Poster Film My Generation
  • 7.5/10

Film My Generation (2017)

Sinopsis film My Generation

Menceritakan persahabaan 4 anak SMU yaitu Zeke (Bryan Langelo), Konji (Arya Vasco), Suki (Lutesha) dan Orly (Alexandra Kosasie). Mereka gagal liburan dan dihukum karena video mereka yang memprotes guru dan orangtua menjadi viral di sekolah mereka. Tetapi mereka tidak ingin tinggal diam, akhirnya liburan sekolah mereka isi dengan petualangan dan kejadian yang akan menjadi pelajaran bagi kehidupan mereka.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 09 November 2017
  • Durasi 106 menit
  • Sutradara Upi Avianto
  • Produser -
  • Produksi IFI Sinema
  • Distributor -
  • Genre Drama
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film My Generation

Review & Ulasan film My Generation

Role Model baru bagi generasi milenial ada di sini! Upi berhasil mentransfer nilai-nilai pop culture dari sebuah generasi ke dalam film

| Ditulis oleh:

Well.. Upi is back! Salah satu director hipster kenamaan yang sering mencetak film-film kesohor Indonesia seperti 30 Hari Mencari Cinta (2004), Realita Cinta Rock ‘n Roll (2006), dan terakhir yang belum lama ini booming, My Stupid Boss (2016), kembali dengan film barunya berjudul My Generation. Dalam filmnya kali ini, Upi diproduseri oleh Adiyanto Sumardjono di bawah naungan rumah produksi IFI Sinema.

Mengangkat issue tentang generation gap yang nyata ada dalam kehidupan sekarang antara generasi orang tua dan generasi milenial, Upi nyuguhkan cerita yang sangat menarik untuk disimak.

My Generation bercerita tentang kisah kehidupan empat anak SMA yang bersahabat dekat bernama Konji (Arya Vasco), Zeke (Bryan Langelo), Suki (Lutesha), dan Orly (Alexandra Kosasie). Mereka adalah anak-anak generasi milenial atau yang biasa diistilahkan dengan “kids jaman now” yang kritis dan berani untuk vokal memprotes apa yang menjadi kegelisahan mereka. Hal tersebut mereka realisasikan dengan membuat video di Youtube yang berisi protes kepada guru, sekolah, dan orang tua. Video mereka viral dan menjadi pergunjingan seluruh sekolah sampai akhirnya pihak sekolah harus memanggil kedua orang tua mereka masing-masing. Karena kelakukan mereka tersebut, terpaksa liburan kali itu mereka gagal berangkat ke Bali dan hanya boleh tinggal di rumah.

Tidak berhenti sampai situ, masalah datang bertubi-tubi pada saat yang sama kepada masing-masing mereka. Konji dengan orang tuanya yang konservatif, Zeke dengan orang tuanya yang cuek, Suki dengan orang tuanya yang penuntut, serta Orly dengan mamanya yang seorang janda cantik. Banyak nilai-nilai yang berbenturan antara anak dan orang tua sehingga konflik tidak dapat terhindarkan.

Yang menarik dalam film Upi kali ini, ia berhasil mengangkat masalah-masalah yang memang nyata adanya yang juga pasti kita rasakan baik oleh generasi milenial maupun  generasi tua. Sehingga apabila kita menonton film tersebut pasti kita akan merasa “oh iya ya” dalam pikiran kita. Film ini juga bisa jadi film yang ditujukan untuk mengkritik generasi tua akan pandangan-pandangan mereka.

Sosok dan pikiran Upi sebagai sutradara perempuan juga akan sangat terasa dan tersampaikan dalam beberapa topik masalah yang ada pada film ini sehingga film ini akan sedikit berbau feminist. Salah satu contohnya adalah pandangan tentang arti keperawanan pada wanita yang disampaikan melalui tokoh Orly.

Sama seperti film-film Upi sebelumnya, dalam My Generation, Upi juga menggambarkan watak dan personality masing-masing tokohnya dengan sangat kuat. Konji, Zeke, Suki, dan Orly sangat mungkin bisa menjadi role model idaman bagi generasi milenial dengan kekerenan mereka. Skate, swimming, roller blade, punk, band, flat earth, party, disco, what else? Semua sangat kekinian dan keren. Empat tokoh ini sangat mungkin menjadi idola dan role model seperti tokoh Nugi dan Ipang dalam film Realita Cinta Rock ‘n Roll tahun 2006 dulu. Apalagi Upi berani mengambil keputusan memakai casting dengan muka yang benar-benar baru. Mungkin memang dunia film Indonesia perlu regenerasi agar tidak sosok  itu-itu saja yang muncul di layar perfilman di Indonesia.

Bukan berarti film ini tidak ada kekurangan, ada juga adegan-adegan yang sepertinya janggal dan dipaksakan salah satunya adalah adegan keempat tokoh saat berteriak-teriak di atas gedung contohnya. Begitu juga dengan porsi penggunaan bahasa Inggris yang banyak dalam film ini juga dapat menjadi dua mata sisi yang berbeda. Bisa memunculkan respon positif, atau pun negatif.

Tetapi, dibalik kekurangan tersebut masih lebih banyak lebihnya kok.

Ditambah dengan setting film yang benar-benar well prepared, kreatif, kekinian, dengan soundtrack yang keren-keren, di jamin film ini dapat menjadi film yang sangat layak untuk ditonton. Begitu juga dengan pesan dan nilai-nilai yang ingin di sampaikan Upi melalui film ini terasa bisa ditransfer dengan baik. Tidak ketinggalan, film ini juga ikut dibintangi juga oleh aktor kawakan seperti Tyo Pakusadewo, Ira Wibowo, Surya Saputra, Joko Anwar, Indah Kalalo, Karina Suwandhi dan Aida Nurmala.

7.5/10

Penulis:

on my way to be Fashion Designer

Trailer film My Generation

Komentar dan Review film My Generation

2 komentar untuk My Generation

  • ilham nurfaudzi -

    Soundtrack nya apa aja gan?

    Balas
    • ilham agasi -

      yg gua tau cuman satu, Mario- Funk Yeah

      Balas

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi