Poster Film Kartini
  • 6.5/10

Sinopsis film Kartini

Menceritakan tentang biopik Kartini tentang semangat, kepedulian, kecerdasan dan cinta Kartini (Dian Sastrowardoyo) terhadap kaum perempuan. Ia bersama kedua saudarinya yaitu Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita Nugraha), Kartini membuat sekolah untuk kaum miskin dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk rakyat Jepara dan sekitarnya. Ia melawan tradisi yang dianggap sakral bahkan menentang keluarganya demi kesetaraan hak dalam masyarakat.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 19 April 2017
  • Durasi 122 menit
  • Sutradara Hanung Bramantyo
  • Produser Robert Ronny
  • Produksi Legacy Pictures
  • Distributor -
  • Genre Drama
  • Kelompok Umur SU

Daftar pemain film Kartini

Review & Ulasan film Kartini

Hanung Bramantyo ingin membuat film ini terlihat natural, namun masalah bahasa menjadikan film ini tampak aneh dan ajaib.

| Ditulis oleh:

Saya cukup merasa tertarik ketika muncul berita Hanung Bramantyo akan menyutradarai film biopik Kartini. Film yang menceritakan wanita Jawa yang menjadi inspirasi banyak pihak dan mendobrak tradisi kala itu. Seorang wanita yang kemudian ditetapkan sebagai pahlawan nasional karena sumbang sihnya bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi para wanita Jawa yang saat itu hidupnya hanyalah sebagai konco wingking. Wanita saat itu hanya memiliki peran untuk masak, macak lan manak. Sebuah frasa jawa yang ingin mengatakan bahwa peran wanita dalam keluarga adalah hanya sebagai tukang memasak, mempercantik diri untuk "melayani" suami, dan kemudian beranak (melahirkan keturunan). Sesuatu hal yang bagi orang-orang jaman sekarang adalah sesuatu yang aneh, namun tampak lumrah bagi generasi saat itu.

Film Kartini ingin mengangkat kisah tersebut. Kita semua sudah tahu bagaimana kisah Kartini ini, lebih-lebih dalam pelajaran sekolah. Namun tampaknya film ini ingin mengangkat sesuatu yang kita semua tidak dapatkan di dalam pelajaran sekolah. Film ini ingin menyajikan kisah hidup Kartini dengan senyata mungkin. Bahkan dalam segi penyajian bahasa pun mereka ingin menggunakan bahasa yang digunakan pada jaman itu. Tetapi sesuatu yang nanggung malah menghasilkan keanehan yang luarbiasa bagi saya.

Mungkin hanya saya, atau mungkin ada beberapa penonton yang menyadari bahwa penggunaan bahasa Jawa dalam film tersebut menjadi terdengar sangat aneh, apalagi ketika dalam sebuah dialog dicampurkan dalam bahasa Indonesia. Menurut saya, kalau mau menggunakan bahasa Jawa ya sebaiknya pakai bahasa Jawa semua. Total. Takut penonton tidak paham? Pakai subtitle. Atau malah pakai bahasa Indonesia sekalian saja, tidak usah memakai bahasa Jawa. Bandingkan dengan film Soegija karya Garin Nugraha. Film ini juga menggunakan berbagai bahasa untuk dialognya, namun tidak ada kesan ruwet dan tercampur aduk.

Adegan menangis yang overdosis menjadikan film ini menjadi kehilangan banyak hal. Untuk membuat penonton turut merasakan emosi dan kesedihan yang dirasakan karakter dalam film tersebut, rasanya tidak perlu mengeksploitasi secara berlebhan. Sesuatu yang berlebihan kadang memang tidak baik. Bahkan ada adegan ketika Kardinah mau dinikahkan, dia sampai berlari-lari layaknya film India. Kenapa nggak sekalian berputar-putar dan menari?

Adegan ketika Kartini harus mengambil keputusan dan menerima lamaran, dimana ia menyampaikan banyak syarat, kemudian di latar belakang ada adegan Roekmini / Acha yang menangis dengan dramatis?? Apa-apaan ini? Mendramatisir sesuatu itu penting, tapi dramatisasi sebuah adegan tentu saja juga ada batas kewajaran, apalagi ini adalah sebuah film biopik yang dituntut untuk lebih realistis.

Terlepas dari semua "kekacauan" yang timbul, menurut saya film ini masih tetap layak untuk ditonton. Apalagi buat generasi muda saat ini. Cuma, yang menjadi titik lemah dari film ini ketika membawa pesan pendidikan adalah, nuansa cengeng yang dieksploitasi sedemikian rupa sehingga membuat penonton gagal fokus. Bukan pada esensi dari perjuangan Kartini tersebut, tetapi malah akan tertuju pada sebuah kisah penderitaan dan air mata.

6.5/10

Trailer film Kartini

Berita Kartini

Pemesanan Online Tiket Presale untuk film Kartini sudah dibuka

Pemesanan Online Tiket Presale untuk film Kartini sudah dibuka

| Tidak ada komentar

Film Kartini karya Hanung Bramantyo yang akan dirilis pada tanggal 19 April mendatang merupakan salah satu film yang ditunggu-tunggu. Siapa yang tidak kenal dengan RA Kartini? Merupakan salah satu pahlawan Nasional dan pelopor kebangkitan wanita pribumi. Film biopiknya akan segera tayang dan ditaburi bintang-bintang papan atas.

Komentar dan Review film Kartini

3 komentar untuk Kartini

  • muhammad nurfandi -

    Kapan film ini bisa di download ya?

    Balas
    • Dhimas Ronggobramantyo -

      Nonton film di bioskop atau beli DVD originalnya

      Balas
      • Karla -

        Saya lagi mencari DVD original yg ada english sub titlenya. Dapat dibeli dimana ya?

        Balas

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi