Poster Film Hujan Bulan Juni
  • 6.5/10

Film Hujan Bulan Juni (2017)

Sinopsis film Hujan Bulan Juni

Sarwono (Adipati Dolken) yang merupakan orang asli Jawa jatuh cinta dengan Pingkan (Velove Vexia) yang merupakan keturunan Manado. Pingkan merupakan dosen muda Sastra Jepang di Universitas Indonesia, ia mendapat beasiswa untuk ke Jepang selama 2 tahun. Suatu ketika Sarwono ditugaskan untuk presentasi ke Universitas Sam Ratulangi di Manado dan ia membawa Pingkan sebagai guide nya disana.

Sarwono bertemu keluarga besar Pingkan yang mulai dipojokkan pertanyaan-pertanyaan tentang hubungan mereka. Karena dimata keluarga Pingkan, mereka berdua memiliki perbedaan yang besar, tentu saja mereka berdua menyadari perbedaan tersebut.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 02 November 2017
  • Durasi 96 menit
  • Sutradara Reni Nurcahyo, Hestu Saputra
  • Produser -
  • Produksi PT Kharisma Starvision Plus
  • Distributor -
  • Genre Drama, Romance
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film Hujan Bulan Juni

Review & Ulasan film Hujan Bulan Juni

Pure drama romantic movie! Film ini sudah pasti diciptakan untuk kamu yang berjiwa romantis dan menggemari puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono

| Ditulis oleh:

Hujan Bulan Juni adalah film yang diangkat berdasarkan novel berjudul sama karya penyair kenamaan Indonesia Sapardi Djoko Damono yang juga dikenal sebagai bapaknya puisi romantis Indonesia. Sebelum difilmkan, karya Hujan Bulan Juni sendiri sudah banyak diterjemahkan ke dalam banyak bentuk karya baik puisi, novel, musikalisasi, komik, sampai akhirnya sekarang di angkat ke layar lebar. Sapardi mempercayakan karyanya diterjemahkan ke dalam film oleh Reni Nurcahyo Hestu Saputra dengan Sinema Imaji dan Starvision sebagai rumah produksi.

Film ini sendiri bercerita tentang kisah cinta sepasang kekasih yang berbeda latar belakang. Sarwono (Adipati Dolken) adalah seorang Pria Muslim keturunan Jawa tepatnya Solo dan Pingkan (Velove Vexia), wanita keturunan Jawa – Manado. Keduanya adalah dosen muda di Universitas Indonesia dari dua jurusan yang berbeda. Pinkan jatuh cinta kepada Sarwono lewat karyanya, puisi-puisi yang ditujukan Sarwono untuknya.

Konflik berawal saat Pingkan mendapat kesempatan untuk belajar ke Jepang selama 2 tahun. Sarwono merasa takut akan kehilangan Pingkan karena selama dua tahun di Jepang, Pingkan akan ditemani oleh pendampingnya Katsuo (Koutaro Kakimoto), cowok kebangsaan Jepang yang dulu sempat ditaksir oleh Pingkan. Sarwono takut hati Pingkan akan berubah dan akan lebih memilih Katsuo daripada dirinya.

Tidak berhenti sampai disitu, konflik juga muncul saat Pingkan menemani Sarwono berkunjung ke Manado untuk tugas ke Universitas Sam Ratulangi. Di sana, Pingkan mengajak Sarwono untuk mampir dan bertemu dengan keluarga besar almarhum ayahnya. Pingkan dan Sarwono mulai dipojokkan dengan pertanyaan mengenai hubungan mereka yang berbeda latar belakang. Sementara itu, sepupu Pingkan yang bernama  Beni (Baim Wong) mulai gencar untuk mendekati Pingkan. Ia berniat membuat Pingkan terpisah dari Sarwono dan menjadi orang yang selalu mengganggu perjanan Sarwono dan Pingkan selama di Manado. Akankah cinta Pingkan masih kokoh dan memilih Sarwono sebagai kekasihnya sampai akhir hayat? Lalu apakah Sarwono akan teguh mempertahankan Pingkan?

Pure drama romantic movie! Itu adalah hal bisa menggambarkan film ini secara keseluruhan. Keromantisan film ini juga diperkuat dengan digunakannya puisi-puisi yang kental akan nuansa cinta ala Sapardi Djoko Damono. Kita seperti dibawa ke dalam dunia syair dan belajar mengenal sastra. Apalagi dengan adanya visual teks puisi-puisi tersebut setiap diucapkan oleh para pemain. Namun, adanya puisi dan visualisasi teks puisi di tengah cerita kadang membuat kesan awkward sehingga jalannya cerita malah menjadi wagu dan tidak smooth.

Sedangkan kelebihan film ini ada pada setting di tiga tempat yaitu Jakarta, Manado, dan Jepang. Dalam beberapa setting tempat, seperti di Manado, kita akan dimanjakan dengan keindahan-keindahan alam Manado seperti Bukit Kelong Tomohon, Danau Linow, Bukit Kasih Kanonang Patung Tuhan Yesus di Citra Land hingga Pantai Likupang sehingga membuat penonton mengenal lebih dekat Manado itu sendiri. Ada juga setting di  Jepang yang memperlihatkan kita betapa indah mekarnya bunga sakura yang hanya bisa dilihat satu tahun sekali.

Hal lain yang membuat film ini menarik adalah acting Adipati Dolken yang memukau dengan perannya sebagai Sarwono. Adipati berhasil menghidupkan tokoh Sarwono yang berkarakter tetapi tetap tegas, lugu, dan sederhana. Sedangkan Velove Vexia sebagai pemeran utama wanita berhasil menyihir kita dengan kecantikannya.Chemistry antara mereka berdua sangat terkesan nyata sehingga suasana romantis yang dibangun bisa dirasakan dengan mudah oleh penikmat film ini. Acting tambahan dari Baim Wong yang jenaka ikut memberi selingan komedi pada film ini sehingga berhasil mengundang gelak tawa penonton. Begitu juga dengan kegantengan actor asal Jepang Koutaro Kakimoto yang ikut meramaikan list actor ganteng yang dapat memeriahkan film ini.

Over all, film ini adalah film drama romantis yang masih worth it untuk ditonton apalagi untuk kamu penggemar karya sastra puisi dan penggemar penyair kenamaan Sapardi Djoko Damono. Tidak tanggung-tanggung, kamu akan mendapatkan sembilan puisi Sapardi yang populer di bacakan dalam film ini lho! Selamat menonton.

6.5/10

Penulis:

on my way to be Fashion Designer

Trailer film Hujan Bulan Juni

Komentar dan Review film Hujan Bulan Juni

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi