Poster Film Mia and the White Lion
  • 6.5/10
  • 7/10

Film Mia and the White Lion (2019)

Sinopsis film Mia and the White Lion

Mia (Daniah De Villiers) berteman baik dengan seekor singa bernama Charlie. Charlie merupakan singa putih yang lahir di peternakan orangtuanya di Afrika Selatan. Ketika Mia berusia 14 tahun dan Charlie sudah besar, Ayahnya berencana menjual Charlie. Mia tidak ingin berpisah dengan Charlie dan ia memutuskan untuk melarikan diri bersama Charlie.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 23 Februari 2019
  • Durasi 98 menit
  • Sutradara Gilles de Maistre
  • Produser -
  • Produksi Galatée Films, Outside Films, Film Afrika Worldwide
  • Distributor -
  • Genre Adventure, Children's/Family, Drama
  • Kelompok Umur SU

Daftar pemain film Mia and the White Lion

Review & Ulasan film Mia and the White Lion

Proses pembuatan film yang panjang dalam film ini mengundang decak kagum

| Ditulis oleh:

Mia and the White Lion (2019) adalah film drama petualangan keluarga yang disutradarai oleh Gilles de Maistre. Skenarionya ditulis oleh Prune de Maistre dan William Davies. Film yang disitribusikan oleh StudioCanal ini dibintangi oleh Daniah De Villiers, Mélanie Laurent, Ryan Mac Lennan, dan Langley Kirkwood. Film ini sudah dirilis di Prancis pada 26 Desember 2018 dan rencananya baru akan dirilis di Amerika pada 12 April 2019.

Kisah Mia and the White Lion (2019) bermula saat Mia seorang anak perempuan yang berusia sepuluh tahun mengalami kehidupan yang terbalik ketika keluarganya memutuskan untuk meninggalkan London untuk mengelola penangkaran singa di Afrika Selatan. Awalnya Mia tidak bisa menerima kepindahan keluarganya. Namun keadaan berubah ketika singa putih yang cantik, yang diberi nama Charlie, lahir. Mia mulai menemukan kebahagiaan sekali lagi. Charlie menjelma menjadi peliharaan sekaligus sahabat Mia. Charlie kecil tidur bersama Mia di rumah dan berkeliaran di dalam rumah dengan bebas. Bermain dengan Mia dan adik semata wayangnya Mick (Ryan Mac Lennan). Satu tahun berlalu. Mia dan Charlie tumbuh bersama dan menciptakan ikatan khusus. Masalah bermula saat Charlie sudah mulai menjadi besar dan tidak memungkinkan untuk selalu berada di dalam rumah. Ayah Mia, John (Langley Kirkwood) meminta Mia untuk tidak memasukkan Charlie ke rumah. Perkataan ayahnya itu juga didukung oleh ibunya, Alice (Mélanie Laurent). Mia bersikeras bahwa Charlie tidak berbahaya walaupun begitu akhirnya ia tetap harus mengalah demi keselamatan keluarganya. Biar bagaimana pun Charlie tetaplah seekor singa.

Ketika Charlie mencapai usia tiga tahun, kehidupan Mia kembali terguncang ketika Charlie tanpa sengaja mencelakai adiknya Mick dan akhirnya terpaksa dikandangkan. Apalagi dalam riwayat sebelumnya, Charlie juga pernah tanpa sengaja mencelakai pengunjung penangkaran singa milik keluarganya. Nasib Charlie berada diujung tanduk. Ayah Mia berniat untuk menjual Charlie. Karena singa putih merupakan singa yang tergolong langka, maka tidak mengherankan jika harga Charlie sangatlah fantastis. Namun, Mia tidak mau tinggal diam. Ia berusaha membebaskan Charlie ketika malah tanpa sengaja dia mengetahui rahasia menyedihkan yang disembunyikan oleh ayahnya. Charlie dalam bahaya. Mia memutuskan untuk menyelamatkannya. Kekecewaan terhadap Ayahnya dan rasa cinta kepada Charlie memaksa Mia untuk melakukan hal gila. Ia berencana akan membebaskan Charlie dan mengantarnya sendiri ke hutan suaka tempat Charlie berasal. Mia tidak sendiri. Adiknya Mick juga ikut membantu dalam mensukseskan misi tersebut. Dapatkah anak umur 13 tahun membawa singa melewati perkotaan dan melakukan perjalanan luar biasa melintasi sabana Afrika Selatan untuk mencari tempat perlindungan?

Mia and the White Lion (2019) adalah film yang luar biasa. Jika kalian menonton film ini, kalian akan menyadari bahwa film ini tidaklah dibuat dengan waktu yang singkat. Setelah diteliti ternyata memang produksi film ini dilakukan selama tiga tahun sehingga bintang muda pemeran utama, Daniah De Villiers dan Ryan Mac Lennon, akan sangat terlihat perbedaan fisiknya. Mereka ternyata juga mengembangkan hubungan nyata dengan singa dan hewan lain yang muncul di film selama proses produksi berlangsung. Adegan antara aktor dan hewan dalam film itu nyata dan tidak bergantung pada CGI (computer-generated image). Wow luar biasakan? Tapi tentu saja proses itu tetap diawasi oleh pawang singa demi memastikan keselamatan hewan, aktor, dan crew di lokasi syuting. Selain itu, film ini juga merupakan film yang sangat menyentuh dan berhasil menciptakan kesadaran tentang efek berbahaya dari perburuan trofi yang memang marak di Afrika Selatan.

7/10

Penulis:

on my way to be Fashion Designer

Trailer film Mia and the White Lion

Statistik & Data

  • 23 Februari 2019
    11.58%
  • 24 Februari 2019
    10.07%
  • 25 Februari 2019
    11.36%
  • 26 Februari 2019
    9.63%
  • 27 Februari 2019
    9.77%
  • 28 Februari 2019
    0.13%
  • 01 Maret 2019
    0.13%
  • 02 Maret 2019
    0.58%
  • 03 Maret 2019
    0.71%
  • 04 Maret 2019
    0.90%
  • 05 Maret 2019
    0.84%
HariTanggal% LayarPerubahan
123 Februari 201911.58 %
224 Februari 201910.07 %-1.51 %
325 Februari 201911.36 %+1.29 %
426 Februari 20199.63 %-1.73 %
527 Februari 20199.77 %+0.14 %
628 Februari 20190.13 %-9.64 %
701 Maret 20190.13 %
802 Maret 20190.58 %+0.45 %
903 Maret 20190.71 %+0.13 %
1004 Maret 20190.90 %+0.19 %
1105 Maret 20190.84 %-0.06 %

Film Mia and the White Lion telah tayang di bioskop Indonesia sejak Sabtu, 23 Februari 2019 selama 11 hari.

Komentar dan Review film Mia and the White Lion

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi