Poster Film Love For Sale
  • 8.5/10

Film Love For Sale (2018)

Sinopsis film Love For Sale

Richard (Gading Marten) seorang jomblo akut yang telah hidup sendirian dalam waktu yang sangat lama. Ia hanya ditemani seekor kura-kura bernama Kelun. Suatu ketika teman-temannya menantang Richard untuk membawa pasangannya ke acara pernikahan, dan Richard mencarinya melalui aplikasi penyedia jasa teman kencan yang bernama Love Inc. Melalui aplikasi tersebut ia menemukan Arini (Della Dartyan) dan ternyata Richard justru terjebak bersama Arini untuk waktu yang lebih lama.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 15 Maret 2018
  • Durasi 104 menit
  • Sutradara Andibachtiar Yusuf
  • Produser Angga Dwimas Sasongko, Chicco Jerikho
  • Produksi Visinema Pictures
  • Distributor -
  • Genre Drama
  • Kelompok Umur 21+

Daftar pemain film Love For Sale

Review & Ulasan film Love For Sale

Paket komplit sebuah film epik drama komedi romantis

| Ditulis oleh:

Arahan Andibachtiar Yusuf (Ucup) untuk kedua kali di bulan ini setelah Mata Dewa yang kebetulan minggu lalu saya tonton dengan berujung kekecewaan, akhirnya mendapat pemuasan pada film ini. Bisa dilihat perbedaannya ketika seseorang menggunakan hati dan passion ketika membuat karya. Love For Sale menampilkan kesungguhan, tidak hanya seorang Ucup sendiri, tetapi hampir semua yang terlihat di depan (dan belakang) layar berperan dengan sangat baik.

Richard, seorang bujang lapuk berumur 41 tahun yang tinggal bersama kura-kura tua bernama Kelun, memiliki bisnis keluarga percetakan yang terletak di samping tempat tinggalnya. Sebagai bos, ia terlampau menekankan disiplin waktu kepada anak buahnya. Beberapa kali terlontar omelan tipikal bos yang memang layak tidak disukai anak buahnya. Di lain waktu dan tempat, Richard berada di posisi bawah, di-bully oleh teman-teman nonton bolanya karena tak pernah mengajak gandengan apalagi pacar. Satu kali setelah acara nobar, Richard dijadikan ajang taruhan apakah bisa bawa gandengan atau ngga waktu kondangan di nikahan salah satu temannya, yaitu sekitar 2 minggu lagi. Mendekati hari itu, Richard dibikin pusing gimana caranya bisa dapat gandengan. Tak diduga, ada selebaran tentang aplikasi biro jodoh Love inc. yang dicetak di tempatnya. Tak lama, datanglah seorang wanita cantik, Arini, sang wanita "Love inc." Acara kondangan berlalu lebih lancar dari yang diduga. Arini berperan sangat baik layaknya pacar sendiri. Berpikir bahwa hanya semalam, ternyata kontrak yang telah diambil durasinya kurang lebih sebulan. Lalu tumbuhlah cinta seiring mereka tinggal seatap.

Awal hubungan mereka terlihat kaku, kikuk. Memang sewajarnya seperti itu. Dan mereka sungguh melakoninya tanpa keanehan. Perlahan, kekakuan itu mencair. Ada keterikatan perasaan, apalagi di dalam hati Richard, Arini menjadi sosok wanita idaman. Semua hal yang Richard butuhkan dari sosok wanita pendamping ada di diri Arini. Dari pintar memasak, tahu tentang film hingga pengetahuan tentang sepak bola. Bahkan membuat para penonton lelaki baper memperhtikan sosok Arini yang begitu sempurna.

Pengenalan Love, inc. sebagai aplikasi biro jodoh (macam Tinder tapi sedikit berbeda) agaknya kurang mendalam. Sepertinya hanya Richard yang menjadi "korban" Arini dan Love, inc. Padahal jumlah brosur yang dicetak hingga 200 ribu eksemplar, lalu entah hilang begitu saja.

Visinema Pictures sebagai salah satu rumah produksi film-film yang tidak bisa dianggap remeh. Angga D. Sasongko dan Chicco Jerikho duduk di kursi produser tidaklah main-main . Pun bagaimana Ucup memilih para pemain pendukung. Dari pemeran sebagai pegawai-pegawai Richard, teman nobar, hingga teman kumpul Arini. Semua dipilih dengan hati-hati dan hasilnya adalah paket komplit sebuah film epik drama komedi romantis.

Penonton dibawa larut masuk ke dalam perasaan Richard. Merasa dicintai dan diperhatikan. Seperti mimpi indah tanpa ada konflik. Lalu terbangun dari mimpi indah dan kenyataan memang begitu adanya. Ditinggalkan sewaktu sayang-sayangnya. Rasa hampa menghinggap perasaan Richard dan penonton. Tapi, Richard, pada akhirnya berdamai dan legowo bahwa memang perasaannya harus bertepuk sebelah tangan. Hanyalah perkara kontrak dan waktu. Dia mengambil pilihan yang berbeda. Hidup pastilah harus memilih. Dan memilih untuk mencintai yang berimplikasi akan merubah pribadi dari buruk menjadi baik merupakan pilihan bijak.

8.5/10

Penulis:

Mengaku diri sebagai fotografer sekaligus penggila film tapi takut film setan lokal.

Trailer film Love For Sale

Komentar dan Review film Love For Sale

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi