Poster Film Lady Bird
  • 8/10

Sinopsis film Lady Bird

Christine McPherson (Saoirse Ronan) atau yang dikenal dengan Lady Bird merupakan murid sekolah Katholik yang suka berterus terang. Ia bermimpi untuk meninggalkan kota kelahirannya di Sacramento untuk pergi ke New York. Tetapi hubungannya yang naik turun dengan Ibunya yang memiliki keinginan yang kuat membuatnya harus menemukan cara agar mimpinya dapat terkabul.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 28 Februari 2018
  • Durasi 94 menit
  • Sutradara Greta Gerwig
  • Produser -
  • Produksi Scott Rudin Productions, Management 360, IAC Films
  • Distributor A24, Universal Pictures
  • Genre Comedy, Drama
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film Lady Bird

Review & Ulasan film Lady Bird

Film dengan cerita sederhana namun penuh dengan detail dan nilai-nilai yang menarik untuk disimak

| Ditulis oleh:

Jika Anda menjadi pengikut karier Greta Gerwig, film ini seharusnya tidak mengejutkan. Dia telah menulis dan mengarahkan komedi yang jelas-jelas digali dari pengalamannya secara terus menerus sehingga membentuk karakter yang kuat. Debut sutradara solo pertamanya, Lady Bird, membawa fiksi otobiografi yang sama. Karakter Christine secara luas adalah versi Greta yang lebih muda. Diperankan dengan apik oleh Saoirse Ronan dengan jerawat di wajahnya dan rambut berwarna delima, Ronan berhasil memerankan dengan apik karakter Lady Bird yang menjadi tokoh sentral dalam film yang berjudul sama ini.

Cerita Lady Bird bersetting dari daerah bernama Sacramento, di pinggiran California tahun 2002. Christine "Lady Bird" McPherson (Saoirse Ronan) adalah seorang siswi sekolah menengah atas khusus perempuan yang berperilaku dengan kepercayaan diri yang mumpuni. Dia bersikeras agar dia dipanggil dengan nama “Lady Bird”, nama yang ia berikan olehnya sendiri bukan nama yang diberikan oleh orang tuanya. Lady Bird Adalah Anak dengan personal yang menarik. Ia mempunyai teman dekat bernama Julie (Beanie Feldstein) yang selalu menemaninya. Mereka selalu melakukan hal-hal gila bersama. Apalagi setelah mereka harus masuk kedalam kelas teater yang sama. Julie mendapat peran yang lebih bagus dibandingkan Lady Bird. Tetapi, itu bukanlah masalah karena ia bertemu dengan seorang laki-laki bernama Danny O’Neill (Lucas Hedges) yang berlanjut menjadi kekasihnya. Setelah beberapa waktu berselang, Lady Bird merasakan hal yang aneh pada Danny sampai akhirnya ia menyadari Danny adalah seorang gay. Lady Bird putus dengan Danny dan memulai sesuatu yang baru dimulai dengan keluar dari kelas teater.

Keluarnya Lady Bird dari kelas teater membuat hubungannya dengan Julie menjadi berantakan. Ia mulai dekat dan bergaul dengan cewek popular di sekolahnya Jenna Walton (Odeya Rush). Bergabungnya Lady Bird dengan anak-anak kelas atas di sekolahnya membuat ia mekakukan banyak kebohongan dan berpura-pura harus menyukai apa yang tidak ia sukai. Semua itu ia lakukan untuk mendekati satu orang cowok tampan, anak band, dan kutu buku, bernama Kyle Scheible (Timothée Chalamet).

Disamping menceritakan tentang kehidupan sekolah seorang Lady Bird, film ini juga menceritakan tentang kehidupan keluarganya. Bagaimana hubungan Lady Bird dengan sang Ibu, Marion McPherson (Laurie Metcalf) yang penuh dengan konflik dan drama. Begitu juga hubungan Lady Bird dengan keluarganya yang lain, ayahnya Larry McPherson (Tracy Letts), kakaknya Miguel McPherson (Jordan Rodrigues) dan pacar kakaknya yang tinggal dengan keluarganya, Shelly Yuhan (Marielle Scott). Bagaimanakah kehidupan Lady Bird selanjutnya? Apakah ia akan berhasil mendapatkan Kyle? Dan akankah Lady Bird berhasil memperbaiki hubungan dengan keluarganya?

Hal yang sangat menarik dari film ini menurut saya adalah bagaimana Gerwig dapat menyajikan cerita yang umum dan sederhana (mungkin juga dirasakan oleh banyak keluarga dan anak remajanya) ke dalam sebuah film yang penuh dengan detail dan nilai-nilai yang menarik untuk disimak. Contoh detail dan nilai yang menarik untuk disimak adalah bagainama penggambaran karakter masing-masing tokoh dalam film (misalnya bagian Timothée Chalamet sebagai orang skeptis berambut pirang yang merokok dan "berusaha untuk yang terbaik dalam tidak berpartisipasi dalam ekonomi Amerika"), dan pertimbangkan periode detail (seperti penggunaan Dave Matthews Band) yang menandai dirinya sebagai pengamat tajam tentang hal-hal kecil yang membuat film hebat. Selain itu, kegelisahan kelas akut post peristiwa 9 September di Amerika juga ia tonjolkan dan berdampak sampai di pinggiran Amerika. Hal itu ia tunjukkan dengan kekhawatiran McPherson tentang biaya kuliah Lady Bird yang diberikan waktu layar sebanyak eksploitasi romantis dalam film ini.

Film ini juga merupakan surat cinta untuk sebuah kampung halaman yang banyak di rasakan juga oleh kita yang putus asa hidup di tempat yang sama bertahun-tahun dan memutuskan untuk pergi, terbang keluar dari sangkar menuju langit terbuka. Dibutuhkan pertukaran dan cara pandang sederhana untuk menyirami kita dengan perseptif yang telah kita saksikan bertahun-tahun sampai akhirnya setelah keluar dari kampung halaman, kita baru tahu bagaimana kita sangat mencintai kampung halaman tersebut karena bisa mengingat setiap detail dan menjabarkan dengan panjang lebar tentangnya.

Ritual naratif ala Gerwig yang menyenangkan dan menggembirakan menangkap perasaan remaja yang berakhir sebelum dimulai. Begitu juga dengan detail menarik ala indie movie, menjadikan film ini menarik untuk disimak. Tidak salah jika film ini menjadi salah satu film nominasi Best Screenplay Oscar 2018 ini.

8/10

Penulis:

on my way to be Fashion Designer

Trailer film Lady Bird

Komentar dan Review film Lady Bird

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi