • Produser -
  • Produksi Participant Media, DreamWorks Pictures, Innisfree Pictures, Cinetic Media
  • Distributor Universal Pictures
  • Genre Biography, Comedy, Drama
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film Green Book

Review & Ulasan film Green Book

Menyentuh dengan cara yang sederhana, ringan, namun sangat dalam melalui perjalanan dua orang yang berbeda latar belakang dan ras, mengelilingi Amerika

| Ditulis oleh:

Green Book (2019) adalah film drama komedi keluarga yang berlatar di Amerika tahun 1960an. Film ini merupakan film yang diangkat dari kisah nyata yang benar-benar terjadi pada saat itu tentang persahabatan dua orang berbeda warna kulit Dr. Don Shirley seorang kulit hitam dan Tony Vallelonga seorang kulit putih berkebangsaan Italia. Perlu kalian mengerti sebelumnya, tahun 1960 Amerika masih dalam keadaan darurat pada diskriminasi ras hitam sehingga orang berkulit hitam sering diperlalukan dengan tidak pantas dan lebih rendah. Disutradarai oleh Peter Farrelly, film ini ditulis oleh Farrelly, putra Brian Currie dan Vallelonga, Nick Vallelonga, berdasarkan wawancara dengan ayahnya dan Shirley, serta surat-surat yang ditulis ayahnya kepada ibunya.

Cerita film Green Book (2019) ini dimulai pada tahun 1960-an. Seorang penjaga sekaligus bodyguard di kota New York, Frank "Tony Lip" Vallelonga (Viggo Mortensen) mencari pekerjaan baru setelah klub malam tempat dia bekerja ditutup untuk renovasi. Sementara itu, seorang pianis klasik Afrika-Amerika Dr. Don Shirley (Mahershala Ali) akan melakukan tour keliling negara bagian Amerika selama beberapa bulan sampai nantinya berakhir pada malam natal. Ia membutuhkan seorang supir sekaligus bodyguard yang sepanjang ia melakukan tur. Tony mendapatkan rekomendasi untuk melalukan wawancara dengan Dr. Shirley yang tanpa ia ketahui Dr. Shirley adalah seorang bekulit hitam. Sebelum ini, Tony merupakan salah satu orang yang juga punya kemungkinan untuk melakukan rasisme. Setelah berbincang sejenak dengan Tony, Dr. Shirley tertarik dengan untuk merekrut Tony dalam teamnya. Namun, Tony harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari istrinya Dolores (Linda Cardellini) untuk perkerjaan ini karena ia harus meninggalkan Dolores selama beberapa bulan untuk mengantarkan Dr. Shirley. Tanpa disangka, Dr. Shirley sendiri yang akhirnya menelpon Dolores untuk memohonkan izin untuk suaminya. Karena bayaran yang lumayan besar dan keadaan keluarga mereka yang memang sedang memerlukan uang, Tony akhirnya menerima pekerjaan itu dengan seizin Dolores.

Sebelum memulai perjalanan, pihak lebel yang menaungi Dr. Shirley memberikan Green Book, sebuah buku panduan pertengahan abad ke-20 untuk pelancong Afrika-Amerika yang ditulis oleh Victor Hugo Green, untuk membantu mereka menemukan motel dan restoran yang akan menerimanya. Tidak hanya berdua, mereka juga didampingi oleh dua orang rekan panggung Dr. Shirley, Oleg (Dimiter D. Marinov) dan George (Mike Hatton). Mereka melakukan tour dengan dua mobil yang berbeda. Tony dengan Dr. Shirley, dan Oleg dengan George. Mereka memulai tour di Midwest sebelum akhirnya menuju lebih jauh ke selatan. Tony dan Dr. Shirley awalnya berbenturan karena Tony merasa tidak nyaman diminta untuk bertindak dengan lebih halus dan sopan, sementara Dr. Shirley muak dengan kebiasaan Tony. Ketika tour berlangsung, Tony terkesan dengan bakat piano yang dimiliki oleh Dr. Shirley. Tanpa sadar, Tony pun akhirnya mengidolakan Dr. Shirley. Namun, diperjalanan Tony juga terkejut dengan perlakuan diskriminatif yang diterima oleh Dr. Shirley dari masyarakat umum ketika dia tidak berada di atas panggung. Di atas panggung Dr. Shirley adalah orang yang sangat dipuji-puji, tetapi ketika sudah turun dari panggung, ia akan diperlakukan sama dengan orang kulit hitam lain bahkan oleh orang-orang kulit putih berpendidikan tinggi yang sudah mengundangnya. Sampai suatu ketika Dr. Shirley keluar hotel sendiri untuk minum di bar dan sekelompok pria kulit putih mengancam kehidupan Dr. Shirley dan menganiayanya di sana. Tidak lama Tony datang untuk menyelamatkannya dan ia menginstruksikan Dr. Shirley untuk tidak keluar tanpa dia selama sisa tour. Selama perjalanan itu, Dr. Shirley juga membantu Tony untuk menuliskan surat bagi istrinya, Dolores yang isinya sangat indah dan membuat siapa saja yang membacanya akan tersentuh. Bagaimanakah kisah dari sisa perjalanan tour Dr. Shirley?

Green Book (2019) akan menyentuh kita dengan cara yang sederhana. Seperti persahabatan Dr. Shirley dan Tony yang terjalin dengan cara yang sederhana dan tak terduga. Ada sesuatu yang begitu dalam tentang film ini yang digambarkan dengan begitu ringan dan menyentuh. Film ini bisa dibilang merupakan film watak karena kita yang melihat hanya terpaku pada kedua pemeran utama yaitu Mortensen dan Ali yang berhasil memerankan perannya dengan sangat baik. Film ini juga memberikan dengan jelas gambaran bagaimana diskriminasi ras hitam di Amerika pada masa itu. Sampai kesimpulan bahwa Green Book (2019) merupakan film yang sangat efektif untuk menggambarkan dan memengaruhi pemikiran rasisme dengan konten yang dipilih secara berhati-hati untuk menghindari overdosis audiensnya pada materi yang mungkin dianggap terlalu mengejutkan atau mengecewakan. Tidak heran jika Green Book (2019) berhasil memenangkan banyak penghargaan dalam banyak kategori dalam berbagai ajang penghargaan perfilman.

8/10

Penulis:

on my way to be Fashion Designer

Trailer film Green Book

Jadwal Green Book hari ini

Statistik & Data

  • 30 Januari 2019
    4.55%
  • 31 Januari 2019
    4.79%
  • 01 Februari 2019
    4.57%
  • 02 Februari 2019
    4.26%
  • 03 Februari 2019
    4.33%
  • 04 Februari 2019
    3.94%
  • 05 Februari 2019
    2.00%
  • 06 Februari 2019
    1.37%
  • 07 Februari 2019
    0.79%
  • 08 Februari 2019
    0.47%
  • 09 Februari 2019
    0.38%
  • 10 Februari 2019
    0.43%
  • 11 Februari 2019
    0.55%
  • 12 Februari 2019
    0.58%
  • 13 Februari 2019
    0.25%
  • 14 Februari 2019
    0.14%
  • 15 Februari 2019
    0.13%
  • 16 Februari 2019
    0.12%
  • 17 Februari 2019
    0.14%
  • 18 Februari 2019
    0.15%
HariTanggal% LayarPerubahan
130 Januari 20194.55 %
231 Januari 20194.79 %+0.24 %
301 Februari 20194.57 %-0.22 %
402 Februari 20194.26 %-0.31 %
503 Februari 20194.33 %+0.07 %
604 Februari 20193.94 %-0.39 %
705 Februari 20192.00 %-1.94 %
806 Februari 20191.37 %-0.63 %
907 Februari 20190.79 %-0.58 %
1008 Februari 20190.47 %-0.32 %
1109 Februari 20190.38 %-0.09 %
1210 Februari 20190.43 %+0.05 %
1311 Februari 20190.55 %+0.12 %
1412 Februari 20190.58 %+0.03 %
1513 Februari 20190.25 %-0.33 %
1614 Februari 20190.14 %-0.11 %
1715 Februari 20190.13 %-0.01 %
1816 Februari 20190.12 %-0.01 %
1917 Februari 20190.14 %+0.02 %
2018 Februari 20190.15 %+0.01 %

Film Green Book telah tayang di bioskop Indonesia sejak Rabu, 30 Januari 2019 selama 20 hari.

Komentar dan Review film Green Book

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi